Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Dunia Astral


__ADS_3

Qiao Lin lansung memukul kaki Liung Bhao yang membeku sehingga hancur menjadi serpihan-serpihan es kecil.


Liung Bhao sendiri ingin berteriak namun berhenti karena dia tidak merasakan sakit sama sekali di kaki sebelahnya yang sudah hancur.


"Ini adalah pelajaran untuk mu agar bisa menghormati dan menghargai seorang wanita." Kata Qiao Lin kemudian berbalik dan berniat pergi namun dia sempat menyampaikan sesuatu.


"Ke tiga temanmu tidak akan mati kecuali jika ada yang menghancurkan nya sebelum es yang memebekukan nya itu mencair, jadi setelah es itu mencair teman-teman mu akan kembali lagi." Kata Qiao Lin kemudian pergi meninggalkan Liung Bhao sendiri.


Liung Bhao sedikit tidak percaya akan perkataan Qiao Lin, menurutnya Ke tiga teman nya tersebut sudah mati, karena seluruh tubuh mereka yang membeku, mustahil rasanya baginya jika mereka di katakan masih hidup, namun Liung Bhao berusaha percaya akan ucapan Qiao Lin dan memilih menunggu mereka bertiga di tempat itu.


Qiao Lin kembali ke penginapan setelah hari hampir mulai pagi, seluruh energinya benar-benar sudah habis, sehingga setibanya di kamar, Qiao Lin langsung membaringkan badan dan tertidur dengan lelap karena terlalu letih.


Qiao Lin tidur hingga tidak sadar jika hari sudah mulai terang, dia terbangun dari tidurnya dan segera membersihkan badan.


"Adik Lin! Tidak seperti biasanya kamu bangun telat seperti ini." Kata Jiu Rui setelah melihat Qiao Lin keluar dari kamar nya.


Jiu Rui sudah lama menunggu Qiao Lin, dia bolak-balik ke kamarnya kemudian ke kamar Qiao Lin, namun Qiao Lin tidak juga keluar dari kamar nya.


Jiu Rui ingin membangunkan nya namun tidak berani, karena khawatir dia akan mengganggunya.


"Aku hanya sedikit kelelahan semalam karena kurang tidur." Kata Qiao Lin dengan tersenyum,  dia tidak mau menceritakan kejadian yang di alami nya semalam.


"Apa ada kabar tentang nya?." Qiao Lin bertanya kabar Ho Chen yang belum juga datang.


Jiu Rui hanya menggelengkan kepala. "Kita makan dulu nanti kita akan membahas lagi masalah ini." Ajak Jiu Rui yang memang sedari tadi sudah sangat lapar.


Qiao Lin setuju akan perkataan Jiu Rui kemudia pergi mencari rumah makan di dekat penginapannya.

__ADS_1


***


Saat ini Ho Chen berada di dunia asing yang belum pernah ia lihat sebelum nya, dunia tersebut hanya di penuhi pohon-pohon yang sangat besar, bahkan di pohon tersebut bisa di buat rumah di dalam nya.


Mahluk penghuni dunia tersebut juga beragam, ada mahluk kecil yang seukuran jari-jari tangan memiliki sayap, namun tubuh mereka seperti manusia dan juga bercahaya.


Ada juga Mahluk seperti kelinci namun ukuran badannya sangat besar sebesar sapi betina, namun kelinci tersebut bisa berbicara seperti manusia.


Ada juga kucing aneh yang juga bisa berbicara, namun kucing tersebut juga sangat gesit, dia bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain sejarak 5 meter dalam satu kali tarikan nafas.


Beberpa pohon dan bunga-bunga juga terlihat hidup dan bergerak, bahkan seolah-olah saling berbicara dengan yang lainya.


Dunia yang Ho Chen lihat ini bagaikan dunia yang sering di ceritakan oleh orang tua kepada anaknya sebagai pengantar tidur sehingga terlihat sebagai negri dongeng yang mampu memanjakan mata.


Tanpa terasa udah tiga hari Ho Chen berada di sana, walau dunia itu sangat menyenangkan untuk di lihat namun Ho Chen juga lebih sering meningkatkan energinya, karena di dunia tersebut kepadatan energinya sangat lah besar.


Tubuh Hanzi Saat ini terlihat seperti transparan, seolah-olah itu bukan tubuh, lebih tepatnya seperti Roh.


Ho Chen hanya tersenyum canggung, di hatinya dia akui jika dirinya sangat betah dan nyaman berada di dunia tersebut.


Hanzi dapat melihat dari wajah Ho Chen kemudian berkata. "Dulu dunia ini tidak sedamai dan seindah seperti sekarang ini." Kata Hanzi membuat Ho Chen mengerutkan dahinya.


"Lalu seperti apa dunia ini dulunya?." Tanya Ho Chen penasaran.


Hanzi menutup mata sesaat kemudia membukanya kembali dan menatap langit biru di atas, kemudian mulai menceritakan nya.


Dunia yang saat ini Ho Chen datangi bernama Dunia astral dalam bahasa mandarin (Xīngtǐ).

__ADS_1


Berbeda dengan dunia tempat Ho Chen, di dunia astral tidak ada pemerintahan atau sekte-sekte seperti di dunia Ho Chen, Karena di dunia tersebut tidak ada satu manusia pun yang tinggal.


Penghuni dunia tersebut adalah kaum dan ras-ras mahluk yang berbeda-beda, Hanzi sendiri terlahir di golongan Kaum Elf yang artinya Peri.


Kaum Elf adalah kaum terlemah dari seluruh kaum penghuni Dunia astral, mereka hanya di kenal karena kecerdasan nya, namun tidak dengan kekuatannya.


Setiap kaum akan menyerang kaum yang lain, karena hukum di dunia tersebut sama dengan hukum yang ada di dunia Ho Chen di mana yang kuat lah yang akan menjadi pemimpin.


Dunia Astral sangat kacau dan bahkan tidak ada kedamaian sama sekali, hampir setiap hari terjadi pertarungan.


Kala itu yang paling kuat adalah kaum Orc atau bisa di sebut kaum iblis.


Orc adalah salah satu kaum yang paling jahat dan bengis, mereka di pimpin oleh Orc wanita yang menguasai ilmu sihir terkuat.


Selama ratusan tahun kekacauan sudah tidak bisa di kendalikan lagi, di mana setiap kaum terus menerus di serang oleh mereka, dari kaum Ent atau Kaum Pohon dan kaum-kaum lainnya.


Saat itu juga Hanzi yang berasal dari Kaum Elf berhasil mempelajari ilmu abadi dan menjadi mahluk terkuat setelah Penyihir Orc.


Pertarungan besar tidak bisa di hindari antara kaum iblis dan kaum peri, hingga akhirnya menyisakan penyihir dan Hanzi.


Penyihir iblis berhasil menciptakan tiga iblis terkuat dan menjadi rajanya kaum Orc atau iblis, Namun Hanzi berhasil menyegel kekuatan mereka bertiga walau akhirnya Hanzi sendiri terkena kutukan dari penyihir tersebut.


Semenjak menghilangnya Kaum iblis dari Dunia astral, kini dunia astral kembali di bangun, dan seluruh penghuni tersebut hidup damai hingga sekarang.


Namun Hanzi yang terkena kutukan terpaksa memecah energinya menjadi enam bagian setelah itu tubuhnya hancur dan hanya tinggal Roh nya yang hidup.


Ho Chen mendengarkan cerita tersebut dengan antusias, kini dia mengerti kanapa mahluk-mahluk di dunia tersebut sangat beragam, dan juga aman.

__ADS_1


semua itu tidak lain karena perlawanan dan pengorbanan dari Kaum Elf yang berhasil membuat dunia Astral bisa menjadi damai seperti sekarang ini.


__ADS_2