
Qiao Lin mentap Jiu Rui yang menghentikan perkataanya karena tidak yakin akan apa yang akan ia katakan, melihat Api merah dan hitam dan juga asap hitam tebal menutupi tubuh Ho Chen.
“Tidak akan semudah apa?." Tanya Qiao Lin.
“Ti-tidak akan semudah itu akan kalah..!." Lanjut Jiu Rui dengan sedikit ragu.
Di tempat pertempuran ketiga jenderal iblis tersenyum lebar, mereka yakin Ho Chen pasti binasa terkena Tehnik gabungan mereka mereka menunggu api padam.
Asap hitam dan api merah sudah lebih dulu menghilang dan hanya tersisa api hitam yang masih menyala.
“Kenapa apimu lama sekali padam nya?." Kata jendral Ori yang sudah tidak sabar untuk melihat Ho Chen.
“Seperti biasa, kau selalu tidak sabaran, bukankah kau sudah mengetahui jika apiku tidak akan padam sebelum targetnya benar-benar menjadi debu..!." Kata jendral Jed.
Jendral Ori tersenyum kecut, bukannya dia tidak tahu, namun dia memang tidak sabar untuk melihat Ho Chen yang akan menjadi debu.
“Aku tahu itu. Namun bukankah kita juga butuh tubuhnya untuk di jadikan wadah oleh Raja iblis hitam!." Kata jendral Ori mengingatkan.
Jendral Jed dan Sui tersentak kaget, mereka terlalu terbawa suasana sehingga lupa akan tujuan utama mereka. “Ah sial aku jadi lupa." Kata jendral Jed.
Jendral Jed mengarahkan tanganya ke arah api hitam tersebut, kemudian menghisapnya kembali, jendral Jed yakin Ho Chen pasti sudah mati terbakar.
Semakin lama api hitam tersebut semakin menghilang dan akhirnya lenyap keseluruhannya.
“Tidak mungkin.! Apa mataku tidak salah lihat?." Kata jendral Sui sambil mengusap-usap matanya.
Jendral Jed dan Ori juga tidak kalah terkejutnya dengan jendral Sui. Mereka tidak percaya ketika melihat Ho Chen dan kudanya masih baik-baik saja.
“Ini untuk pertama kalinya ada yang bisa menahan apiku!." Kata jendral Jed.
Mereka semua sedikit takut ketika Ho Chen menatap mereka dengan tajam. “Ori, Sui keluarkan seluruh energi yang kita miliki, Kita akan melawanya dengan kekuatan penuh." Kata jendral Jed.
“Kau benar Jed!." Kata Sui.
Mereka bertiga langsung mengeluarkan puncak energi mereka secara bersamaan. Kali ini bukan lagi getaran yang terasa, melainkan guncangan besar karena energi besar milik mereka bertiga.
Alam menjadi kacau bukan hanya bumi yang berguncang melainkan angin topan dan angin ****** beliung juga ikut membuat suasana di seluruh kekaisaran Yun menjadi kacau.
__ADS_1
Beberapa gunung juga meletus, dan menyemburkan api magma yang sangat banyak, ada juga rumah-rumah yang hancur akibat ketidak setabilan alam tersebut.
Semua sekte segera membuat pelindung masing-masing untuk melindungi sekte mereka agar tidak hancur.
Feng Ying segera keluar dan kembali mengaktifkan mata dewanya. “Apa! Ada tiga mahluk..?." Kata Feng Ying dia melihat tiga iblis sedang melayang di udara, dan yang paling aneh adalah salah satu dari mereka yang memiliki Aura hitam.
“Chen'er tidak akan sanggup untuk melawan mereka semua, sebaiknya aku segera kesana untuk membantunya.!."
Feng Ying segera menghilang dari tempatnya kemudian muncul kembali di dekat Ho Chen.
“Chen'er ada apa ini sebenarnya dan kenapa sekarang ada tiga mehluk itu?." Tanya Feng Ying.
Namun sebelum Ho Chen sempat menjawab Feng Ying kembali memberi pertanyaan lainnya. “Baju apa ini? Dari mana kau mendapatkan baju tebal seperti ini?." Feng Ying mengamati baju Ho Chen.
“Guru! Baju ini akan aku jelaskan setelah mengurus mereka bertiga." Kata Ho Chen sambil menunjuk ke atas.
“Aku akan melawan dia bagaimana denganmu? Apa kamu bisa melawan dua lainya seorang diri?." Tanya Feng Ying setelah selesai memilih Lawannya. Lawan yang ia pilih adalah jendral Ori, karena dia masih memiliki urusan dengannya.
“Sebaiknya guru tidak ikut campur. Biar aku dan naga putih saja yang mengurusnya." Ucapnya.
Feng Ying terkejut mendengar perkataan Ho Chen. Dia memandangi naga putih yang berdiri di samping Ho Chen. “Chen'er kau jangan bertindak gegabah pikirkanlah dulu, mereka semua sangat kuat. Jadi biar aku sedikit meringankan bebanmu." Kata Feng Ying sambil membujuk Ho Chen agar dirinya ikut membantu.
Feng Ying ingin kembali protes, dia tidak ingin menjadi penjaga, ataupun pengasuh. Namun sebelum sempat bicara Ho Chen sudah lebih dulu terbang ke arah mereka.
“Ayo naga putih..!." Kata Ho Chen yang tiba-tiba melesat dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Feng Ying sendiri tidak mampu menatap kecepatan Ho Chen seolah-olah dia menghilang.
“Dia datang...!." Seru jendral Jed.
Mereka bertiga ingin segara berpencar untuk kembali menyerang dengan cara yang pertama, namun Ho Chen lebih dulu berada di hadapan mereka.
“Mau kemana kau..?." Ho Chen tiba didepan jendral Sui yang belum sempat menghindar.
Ho Chen memukul perut jendral Sui dengan mengaliri energi angin yang sangat besar. Satu pukalan telak berhasil mendarat dengan mulus keperutnya sehingga jendral Sui terlempar sangat jauh.
“Sui...!." Jendral Jed terkejut ketika melihat jendral Sui sudah sangat jauh.
__ADS_1
“Kau akan menerima pembalasanku..!." Kata jendral Jed kemudian menendang tubuh Ho Chen, kaki jendral Jed sudah di selimuti api hitam dan segera mendarat di punggung Ho Chen.
Baaaam!!!."
Tendangan jendral Jed mengenai udara kosong karena Ho Chen sudah menghilang dari tempatnya.
“Apaa..!." Jendral Ori kaget karena Ho Chen sudah berada di depannya.
“Kau adalah biang masalah." Kata Ho Chen kemudian mengarahkan tapaknya ke jendral Ori.
Tubuh jendral Ori tiba-tiba mulai membeku, Ho Chen mengetahui kelemahan jendral Ori, hanya Tehnik Kristal Es lah yang bisa melemahkan nya, kemudian Ho Chen menendangnya kebawah.
Boooom!!!."
Ledakan tanah besar terlihat di tempat jendral Ori terjatuh sehingga menciptakan kawah besar.
“Sialan kau..!." Jendral Jed mengumpat kepada Ho Chen kemudian melesat ke arahnya.
Jendral Jed berniat membakar tubuh Ho Chen dengan api hitam nya, namun lagi-lagi Ho Chen menghilang. “Kemana kau, kalau berani ayo lawan aku dengan adil jangan menjadi pengecut seperti itu." Kata jendral Jed yang mulai geram.
“Pengecut katamu? Bukankah kalian yang pengecut?." Suara Ho Chen terdengar dari belakangnya.
Jendral Jed berniat membalikan badan namun terlambat, karena Ho Chen lebih dulu memukul punggungnya. Kali ini pukulan Ho Chen mengandung listrik yang sangat besar, sehingga jendral Jed terjatuh dengan tubuh kejang-kejang.
Tehnik api hitam milik jendral Jed memang sangat kuat dan tidak mudah untuk di kalahkan, namun tubuh fisiknya belum tentu sama kuatnya, kerena itu Ho Chen sudah bisa mempertimbangkannya.
Ketiga jendral berhasil di kalahkan dengan mudah, itu membuat Feng Ying Qiao Lin Dan Jiu Rui hanya membuka mulut mereka lebar-lebar.
“Ori ayo bangkit dan bergabunglah dengan ku..!." Kata jendral Jed.
Jendral Ori segera melasat ke arah jendral Jed kemudian tubuh keduanya saling bertabrakan.
Terlihat bola cahaya merah tercipata dari tubuh kedua jendral ibilis yang bertabrakan dan terlihat seperti kilatan kilatan listrik menjalar di bola tersebut.
Setelah bola tersebut menghilang, muncullah sosok baru, sosok tersebut memiliki tubuh separuh hitam dan separuh merah, tanduk mereka juga sama menyalanya.
“Ini adalah Tehnik penggabungan kami dua jendral besar terkuat! Kali ini kau akan mati." Ucapnya.
__ADS_1
Energi yang terpancar kali ini lebih mengerikan, karena energi dari mereka berdua yang sudah bersatu.