
Kaisar Hong hari ini sedang menyambut kedatangan penasehat Yuwen bersama dua jendral lainya.
Mereka bertiga baru tiba dari kekaisaran Ming untuk melakukan kerja sama antar ke kaisaran guna mencegah pasukan iblis yang selalu membuat hawatir di seluruh dunia.
“Bagaimana penasehat Yuwen? Apa kau mendapatkan jawaban dari kekaisaran Ming?." Tanya kaisar Hong.
Yuwen segera maju dan menyampaikan hasil tugasnya. “Yang mulia saya hanya di beri surat oleh Kaisar Ming untuk diserahkan kepada Yang Mulia." Kata Yuwen dengan mengeluarkan benda bulat yang ujungnya tertutup logam Kuningan.
Salah satu pelayan Kaisar Hong mengambil surat tersebut kemudian menyerahkannya kepada Kaisar Hong.
Senyum mekar Kaisar Hong melebar setelah membaca isi surat tersebut membuat semua bertanya-tanya apa yang tertulis di surat tersebut sehingga membuat Kaisar tersenyum lebar? Namun tidak ada yang berani menanyakannya kecuali Permaisuri Xiang Mey.
“Apa yang membuat mu tersenyum seperti itu setelah membaca surat itu? Apa isi surat tersebut?." Tanya permaisuri dengan ikut tersenyum.
Kaisar Hong menatap permaisuri sebentar lalu kembali menatap surat tersebut. “Di dalam surat ini memang tidak tertulis akan persetujuan kerja sama antar kekaisaran, namun isinya hanya menyampaikan akan keprihatinan terhadap kekaisaran kita, dan juga di suruh untuk selalu waspada." Kata Kaisar Hong.
Permaisuri dan yang lainya jadi bingung. “Lalu apa yang membuatmu senang?." Tanyanya, karena mereka tidak menemukan hal yang menyenangkan terhadap isi surat tersebut.
Kaisar Hong kembali tersenyum lalu menjelaskan dari isi surat tersebut. “Jika Kaisar Ming sudah mengucapkan keprihatinannya kepada kondisi kekacauan di kekaisaran kita, secara tidak langsung dia sudah mengakui akan bahaya yang kita hadapi, dengan begitu mereka juga akan ikut waspada." Kata Kaisar Hong.
Mereka semua semakin tidak mengerti, namun Kaisar kembali melanjutkan penjelasannya.
“Kaisar Ming juga meminta kita untuk selalu waspada, itu artinya cepat atau lambat beberapa utusan dari kekaisaran Ming akan dikirim kesini, entah siapa yang akan mereka kirim, apakah itu pasukan dan para pendekar, atau bisa juga para jagoan hebat yang ada di sana, mereka juga akan ikut menjaga kekaisaran Yun dari balik tirai yang tidak terlihat, kita tunggu saja itu." Kata Kaisar Hong yang menutup penjelasannya.
Mereka semua sedikit memahami arti tersebut, walau masih banyak yang Meraka tidak di mengerti.
__ADS_1
“Yang Mulia sekitar tiga hari yang lalu ketika kami sudah memasuki perbatasan kekaisaran kami merasakan Alam yang berguncang sangat besar, kami melihat banyak rumah-rumah yang roboh akibat guncangan besar tersebut, apa yang sebenarnya sudah terjadi disini?." Jendral Shing bertanya, dia juga merasakan akan adanya energi yang sangat besar dari jarak yang bisa di katakan sangatlah jauh.
“Entahlah aku juga sendang mencari tahu akan hal itu! Kebetulan akan ada pertemuan Akbar kedua kemungkinan akan membahas tentang masalah tersebut, dan aku sudah mengutus jendral Tao Bao kesana!." Kata Kaisar Hong.
“Maaf Yang Mulia! Apa Jendral Tao sudah datang?." Tanya jendral Shing.
Kaisar Hong mengangguk sekligus menjawab. “Dia sudah berada di sini sejak lima hari yang lalu." Kata Kaisar Hong.
Jendral Tao Bao adalah jendral tertua dari Enam jendral perang, dia adalah jendral terkuat saat ini, kekuatanya pun juga berada di Tingkat Alam puncak 3, membuatnya sebagai jendral yang paling di hormati sekaligus di segani.
Jendral Chyou maju kedepan lalu berkata. “Maaf atas kelancangan hamba Yang Mulia! Jika di ijinkan biarkan saya pergi menyusul jendral Tao." Kata jendral Chyou.
Kaisar Hong mengelengkan kepala. “Tidak jendral, jika kau menyusul kesana mungkin pertemuannya sudah selesai! Aku ada tugas untukmu." Kata Kaisar Hong kemudian berdiri mengambil surat di samping kursinya.
“Pergi ke kota dan cari anak yang bernama Shiao Lang dan bawa dia kemari. Ini surat perintahnya." Kaisar Hong menyerahkan surat tersebut.
“Yang Mulia, kalau boleh tau, ada urusan apa dengan anak ini?." Tanya penasehat Yuwen.
“Apa kau ingat akan kejadian ketika Chen'er pulang dalam keadaan terluka setelah selesai bertarung dengan kelompok Rantai Besi?." Tanya kaisar Hong.
Yuwen mengangguk. “Saya ingat yang mulia, itu sudah berlalu satu tahun lebih." Kata Yuwen.
“Aku dengar kejadian itu terjadi di rumah anak ini sebelum mereka pindah. Yang jadi pertanyaanku, bukankah Chen'er sangat kuat, kenapa bisa pendekar sekuat Chen'er saat itu bisa di kalahkan oleh kelompok tersebut?." Kaisar Hong mengelengkan kepala lalu kembali berbicara.
“Andai aku tidak memikirkan perasaan Chen'er aku sudah bertanya padanya, namun tidak enak, takutnya malah menyinggung perasaannya. Jadi lebih baik aku bertanya kepada anak yang bernama Shiao Lang ini." Kata Kaisar Hong.
__ADS_1
Penasehat Yuwen terdiam, dia juga sama penasarannya, dia juga berpikir bagaimana bisa orang yang di sebut-sebut pendekar Dewa bisa kalah saat itu, sedangkan melawan jendral iblis yang lebih hebat dari kelompok Rantai Besi bisa dikalahkannya dengan mudah.
“Dari pada kita terus memikirkan dan tidak menemukan jawabannya, lebih baik kita menunggu jendral Chyou mencarinya dulu." Kata Penasehat Yuwen
Jendral Chyou mengangguk kemudian ijin undur diri untuk pergi mencari anak yang bernama Shiao Lang itu.
Dalam perjalanan ke pusat kota jendral Chyou sedikit kesulitan mencari rumah Shiao Lang, namun setelah bertanya kepada beberapa orang akhirnya jendral Chyou berhasil menemukan rumahnya.
Dia melihat rumah yang sedikit besar dan ada rumah makan sederhana di dalamnya. Jendral Chyou mamasuki rumah makan tersebut yang lumayan banyak pengunjung.
Semua orang yang sedang menikmati makanannya langsung terdiam, mereka heran ketika melihat seorang jendral istana yang masih berpakaian lengkap datang ke rumah makan yang sederhana seperti ini.
“Se-selamat datang tu-tuan..!." Seorang nenek datang menghampiri jendral Chyou dan menymbutnya dengan suara yang terbata-bata.
Wajah jendral Chyou yang sangar membuat nenek itu bergetar ketakutan' bagaimana tidak, kumisnya yang terpintal ke atas jenggot hitam juga menutupi seluruh dagu dari samping sampai bawah.
“Siapa pemilik rumah makan ini.?." Tanya jendral Chyou dengan suara tegasnya.
“Ha-hamba Tu-tuan.! Nama hamba Kiew Leen." Kata nenek Kiew.
Jendral Chyou menatap nenek Kiew kemudian bertanya. “Apa anak yang bernama Shiao Lang juga tinggal di sini.?." Tanya lagi jendral Chyou.
Nenek Kiew terkejut mendengarnya lalu menjawab. “Be-benar tuan! Dia adalah cucuku satu-satunya." Nenek Kiew menjawabnya namun perasaannya sangat tidak enak.
“Di mana cucumu aku ingin bertemu denganya.!."
__ADS_1
Nenek Kiew bertanya sebelum menjawab jendral Chyou. “Ma-maafkan hamba tuan, apa cucu saya sudah menyinggung tuan atau orang-orang di dalam istana?." Tanya Nenek Kiew dengan gugup bercampur penasaran.
“Tidak bukan itu masalahnya! Yang Mulia hanya ingin bertemu denganya itu saja jadi kau tidak perlu cemas." Kata jendral Chyou sambil tersenyum namun senyuman yang ia tunjukkan kepada nenek Kiew masih terkesan seram dan menakutkan di mata nenek Kiew.