
Jian Heeng akhirnya memeiliki rencana dan menyampaikannya kepada Kang Jian. “ketua, ijinkanlah Jiu Rui ikut bersama kami."
Kang Jian mengerutkan dahi, baru beberapa menit yang lalu membahas masalah Jiu Rui dan sama sama setuju tidak akan membawanya, namun sekarang malah Jian Heeng ingin membawanya. “apa maksudmu saudara Heeng?, Bukankah kita sudah sepakat tidak membawanya?." Tanya Kang Jian.
“benar ketua, namun mengingat pasukan iblis hanya menyerang pendekar tingkat Jiwa dan bumi. Ini akan menjadi kesempatan baik untuk memburu mereka ketika di perjalan."
Jian Heeng menjelaskan kalau kalau mereka membawa Jiu Rui yang masih berada di tingkat Jiwa, sudah pasti pasukan iblis akan merasakan kehadirannya dan menunggu tinggal menunggu waktu untun mereka muncul.
Perkataan Jian Heeng jelas membuat Kang Jian ragu. Menurutnya itu terlalu berisiko bagi Jiu Rui. “saudara Heeng, sebaiknya urungkan niatmu. Aku hawatir akan terjadi sesuatu kepada Jiu Rui." Ucap Kang Jian dengan nada tidak setuju.
“ketua tidak perlu hawatir, aku akan melindungi Rui'er dengan baik. Bukan kah kita juga ada Senior Wang Chungying? Jadi semua pasti akan baik baik saja." Jian Heeng meyakinkan.
Kang Jian diam, dia bingung untuk memutuskan namun kemudian dia mengizinkan Jiu Rui untuk ikut. ”baiklah aku akan mengijinkannya!, namun aku akan menambahkan 4 pendekar tingkat langit dan 2 pendekar tingkat alam."
Sebenar nya Jian Heeng dan Wang Chungying sudah cukup untuk pergi menjemput Kang Yelu. Namun kalau Jiu Rui juga ikut maka akan sulit bagi Jian Heeng dan Wang Chungying melindungi Jiu Rui dan Kang Yelu secara bersamaan.
Jian Heeng menyetujui usulan Kang Jian. Menurutnya semakin banyak maka semakin mudah memburu pasukan iblis.
Jian Heeng pamit setelah melanjutkan pembicaraan sebentar. Jian Heeng segera pergi untu memberitahu Jiu Rui tentang keikutsertaannya dalam misi itu.
“apa? Guru tidak sedang berbohong kan?."
Jiu Rui kaget begitu mendengar penjelasan dari gurunya, Sedangkan Liu Wei juga ikut terkejut.
“kenapa kamu tidak mau? Kalau begitu aku akan mengajak Wei'er saja untuk ikut pergi."
__ADS_1
Perkataan Jian Heeng langsung di balas oleh Jiu Rui dengan cepat. “tentu aku mau guru." Jawab Jiu Rui dengan cepat hawatir gurunya benar benar membatalkannya.
Liu Wei juga hampir senang ketika gurunya mengatak akan mengajaknya pergi jika seiornya tidak mau ikut. Mendengar Jiu Rui mau mengikuti gurunya, Wajah Liu Wei cemberut karena tidak jadi ikut.
Mereka tertawa melihat expresi wajah Liu Wei yang cemberut. Liu Wei tidak peduli di tertawai oleh guru dan seniornya, Liu Wei kembali melanjutkan latihannya bersama Jiu Rui. Sedangkan Jian Heeng masuk kedalam rumahnya.
***
Kuil Lonceng Suci juga mendapat kiriman surat dari kaisar Hong. Ketika mengetahui isi pesan dari surat tersebut, biksu Shao sheng langsung memahami semuanya. “Apa ini yang di ramalkan oleh mahaguru An Xuan?" Gumam biksu Shao sheng.
“apakah guru memanggilku?" Xiang Li tiba di ruangan biksu Shao sheng.
Biksu Shao sheng melihat Xiang Li sebentar. “benar, ada yang ingin guru bicarakan kepadamu." Kata biksu Shao sheng sambil kembali menatap surat di tangannya.
Xiang Li duduk bersila di depan gurunya menunggu gurunya berbicara. “aku ingin kamu mengumpulkan 3 murid yang memiliki kemampuan yang sama denganmu, dan segera bawa kesini!" Kata biksu Shao sheng memberi perintah kepada Xiang Li.
“amitabha."saudara Shao apa yang terjadi?" Seorang biksu lain juga memasuki ruangan biksu Shao sheng.
Biksu tersebut adalah Biksu Tao Yaoshan. Biksu Tao Yaoshan adalah seorang biksu satu generasi dengan Biksu Shao sheng, dan kekuatanya pun juga hampir sama.
“Saudara Tao, ada kiriman surat dari kaisar bacalah dan aku ingin meminta pendapatmu!" Kata Shao Sheng sambil menyodorkan suratnya yang ada di tangannya.
Tao Yaoshan membaca surat tersebut lalu kemudian menghela nafas panjang. “jadi mereka sudah mengetahuinya dan juga menemukan solusinya?" Ucap Tao Yaoshan .
“Bagaimana menurutmu Saudara Tao?" Tanya Shao Sheng setelah melihat Tao Yaoshan sudah selesai membaca suratnya.
__ADS_1
“aku rasa kita juga aka ikut membantu! bukankah ini juga kewajiban kita untuk membunuh mahluk neraka ini?" Kata Tao Yaoshan dan kembali memandangi surat tersebut.
“Saudara Tao benar. Memang seharusnya kita juga harus ikut andil atas masalah ini." Shao Sheng kemudian berjalan mendekati meja altar. “aku ingin mengirim orang seperti saran yang ada dalam surat itu." Kata Shao Sheng.
“Saudara Tao. Aku juga ingin meminta bantuanmu!." Shao Sheng berbalik dan memandang Tao Yaoshan.
“Dengan senang hati Saudara Shao." Jawab Tao Yaoshan seakan sudah mengerti bantuan apa yang Shao Sheng inginkan.
“hormat kepada guru Shao dan guru Tao." Xiang Li tiba kembali ke ruangan gurunya bersama dengan ke tiga rekannya.
“Baiklah. Sekarang dengarkan baik baik! Aku ingin kalian berempat bersama 4 senior kalian dan di bantu oleh Saudara Tao untuk pergi memburu mahluk neraka." Shao Sheng kemudian menjelaskan secara detail misinya itu kepada Xiang Li dan ke tiga temannya.
Xiang Li sedikit terkejut mendengarnya, namun dia langsung memahami situasinya.
“Kami akan berusaha semampu yang kami bisa." Jawab mereka serempak dengan kedua telapak tangan di dada dan membungkuk.
Biksu Shao Sheng pun mengumpulkan 4 biksu lainya yang memiliki kekuatan Langit puncak 3 dan 4. Setelah mereka semua terkumpul, mereka duduk bersila membentuk lingkaran dan bersama sama membacakan do'a kepada sang Budha.
Surat yang di berikan kaisar sampai ke seluruh sekte aliran putih dan netral. Sekte Gunung es, sekte Bunga teratai, sekte Pilar Angin, dan semua sakte besar kecil dan menengah. Mereka pun segera bergerak melakukan semua yang sudah di pesankan oleh kaisar.
Andai saja tidak ada nama "Pendekar Dewa Muda" di dalam surat tersebut, mereka tidak akan langsung bergerak apabila surat tersebut semata mata hanya perintah dari sang kaisar.
Bagi para sekte merak tidak terlalu ingin terlibat dalam urusan politik negara, nama besar Sang kaisar tidak terlalu berpengaruh besar bagi para anggota sekte.
Para Sekte aliran putih dan netral menyebar dan mencari para pasukan iblis, mereka bergerak di waktu malam dan beristirahat di saat siang.
__ADS_1
Semua yang Ho Chen rencanakan berjalan dengan sangat lancar. laporan tentang kematian pendekar secara misterius pun mulai berkurang dari pihak aliran putih dan netral. Namun untuk aliran hitam tentu masih ada saja korbannya, karena mereka tidak mengetahui informasi tersebut.