
“Ehem...! Saudara muda, silahkan apa yang ingin anda sampaikan." Kata Whu Zhi membuat Ho Chen teringat kalau semua orang sedang menunggunya.
“Eeh maaf..!" Ho Chen sedikit malu dan canggung kemudian mulai melanjutkan pembicaraannya.
“Menurut saya, mereka tidak akan menyerang sekte Gunung Es maupun sekte Bunga teratai secepat ini. Mereka pasti tidak akan berbuat demikian, kerena tidak mungkin mereka mau mengorbankan sebagian pasukan untuk binasa terlalu awal."
Mereka semua diam mendengarkan, tidak satupun yang memotong perkataan Ho Chen.
“Ada satu yang mungkin akan di serang lebih dahulu..!"
Sekte siapa kira-kira saudara muda?." Tanya Xiu Huan penasaran.
Ho Chen menghela nafas. “kemungkinan sekte Pilar Angin."
Perkataan Ho Chen membuat semua orang kaget, bahkan Yuen juga sampai bangun dari tempat duduknya. “Ini tidak mungkin..!." Ucap Yuen dengan tidak percaya.
“Senior Yuen, saya tahu anda sedikit bingung mendengarnya bukan?." Tanya Ho Chen setelah melihat expresi ketidak percayaan Yuen.
Yuen tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya dan segera mengangguk.
Lalu Ho Chen bertanya. “Tehnik apa yang paling utama yang di ajarkan di sekte ini?."
“Tehnik Angin..! Apa hubungannya dengan angin?."
“Senior coba tebak, jika api bertemu dengan angin, apakah api akan padam?."
Yuen berpikir sejenak menjawab pertanyaan Ho Chen. “Menurutku mungkin tidak, mungkin juga iya.." jawabnya.
Ho Chen menganggukkan kepala sambil tersenyum. “Tepat senior, api akan padam jika di tiup angin itu pun jika apinya hanya api lampu. Namun jika api ini adalah api besar seperti bara api yang di tiup, bukankah api akan menyala besar? Semakin tertiup oleh angin maka akan semakin membesar."
Mereka semua segera mengerti maksud dari perkataan Ho Chen. Dalam hal ini pastinya yang akan lebih di untungkan adalah pihak pasukan iblis yang memiliki unsur api, sedangkan bagi pemilik unsur angin jelas akan sangat di rugikan.
“Kalau begitu kita ubah rencana untuk melindungi sekte Gunung Es dan sekte Bunga teratai, lebih baik sekarang kita fokus untuk melindungi sekte di sini." Ucap Xiu yang. Menurutnya perkataan Ho Chen memang masuk akal dan segera mengubah rencana mereka.
“Aku tidak keberatan atas keputusan ini, akan tetapi yang membuat ku tidak bisa tenang tentang adanya salah satu dari mereka yang memiliki kekuatan besar dan setingkat sang legenda. Bukankah akan sulit mengalahkannya? Bahkan dengan kekuatan gabungan kita, belum tentu bisa mengalahkannya." Kata Miu Yimin.
__ADS_1
“Saudara Yi, setidaknya kita berusaha dan bersatu, dari pada kita sendiri-sendiri dan menunggu untuk di musnahkan." Kata Chu Thien yang berusaha menepis keraguan Miu Yimin.
“Chen'er apa kamu memiliki rencana lain?." Tanya Kang Jian.
“Untuk saat ini saya belum punya rencana apapun. Saya kesini hanya ingin berbicara kepada senior Ho saja."
“Kalau begitu mari silahkan ikuti saya, biarkan sisanya di sini di putuskan oleh mereka." Yuen mengajak Ho Chen, sekaligus pergi mengajak Qiao Ho keruangan pribadinya.
Ho Chen tiba lebih dulu, sedangkan Yuen pergi menyusul Qiao Ho, setelah selesai mengantarkan Qiao Ho, Yuen kembali ke ruang pertemuan.
“Lama tidak bertemu senior Ho, saudari Lin.."
Kata Ho Chen, setelah Qiao Ho tiba di ruangan.
“Aku hampir tidak mengenalimu tadi. Kamu terlihat sangat berbeda setelah 8 tahun tidak bertemu." Ucap Qiao Ho.
“Senior juga masih terlihat sama ketika terakhir kali kita bertemu." Ho Chen tertawa kecil.
Ho Chen kemudian memandangi Qiao Lin.
“Apa yang berbeda dengan ku..?" Qiao Lin memegangi wajahnya. Dia merasa tidak ada yang berubah dari wajahnya.
“Tidak ada yang berubah, malah semakin ber tambah cantik saja."
Qiao Lin tersipu malu, namun perasaannya senang mendengar pujian tersebut.
“Chen'er apa ada yang ingin kamu sampaikan?." Qiao Ho bertanya dengan memasang wajah serius.
“Saya tahu ini terasa aneh, namun jika di ijinkan, saya ingin mempelajari Tehnik Es dari senior." Ho Chen berkata dengan sedikit canggung.
Qiao Ho dan terkejut mendengarnya. Sebenarnya tidak di ijinkan bagi sekte Gunung Es mengajarkan ilmu sekte mereka ke orang luar sekte.
“Kalau senior keberatan dengan permintaan saya, maka saya minta maaf karena telah lancang meminta sesuatu yang mungkin tidak boleh di berikan kepada orang luar."
Ho Chen mengerti akan beberapa peraturan sekte, karena Ho Chen sudah lama berada di sekte Bukit Halilintar.
__ADS_1
“Aku mungkin bisa mengabulkan permintaanmu, namun aku meminta alasanmu terlebih dahulu." Kata Qiao Ho.
Qiao Lin hanya diam mematung, yang ada di pikirannya sekarang adalah perkataan Ho Chen yang mengatakan kalau dirinya semakin cantik, sehingga membuat hati Qiao Lin berbunga-bunga.
Ho Chen kemudian menjelaskan alasan yang sebenarnya tentang alasannya ingin mempelajari Tehnik Es sekaligus tekad Ho Chen untuk bisa melawan pasukan iblis. Qiao Ho mendengarkan penjelasan dari Ho Chen dengan sangat serius.
Setelah selesai menjelaskan Ho Chen menunggu keputusan yang akan di ambil oleh Qiao Ho, apapun keputusannya Ho Chen akan menerimanya.
“Kalau begitu tidak ada alasan lagi bagiku untuk mengajarkan Tehnik Es kepadamu." Kata Qiao Ho setelah mendengar penjelasan dari Ho Chen.
“Mungkin aku tidak bisa mengajarimu secara langsung. Jika kamu memang memiliki kemampuan untuk mempelajarinya maka pelajarilah kitab ini.“Qiao Ho mengeluarkan sebuah kitab berwarna biru tua. Lalu Qiao Ho kembali menjelaskan.
“Kitab Kristal Es adalah Tehnik terkuat yang di miliki sekte ku. Yang bisa menguasai Tehnik ini dengan sempurna hanya orang yang memiliki Energi murni."
“Senior ini terlalu berlebihan..! saya hanya ingin mempelajari Tehnik Es yang biasa saja."
“Aku sudah bilang, jika kamu memiliki kemampuan. Di sekte ku tidak ada yang bisa mempelajari ini, mungkin kitab ini memang memiliki jodoh dengan orang luar sekte, jadi terimalah.!" Qiao Ho memaksa.
Ho Chen menerima kitab tersebut. Setelah menyampaikan terima kasih, Dia kemudian menatap Qiao Lin yang sedari tadi diam seolah pandangan Qiao Lin kosong.
“Saudari Lin, kenapa kamu dari tadi diam saja?."
Qiao Lin tetap tidak menjawab. Ho Chen melambai-lambai kan tangannya di depan Qiao Lin, namun Qiao Lin tetap tidak merespon. Qiao Ho juga melihat itu, dia menatap Qiao Lin dengan heran.
“Saudari Lin..!." Ho Chen menepuk pundaknya.
“Eh.. Iya...? Kamu juga bertambah gagah dan Tampan..!." Qiao Lin tersadar dari lamunannya dan langsung berbicara di luar kendalinya.
“Apa yang terjadi padamu saudari Lin..?." Ho Chen jadi bingung karena Qiao Lin tiba-tiba bicara seperti itu.
Qiao Lin segera tersadar dari ucapannya, dia menutup mulutnya dan membalikan badan. Qiao Ho tertawa lepas mendengar perkataan cucunya tersebut.
“Lupakan, aku tadi cuma salah bicara..!." Setelah berkata seperti itu, Qiao Lin pergi lebih dulu keluar karena malu.
“Ayo kita kembali ke tempat pertemuan." Ajak Qiao Ho lalu berjalankembali menuju ke ruang pertemuan di ikuti oleh Ho Chen.
__ADS_1