
“Saudara Mu mohon tenanglah dulu, biarkan pendekar muda ini menjelaskan terlebih dahulu." Kaisar Hong menenangkan Zhang Mu yang sudah emosi.
Zhang Mu menarik kembali Aura Energi Kematiannya membuat Chang Zhu bernafas lega. “sekarang cepat jelaskan, siapa dirimu dan dari mana asal mu, jika tidak maka aku akan tetap menganggap mu sebagai orang yang bersekutu dengan Raja Iblis." kata Zhang Mu dengan tatapan sinis.
Ho Chen menghela nafas, dia tidak punya pilihan lain selain menceritakan tetang dirinya, walau Ho Chen tidak senang tapi ini semua demi rencananya agar berjalan dengan lancar.
Ho Chen mulai membuka jati dirinya yang sebenarnya, mulai dari mana dia berasal, siapa gurunya, dan sekaligus menunjukkan gelang pemberian gurunya.
Yang kaget pertama kali adalah Kaisar Hong, sebab dialah yang selalu mencari pemuda yang memiliki ciri-ciri seperti Ho Chen, bahkan Zhang Mu pun menelan ludah sekaligus berkeringat dingin.
“Ja-jadi Kamu Pen-Pendekar Dewa Abadi?." Zhang Mu bertanya dengan terbata-bata.
Ho Chen hanya mengangguk dan tersenyum tipis, sedangkan Zhang Mu mengumpat dalam hatinya, dia melirik ke Chang Zhu dengan tatapan menyesal.
“Saudara Zhu, kenapa kamu tidak mengenalkannya sebelumnya? ini sungguh membuat ku celaka.!" kata Zhang Mu berbisik kepada Chang Zhu.
“Saudara Mu, tidak usah hawatir, yang ku tahu Pendekar Dewa Muda bukan orang yang pendendam, jadi saudara Mu bisa langsung meminta maaf padanya secara langsung." ucap Chang Zhu.
Kaisar Hong bangkit dari kursi dan segera menghampiri Ho Chen yang masih berdiri. “Maaf kan Kaisar ini yang tidak menjamu Pendekar Dewa Muda dengan baik." kata Kaisar dengan sedikit menunduk.
“Yang Mulia tidak perlu seperti itu, saya lah yang seharusnya minta maaf karena tidak memperkenalkan diri sebelumnya."
Kaisar kemudian kembali ke kursinya atas permintaan Ho Chen, setalah itu Zhang Mu juga menghampiri Ho Chen.
“Pendekar Dewa, mohon maafkan atas kelancangan saya sebelumnya yang telah menyinggung Pendekar Dewa." Zhang Mu berkata sambil menundukkan wajah karena malu.
“ Senior tidak salah, semua itu hanyalah salah paham, jadi senior tidak perlu meminta maaf." Jawab Ho Chen dengan tersenyum hangat.
“ Terima kasih atas kebaikan Pendekar Dewa." Zhang Mu bernafas lega.
“ Pendekar Dewa? Apa anda memiliki rencana terhadap masalah ini.?" Setelah semua kembali tenang, kaisar Hong kembali membahas topik pasukan iblis.
“ sebenarnya hamba memang memiliki rencana yang mulia, namun saya tidak yakin rencana saya ini akan berhasil atau tidak." Ho Chen seolah ragu untuk menyampaikan rencananya.
“ katakanlah, kami semua di sini sama sekali sudah tidak memiliki solusi." Ucap kaisar Hong dengan nada meyakinkan.
__ADS_1
“ hamba memiliki 2 rencana yang mulia. Yang pertama, kabarkan ke seluruh sekte untuk membuat kelompok, setiap kelompok harus ada 3 pendekar Tingkat Energi Bumi.
4 pendekar Tingkat Energi Langit puncak 3 dan 4.
Dan 1 Tingkat Energi Alam. Ketika malam, Ke 3 pendekar Tingkat Energi Bumi akan menjadi umpan, sedang lainnya bersembunyi dan keluar ketika musuh sudah terlihat. pasukan iblis hanya memiliki Tingkat Energi Langit puncak 2. Seharusnya tidak terlalu sulit bagi pendekar Tingkat Energi Langit puncak 3 atau 4, di tambah pendekar Tingkat Energi Alam."
Mereka semua mendengarkan dengan sangat antusias, tidak ada yang berani menyela atau memotong perkataan Ho Chen. Ketika Ho Chen selesai menyampaikan rencana pertamanya. Kaisar dan lainya terlihat berpikir.
“ Rencana pendekar Dewa Muda memang bagus dan masuk akal. namun akan sangat sulit jika musuh yang menyerang lebih banyak dari perkiraan." Kata Miu Yimin
Pemikiran Miu Yimin memang benar, jika pasukan iblis yang datang hanya 4 atau 10 saja mungkin bukan masalah, namun kalau mencapai lebih dari itu tidak ada jaminan untuk tidak jatuh korban di pihaknya.
“ senior, guru pernah mengatakan kalau pasukan iblis hanya bekerja perkelompok yang terdiri dari 3 sampai 6 anggota saja. Selama kalian tidak lengah dan mau bekerjasama, kemenangan pasti bisa di capai." Ucap Ho Chen
“ Baiklah, lebih baik kita mencoba dari pada tidak berbuat apa apa. Aku akan segera memberikan kabar ini ke seluruh sekte." Kata kaisar Hong penuh keyakinan.
“ Lalu apa rencana keduanya?” Kini Jendral Shing yang ikut bertanya.
“ Rencana kedua, kabarkan kepada seluruh sekte agar jangan membiarkan pendekar Tingkat Energi Bumi agar tidak keluar sendirian ketika sudah malam, kalau memang ada misi, usahakan harus ada pendekar Tingkat Langit atau alam yang menemani. Itu semua untuk ke amanan agar tidak Korban lagi."
Kaisar Hong bernafas lega. sudah beberapa tahun dia mencoba untuk mengatasi masalah ini, namun tidak pernah menemukan solusi yang tepat.
“ yang mulia, saya sarankan agar memberi kabar ini melalui surat dengan segel kaisar. Katakan agar rencana ini tidak sampai bocor ke Sekte yang lain, terutama aliran hitam. kalau sampai rencana ini terbongkar, maka pelaku pasti akan menyembunyikan pasukannya karena merasa sudah di ketahui." Pinta Ho Chen.
“ Baiklah Pendekar Dewa, saya akan segera menyampaikan ini secepat mungkin. Untuk para saudara semua yang hadir, saya harap agar menyampaikan ini ke sekte kalian masing-masing." Mereka semua berdiri
memberi hormat lalu segera meninggalkan ruangan.
Kini hanya tersisa Ho Chen, kaisar Hong, Jendral Shing dan jendral Zhen, Chang Zhu beserta 2 bangsawan lainnya, dan penasehat Yuen.
“ Pendekar Dewa, anda mau kemana.?" Kaisar Hong segera bertanya ketika melihat Ho Chen ingin meninggalkan ruangan itu.
“ Urusan hamba sudah selesai yang mulia, sekarang hamba ingin kembali ke penginapan." Jawab Ho Chen.
“ pendekar Dewa, masih banyak yang ingin saya bicarakan, jadi saya mohon tinggallah di istana." Hong Li jelas tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, sudah begitu lama dia menunggu kabar keberadaan Ho Chen, namun sekarang bukan cuma kabar tapi Ho Chen yang datang sendiri ke istana.
__ADS_1
“ Terima kasih atas kebaikan yang mulia.
lebih baik saya tinggal di penginapan saja." Tolak Ho Chen dengan halus.
“ Pendekar Dewa?. Saya sebagai kaisar sungguh sangat tidak berguna. Saya tidak mampu membuat rakyat hidup damai dan tenang, dan sekarang saya juga menyambut Pendekar Dewa dengan tidak sopan." Wajah Hong Li terlihat sangat bersalah.
“ Yang mulia mohon jangan berbicara seperti itu. Bagi hamba yang mulia sudah sangat baik, menurut saya tidak semua persoalan bisa diurus dengan mudah, bahkan orang yang paling hebat di dunia pun tidak mampu membuat kedamaian. Jadi yang mulia tidak perlu merasa bersalah apa lagi merendah."
Perkataan Ho Chen membuat kaisar Hong dan semua yang mendengarnya terpana.“ kalau begitu tolong terima tawaran saya Pendekar Dewa." Sekali lagi Hong Li mencoba membujuk Ho Chen.
Ho Chen memegang dagunya terlihat berpikir, dan akhirnya Ho Chen pun menerima tawaran sangkaisar, Ho Chen di sediakan sebuah kamar untuk beristirahat, karena waktu sudah hampir malam.
Ho Chen mengikuti makan malam bersama Hong Li dan keluarganya di meja khusus keluarga kaisar.“ Pendekar Dewa perkenalkan ini istriku Xiang Mey, dan ini putriku Yihua." Ketika Ho Chen sampai di ruang makan, Hong Li memperkenalkan kelurganya.
“ hormat permaisuri, tuan putri." Ho Chen membungkukan badan.
“ Pendekar Dewa jangan seperti itu, saya tidak pantas menerima penghormatan dari Pendekar Dewa." Jawab permaisuri.
Yihua memandangi Ho Chen tanpa berbicara. Namun pandangannya tidak bisa lepas, sehingga Ho Chen menjadi merasa aneh sendiri di tatap seperti itu.
Kini Ho Chen ikut mekan malam bersama dengan keluarga kaisar, berbagai macam hidangan yang memiliki aroma lezat tersusun rapi di meja yang besar.
Ho Chen makan dengan santainya. Dan tanpa Ho Chen sadari mata Yihua terus mencuri pandang menatap wajah Ho Chen. Muncul rasa perasaan di hati gadis tersebut.
Sedang kan Ho Chen lebih memilih menikmati makanannya.
“ Pendekar Dewa,? Ceritakan lah bagaimana anda bisa menjadi murid pendekar sang legenda.?" Pinta permaisuri.
“ Permaisuri. Saya mohon jangan memanggil saya Pendekar Dewa. Panggil saja saya Ho Chen.” Ho Chen sungguh tidak senang mendengar orang orang memanggilnya dengan sebutan Pendekar Dewa Muda.
“ baiklah, saya akan memanggilmu Ho Chen.
Sekarang ceritakanlah.!"
Ho Chen tidak menolak dan menceritakan awal mula bisa menjadi murid Feng Ying. Raut wajah mereka bertiga begitu sedih mendengar cerita Ho Chen tentang pembantaian desa dan keluarganya. Yihua pun sampai menutup mulutnya untuk menahan agar tidak menangis, namun Air matanya tetap mengalir. Hong Li yang lebih sedih, karena dia juga mendengar ketika desa Air Bukit di serang.
__ADS_1
“ semua ini adalah kesalahanku! sebagai kaisar aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika Desamu membutuhkan bantuan."