
Ho Chen sangat geram setelah mendengar cerita dari Gui Fujian, dia mengepalkan tangannya dengan keras. “Rantai Besi ini tidak bisa di biarkan terus berkembang, jika mereka di biarkan maka, mereka akan menjadi ancaman yang lebih berbahaya dari pada Darah iblis." Kata Ho Chen dengan geram.
“Sadara Gui kapan mereka akan datang lagi kesini?." Tanya Ho Chen.
Gui Fujian sedikit ragu untuk memberitahukan Ho Chen, karena dia hawatir Ho akan di celakai oleh mereka.
“Saudar Gui....??." Ho Chen memanggil Gui Fujian karena dia terlihat ragu untuk mengatakannya.
“Lebih baik kalian berdua pergi dari desa ini sebelum mereka tiba, aku tidak mau kalian terluka karena berusaha melindungi kami..!" Kata Gui Fujian.
“Saudara Gui..! Apa kamu meragukan ku? Perlu kamu tahu, aku telah membunuh separuh dari pasukan iblis yang menyerang Pilar Angin, dan mereka berjumlah ribuan, kalau hanya berjumlah ratusan..! Bah itu kecil..!" Kata Jiu Rui sambil menjetikkan ujung kuku jari kelingking nya.
Ho Chen hanya tertawa kecil mendengar perkataan Jiu Rui lalu dia kembali bertanya kepada Gui Fujian.
“Seharusnya mereka akan datang besok." Gui Fujian berkata dengan berat hati.
Ho Chen mengangguk kemudian berkata. “Baikalah kalian tidak perlu hawatir, jika besok mereka tiba suruh semua warga agar tidak keluar rumah, karena Kak Rui akan menghadapi mereka besok." Kata Ho Chen sambil melirik Jiu Rui yang melotot sambil menelan ludah.
“Baiklah, aku akan sampaikan kepada seluruh warga dan juga akan meminta bantuan kepala desa." Kata Gui Fujian.
“Saudara Gui! Apa di desa ini ada penginapan?." Tanya Ho Chen karena dia tidak ingin menginap di rumah Gui Fujian, karena Ho Chen tidak ingin membuat repot Gui Fujian dan neneknya.
“Pemilik penginapan di desa kami sudah pergi, jadi untuk sekarang ini tidak ada penginapan di desa ini. Lebih baik malam ini kalian menginap saja di sini." Kata Gui Fujian.
“Terima kasih saudara Gui, maaf kalau kami merepotkan mu..!" Kata Ho Chen yang merasa tidak enak hati.
“Baiklah Kalian bisa istirahat dulu saya akan pergi menemui kepala desa." Ucap Gui Fujian lalu membawa mereka berdua ke salah satu kamar kosong, kemudian Gui Fujian pamit dan pergi menuju ke rumah kepala desa.
“Apa kamu yakin kalau mereka mampu melawan kelompok Rantai Besi itu..?" Seorang pria setengah tua bertanya kepada Gui Fujian dengan nada tidak percaya.
“Tuan Li, andai mereka sendiri tidak yakin, tidak mungkin mereka akan memperingatkan kita agar tidak keluar dari rumah." Kata Gui Fujian.
__ADS_1
“Emm...! Benar juga..!" Kata pria setengah tua tersebut. Pria itu adalah kepala desa Lujhu bernama Qiong Li.
Qiong Li bukan hanya sebagai kepala desa dia juga seorang pendekar yang berada di Tingkat Langit Awal 3.
“Baiklah jika itu mau mereka, aku akan segera memberi peringatan kepada seluruh warga." Kata kepala desa. Dia sendiri ingin lebih dulu menemui Ho Chen dan Jiu Rui, namun mengingat keselamatan warga lebih penting, maka kepala desa segera mementingkan prioritas.
Ho Chen dan Jiu Rui menginap di rumah Gui Fujian, malam berlalu begitu cepat. Setelah pagi sudah tiba, Ho Chen dan yang lainya sedang menikmati sarapan yang di sediakan oleh nenek Gui Fujian. Masakannya tidak kalah enaknya dengan masakan yang ada di rumah makan mewah.
“Nek! Masakan nenek sangat enak dan lezat, lebih baik nenek membuka rumah makan, pasti sangat laris nek..!" Kata Jiu Rui sambil menyantap hidangan.
“Nak Rui ini sangat pintar memuji, saya mau buka rumah makan pakai apa? Nak Rui kan lihat sendiri kondisi ekonomi ku seperti ini! Bagiku, bisa makan setiap hari sudah sangat beruntung..!" Kata nenek
Jiu Rui terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Dia ingin membantu nenek tersebut, namun dia juga tidak terlalu memiliki banyak harta.
Ho Chen hanya tersenyum dan kembali memakan hidangan tersebut.
Setelah selesai makan Ho Chen dan Jiu Rui membantu nenek membereskan piring dan meja makan kemudian keluar untuk menikmati suasana pagi di ikuti oleh Jiu Rui dan Gui Fujian.
“Bagaimana kakak ini! Apa kakak sudah lupa jika hari ini kakak akan menghadapi kelompok Rantai Besi.." kata Ho Chen dengan tersenyum lebar.
Jiu Rui tersendak ludahnya dan menoleh ke Ho Chen sambil mengumpat dalam hatinya.
Senyum Ho Chen semakin melebar ketika melihat expresi wajah Jiu Rui yang terlihat mulai memucat.
“I-iya aku lupa..!." Kata Jiu Rui dengan suara sedikit berat.
“Aku akan mendukung kakak nanti jadi bersemangat, apalagi mereka hanya ratusan bukankah itu hal muda bagi kakak.." Ho Chen tidak henti-hentinya memanas-manasi Jiu Rui. Bukannya bersemangat Jiu Rui malah semakin pucat membuat Ho Chen ingin tertawa.
Ketika mereka bertiga sedang asik mengobrol dan bercanda, tiba-tiba terdengar suara tapak kaki kuda yang sangat banyak dari arah pintu masuk yang di lewati oleh Ho Chen.
Semua warga yang awalnya jendela rumah mereka terbuka kini semua di tutup. Dan tidak ada satupun yang membuka pintu atau jendela kecuali rumah Gui Fujian.
__ADS_1
“Saudara Gui masuklah kedalam dan kunci pintu." Kata Ho Chen
Gui Fujian mengangguk dan masuk dengan cepat. Jiu Rui ingin ikut masuk, namun Ho Chen menahan tangannya. “Mau kemana? mereka sudah datang kok kakak malah mau masuk.!" Kata Ho Chen.
Jiu Rui menelan ludah. “Adik kumohon..!" Kata Jiu Rui dengan memelas.
“Kakak tanang saja, kakak cukup maju dan berbicara kepada mereka jika mereka memang ingin melakukan kekerasan! Kakak bisa mundur dan biar aku yang mengurus mereka.!" Kata Ho Chen.
Jiu Rui sedikit ragu, kemudian dia melihat rombongan kuda yang sudah mulai terlihat mendekat. Ho Chen merasakan dari semua rombongan ada tiga yang memiliki kekuatan Tingkat Alam, dan 20 orang berada di Tingkat Langit, dan ratusan lainya hanya berada di Tingkat bumi dan jiwa.
Ho Chen menyipitkan matanya ketika melihat seorang pria berkumis sedang menunggangi kudanya dia berada di Tingkat Alam awal 1.
Ho Chen tentu mengingat orang tersebut, karena orang tersebut yang bertarung dengannya, ketika di kota Anming.
“Kelompok Rantai Besi, Kalian selalu membuat masalah." Kata Ho Chen sambil menggelengkan kepala.
Semua anggota Rantai Besi berhenti, mereka menoleh kesana-kemari memandangi rumah-rumah yang semuanya menutup pintu.
“Keluar kalian semua, kami sudah datang. Beginikah cara kalian menyambut kedatangan kami...!" Pria yang memiliki kumis bersuara dengan lantang.
***
terima kasih banyak sudah membaca novel PDA
saya akan merilis lagi satu novel PDA Movie nya pada tanggal 25 April. PDA Movie hanya memiliki cerita pendek. dan mungkin akan tamat di bulan Juni.
Namun tenang saya akan tetap up PDA ini 2/3 Ch setiap malam.
semoga bisa Terhibur
terima kasih
__ADS_1