Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Menuju ke Sekte Hutan Siluman


__ADS_3

***


"Ketua Shi, kenapa cuaca malam ini sangat panas sekali?."


"Aku juga tidak tau saudara Lu, akhir-akhir ini cuaca tidak bisa di tebak, di tambah lagi dengan getaran tanah yang terjadi lebih dari dua bulan yang lalu, ini seperti pertanda buruk saja!."


Di sekte Lembah Tengkorak, Shilin dan Lu Mingfei sedang duduk minum teh di ruangan Shilin.


"Apa ketua sudah mendapat informasi mengenai penyebab getaran tanah itu? Bukankah saat hari yang sama juga ada angin topan dan langit menjadi gelap?." Tanya Lu Mingfei.


"Belum ada informasi apapun mengenai hal itu, namun sebelum terjadi fenomena tersebut, aku dengar bahwa para murid dari Sekte Bintang Emas di serang oleh seseorang, satu pendekar Tingkat Alam dan Tujuh pendekar Tingkat Langit tewas tanpa menyisakan jasad mereka, menurut informasi dari murid-murid yang berhasil selamat, pelakunya adalah seorang pendekar berusia 25 tahunan!." Kata Shilin menceritakan informasi yang ia dapat.


"Apa mungkin dia adalah murid Sang..!."


"Tidak mungkin, murid Sesepuh Feng Ying tidak akan menyerang nya, lagi pula umur murid Sang Legenda masih sekitar 20 tahunan, lagi pula dia hanya akan menyerang jika mereka bersekutu dengan para iblis itu." Kata Shilin memotong perkataan Lu Mingfei.


"Benar juga! Tapi siapa pemuda itu? Kenapa dia berani menyerang anggota Sekte Besar aliran netral sendirian?." Lu Mingfei benar-benar bingung akan situasi ini.


"Mungkin pendekar yang menyerang mereka adalah pendekar yang pernah melenyapkan Sekte Ular Hijau itu, karena hanya pendekar itu yang berani bertarung seorang diri meleyapkan Sekte Besar." Shilin teringat akan sekte baru yang di lenyapkan oleh satu pendekar saja, sehingga dia berpikir demikian.


"Benar-benar membingungkan, di satu sisi pendekar tersebut meleyapkan Sekte besar aliran Hitam, walau masih baru sekte Ular Hijau tidak bisa di anggap remeh dan juga Sekte tersebut telah bersekutu dengan para iblis." Lu Mingfei memijati kening nya.


"Sekarang sudah ada pendekar baru yang semakin kuat saja, andai ini terjadi pada waktu masih muda ku dulu!." Kata Shilin yang berandai-andai.


Dulu sebelum terjadi kekacauan yang di timbulkan oleh Wei Heng dan pasukan iblis nya, Shilin sering bertukar pendapat dengan Wei Heng.


Walau Shilin di sebut-sebut pendekar wanita terkuat di aliran hitam, namun ada satu pendekar yang membuat Shilin takut, yaitu seorang Biksu dari Kuil Lonceng Suci, dia adalah Biksu Shao Sheng.


Nama lengkap Shilin adalah Lian Shilin, putri dari ketua sekte Lembah Tengkorak generasi ke 2 yang bernama Lian Cao. Shilin menjadi ketua sekte Lembah Tengkorak generasi ke 4 mengantikan suaminya bernama Zhang Liang yang tewas ketika bertarung dengan tiga ketua sekte dari Sekte Tiga Pulau, yaitu. Luo Han, Cui Peng, dan Cai Tang.

__ADS_1


Tidak hanya Suaminya yang tewas, dua anak laki-laki nya dan satu menantunya juga ikut tewas dalam pertempuran tersebut.


Begitu mengetahui jika suaminya di bunuh oleh para ketua sekte Tiga Pulau, Shilin sangat marah dan pergi seorang diri untuk membalaskan dendam atas kematian suami beserta anak dan menantunya, tidak di sangka dia bertemu dengan Biksu Shao Sheng di sana dan harus berhadapan dengan Biksu tersebut.


Shilin yang dibutakan oleh dendam sudah tidak memperdulikan nyawanya sendiri dan berniat bertarung sampai mati, jika bukan karena kemurahan hati serta kebaikan Biksu Shao Sheng, mungkin sudah lama Shilin mati di sana.


Namanya dendam tidak akan hilang sebelum berhasil membalaskan dendam pelaku pembunuh keluarganya. Sayang nya setiap kali Shilin ingin menyerang ke Sekte Tiga Pulau dia pasti bertemu dengan Biksu Shao Sheng.


Sebuah kebetulan atau memang biksu tersebut sengaja mencegah Shilin agar tidak di butakan oleh dendam nya.


Shilin beberapa kali bertarung dengan Biksu Shao Sheng, namun dia tidak pernah menang, sehingga tidak berani lagi jika bertemu dengan Biksu Shao Sheng.


Saat ini Shilin hanya memiliki dua orang cucu, satu laki-laki bernama Zhang Jiao yang sudah berumur 23 tahun, dan Satu perempuan bernama Zhang Jia Yin berumur 18 tahun.


Setelah Shilin ikut bergabung dengan aliansi gabungan, hubungan antara mereka perlahan-lahan membaik, namun masih ada rasa canggung jika sedang dalam pertemuan.


Di saat mereka berdua masih saling berbincang, Zhang Jiao datang menghampiri mereka berdua.


"Tidak ada, aku hanya merasa bosan saja, dan juga cuaca nya juga terasa panas!." Kata Zhang Jiao kemudian duduk di kursi kosong yang bersebelahan dengan Shilin.


"Adik mu kemana? Aku tidak melihatnya dari tadi siang?." Tanya lagi Shilin.


"Aku tidak tahu, mungkin dia sedang mencari orang untuk di jadikan korban latihannya!." Jawab Zhang Jiao seolah tidak perduli akan apa yang di kerjakan oleh adiknya.


Sifat Zhang Jiao memang selalu tidak perduli terhadap apapun, baik itu masalah di sekte nya, maupun kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan iblis, saat ini Zhang Jiao sudah berada di Tingkat Bumi puncak 1.


Sedangkan adik perempuannya Zhang Jia Yin, sangat menyukai sebuah latihan di mana objek latihannya adalah manusia biasa. Jia Yin saat ini berada ditingkat Jiwa puncak 4 dan sedikit lagi memasuki Tingkat Bumi.


Setiap manusia ingin selalu memberikan kehidupan yang terbaik untuk anak cucunya, begitu juga dengan Shilin, walau dia adalah keturunan dari pendekar aliran hitam, namun Shilin juga menginginkan kehidupan yang baik untuk kedua cucunya, dan tidak berharap mereka berdua mengikuti jejaknya.

__ADS_1


Namun nyatanya kedua cucunya bersikap layaknya pendekar aliran hitam, tidak perduli akan apapun, dan tidak memiliki perasaan apapun, itu semua karena mereka sangat di manja oleh Shilin.


"Jiao'er, sebaiknya kamu pergi mencari adik mu sekarang, ini sudah sangat larut malam untuk adik mu berada di luar." Kata Shilin.


"Aku malas, aku mau istirahat dulu!." Kata Zhang Jiao kemudian bangkit dan berjalan ke arah yang lain, dan bukan ke arah kamarnya.


Shilin hanya bisa menghela nafas pelan, kemudian meminta Lu Mingfei untuk pergi mencari Jia Yin dan membawa nya kembali pulang.


Ketika Lu Mingfei sudah berada di luar, seekor burung gagak hitam hinggap di depan rumah Shilin dengan membawa gulungan kertas kecil terikat di kaki kirinya.


Lu Mingfei mengetahui dari mana asal burung gagak pembawa pesan tersebut dan mengambil suratnya lalu kembali masuk menemui Shilin.


"Ketua Shi, ada pesan dari ketua Whu Zhi." Kata Lu Mingfei kemudian menyerahkan gulungan kertas kecil tersebut.


Shilin membuka nya kemudian membaca isi pesan singkat yang tertulis dia dalam kertas kecil di tangannya.


Melihat raut wajah Shilin yang berubah membuat Lu Mingfei penasaran akan pesan tersebut kemudian menayakannya.


"Ada apa ketua Shi?."


Shilin meremas surat tersebut kemudian menghela nafas sambil memejamkan matanya. "Saudara Lu, kumpulkan semua jagoan dan pendekar yang kita miliki, malam ini kita akan pergi membantu Sekte Hutan Siluman!."


"Apakah Hutan Siluman sedang di serang?."


"Belum, tapi akan segera di serang oleh kumpulan mayat dari orang hingga siluman, mereka sudah mengepung tempat itu sekarang namun belum ada pergerakan penyerangan."


Lu Mingfei tidak lagi bertanya lebih lanjut, dia langsung mengumpulkan para jagoan Tingkat Alam dan pendekar Tingkat Langit yang mereka miliki, kemudian berkumpul di hadapan Shilin.


"Semua nya dengarkan! Sekte Hutan Siluman dalam bahaya, malam ini kita akan kesana untuk membantu mereka. Jadi mari kita berangkat." Kata Shilin.

__ADS_1


Mereka semua segera mempersiapkan diri dengan mengambil perlengkapan mereka, dan Shilin pergi menemui Zhang Jiao untuk memberitahukan nya bahwa dia akan pergi, sekaligus menyuruh nya untuk menjaga adiknya saat dirinya belum kembali.


Setelah semuanya sudah selesai, malam itu juga mereka semua segera berangkat menuju Sekte Hutan Siluman, mereka butuh sekitar Tiga hari untuk tiba di sekte Hutan Siluman karena tempat mereka memang tidak terlalu jauh.


__ADS_2