Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Situasi di Kekaisaran Yun


__ADS_3

"Hanya seperti itu bisa membuat kerusakan separah ini..?." Batin Ho Chen jika kekuatan mereka sekuat Feng Ying pasti ledakan kedua anergi bisa sebesar ini.


Namun Energi mereka saat ini berada di Tingkat Alam Awal 1, bisa membuat ledakan sebesar itu yang mampu meratakan separuh hutan tersebut.


Siluman beruang merah dan siluman Srigala kepala tiga sama-sama terpental, walau sama-sama terluka lumayan parah mereka masih tetap melanjutkan pertarungan nya.


Beruang merah berlari ke arah Srigala kepala tiga yang baru bangkit, ketika menyadari siluman beruang sudah mendekat, dengan kelincahan-nya siluman Srigala melompat ke samping menghindari serangan lawan nya.


Siluman beruang tidak sempat membalikkan badan setelah melewati siluman Srigala, saat itu juga siluman Srigala mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang.


Siluman Srigala melompati siluman beruang dari arah belakang, dengan kuku tajamnya yang sangat kuat itu, siluman Srigala menembus kulit belakangnya dan segera menggigit bagian belakang dan kedua pundaknya.


Goaaar!!!


Siluman beruang berteriak merasakan sakit dari gigitan dan cakaran siluman Srigala tersebut, dia segera membenturkan badan bagian belakangnya yang di naiki siluman Srigala ke batu besar hingga batu tersebut hancur.


Walau sakit akibat benturan tersebut, Siluman Srigala enggan untuk melepas gigitan-nya dan semakin beringas menggigit leher siluman beruang hingga darah banyak yang keluar dari leher pundak dan punggung.


"Sepertinya Siluman Srigala yang akan memenangkan pertarungan itu!." Gumam Ho Chen, dia yakin siluman beruang tidak akan bertahan lebih lama, mengingat luka bekas gigitan Siluman Srigala yang semakin parah, terlebih lagi dia akan kehabisan darah.


Sesuai yang di perkirakan oleh Ho Chen, siluman beruang merah ambruk dengan nafas yang mulai terputus-putus, sedangkan Siluman Srigala masih tetap di atasnya.


Semakin lama siluman beruang merah semakin lemah, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata terbuka.


Auuuu!!!


Siluman Srigala menolong keras, seolah menandakan dirinya lah yang akan menjadi penguasa daerah itu, kemudian pergi dengan sedikit lemah meninggalkan mayat siluman beruang merah.


Ho Chen menyayangkan kekalahan siluman beruang merah, menurut nya siluman beruang merah sedikit lebih kuat dari siluman Srigala berkepala tiga, namun karena tubuh nya terlalu besar membuatnya tidak bisa mengimbangi kecepatan siluman Srigala berkepala tiga itu.


Andai mereka kembali mengadu kekuatan energi, sudah jelas pemenangnya pastilah beruang hitam.


Ho Chen menghampiri mayat siluman beruang setelah mengambil permata siluman nya, Ho Chen mengubur jasadnya dan kembali terbang menuju desa Hutan Bambu.


***

__ADS_1


Kaisar Hong saat ini sangat senang karena permaisuri telah memberinya seorang calon putra mahkota.


Namun dia tetap merasa sedih karena putranya terlahir di saat situasi yang semakin kacau.


"Yimin! Bagaimana keadaan Hua'er? Apa dia sudah mau makan?." Tanya Kaisar Hong kepada Miu Yimin.


Yang membuat Kaisar Hong juga sedih adalah putrinya Yihua yang sakit selama lebih lima bulan, penyebabnya adalah karena Yihua tidak mau makan sehingga kondisi kesehatannya menurun dan jatuh sakit.


Sejak kabar kematian Ho Chen sampai kedalam istana, Yihua tidak pernah mau makan sama sekali, dan hanya terlihat melamun menatap ke kursi di dekat kolam ikan yang berada di taman istana.


Selama berhari-hari dia seperti itu sehingga tubuhnya mulai kurus dan akhirnya jatuh sakit.


Hingga saat ini sudah banyak tabib yang berusaha mengobatinya, walau saat ini kondisinya sudah mulai membaik, namun sikapnya tetap sama, yaitu masih sering melamun sendiri.


Kaisar Hong hanya menghela nafas, dia bingung apa harus senang atau sedih, senang karena calon putra mahkota sudah lahir dengan selamat, namun dia sedih karena kondisi putrinya yang tidak kunjung sembuh.


"Yang Mulia saya pamit undur diri ke tempat Tuan putri, sudah saatnya dia meminum obatnya!." Kata Miu Yimin.


Kaisar Hong hanya mengangguk sambil mengibaskan tangannya, dia juga sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi.


"Baiklah suruh mereka menunggu di ruang pertemuan, aku akan segera kesana!." Kata Kaisar Hong kemudian melangkah memasuki kamarnya.


"Ada apa? Siapa yang datang?." Tanya permaisuri yang sedang duduk di kursi di temani oleh dua orang dayang.


"Para pasukan pengintai!." Jawab Kaisar Hong yang berjalan ke arah ranjang kecil di dalam nya ada bayi mungil yang tertidur lelap.


Hong Hai Chuan adalah nama bayi tersebut, dengan usapan lembut di rambutnya yang tipis dan lembut Kaisar Hong tersenyum lembut, kemudian mencium pipinya.


"Ayah  akan pergi menemui mereka sebentar ya! Nanti ayah kembali lagi kesini menemani mu." Kata Kaisar Hong yang masih mengelus rambut bayinya.


Setelah mengambil jubahnya yang berwarna emas di hiasi dengan gambar batik yang indah, Kaisar Hong pergi ke aula pertemuan di temani oleh empat orang penjaga istana.


Di ruang pertemuan, sedang berdiri tiga orang yang sedang menunggu kedatangan Sang Kaisar, mereka langsung berlutut ketika melihat Kaisar memasuki ruang tersebut.


Tidak ada orang lain di ruangan tersebut selain mereka, bisa di katakan ini adalah rahasia, karena semua laporan hanya bisa di dengar oleh Kaisar saja.

__ADS_1


Setelah ke empat pengawal keluar dari ruangan, mereka bertiga segera menyampaikan laporannya.


"Apa yang ingin kalian sampaikan? Katakanlah!." Ucap Kaisar Hong dengan suara berwibawa.


"Maaf Yang Mulia, sebelumnya kami ucapkan selamat atas lahirnya putra mahkota semoga putra mahkota di berkati oleh Dewa di beri kesehatan dan panjang umur." Kata salah satu pasukan pengintai.


"Terima kasih atas Doa kalian!." Kaisar Hong membalasnya dengan tersenyum hangat, walau di balik senyumnya masih menyimpan ribuan masalah.


"Yang Mulia, sepertinya dalam waktu dekat, yang mulia harus mengumpulkan semua sekte di kekaisaran ini!." Kata salah seorang.


Kaisar Hong mengerutkan dahinya kemudian bertanya. "Apa maksud kalian?."


Ketiga nya saling berpandangan kemudian mulai menjelaskan nya. "Maaf Yang Mulia, kami berhasil mengetahui informasi bahwa anggota sekte Darah Iblis akan segera datang dan menyerang ke istana, mereka akan membawa ratusan ribu pasukan, mulai dari pasukan iblis dan sekte-sekte sekutunya."


"Apa laporan kalian sudah di selidiki kebenarannya?." Tanya Kaisar Hong.


"Sudah Yang Mulia, bahkan semua informasi yang kami bertiga dapatkan juga sama." Jawab salah satu pasukan pengintai tersebut dengan yakin.


Kaisar Hong menutup matanya, dia tidak menduga akan segera di serang di saat-saat seperti ini, di mana dia baru merasa bahagia karena sudah memiliki seorang putra, dan dia juga belum bisa menyembuhkan putrinya.


"Kapan mereka akan segera menyerang?." Tanya Kaisar Hong setelah mulai sedikit berpikir jernih.


"Kami tidak tau Yang Mulia, namun bisa saja mereka sudah bergerak kesini." Jawabnya.


"Jika mereka tiba dalam waktu kurang dari dua bulan, rasanya mustahil untuk mengumpulkan semua sekte kesini! Namun jika mereka menyerang tiga bulan lagi maka kita sudah mampu mengumpulkan semua sekte dan siap bertahan di sini." Kata Kaisar Hong, Tanpa ia sadari jika pasukan iblis memang sudah sangat dekat dan hanya menghitung hari sebelum mereka tiba.


Kaisar segera mengumpulkan semua jendral mentri dan tokoh-tokoh lainya, mereka semua bingung dengan pertemuan mendadak itu sebelum akhirnya Kaisar Hong menjelaskan akan situasi yang akan di hadapi oleh istana.


Akibat situasi di kekaisaran Yun sudah mulai memburuk akibat kabar tentang akan adanya penyerangan oleh pasukan iblis beserta sekutu nya ke istana, Akhirnya Kaisar memberi titahnya agar semua penduduk di Kota Anming mengungsi dan mencari tempat aman, agar mereka tidak menjadi korban pertempuran nantinya.


***


**Hari ini hanya satu dan terus berlanjut.


Kecuali malam minggu yang mungkin akan lebih.

__ADS_1


Terima Kasih**


__ADS_2