
Hanzi, Ming Hao, dan semuanya berdecak kagum melihat pertarungan tersebut. Ho Chen dan Yinfei menghilangkan lingkaran cahaya di kepala mereka dan hanya tersisa cahaya Emas yang menyilaukan dari keduanya.
Setelah mereka kembali ke tempat Hanzi dan yang lainnya berada, Ho Chen meminta semuanya untuk kembali ke bentuk energi dan menyuruh mereka masuk kedalam gelangnya.
"Ho Chen, sepertinya aku tidak bisa ikut dengan mu! Aku harus kembali ke Dunia Astral untuk melindungi semua yang berada di sana, aku khawatir jika nantinya salah satu Raja iblis kesana ketika aku sedang tidak ada." Kata Hanzi.
"Senior Han, saya mengerti! Sampaikan salam ku kepada semuanya yang berada di sana, jika ada kesempatan, saya nanti akan berkunjung dan menemui mereka!."
"Baiklah, aku akan menunggu kedatangan mu." Hanzi membalikkan badan dan berpamitan kepada Yinfei." Tuan Yinfei, terima kasih atas semua yang telah Tuan berikan kepada saya, saya mohon pamit, dan semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti!."
"Han, jaga diri mu baik-baik!." Kata Yinfei dengan tersenyum lembut.
Setelah berpamitan, Hanzi menghilang dari hadapan Ho Chen dan Yinfei.
"Senior Yin, saya juga akan pamit kembali ke dunia ku, terima kasih atas semua yang senior ajarkan kepada saya, dan saya berharap secepatnya kita bisa bertemu kembali!." Kata Ho Chen namun dengan nada sedikit berat.
Selama lebih dari empat tahun Ho Chen tinggal bersama Yinfei, keduanya menjadi semakin dekat, terlebih lagi mereka sering berlatih bersama sehingga terasa begitu berkesan.
"Pasti Chen'er, kita pasti akan berjumpa lagi, dan mungkin sekitar beberpa ratus atau ribuan tahun lagi!." Kata Yinfei sambil tertawa kecil.
"Kalau begitu, selamat tinggal!." Kata Ho Chen kemudian menjentikan jarinya dan tubuh Ho Chen pun menghilang dari hadapan Yinfei.
Semenjak kekuatannya berada di Tingkat Dewa Abadi, Ho Chen sudah bisa mengunakan berbagai macam ilmu, termasuk ilmu ruang dan waktu.
"Sepertinya aku akan merindukannya!." Yinfei hanya bisa menghela nafas panjang setelah Ho Chen menghilang, kemudian mengibas tempat tersebut.
Rumah dan gunung-gunung besar yang tersisa langsung berubah menjadi debu, dunia tersebut adalah dunia buatannya sendiri yang ia ciptakan mengunakan debu, setelah itu muncul seorang pria sepuh memakai jubah putih di hadapannya.
"Yinfei, sekarang tinggal satu orang lagi yang harus di latih, jadi ijinkan aku yang mencari dan mengajari manusia calon pemilik kekuatan Dewa berikutnya!." Kata sosok pria sepuh tersebut.
Yinfei tersenyum tipis kemudian menjawabnya. "Terserah kamu saja Lio Long, namun saat ini sepertinya dia belum lahir, jadi kamu harus bisa sabar menunggu, mungkin saja waktunya lebih lama dari pada aku!." Kata Yinfei dengan tertawa kecil mengejeknya.
Lio Long ikut tertawa dan berkata. "Kalau kamu bisa menunggunya hingga ratusan ribu tahun, maka aku juga bisa menunggunya lahir selama apapun itu." Kata Lio Long.
"Hahaha..! Baiklah, kita lihat saja, sebesar apa kesabaran mu itu!." Kata Yinfei.
"Baik...!." Kata Lio Long.
"Jika tidak salah, calon berikutnya ada di dunia yang sangat jauh, dan letaknya berasal di bintang Galaxi bagian cincin bintang!." Kata Yinfei.
__ADS_1
"Baiklah mari kita kesana!." Kata Lio Long dan kemudian mereka berdua menghilang dari tempat tersebut.
***
"Di mana ini?." Ho Chen muncul di atas permukaan air, dia heran karena air tersebut begitu luas dan bergelombang.
Ho Chen masih ingat jika dirinya pergi ke tempat Yinfei saat itu berada di danau dekat desa Tirai Kabut.
Namun danau tersebut sangat jauh berbeda dengan danau yang ada di dekat Desa Tirai Kabut. Ho Chen hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil bergumam pelan. "Sepertinya aku salah tempat!."
Ho Chen terbang lurus ke arah utara kemudian dia bisa melihat pasir pantai berwarna putih bercampur abu-abu. "Jadi ini bukan danau?."
Ho Chen melihat beberapa orang sedang terlihat melemparkan jaring ke air dan dia sadar jika air tersebut ternyata air laut, tidak ingin terlalu menarik perhatian, Ho Chen berpindah tempat dan muncul kembali agak jauh dari orang yang sedang menjaring tersebut.
Ho Chen menghampiri salah satu dari mereka dan menyapanya dengan sopan. "Permisi..! Tuan boleh kah saya bertanya sesuatu?."
Orang tersebut menghentikan perkerjaannya dan memandangi Ho Chen dari atas sampai bawah. Nelayan tersebut merasakan sensasi aneh yang terpancar dari tubuh Ho Chen.
"Tuan muda mau bertanya apa?." Tanya orang tersebut, dia merasa Ho Chen adalah salah satu anak dari keluarga bangsawan melihat auara yang terpancar seperti anak bangsawan.
"Saya ingin tahu, disini daerah apa namanya?." Tanya Ho Chen.
Mereka saling bertatap-tatapan karena merasa heran dengan pertanyaan Ho Chen. "Tuan muda, apa Tuan muda kesarar..?." Tanya salah satu dari mereka.
"Benar, saya sedang kesasar Jadi tidak tahu berada di mana?." Kata Ho Chen.
"Di sini adalah pantai Weichicu. Jika Tuan muda ingin pergi ke kota, tuan bisa jalan lurus ke timur!." Kata pelayan tersebut.
Ho Chen tidak pernah mendengar nama pantai Weichicu sehingga sedikit kebingungan walau begitu dia tidak bertanya lebih lanjut, setelah mengucapkan terima kasih, Ho Chen segera berjalan menuju ke arah timur seperti yang nelayan itu tunjukkan.
Ho Chen berjalan ke arah timur, setelah dirinya yakin tidak terlihat oleh para nelayan tersebut, dia langsung terbang ke udara untuk melihat letak kota dari ketinggian, karena cara ini akan lebih efektif.
"Chen'er, kenapa kamu tidak kembali saja ke desa Tirai Kabut?." Tanya Ming Hao.
"Nanti saja, lagi pula aku masih ingin menikmati perjalanan ini terlebih dahulu" Kata Ho Chen.
Terdengar suara helaan nafas panjang dari Ming Hao kemudian berkata. "Terserah kamu saja, lakukan apa yang ingin kamu lakukan!." Kata Ming Hao.
Setelah terbang selama beberapa saat, Ho Chen melihat bangunan kota dan tembok yang mengelilingi kota tersebut. Dia segera turun dan berjalan ke arah pintu masuk kota tersebut.
__ADS_1
"Ini..? Mereka bukan prajurit istana kekaisaran Yun!?." Ho Chen bingung melihat baju prajurit penjaga pintu kota, baju mereka tidak sama dengan baju prajurit yang di gunakan di kekaisaran Yun.
Ho Chen memasuki kota tampa hambatan, para penjaga juga tidak memperdulikan kedatangan Ho Chen sehingga Ho Chen hanya melewati mereka begitu saja.
Sesampainya di dalam kota, yang pertama kali Ho Chen datangi adalah rumah makan, karena dia sangat ingin memakan makanan dari dunia nya sendiri.
"Selamat datang di rumah makan terbaik di kekaisaran Liu. Semoga Tuan bisa menikmati hidangan dari rumah makan Kami!." Salah seorang gadis muda menyambut Ho Chen dengan ramah dan mempersilahkan Ho Chen untuk masuk.
"Kekaisaran Yun..? Jadi di sini adalah wilayah kekaisaran Yun?." Batin Ho Chen.
Ternyata dia berpindah dari Dunia Awan dan muncul di tempat yang sangat jauh sekali dari tempat asalnya. Ho Chen tidak mau memikirkan nya terlebih dahulu, dia lebih dulu ingin makan, dan akan memikirkan masalah dirinya yang nyasar setelah selesai makan.
Ho Chen mendengar helaan nafas dari Ming Hao di dalam gelang serta kelima lainnya, namun Ho Chen tidak mau menghiraukannya.
Ho Chen memesan makanan dan kemudian menunggu sambil mendengarkan pembicaraan semua orang yang ada di sana berharap bisa mendengarkan kabar yang penting.
"Aku dengan Kaisar Cao ingin mengadakan sayembara untuk mencarikan jodoh untuk Tuan Putri?."
"Kabarnya ada juga yang ikut dari kekaisaran luar."
"Oh..! Benarkah..? Dari kekaisaran mana saja yang datang?."
"Menurut informasi, mereka yang datang adalah dari perwakilan kekaisaran Ming dan kekaisaran Mu, hanya dari perwakilan kekaisaran Yun saja yang tidak ikut datang!."
"Mana mungkin mereka bisa datang, mereka itu terlalu lemah untuk bersaing dengan pendekar yang datang dari kekaisaran Ming."
"Jangan begitu, mereka tidak datang bukan berarti mereka takut atau terlalu lemah! Namun karena kekacauan yang terjadi selama beberapa tahun ini membuat mereka tidak bisa menghadiri undangan sayembara ini!."
"Wah, andai aku seorang Pangeran atau anak seorang anak bangsawan, pasti aku akan mencari pendekar untuk mengiku sayembara ini sebagai perwakilanku."
"Mimpi saja kamu yang tinggi, memangnya putri Kaisar Cao mau sama wajah jelek mu itu..!."
Ho Chen bisa mendengarkan pembicaraan beberapa orang yang juga berada di dalam restoran tersebut. Yang menjadi perhatian serius Ho Chen bukanlah soal akan adanya sayembara, melainkan tetang kekacauan yang terjadi di kekaisaran Yun.
"Aku harus cepat kembali!." Batin Ho Chen.
"Tuan, semua kursi di sini sudah penuh dan saya tidak mendapatkan kursi untuk duduk dan makan, jika Tuan tidak keberatan, bolehkah saya duduk di kursi ini?."
Seorang pemuda meminta ijin kepada Ho Chen untuk duduk di kursi di depannya karena semua kursi dan meja makan sudah penuh dan hanya tersisa kursi milik Ho Chen yang kosong.
__ADS_1
"Silahkan, kebetulan saya juga sendirian, lebih baik kita makan bersama di sini!." Kata Ho Chen.