
Yuen baru teringat akan pintu batu yang di gunakan Ho Chen berlatih, dia lupa untuk menyuruh beberapa jagoan untuk melindungi pintu tersebut.
“Saudara Jian di sana tidak ada yang menjaga...!" Kata Yuen, dia ingin kesana namun musuh di hadapanya masih sangat banyak.
Wajah Kang Jian langsung terlihat buruk, dia sendiri juga tidak bisa pergi kesana karena di sibukkan oleh musuh yang begitu banyak.
“Biar aku yang kesana...!" Qiao Ho ternyata sudah sedikit berhasil memulihkan energinya. Sebenarnya dia belum bisa bertarung dengan maksimal, namun ketika melihat musuh yang bertambah banyak, dia tidak mau menunggu lagi. Qiao Ho bangkit dan menyerang musuh yang memiliki kekuatan Tingkat Langit.
Ketika sedang bertarung, dia bisa mendengar percakapan Yuen dengan Kang Jian. “Saudara Ho anda masih belum pulih sepenuhnya..!" Ucap Kang Jian.
Qiao Ho tidak memperdulikan perkataan Kang Jian, dia segera pergi menuju ke pintu batu yang berada di belakang sekte.
Qiao Ho bergerak dengan melepaskan energi es nya, sehingga para pasukan iblis tidak ada yang berani menghentikan langkahnya. Qiao Ho tiba di belakang sekte, dia melihat cukup banyak musuh yang berada di sana, bahkan benyak mayat dari sekte Pilar Angin yang sudah menjadi korban.
Qiao Ho berhenti di depan pintu batu, nafasnya sedikit memburu akibat sudah kehabisan energi. “Selama aku di sini jangan harap kalian semua bisa selamat..." Ucap Qiao Ho dengan nada menggertak agar mereka mengira dirinya masihlah prima walau sebenarnya dia sudah kehabisan energi.
Ucapan Qiao Ho nyatanya tidak ada yang mendengarkan, bahkan mereka semua menyerang Qiao Ho secara bersamaan.
“Aku siap untuk melawan kalian semua, walaupun aku harus mati di tempat ini..!"
Qiao Ho melawan dengan segenap kemampuannya. Dalam beberapa saat tubuh Qiao Ho dipenuhi banyak luka di sekujur tubuhnya.
“Orang tua ini sudah tidak mungkin lagi bisa melawan! Ayo habisi dia secepatnya.." kata salah satu dari jagoan Darah iblis. Menurutnya ini kesempatan bagus untuk melenyapkannya, mengingat sebelumnya dia mampu mengimbangi ketua sektenya.
Qiao Ho sudah tidak mampu lagi bergerak, luka di sekujur tubuhnya membuatnya tidak bisa berbuat banyak. Dia menyandarkan tubuhnya ke dinding sebelah pintu dengan nafas terputus-putus.
Qiao Ho hanya menunjukkan senyuman kepada musuh-musuhnya, menandakan kalau dia tidak takut mati.
“Dasar orang tua gila, sudah tau mau mati masih saja tersenyum.." ucap salah satu dari mereka.
Mereka semua ada 5 orang jagoan dan ratusan pasukan iblis beserta ratusan anggota Darah iblis dan Racun Langit yang berada di Tingkat Langit.
__ADS_1
“Jangan buang-buang waktu lagi ayo habisi dia..!" Mereka berlima segera maju dan menyerang dengan Tehnik andalannya.
“Tehnik Api iblis - Membakar Bumi." Mereka menyemburkan api besar secara bersamaan.
Qiao Ho hanya menatap api tersebut yang mengarah padanya, andai dirinya dalam kondisi prima api itu bukanlah masalah bagi dirinya, namun saat ini jangankan prima bergerak pun juga sudah tidak sanggup.
Api yang begitu besar menyembur dengan sangat cepat. Ketika api tersebut sudah mendekati Qiao Ho, tiba-tiba pintu batu di samping Qiao Ho terbuka dengan bergeser. Dari dalamnya keluar tiupan Angin yang begitu kencang. Angin tersebut begitu dingin, bahkan api yang menyembur pun juga berbalik arah kembali ke arah mereka berlima.
“Cepat menghindar...!" Seru salah satunya ketika api yang ia lepas menyerang balik dirinya.
Mereka semua berhasil menghindar dan api tersebut membakar para pasukan iblis yang ada di belakang mereka. Tentu saja tidak terjadi apa-apa kepada para pasukan iblis setelah terkena oleh api tersebut.
Namun Angin kencang yang bertiup ternyata berhasil membunuh sebagian pasukan iblis, dan beberapa anggota Racun Langit mati dalam kondisi membeku.
Qiao Ho melihat itu dengan pandangan tidak percaya. Dia mengusap-usap matanya berkali-kali. Selama ini dia tidak pernah mendengar ada Angin yang sengat kencang namun bisa membekukan sesuatu yang ia lewati.
Kelima jagoan tersebut saling berpandangan. “Kamu bilang tadi orang tua itu sudah tidak mungkin lagi bisa melawan! tapi kenapa dia masih bisa mengeluarkan Tehnik Es nya?." Kata salah satu temanya dengan nada protes.
Mereka menatap Qiao Ho, mereka yakin Qiao Ho sudah tidak akan mampu melakukan apa-apa dengan kondisi luka yang begitu banyak. Mereka tidak memperhatikan batu besar yang berada di samping Qiao Ho yang sudah terbuka.
“Ayo kita serang sekali lagi..."
“Tehnik Api iblis - Membakar..!"
Mereka berhenti ketika melihat hal aneh keluar dari samping Qiao Ho. Sebuah Pedang dengan bentuk yang unik keluar dari dalam pintu batu yang sudah terbuka di samping Qiao Ho.
Pedang tersebut keluar kemudian melayang-layang di udara. Pedang tersebut juga di selimuti oleh api Namun api tersebut berwarna biru.
“Apa kamu melihat tadi ada lubang besar di samping orang tua itu?." Tanya salah satu dari mereka.
“Seingatku tidak ada..!"
__ADS_1
Mereka semua kini menatap pedang yang masih melayang di udara, mereka takjub melihat pedang yang di selimuti api biru.
Mereka semua tidak pernah mendengar kalau ada api yang berwarna biru.
Pedang tersebut berhenti melayang, dan sekarang ujungnya mengarah ke mereka.
“Bahaya pedang itu mengincar kita..!"
Mereka segera menyadari akan arah yang di tunjukkan pedang tersebut.
Pedang tersebut melesat ke arah mereka berlima, mereka yang terlihat panik berusaha menghindar namun tidak berhasil. Begitu pedang tersebut mengenai tubuh salah satu dari mereka. Tubuhnya langsung terbakar dan hangus menjadi arang.
Mereka menatap tidak percaya melihat sebuah pedang mampu membunuh pendekar Tingkat Alam secepat itu. “Cepat panggil salah satu dari 80 pasukan iblis..!" Teriak salah satu temanya. Karena api tidak akan mungkin mempan kepada pasukan iblis tersebut.
Tidak menunggu lama sekitar 7 pasukan iblis yang berada di Tingkat Alam datang.
Mereka segara berusaha menangkap pedang tersebut, namun pedang tersebut seolah-olah memiliki kesadaran sendiri.
Pedang tersebut terbang tinggi kemudian melesat kembali ke dalam pintu. Qiao Ho masih terpana atas kejadian tersebut. Dia menoleh ke arah pintu yang sudah terbuka. “Chen'er apa itu kau.?" Kata Qiao Ho dengan suara lemah.
Ketujuh pasukan iblis bergerak menuju pintu, namun mereka segera berhenti ketika melihat seorang pemuda keluar dari dalam pintu tersebut dengan menaiki seekor kuda aneh. Pedang yang tadi melayang-layang sekarang sudah berada di punggungnya.
Pemuda tersebut turun dari kudanya dan menghampiri Qiao Ho yang terluka, pemuda tersebut kemudian menyentuh tubuh Qiao Ho.
Qiao Ho dapat merasakan energi yang begitu dingin mengalir kedalam tubuhnya dan mengembalikan energinya dengan sangat cepat, bahkan luka-lukanya juga sembuh dan menghilang Tampa bekas.
“Ini...?" Qiao Ho tidak bisa berkata apa-apa, kalau untuk menyembuhkan luka memang bisa. Namun untuk mengembalikan energinya kembali dengan cepat itu mustahil baginya.
“Senior Ho istirahatlah, biar aku yang urus semuanya...!" Kata pemuda tersebut dengan tersenyum lembut, kemudian dia menatap ke arah 7 pasukan iblis.
Pemuda tersebut tersenyum dingin kepada 7 pasukan iblis dan 4 jagoan Darah iblis di depannya kemudian menghilang dan muncul di depan mereka semua.
__ADS_1
“Tehnik Air Suci - Lilitan Naga Air."