Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Teror kelompok Rantai Besi


__ADS_3

“Apa kita akan tetap menuju sekte Gunung Es?." Jiu Rui bertanya setelah sehari melakukan perjalanan.


Mereka berhenti di perjalanan untuk beristirahat karena hari sudah mulai larut. Tidak seperti sebelumnya, Ho Chen sudah tidak lagi mencari desa untuk menginap.


“Kita sudah tidak akan lagi pergi menuju kesana.! Sebaiknya kita melanjutkan perjalanan kita menuju Utara." Jawab Ho Chen.


Sebenarnya Ho Chen memang ingin pergi Gunung Es untuk berterima kasih kepada Qiao Ho karena sudah memberikan kitab Kristal Es untuk ia pelajari, sekarang Ho Chen sudah menguasai kitab tersebut dan berencana mengembalikannya.


Kitab tersebut bisa di bilang adalah pusaka sekaligus harta berharga Gunung Es, tidak pantas rasanya jika tidak mengembalikan kitab tersebut ketempat seharusnya kitab itu berada.


Namun Ho Chen membatalkan rencananya, karena dia ingin cepat-cepat sampai ke tempat gurunya berada. Dia sudah tidak sabar ingin mempelajari Tehnik Ruang Waktu dan Tehnik mata dewa.


Jiu Rui bangkit dan mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun. Mereka bermalam di jalan tampa ada ganguan dan melanjutkan perjalanan.


Di setiap perjalanan, sesekali Ho Chen berlatih, dan kadang melatih Jiu Rui, supaya Jiu Rui bisa lebih kuat.


Mereka berjalan selama tiga hari, ketika matahari hampir siang, mereka melihat ada desa dari kejauhan, dan segera pergi ke desa tersebut untuk membeli keperluan dalam perjalanan.


“Emm.. kenapa desa itu tidak ada papan namanya." Kata Ho Chen.


Jiu Rui membuka Petanya, berusaha mencari desa yang mereka singgahi itu.


“Ada.! Desa itu bernama Lujhu." Kata Jiu Rui sambil menunjuk petanya yang terlihat ada gambar pemukiman.


Ho Chen menoleh ke kuda yang di tungganginya. “Naga Putih! Apa kamu tidak bisa menghilangkan kedua tanduk mu? Aku hawatir nantinya akan membuat orang-orang di sana ketakutan melihatmu..!" Kata Ho Chen.


Bentuk yang paling mencolok dari Naga Putih adalah dua tanduk de kepalanya. Ho Chen tidak mau menjadi pusat perhatian banyak orang kerana penampilan kudanya yang aneh itu.


“Jika itu keinginanmu, baiklah aku akan menghilangkannya." Kata Naga putih.

__ADS_1


Naga putih atau nama aslinya Kun memang pemimpin seluruh para naga, namun dia adalah salah satu dari 7 perwujudan energi. Naga putih akan menuruti apapun keinginan Ho Chen, mulai dari menemaninya untuk berlatih, atau menyuruh apapun.


Secara perlahan-lahan dua tanduk di kepala naga putih mulai mengecil lalu menghilang, membuat Jiu Rui yang menyaksikan itu sedikit bengong. “Sebenarnya Kuda naga putih ini mahluk apa." Batin Jiu Rui.


Ho Chen kembali berjalan dan memasuki desa Lujhu, begitu sampai di dalam! Ho Chen merasa heran melihat banyak orang berlarian ketika melihat mereka, orang-orang tersebut terlihat panik dan ketakutan.


“Ada apa dengan mereka ini? Kita ini kan bukan penjahat, kenapa mereka malah ketakutan?." Kata Jiu Rui yang juga kebingungan.


Ho Chen bertambah heran, kerana Ho Chen juga merasakan adanya beberapa pendekar. Namun mereka tidak ada yang keluar.


“Pergi kalian..! Kami sudah tidak mau lagi menuruti kalian..!" Seorang Wanita tua menghadang Ho Chen dan Jiu Rui, kemudian berbicara dengan keras sambil menunjuk Ho Chen dengan tongkatnya.


“Nenek! Ayo masuk jangan mengganggu mereka..!" Seorang anak muda berusaha membujuk nenek tersebut agar masuk kedalam, kemudian berbalik dan berbicara kepada Ho Chen. “Ma- mafkan atas sikap nenek saya tuan, saya harap tuan muda tidak mengambil hati atas sikap nenekku." Kata pemuda tersebut berbicara dengan nada sedikit ketakutan.


Ho Chen turun dari kudanya dan menghampiri pemuda tersebut dengan tersenyum lembut. Namun pemuda tersebut bergerak mundur dan terlihat semakin ketakutan.


“Tenanglah saudaraku, aku tidak mengambil hati perkataan nenekmu. Namaku Ho Chen sedangkan dia adalah kakak ku namanya Jiu Rui dari Bukit Halilintar." Kata Ho Chen.


“Kaka ku yang dari sekte Bukit Halilintar.." Kata Ho Chen


“Kalau begitu kalian bukan dari kelompok Rantai Besi?." Tanya pemuda tersebut ingin memastikan.


Ho Chen mengerutkan alisnya setelah pemuda tersebut menyebut Rantai Besi. Sudah setahun Ho Chen tidak mendengar nama mereka, Ho Chen memang memiliki masalah dengan kelompok tersebut, dan Ho Chen tidak akan melupakannya.


“Apakah kelompok Rantai Besi membuat masalah dengan desa ini?." Tanya Ho Chen.


Jiu Rui turun dari kudanya dan menghampiri Ho Chen. “Apa kau mengetahui kelompok itu?." Tanya Jiu Rui.


“Aku bukan hanya mengetahui, namun sempat bertarung dengan salah satu anggotanya setahun yang lalu ketika aku masih berada di Kota Anming." Kata Ho Chen.

__ADS_1


Pemuda tersebut bernafas lega setelah mengetahui jika mereka berdua bukan bagian dari kelompok tersebut.


“Maafkan aku karena sudah mencurigai kalian. Namaku Gui Fujian dan yang tadi adalah nenekku, mari kita berbicara di rumahku." Kata Gui Fujian.


“Terima kasih saudara Gui." Kata Ho Chen.


Mereka berdua berjalan ke rumah Gui Fujian. Dan sesampainya disana Gui Fujian pergi ke dalam dan menjelaskan kepada neneknya. Gui Fujian hawatir jika neneknya akan melakukan hal yang seperti tadi.


Sedangkan seluruh warga yang melihat itu keluar dari rumahnya, dan saling berbisik-bisik sambil melirik Ho Chen dan Jiu Rui. Ho Chen merasa tidak nyaman melihat seluruh warga meliriknya. Namun Ho Chen tetap berusaha untuk tetap tenang.


“Maaf sudah membuat kalian menunggu! Mari masuk kedalam, nenek ku juga ingin berbicara kepada kalian." Kata Gui Fujian.


Jiu Rui sedikit takut untuk masuk kedalam mengingat nenek tadi yang mengomel keada mereka. Setelah melihat Ho Chen tidak keberatan untuk masuk Jiu Rui hanya bisa mengikutinya.


“Maaf kan nenek tua ini. Karena sudah mengatakan hal yang tidak pantas tadi..!" Kata sang nenek setelah bertemu dengan Ho Chen.


“Tidak apa-apa nek, kami juga yang salah karena datang pada saat terjadi situasi seperti ini.." kata Ho Chen.


“Baiklah kalian silahkan mengobrol saya mau kedalam dulu.!" Kata Sang nenek kemudian berjalan kedalam dengan tongkat sebagai penahan tubuhnya yang sedikit bongkok.


Jiu Rui yang awalnya takut kini sudah tidak setelah melihat nenek tersebut tidak lagi mengomel dan justru berubah menjadi ramah dan baik.


“Saudara Fu! Apa yang di lakukan Rantai Besi itu kepada desa ini?." Tanya Ho Chen setelah di persilahkan untuk duduk oleh Gui Fujian.


Kemudian Gui Fujian menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Awalnya desa Lujhu adalah desa yang damai dan aman, desa tersebut juga memiliki bebarapa pendekar sehingga desa semakin aman. Namun semua berubah setelah kelompok Rantai Besi datang menjarah desa mereka, kelompok tersebut berjumlah hampir 300 orang, dan semuanya adalah pendekar, sehingga pendekar yang berada di desa Lujhu tidak mampu menghentikan mereka.


Setiap 3 hari sekali mereka datang untuk meminta uang dan hasil bumi desa tersebut dengan jaminan ke amanan desa mereka akan terjamin.

__ADS_1


Setiap hari warga di buat takut oleh kelompok tersebut, kelompok Rantai Besi terus menebar teror sehingga banyak sebagian warga desa yang keluar secara sembunyi-sembunyi.


__ADS_2