
"Ini adalah pasukan mayat yang sudah kami kumpulkan, mereka akan menjadi pion terakhir,"
Liu Qi Shu kembali mengeluarkan dua Kendi labu lagi, setelah kedua penutup tersebut terbuka, keluar pasukan mayat siluman dan juga boneka kayu yang jumlah mereka juga tidak kalah banyak dari pasukan mayat.
"Jendral Xu, pekerjaanmu sangat bagus! Aku bangga padamu," kata Wang Dunrui membuat senyum di wajah Jendral Xu melebar.
"Sekarang keluarkan semua pasukan yang kalian miliki!," Wang Dunrui meminta Jendral yang lain serta ketua sekte yang bersekutu untuk mengeluarkan semua pasukan dan kelompok yang mereka miliki.
"Jendral Ori, aku tugaskan dirimu untuk mengumpulkan para pendekar Tingkat tinggi yang sudah mati, setidaknya pendekar Tingkat Langit atau Alam, mereka akan aku gunakan untuk membangkitkan kembali Ratu Sihir," kata Wang Dunrui.
"Baik Raja, aku akan mengerjakannya nanti," jawab Jendral Ori.
Jasad para pendekar Tingkat Langit dan Tingkat Alam memiliki nilai yang sangat tinggi, namun untuk membunuh mereka tidaklah mudah.
Wang Dunrui setidaknya membutuhkan 30 mayat Pendekar Alam, jika tidak bisa, maka dia harus mengunakan jenazah para Pendekar Tingkat Langit sebanyak 300 orang.
Semua itu demi membangkitkan kembali Sang Ratu Sihir yang nantinya akan mengembalikan kekuatan para Raja iblis.
"Sekarang kita jangan bertarung dengan terpisah, dengan penyatuan kekuatan ini, maka semua kekuatan ini akan mampu menguasai dunia! Hahaha...!" tawa lepas Wang Dunrui menggetarkan seluruh area markas.
"Apa kita akan berangkat sekarang?" Wei Heng yang dari tadi hanya diam kini bertanya kepada Wang Dunrui.
"Kita tunggu satu bulan lagi, setelah itu kalian bisa berangkat!" kata Wang Dunrui.
Wei Heng mengerutkan dahinya, dia tidak tahu, kenapa Wang Dunrui meminta mereka untuk menunggu sampai satu bulan lagi. Melihat semua pasukan yang sudah siap kapanpun, seharusnya tidak ada lagi yang perlu di tunggu.
"Aku akan pergi dulu, selama ke pergianku, jangan ada yang berani coba-coba melanggar akan apa yang aku perintahkan!" kata Wang Dunrui.
"Kami mengerti Raja," semua langsung berlutut, setelah itu Wang Dunrui menghilang dari tempat duduknya.
"Dasar bocah sialan..!" Wei Heng menggerutu dalam hati, dia tidak menduga jika dirinya akan diperintah seperti itu oleh Wang Dunrui.
"Saat ini kita semua bukanlah tandingannya, sebaiknya kamu jangan coba-coba membuatnya marah, atau nyawanmu akan menjadi taruhannya!" kata Jendral Ori.
Wei Heng hanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa menahan rasa kesalnya. Selain menuruti Wang Dunrui, dia tidak tau lagi harus berbuat apa.
__ADS_1
***
Di sekte Bukit Halilintar Kang Yelu bersama Liu Wei resmi bertunangan, saat ini hati Kang Yelu merasa senang, karena tidak lama lagi, gadis impiannya berhasil menjadi tunangannya.
Namun disisi lain, Liu Wei justru terlihat murung dan duduk seorang diri di bawah pohon, dia hanya ngelamun sendirian memandangi bunga kecil yang tumbuh di dekat batu besar.
"Wei'er, kenapa kamu duduk sendirian disini?" Kang Jian datang dan menyapa Liu Wei yang sedang duduk sendiri sambil melamun.
"Maafkan saya ketua, saya tidak mengetahui..!"
"Aih..! Kamu ini adalah calon menantuku, jadi kamu tidak usah memanggilku ketua, panggil saja aku Ayah!" kata Kang Jian.
"A.. Ayah!" Liu Wei memanggil Ayah kepada Kang Jian namun dengan wajah menunduk karena malu.
"Wei'er, maafkan aku! Aku sudah mencarikan hari baik selanjutnya untuk kalian berdua, namun sepertinya untuk pernikahan, sepertinya kalian akan ditunda tiga tahun lagi," Kang Jian menyampaikan dengan wajah bersalah.
Liu Wei terkejut mendengarnya, bukan karena acara pernikahannya yang ditunda, melainkan karena Kang Jian yang terburu-buru ingin menikahkan dirinya secepat itu.
Sebenarnya Liu Wei belum berpikir untuk menikah, dia masih ingin berlatih lebih jauh lagi. Setelah mendengar Kang Jian akan menikahkannya dalam waktu tiga tahun lagi, hati Liu Wei semakin gelisah, dia berharap semoga bertambah tiga tahun lagi, sehingga dia bisa meningkatkan kekuatannya dalam waktu enam tahun lagi.
"Ketua! Ketua!"
Ketika mereka berdua masih saling berbicara, salah satu murid datang memanggil Kang Jian, terlihat murid tersebut seperti sedang tergesa-gesa atau membawa kabar penting.
"Ada apa? kenapa kamu terlihat seperti dikejar siluman?" tanya Kang Jian.
"Maaf ketua, ada kabar penting yang akan saya sampaikan," kata murid tersebut dengan nafas terengah-engah.
"Ya sudah, katakanlah!" kata Kang Jian.
"Ketua, ketika kami sedang berkeliling di luar sekte, kami menemukan salah satu mata-mata kita sedang terluka parah, kami ingin menolongnya namun dia menolaknya, sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya dia sempat berkata jika rombongan pasukan iblis akan bergerak menyerang Gunung Es," kata murid tersebut.
"Kamu tidak sedang berbohong padaku bukan?" tanya Kang Jian.
"Tidak ketua, saya tidak berani!" kata murid tersebut.
__ADS_1
Kang Jian langsung pergi meninggalkan Liu Wei sendiri, dia pergi bersama murid tersebut, Liu Wei hanya memandangi mereka berdua yang semakin menjauh.
"Apa yang harus aku lakukan..?" Liu Wei kembali duduk lemas, dia sungguh belum siap untuk menikah dalam waktu tiga tahun lagi.
***
"Ceritakan padaku, apa yang dikatakan sebelum dia meninggal!" tanya Kang Jian, dia berdiri di samping mayat mata-mata yang telah meninggal, tubuh sang mata-mata utusannya itu seperti terbakar, Kang Jian tahu siapa orang yang sudah membuatnya mati.
"Ketua, dia bilang semua pasukan iblis akan bergerak dalam beberapa hari lagi, jumlah mereka sangat besar," kata murid yang menemukannya.
"Siapa target mereka?" tanya Kang Jian, menurutnya selama beberapa tahun ini, mereka tidak pernah bergerak secara bersamaan, apalagi bergerak dalam jumlah yang besar.
"Mereka akan menyerang Sekte Gunung Es," kata murid tersebut.
"Sekte Gunung Es?" gumam Kang Jian, dia bingung apa yang harus dilakukan, sebab jarak Sekte Gunung Es sangat jauh, sehingga tidak mudah untuk bisa tiba ke sana dalam waktu singkat.
"Kalian, makamkan dia dengan layak! Aku akan mengumpulkan semua para sepuh serta para jagoan kita untuk berdiskusi masalah ini," kata Kang Jian kemudian segera pergi meninggalkan mereka semua.
Kang Jian segera meminta kepada Liu Yin untuk mengumpulkan semua para sepuh dan para jagoan yang dimilikinya.
Setelah hampir setengah hari, mereka semua sudah berkumpul di aula pertemuan, mereka semua bertanya-tanya ada masalah apa mereka semua di suruh berkumpul di tempat tersebut.
"Para sepuh dan saudara-saudara semua, hari ini saya membawa berita buruk untuk kalian," kata Kang Jian.
"Ada apa Katua, apa ada masalah yang sangat serius?" tanya Jian Heeng.
"Benar, masalah yang akan aku sampaikan adalah masalah yang lebih serius, Saat ini pasukan iblis dan semua sekutu-sekutunya mulai bergerak dalam jumlah yang sangat besar, mereka berencana akan menyerang Gunung Es," kata Kang Jian.
Mereka semua terkejut mendengar perkataan serta penjelasan Kang Jian. dan mereka semua saling berbicara membahas masalah tersebut.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan Ketua?" tanya salah satu pria sepuh.
"Aku juga tidak tahu, jika jarak antara kita dengan Sekte Gunung Es dekat, mungkin aku kita bisa membantunya," kata Kang Jian.
Kang Jian mengumpulkan mereka semua berharap akan ada yang bisa memberi jalan keluarnya, namun nyatanya tidak satupun dari mereka yang menemukan solusi terbaik.
__ADS_1