Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kelompok Harimau Merah


__ADS_3

Saat Ho Chen pertama kali bertemu Wang Chungying, mereka berdua sempat terjadi terjadi salah paham karena Ho Chen pernah memukul Wang Dunrui. Namun semua nya sudah membaik.


Salah satu tehnik andalan Ho Chen saat ini adalah pemberian Wang Chungying, karena itu Ho Chen tidak akan pernah melupakan nya.


"Senior Chungying, aku berjanji, suatu saat akan membawa saudara Dunrui kembali ke Sekte!." Batin Ho Chen.


Ho Chen membayar makanan tersebut, dan mereka bertiga bergegas meninggalkan rumah makan dan ingin kembali keluar.


Setelah sampai di pintu keluar, Ho Chen di sambut dengan keributan di depan pintu Rumah makan.


"Aku tidak peduli, mau kamu sudah berubah baik atau masih jahat, bagaimanapun kau harus ku bunuh."


Delapan pendekar sedang mengeroyok satu orang pendekar, dari delapan pendekar tersebut, dua di antaranya adalah Jagoan Alam awal satu, sedangkan enam lainnya pendekar Langit puncak 3.


Sedangkan lawannya seorang diri adalah jagoan Alam puncak 3. Dari jumlah jelas mereka ber delapan yang unggul, namun dari segi kekuatan jelas mereka berdelapan bukan tandingan lawan yang di ke royoknya.


***


Sejak kematian Gou Yang, kepribadian Gou Shen berubah drastis. Semenjak Ho Chen memberinya kesempatan kedua, Gou Shen mulai berkelana untuk memperbaiki kesalahan nya yang telah lalu.


Saat itu Gou Shen sempat mampir ke Desa Lujhu. Dia membantu desa tersebut serta menjaga nya agar tetap aman, walau sempat menuai penolakan keras dari para penduduk desa, namun akhirnya semua nya tetap bisa menerimanya.


Gou Shen tinggal di rumah Gui Fujian dan neneknya. Sebenarnya Gou Shen cukup betah di sana, apalagi kehidupan barunya cukup damai.


Namun Gou Shen tetap di hantui rasa bersalah karena di luar sana masih banyak keburukan yang ia lakukan. Gou Shen akhirnya pamit kepada Gui Fujian dan beberapa penduduk lainnya.


Gou Shen pergi ke berbagai desa kecil yang pernah ia rampok dulu nya. Sedikit demi sedikit Gou Shen akhirnya bisa menjalani semuanya dengan baik.


Saat ini Gou Shen berada di desa Tirai Kabut, di desa tersebut Gou Shen seharusnya tidak memiliki musuh, karena Gou Shen tidak pernah mengusik desa ini.


Namun siapa sangka jika ada yang masih mengenalnya. Mulai dari Tiga anak muda bertopeng, dan sekarang dia harus berhadapan dengan delapan pendekar yang dua di antaranya adalah para jagoan.


Walau mereka semua bukan tandingan Gou Shen, namun  Gou Shen terlihat tenang.


"Aku tidak peduli, mau kamu sudah berubah baik atau masih jahat, bagaimanapun kau harus ku bunuh." Selesai berkata demikian,  mereka mulai bersiap untuk menyerang.

__ADS_1


Gou Shen melirik ke arah pintu rumah makan dan melihat tiga pemuda dua di antaranya memakai topeng dan berdiri melihat ke arahnya. Ketiga pemuda tersebut adalah Ho Chen beserta Jiu Rui dan Qiao Lin.


Gou Shen ingat jika salah satu dari mereka mengenal dirinya. "Aku tidak takut mati, jika kalian ingin membunuh ku silahkan! Aku tidak akan melawan. Namun sebelum itu beritahu aku dulu siapa kalian dan dari mana kalian berasal?." Tanya Gou Shen.


"Kami memang tidak ada urusan apapun dengan mu. Namun ada kelompok lain yang membayar mahal atas kepalamu, bukan hanya kami, tapi masih banyak yang lainnya yang memburu mu!." Ucap salah satu dari mereka.


Gou Shen mengerutkan alisnya. "Kelompok mana yang menyuruh kalian?." Tanya lagi Gou Shen.


"Heh.. apa kamu tidak tau jika saingan mu dulu sudah menjadi kelompok yang besar." Kata salah satu jagoan berbicara sambil tersenyum sinis.


"Apa yang kau maksud kelompok Harimau Merah?." Tanya Gou Shen.


"Hahaha...! Kamu mengetahui nya ternyata, tidak perlu basa basi, menyerah lah atau kami akan menggunakan kekerasan!." Ucapnya dan bersiap menyerang.


"Jika yang menyuruh kalian adalah dari orang-orang yang pernah aku sakiti, aku akan suka rela menyerahkan nyawa ku, namun yang menyuruh kalian justru penjahat, maka aku tidak akan tinggal diam." Gou Shen melepaskan energi yang begitu besar membuat kedelapan musuh nya mundur beberapa langkah.


"Tahan senior Gou! Aku tidak tahu tentang masalah kalian, namun sebaiknya kalian tidak bertarung di sini." Ho Chen melerai mereka agar tidak bertarung, mengingat padat nya bangunan dan banyak nya orang di sini, pertarungan mereka hanya akan merusak area di sekitar itu.


"Anak muda, apa kamu teman nya Gou Shen? Kalau ia, maka kamu akan ku bunuh juga." Kata salah satu dari jagoan dengan menatap Ho Chen dengan tajam.


"Jangan libatkan anak muda itu, urusan mu adalah dengan ku!." Gou Shen tidak mengenal Ho Chen karena memakai topeng, jadi dia tidak mau melibatkan siapa pun.


"Hahaha...! Kamu sudah cacat sok masih kuat."


Tiba-tiba muncul dua orang lagi satu laki- laki memiliki kekuatan Alam Puncak 3, dan satunya perempuan berada di Tingkat Alam Awal 3 dan sedikit lagi memasuki Puncak 3.


"Shi Yao..!." Gou Shen mengenal nya sebagai jagoan andalan Harimau Merah, sedangkan sebelah nya bernama Lun Yu, istri Shi Yao.


"Gou Shen, ternyata kau lebih menyedihkan dari kabar yang ku dengar." Kata Shi Yao dengan tersenyum sinis menatap Gou Shen yang sudah tinggal satu lengan saja.


Wajah Gou Shen terlihat buruk, andai cuma mereka saja berdelapan yang harus di hadapi nya, itu bukanlah masalah. Namun jika Shi Yao juga ikut bersama istrinya, Gou Shen tidak akan mampu bertahan, bahkan cukup ShiYao dengan Lun Yu saja belum tentu dia mampu.


Kelompok Harimau Merah adalah saingan kelompok Rantai Besi,  kelompok tersebut dulunya masih kelompok kecil. Sama dengan Kelompok Rantai Besi yang dulu nya memiliki tiga pendekar hebat, kelompok Harimau Merah juga memiliki tiga pendekar hebat, pemimpin Harimau Merah juga memiliki kekuatan yang dengan Shi Yao.


Semenjak mendengar kelompok Rantai Besi sudah tidak ada lagi, mereka segera mencari keberadaan Gou Shen, karena menurut mereka Gou Shen adalah ancaman bagi kelompok nya.

__ADS_1


Mereka khawatir jika nantinya Gou Shen membentuk kelompok lain lagi dan bahkan bisa lebih kuat dari kelompok mereka, sehingga mereka mulai mencari pendekar untuk memburunya.


Setelah di ketahui jika Gou Shen berada di Desa Tirai Kabut. Pimpinan Harimau Merah segera mengirim Shi Yao dan istrinya Lun Yu untuk menghabisi Gou Shen.


"Gou Shen yang perkasa. Sekarang tidak lebih dari seekor anak sapi yang akan  jatuh ke mulut harimau." Kata Lun Yu.


"Lihat bahkan di di bantu oleh seorang bocah, apa itu tidak memalukan?." Shi Yao berbicara sambil menatap Ho Chen.


Ho Chen mendekati Jiu Rui dan Qiao Lin dan meminta untuk kembali lebih dulu ke penginapan. Namun salah satu jagoan sewaan menghadang langkah Jiu Rui dan Qiao Lin yang berjalan mengikuti perintah Ho Chen.


"Mau kemana? Siapa yang mengijinkan kalian berdua untuk pergi?." Kata salah satu jagoan.


"Kak Rui, Lin! Terus lah jalan tidak perlu mendengarkan nya." Kata Ho Chen dengan menatap jagoan tersebut.


Jiu Rui dan Qiao Lin saling berpandangan kemudian kembali melanjutkan perjalan nya menuju ke penginapan.


"Kalian masih berani pergi juga?." Jagoan tersebut mengeluarkan palu besar dab berniat menyerang Jiu Rui dan Qiao Lin. Namun sebelum sempat bergerak, sebilah pedang menghadang nya.


"Sebaiknya kamu tidak menyulitkan mereka..!." Kata Ho Chen yang tiba-tiba berada di dekatnya dengan mengarahkan pedang nya ke leher jagoan tersebut.


Mata Gou Shen terbuka lebar, dia tentu mengenali pedang tersebut, karena pedang tersebutlah yang membuat Gou Shen harus memotong tangannya sendiri. Kini Gou Shen sudah mengetahui identitas Ho Chen hanya melihat padang nya saja.


"Kau Pendekar Ho..?." Tanya Gou Shen.


Gou Shen mengetahui nama Ho Chen dangan nama Ho saja, karena itu yang Ho Chen katakan padanya.


Ho Chen mengangguk pelan sebelum menatap kembali jagoan yang telah mundur menjauhi pedang Lidah Api yang du arahkan Ho Chen padanya.


Gou Shen bernafas lega, kini dia tidak khawatir lagi karena dia tahu, Ho Chen sangatlah kuat di bandingkan dirinya.


"Anak muda, beraninya kau mengancam seperti itu, aku ingin lihat seberapa beraninya dirimu itu." Lun Yu berkata dengan tatapan dingin.


"Bukan maksud Junior untuk mengancam, namun junior juga tidak akan membiarkan siapa pun melukai teman-teman junior." Kata Ho Chen dengan tenang dengan meletakan pedang di pinggang nya.


__ADS_1


__ADS_2