
Setelah selesai bersuara lantang pria berkumis tersebut melihat semua rumah, dan tetap saja tidak ada yang membukakan pintu.
“Bagus bagus...!! Ternyata kalian berani juga. Aku hitung jika sampai hitungan ke tiga tidak juga keluar, akan ku bakar desa ini..!" Ancamnya
“Satu...!!"
Jiu Rui menoleh ke arah Ho Chen. “Adik ku mohon..!." Kata Jiu Rui dengan Wajah pucat dan tubuh gemetar.
Ho Chen merasa kasihan melihat Jiu Rui yang ketakutan, Ho Chen yakin jika musuhnya cuma lima orang dan memiliki Tingkat Bumi Jiu Rui mungkin masih mau menghadapinya.
“Dua...!!" Pria berkumis tersebut melanjutkan hitungannya.
Ho Chen menghela nafas panjang. “Kakak mundurlah..!" Kata Ho Chen.
Jiu Rui segera mundur dan berdiri di belakang Ho Chen, sedangkan Ho Chen mengambil beberapa kerikil kecil. Ho Chen menjentikkan kerikil tersebut ke arah pria berkumis dengan mengunakan energinya, dan batu tersebut melesat dengan kecepatan yang tidak bisa diblihat oleh mata.
“Tig.... Arghh..!!." Bahu pria berkumis tersebut di tembus oleh krikil kecil, dan pria berkumis tersebut jatuh dari kudanya.
“Kakak...!!" Mereka semua kaget begitu melihat pria berkumis tersebut terjatuh dari kudanya dan di bahunya mengeluarkan darah segar.
“Siapa yang menyarangku dengan sembunyi-sembunyi dasar pengecut! Keluarlah dan tunjukkan dirimu. Kata pria berkumis tersebut sambil memegangi bahunya.
“Lama tidak bertemu tuan...!." Ho Chen berkata sambil berjalan santai menghampiri mereka semua dengan memainkan beberapa krikil kecil di tanganya.
Pria berkumis tersebut menyipitkan matanya. “Siapa kau..?" Tanyanya.
Semua anggota kelompok Rantai Besi segera berpencar dan kemudian mengitari Ho Chen, seperti seekor banteng yang di kelilingi pagar.
Ho Chen hanya tersenyum ketika dirinya di kelilingi oleh mereka, kemudian kembali menoleh ke arah pria berkumis tersebut. “Apa kau sudah lupa?." Tanya Ho Chen sambil memiringkan kepalanya.
__ADS_1
Pria berkumis mengerutkan dahinya, dia terlihat berusaha mengingat pemuda yang ada di hadapannya, kemudian pria tinggi dan kurus mendekati pria tersebut dan membisikinya.
“Hemm..? Benarkah..?." Kata pria berkumis tersebut setelah mendengar bisikan pria kurus tersebut.
Pria berkumis memandangi Ho Chen dari atas sampai bawah. “Benar juga.! Seakarang aku ingat, kau adalah bocah yang waktu itu menggagalkan kami di kota Anming bukan?."
“Hihihi...! Jadi pikun mu sudah hilang..?" Kata Ho Chen seraya tertawa kecil.
“Kurang ajar, waktu itu kamu beruntung tidak kubunuh, namun kali ini jangan harap kau akan mendapat keberuntungan mu kembali. Serang dan habisi dia...!!." Seru pria berkumis yang tersulut emosi.
Ho Chen tertawa dengan sangat keras, kemudian menatap mereka semua yang ingin menyerang dengan dingin. Semua anggota Rantai Besi sedikit ragu untuk menyerangnya, bukan hanya kelompok Rantai Besi, Jiu Rui pun juga terkejut mendengar Ho Chen yang tertawa dengan keras. Selama ini dia tidak pernah mendengar Ho Chen tertawa sekeras itu.
“Kenapa kalian berhenti cepat habisi dia...!" Seru pria berkumis tersebut yang mulai bangkit setelah luka di bahunya sudah membaik.
Tampa ragu lagi, mereka semua Langsung menyerang Ho Chen secara bersamaan. Dengan berbagai macam senjata yang mereka pegang.
Gui Fujian yang melihat dari celah jendela berkeringat dingin, saat melihat Ho Chen di serang oleh kelompok Rantai Besi yang begitu banyak.
Ho Chen mengeluarkan pedang apinya, namun dia tidak mengunakan Tehnik Raja apinya. Walau tidak mengunakan Tehnik Raja api, pedang tersebut masih mengeluarkan hawa panas.
“Tehnik Pedang Terbang - Roh Dewa."
Pedang tersebut mulai melayang di udara dan dengan cepat melesat ke arah kelompok Rantai Besi yang sudah dekat dengan Ho Chen.
Pedang tersebut menebas para anggota Rantai Besi dengan sangat cepat, dalam sekali gerak! 4 orang lansung mati terkena tebasan pedang tersebut.
Dua orang yang masih duduk dia atas kudanya terpana menyaksikan aksi Ho Chen yang membantai anggotanya. Kemudian mereka bertanya kepada pria berkumis tersebut.
“Saudara Zhu Wang siapa pemuda tersebut?." Tanya salah satu dari penunggang kuda.
__ADS_1
“Aku tidak mengenalnya, namun aku pernah bertarung dengannya di kota Anming, saat itu aku sudah melukainya cukup parah.." Zhu Wang menjelaskan.
Pria yang bertanya itu adalah Gou Shen, pemimpin Rantai besi. Dan di sebelahnya adalah Gou Yang, adik Gou Shen.
Kekuatan Gou Shen berada di Tingkat Alam Puncak 3, sedangkan Gou Yang berada di Tingkat Alam Awal 3.
“Emm.. pemuda itu menarik! namun sayang dia malah menjadi musuh kita..!" Kata Gou Shen.
Pedang Ho Chen tidak henti-hentinya membunuh para anggota Rantai Besi tersebut, sudah lebih dari 50 orang yang tewas terkena sabetan Pedang Lidah Api.
Gou Shen menyuruh kelompoknya untuk mundur, dan dia turun dari kudanya menuju ke Ho Chen. “Anak muda siapa namamu? Apa kamu penduduk desa ini?." Tanya Gou Shen.
Ho Chen memanggil kembali pedangnya dan menoleh ke arah Gou Shen. “Aku hanya kebetulan lewat." Jawab Ho Chen singkat.
“Kalau begitu kita tidak memiliki urusan atau dendam, lebih baik kau lanjutkan saja perjalanan mu..!"
Ho Chen tersenyum sinis. “Aku tidak akan pergi sebelum kalian semua pergi dari desa ini, jika bicara soal atau dendam, memang aku tidak ada dendam denganmu, namun dengan tuan itu, aku masih ada urusan yang belum selesai dengannya." Kata Ho Chen sambil menunjuk Zhu Wang.
“Begini saja! Jika kamu bisa mengalahkannya maka aku akan membiarkanmu hidup dan meningalkan tempat ini tanpa ada yang menghalangi." Kata Gou Shen.
Ho Chen tertawa mendengar persyaratan tersebut. “Lucu sekali persyaratannya! Begini saja. Jika aku bisa mengalahkannya, maka kalian pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi. Bagaiman..!" Kata Ho Chen dengan tersenyum lebar.
“Kau sungguh menarik sekali anak muda! Baiklah aku menyetujuinya..!" Kata Gou Shen.
Gou Shen yakin Ho Chen tidak akan mampu mengalahkan Zhu Wang. Gou Shen segera memerintahkan seluruh anggotanya untuk mundur, kemudian menyuruh Zhu Wang untuk mengurus Ho Chen, dan juga meminta kepada anggotanya agar tidak ikut campur.
Zhu Wang menatap Ho Chen sambil tersenyum sinis. Luka di pundaknya juga sudah pulih. “Bocah kali ini kau tidak akan bisa lolos dariku." Kata Zhu Wang kemudian menarik.
“Tehnik Pedang Hitam - Bayangan Pedang."
__ADS_1
Pedang Zhu Wang menjadi lima dan melayang di udara, kemudian melesat ke arah Ho Chen.
Ho Chen tersenyum, dia ingat dengan Tehnik tersebut. Pedang lidah api kembali melayang, kali ini ada sedikit samar-samar warna biru keluar dari pedang tersebut kemudian terbang menghadang lima pedang yang melesat ke arah Ho Chen.