
“Saudari fen! Kenapa ibumu belum datang juga?." Qiao Lin bertanya karena hari sudah sore, dia tidak enak jika harus pergi meninggalka Yin Fei sendiri di taman.
Yin Fei mengelengkan kepala. “Aku juga tidak tau, mungkin dia masih belum selesai berbelanja."
Peiyu juga serba salah, andai tidak ada Ho Chen mungkin dia bisa langsung menghampiri Yin Fei, karena dia yakin jika Qiao Lin Dan Jiu Rui tidak akan mengenalinya.
Peiyu berusaha mencari cara agar bisa mendekati putrinya tanpa di kenali oleh Ho Chen. Belum sempat Peiyu menemukan ide, enam orang yang tidak asing baginya juga datang menghampiri Yin Fei dan Ho Chen berada. “Mereka juga berada di sini?."
Qiao Lin Dan Yin Fei sedang berbincang-bincang berdua sedangkan Ho Chen dengan Jiu Rui berniat ingin pindah, mencari tempat duduk, karena tempat duduk di situ hanya cukup untuk dua orang saja.
Belum sempat Ho Chen melangkah lebih jauh, dia melihat enam orang sedang berjalan mendekati Qiao Lin Dan Yin Fei berada. Ho Chen mengenali mereka, karena mereka memegang kapak besar di pundaknya. “Bukankah mereka itu para pembunuh bayaran yang ingin membunuh Kang Yelu?." Kata Ho Chen.
“Hah..? Yang mana?." Jiu Rui menoleh ke kiri dan ke kanan, namun dia tidak mengenali enam orang yang sudah sampai di dekat Qiao Lin.
“Sepetinya mereka ingin mengganggu saudari Fen dan Qiao Lin."
Jiu Rui mendengar itu langsung menoleh ke arah Qiao Lin, dia melihat enam orang yang terlihat berumur 30 tahunan bahkan lebih datang menghampiri Qiao Lin. “Jadi mereka para pembunuh bayaran itu?."
Ho Chen mengangguk. “Kali ini aku akan memberikan mereka pelajaran!." Kata Ho Chen.
Qiao Lin kaget begitu mengetahui ada enam orang asing datang mendekatinya. “Saudari Fen jangan bertindak apapun, kamu mengerti?." Yin Fei juga menyadari enam orang yang rata-rata berumur lebih 30 tahun dan bertubuh kekar tersebut, dia segera mengangguk menuruti perkataan Qiao Lin.
“Hai gadis-gadis cantik! Kalian berdua sungguh cantik, sayang rasanya jika kalian di biarkan saja malam ini. Bagaimana jika kalian berdua ikut kami dan menemani kami malam ini? Aku yakin kalian akan bahagia.."
Mereka tertawa terbahak-bahak setelah berkata demikian. Peiyu sudah tidak tahan lagi. Dia tidak peduli lagi, kepada Ho Chen, mau mengenalnya atau tidak, baginya keselamatan putrinya lebih penting.
Ho Chen juga berniat melindungi Qiao Lin Dan Yin Fei, namun sebelum dia sempat bergerak Peiyu lebih dulu tiba di tempat mereka dan menampar salah satu dari mereka.
Plaaak!!!
Suara tamparan yang begitu keras membuat tubuh orang tersebut langsung terputar dan kemudian jatuh.
__ADS_1
“Siapa yang berani menampar sau...!." Mata orang tersebut melebar, dia tentu mengenal wanita tersebut.
“Berani sekali kalian menggangu putriku, aku hitung sampai tiga kalau kalian tidak juga pergi, aku pastikan kalian mati dengan tubuh kalian membusuk..!." Kata Peiyu dengan mengeluarkan Aura Energi Kematian.
Tubuh ke enam pria tersebut bergetar, keringat dingin mulai membasahi kening mereka. “Kami tid..!."
“Satu..!."
Mereka ingin menjelaskan namun Peiyu sudah mulai menghitung. Tidak menunggu hitungan ke dua, mereka semua segera lari secepat yang mereka bisa karena hawatir Peiyu berubah pikiran.
Ho Chen dan Jiu Rui mematung melihat semua itu, mereka juga merasa ngeri melihat Peiyu yang marah kepada ke enam pria tersebut.
“Ibu...!." Yin Fei menghampiri ibunya setelah ke enam pria tersebut menghilang.
“Fen'er! Apa kau tidak apa-apa?." Tanya Peiyu sambil mengamati kondisi Yin Fei dari atas sampai bawah.
“Aku dan saudari Lin baik-baik saja!." Ucapnya.
Peiyu sedikit panik dan bingung. “Apa dia tidak mengenaliku?." Batin Peiyu.
Ho Chen memang sama sekali tidak mengenal Peiyu, kalau namanya dia sudah tau, namun dia tidak pernah bertemu sama sekali dengan Peiyu.
Ketika pertempuran di sekte Bukit Halilintar, Ho Chen tidak mengingat sama sekali karena dia dalam kondisi tidak sadar.
Sedangkan ketika pertempuran di sekte Pilar Angin, Ho Chen tidak mengamati lebih detail akan semua musuh-musuhnya, karena dia lebih fokus kepada para pasukan iblis, yang dia tahu hanyalah Wei Heng, karena dia sudah bertemu langsung ketika baru keluar dari latihanya.
“Ti-tidak apa-apa! Aku juga melakukan ini karena putriku juga dalam bahaya." Kata Peiyu dengan sedikit gugup.
“Hari sudah mulai malam, kami harus segera kembali, suatu saat nanti kalian bisa bertemu lagi dengan Fei'er!." Kata Peiyu dia hawatir Ho Chen akan segera mengenalinya.
“Baiklah Nyonya, kami juga ingin kembali ke penginapan!." Kata Ho Chen.
__ADS_1
Yin Fei melangkah menghampiri mereka bertiga. “Terima kasih sudah mau menemaniku, aku harap kita bisa bertemu lagi!." Kata Yin Fei dia sedikit berat ingin kembali pulang.
“Tentu saudari Fei, suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi." Qiao Lin langsung memeluk Yin Fei.
Setelah selesai Yin Fei melambaikan tangannya sambil mengucapkan selamat tinggal. Mereka bertiga juga membalas dengan lambaian.
“Aih..! Kenapa aku lupa menanyakan nama ibunya!." Kata Ho Chen sambil menepuk jidatnya.
Walau Yin Fei sudah tidak terlihat namun Ho Chen dan Jiu Rui masih penasaran, menurut mereka ibu Yin Fei seperti memiliki rahasia yang di sembunyikan walau Ho Chen sendiri tidak yakin. Mereka bertiga kembali ke penginapan yang sudah mereka gunakan.
Ho Chen sedang berdiri di samping naga putih. Naga putih dan kuda Jiu Rui serta kuda baru milik Qiao Lin berada di sebelah penginapan.
Semua kuda pada umumnya memakan rumput, namun Naga putih tidak pernah memakan apapun selama menjadi kuda. Makanan naga putih adalah sumber energi, dia akan menyerap energi alam sebagai sumber makanannya.
“Ho Chen! Malam ini aku akan mengajarimu cara memasuki alam Batin!." Kata Naga Putih.
“Alam batin? Alam apa lagi itu?." Tanya Ho Chen penasaran.
“Alam batin adalah alam yang berada di dalam tubuhmu, kamu bisa mengunakan alam itu untuk berlatih dengan leluasa. Kamu juga bisa mengatur waktumu sendiri disana jadi kamu tidak perlu lagi hawatir akan berapa lama kamu berada disana."
Ho Chen memegang dagunya sambil berfikir sesaat. “Baiklah, bagaimana caranya?." tanyanya.
“Aku tidak akan mengajarimu di kandang seperti ini, jiwaku akan masuk kedalam gelang mu terlebih dahulu. Nanti aku akan mengajarimu ketika sudah berada di dalam kamar mu." Kata naga putih dan secara perlahan lahan terlihat bola cahaya kecil terbang dan masuk kedalam gelang Ho Chen.
***
**maaf saya telat up-nya.
malam ini satu dulu ya!
besok baru lanjut lagi dan akan normal kembali.
__ADS_1
terima kasih**.