Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Menemui Kaisar


__ADS_3

Ho Chen menghela nafas, dan kembali menatap mereka bertiga yang belum juga berani mengangkat kepala.


“Baiklah Paman! Sekarang saya butuh bantuan Paman semua,"


“Katakanlah Pendekar. Kami akan membantu Pendekar semampu yang kami bisa," Jawab Yong An.


“Paman, tolong pertemukan saya dengan Kaisar Hong, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan,"


“Tidak masalah pendekar, nanti saya akan mengantarkan pendekar menemui kaisar." Chang Zhu menyetujuinya.


“ Terima kasih paman Chang.! Maaf telah merepotkan paman sekali lagi." Ho Chen mengepalkan kedua tangan kedepan dengan sedikit membungkuk.


“ tidak pendekar, saya tidak merasa di repotkan, justru saya senang bisa membantu pendekar." Ucap Chang Zhu dengan tersenyum lebar


Ho Chen berjalan menuju peti yang berisi koin emas, kemudian Ho Chen mengayunkan lengannya, peti peti tersebut langsung menghilang dari pandangan mereka. mereka yang melihat itu hanya diam dan hanya saling berpandangan. Kini mereka yakin tentang kabar gelang pusaka yang di kenakan Ho Chen.


Mereka semua pergi menuju ke istana untuk menemui kaisar kecuali Chang Quon, walau yang ingin mengantarkan hanya Chang Zhu, namun Ying Kun dan Yong An juga ingin ikut mengantarkan Ho Chen.


Setibanya mereka di depan istana, Chang Zhu pergi memberitahu para pengawal istana untuk melapor bahwa mereka ingin bertemu, Setelah menunggu beberapa saat mereka di ijinkan untuk menemui kaisar.


Mereka segera masuk, Ho Chen mengikuti dari belakang dengan memandangi istana yang besar dan megah tersebut, ini petama kalinya Ho Chen memasuki istana kekaisaran.


“ hormat kami yang mulia." Mereka semua membungkuk di hadapan kaisar Hong, Ho Chen di belakang juga ikut membungkukan badan.


Ho Chen melihat ke kanan dan kekiri begitu banyak orang yang hadir dan memakai baju sekte masing masing. Tatapan Mereka semua mengarah ke rombongan Ho Chen yang sedang berdiri di depan kaisar Hong.


“ Saudara Ying, saudara Chang, saudara Yong," kemudian Hong Li menatap Ho Chen. “ dan saudara muda, silahkan duduk." Hong Li menyebut Ho Chen saudara muda, karena tidak mengenal dan tidak mengetahui namanya.


“ maafkan kelancangan hamba yang mulia karena datang tanpa di undang." Ucap Chang Zhu sebelum duduk di sebelah Ho Chen.

__ADS_1


“ Tidak masalah saudara Chang, kebetulan kami juga masih mencari solusi di sini, siapa tahu kedatangan para saudara semua bisa membantu memecahkan masalah yang terjadi saat ini." Ucap Hong Li dengan raut wajah penuh masalah.


“ Hamba datang kesini karena pendekar ini ingin menyampaikan sesuatu yang penting." Chang Zhu menoleh ke Ho Chen.


“ owh,, ternyata saudara muda adalah seorang pendekar, silahkan saudara muda, apa yang ingin saudara sampaikan." Hong Li. mempersilahkan Ho Chen untuk maju.


Ho Chen bangkit dari tempat duduknya dan melangkah kedepan, kini semua orang memandang Ho Chen dengan penasaran.


“ maafkan hamba yang mulia, Nama hamba Ho Chen. Dan hamba hanya seorang pendekar yang sedang berkelana." Ho Chen memperkenalkan diri dengan sedekit merendah.


“ hamba memang ingin menyampaikan sedikit informasi tentang penyerangan yang sering terjadi saat ini."


“ apa yang suadara muda Chen ketahui tentang penyerangan ini.?" Tanya kiasar penasaran.


“ penyerangan yang selama ini terjadi bukan lah orang biasa, melainkan mereka adalah pasukan Raja iblis, biasa di panggil pasukan iblis."


“ pasukan iblis.? Apa kamu pernah bertemu atau bertarung dengannya.?" Tanya salah seorang yang memakai baju sedikit keperakan.


“ benar, saya orang yang selamat dari serangan itu.! Dan dari mana kamu mengetahuj kalau mahluk tersebut adalah pasukan iblis,? Apa karena mengetahui bentuk fisik mereka saja.? Lalu kamu berasumsi bahwa mereka adalah pasukan iblis.?" Pertanyaan orang tersebut membuat semua orang kembali menatap Ho Chen dengan penasaran.


“ Guru yang memberitahu saya. Bahwa mereka adalah pasukan iblis." Jawab Ho Chen dengan tenang.


“ Gurumu,? Apa gurumu sudah pernah bertemu dengan mereka sebelumnya .?" Salah seorang sedikit tua juga ikut bertanya.


“ maaf senior, guru saya memang sudah mengetahuinya sejak lama, dan memang guru saya pernah mengatakan kalau dia pernah bertemu dengan mereka." Jawab Ho Chen.


“ Kalau memang benar perkataan gurumu, kenapa mereka membunuh para pendekar,? lalu apa yang mereka inginkan sebenarnya.?" Orang tua itu bertanya dengan sedikit tidak percaya terhadap perkataan Ho Chen.


Ho Chen kemudian menceritakan tentang apa yang dia dengar dari Ming Hao. Setelah Ho Chen selesai menceritakan semuanya, semua orang saling memperdebatkan, ada sebagian yang percaya, dan ada juga sebagian tidak percaya.

__ADS_1


“ Tunggu dulu junior. Bagaimana kami bisa mempercayai ceritamu begitu saja.? kami saja tidak mengenal gurumu, dan juga kami tidak tau kamu dari sekte mana.?"


“ benar senior. Saya mengerti, memang sulit untuk mempercayai cerita tanpa bukti, andai saya punya bukti pasti akan saya berikan, namun semuanya memang tidak mungkin."


Ho Chen menggelengkan kepala dengan perasaan kecewa.


“ hah..! ternyata cuma omong kosong, dari awal aku sudah curiga kalau kamu memang berbohong, atau jangan jangan kamu sendiri orang yang bersekutu dengan Raja iblis itu."


“ jangan bicara sembarangan suadara Mu..! Kamu tidak tau siapa pendekar ini.? Pendekar ini adalah...!" Ketika Chang Zhu ingin menyelesaikan perkataannya, Ho Chen memintanya untuk berhenti.


“ owh,, tenyata keluarga Chang berani membentak seperti itu kepadaku.! Sekarang keluarga Chang berani mencari masalah dengan sekte Sisik Naga hah.?" Orang itu maju mendekati Chang Zhu, dengan nada congkak.


setelah dekat denga Chang Zhu, orang tersebut lansung mengeluarkan aura energi pembunuh, sehingga Chang Zhu kesulitan bernafas.


Orang tersebut bernama Zhang Mu, salah satu jagoan dari sekte Sisik Naga, sekte Sisik Naga adalah sekte besar aliran netral, sekte Sisik Naga tidak hadir ketika terjadi pertempuran di Bukit Halilintar, karena itu Zhang Mu tidak mengenali Ho Chen.


Zhang Mu sangat tidak sabaran dan cepat emosi, namun sebenarnya Zhang Mu adalah orang yang sangat baik, saat ini Zhang Mu berada di tingkat Energi Alam Awal 3.


Melihat Chang Zhu yang kesulitan bernafas, Ho Chen segera melepaskan Aura Raja untuk menetralkan aura Energi kematian milik Zhang Mu. Aura Raja milik Ho Chen memang tidak sepenuhnya mampu menahan Aura Energi Kematian milik Zhang Mu, namun bisa membuat Chang Zhu bisa sedikit bernafas.


“ Kau...? Aura apa yang kamu gunakan.?" Tanya Zhang Mu yang sedikit terkejut melihat Aura berbeda yang keluar dari tubuh Ho Chen.


Aura Energi Kematian berwarna merah samar. Sedangkan Aura Raja bercahaya putih samar. Semakin tinggi energinya maka semakin terlihat Aura keduanya.


***


**Terima kasih banyak atas saran para pembaca, dan maaf atas kesalahan dalam menulis kalimat.


jika ada kalimat yang salah lagi, mohon jangan sungkan untuk memberikan saran nya.

__ADS_1


sekali lagi terima kasih**.


__ADS_2