
"Apa dia tidak memiliki batasan energi ya? Mau sekuat apa lagi dia sebenarnya?" Maha Guru An Xuan berkomentar, dia baru tahu jika ada kekuatan sebesar milik Ho Chen.
"Ming, kau bilang tadi Chen'er mengunakan puncak kekuatannya! Lalu ini apa?" Feng Ying bertanya kepada Ming Hao.
"Aku lupa, sebenarnya inilah kekuatannya yang sebenarnya," kata Ming Hao.
Hanzi sendiri sudah bernafas lega, dia menghampiri tubuh Yihua yang sudah terbujur kaku tak bernyawa akibat terkena sihir dari Ratu Sihir.
"Hua'er!" Kaisar Hong sendiri hanya duduk sambil memanggil putrinya dengan suara kecil, dia memandang jasad putrinya dengan tatapan kosong, dia sudah tidak peduli lagi akan situasi yang terjadi saat ini.
Hanzi melihat Qiao Lin kemudian Yihua, dia berbalik menatap Ming Hao dan memanggilnya.
"Ming, Apa kedua gadis ini memiliki hubungan dengan Ho Chen?" tanya Hanzi, dia bertanya kepada Ming Hao karena Ming Hao lah yang selalu bersamanya.
"Tuan, mereka berdua sama-sama memiliki perasaan kepada Tuan Chen," Niu tiba-tiba menjawab pertanyaan lebih dulu dari pada Ming Hao.
"Owh begitu!" kata Hanzi sambil tersenyum penuh makna kemudian menatap Wang Dunrui.
"Kamu memiliki kekuatan tiga Raja iblis, dan pastinya kamu memiliki energi kehidupan bukan?" Wang Dunrui yang masih fokus melihat Ho Chen terkejut ketika Hanzi tiba-tiba sudah berada disampingnya dan bertanya mengenai energi kehidupan.
"Benar Tuan, saya memiliki energi kehidupan yang besar! Kalau boleh tau memangnya kenapa dengan energi kehidupan yang saya miliki?" tanya Wang Dunrui.
"Aku membutuhkan energi kehidupanmu, jadi bantu aku!" kata Hanzi kemudian mengajak Wang Dunrui ke samping jasad Yihua.
"Alirkan energi kehidupanmu melalui pundakku, aku akan menyaringnya dengan energiku kemudian mengirimkan padanya," kata Hanzi.
Hanzi menyentuh kening Yihua dengan jarinya, kemudian Wang Dunrui mengalirkan Energi kehidupan melalui pundak Hanzi, dan seketika keluar cahaya hijau dari jari Hanzi yang menempel dikening Yihua.
Cahaya energi kehidupan milik Wang Dunrui sangat panas, karena itu Hanzi mengelola lagi dengan energi murni miliknya sehingga berubah menjadi energi kehidupan yang alami.
Qiao Lin, Kaisar Hong dan semua yang berada disana juga melihat apa yang Hanzi ingin lakukan dengan Yihua, semuanya sangat penasaran kecuali Ming Hao yang sudah mengetahui maksud Hanzi.
"Sepertinya kesulitanmu akan berlanjut Chen'er!" batin Ming Hao.
Setelah beberapa saat semua dibuat terkejut akan apa yang mereka lihat dihadapan mereka.
"Mustahil!"
"Bagaimana bisa?"
"Amithafa, Budha welas asih, ampuni dosa-dosaku ini!"
__ADS_1
Semuanya berkata sesuai dengan keterkejutan mereka semua, apa lagi Maha Guru An Xuan, dia memilih menutup mata namun sedikit saja.
***
"Aku tidak akan memaafkanmu..!" Ratu Sihir terlihat murka dia langsung mengunakan ilmu Sihirnya kembali.
"Sihir Alam Mencengkeram Langit,"
Lingkaran hitam Ratu Sihir kembali membentuk telapak tangan raksasa dan kemudian bersiap untuk mencengkeram kembali tubuh Ho Chen.
"Ilmu Alam Mencengkeram Langit,"
Ho Chen juga membuat sihir dengan salah satu cahaya tombak yang ada dilingkaran cahaya putih di belakang kepalanya.
Telapak tangan hitam raksasa segera beradu cengkeraman dengan telapak tangan putih raksasa milik Ho Chen.
Kedua sihir tersebut saling mendorong dengan sangat kuat, Ratu Sihir sampai mengunakan kedua tangannya untuk mendorong cengkeraman milik Ho Chen. Sedangkan Ho Chen hanya mengunakan sebelah tangannya saja.
KABOOM!!
Kedua energi yang saling mendorong tersebut meledak sangat dahsyat, bahkan ledakan tersebut menggetarkan separuh dunia dan bisa dirasakan oleh seluruh penduduk termasuk ke empat kekaisaran.
Gelombang kejutnya hingga mencapai radius ratusan kilometer, bahkan gunung-gunung besar banyak yang hancur.
"Kekuatannya bahkan melebihi kekuatanku!" kata Ratu Sihir sambil mengelap darah di tepi bibirnya.
"Kau yang memaksaku untuk melakukan ini!" kata Ratu Sihir kemudian kembali mengunakan Lingkaran energi hitamnya.
Kali ini tidak lagi berbentuk tangan, melainkan membentuk sebuah pedang hitam raksasa. Kali ini dia bukan hanya berniat untuk menebas Ho Chen namun juga berencana membelah bumi menjadi dua kemudian akan menghancurkannya.
"Sihir Alam Membelah Bumi,"
Pedang tersebut kemudian mengayun ke arah Ho Chen dengan sangat cepat. Ho Chen segera menahan ayunan pedang tersebut dengan menggunakan salah satu tombak yang lain yang berada di lingkaran putih di belakang kepalanya.
"Ilmu Alam Tiang Langit,"
Energi yang berbentuk tombak tersebut berubah menjadi sebuah tameng raksasa dan menahan pedang hitam tersebut menyentuh dirinya bahkan dunianya.
"Sihir Penghentian waktu,"
Ho Chen menjentikkan jarinya kemudian waktu langsung berhenti seketika itu juga.
__ADS_1
Sihir Penghentian waktunya berhasil menghentikan semua Alam. Kecuali Ho Chen dan ternyata Ratu Sihir tidak terpengaruh dengan sihir tersebut.
"Em, apa ini?" Ratu Sihir bingung kerana mendadak semua yang ia lihat sudah berhenti.
"Hebat! Kamu sama sekali tidak terpengaruh dengan sihir ruang waktuku," kata Ho Chen, dia mengingat kembali dengan salah seorang yang juga tidak terpengaruh dengan ilmu ruang waktu, tidak lain adalah Xi Liyi sang penjaga bunga Lotus Emas.
"Aku tidak menginginkan pujianmu, yang aku inginkan adalah kematianmu!" kata Ratu Sihir kemudian kembali menyerang Ho Chen.
"Sihir Ilusi Pengendali Pikiran,"
Mata Ratu bercahaya merah, dia menatap Ho Chen dan berniat mengambil alih pikirannya.
"Sepertinya kamu lupa, sekarang kekuatan kita ini sama," kata Ho Chen kemudian menatap balik mata Ratu Sihir.
merasa kekuatannya tidak mempan sama sekali terhadap Ho Chen, Ratu Sihir ingin berniat kabur, dia berusaha mencari celah agar bisa kabur dari Ho Chen.
Ho Chen dapat merasakan gerak-gerik Ratu Sihir, dia segera terbang lebih tinggi lagi. Ho Chen kembali memasang perisai, namun kali ini perisai tersebut hanya khusus mereka berdua.
"Sekarang kamu tidak akan bisa kabur lagi dariku, hanya ada satu cara,yaitu kau harus membunuhku terlebih dahulu, barulah kamu bisa melewati perisaiku ini," kata Ho Chen.
Ratu Sihir mengigit bibirnya, dia tidak menyangka jika semua rencananya tidak berjalan sesuai rencana karena satu kesalahan saja, yaitu tidak bisa menyerap kekuatan Wang Dunrui.
"Percuma kau menyerangku, lagi pula seberapa kali berhasil melukaiku, aku tetap akan kembali seperti semula, jadi bagaimana kalau kita lupakan saja permusuhan ini, kau boleh ambil cincinku itu, dan aku akan kembali ketempat asalku," kata Ratu Sihir.
Ho Chen menatap cincin yang dipakainya kemudian mengeluarkan dari jarinya. "Cincin ini terlalu berbahaya, sudah banyak yang menjadi korban karena cincin ini termasuk Yihua," kata Ho Chen kemudian mengulurkan cincin tersebut kepada Ratu Sihir.
"Aku tidak bisa menggunakan cincin ini lagi, ambillah kembali," kata Ho Chen kemudian melemparkan cincin tersebut kepada Ratu Sihir.
Mata Ratu Sihir melebar, dia tidak menduga Ho Chen akan mengembalikan cincin tersebut kepadanya, jika begitu rencananya untuk menguasai Alam semesta akan terwujud.
Ratu Sihir segera maju dan ingin menangkap cincin tersebut, namun berikutnya suara Ho Chen mengagetkannya.
"Jika kau mampu!" kata Ho Chen kemudian mengikat tubuh Ratu Sihir dengan lingkaran putih yang ada dibelakang kepalanya.
"Apa yang kamu lakukan? lepaskan ikatanmu ini, dasar penipu," kata Ratu Sihir sambil berusaha melepaskan diri dari ikatan tersebut.
"Penipu! bukannya kamu yang ingin menipuku, dengan menggunakan cincinmu kembali, bukankah kamu ingin menguasai Alam Semesta bukan?" kata Ho Chen sambil menangkap cincin tersebut.
"Sudahlah kita akhiri saja, aku sudah bosan bertarung denganmu!" kata Ho Chen kemudian mengarahkan telapak tangannya ke Ratu Sihir.
"Selamat menderita!"
__ADS_1
"Segel Dewa,"