
***
Feng Ying sedang duduk di sebuah rumah makan, dia terlihat sangat kesal karena selama hampir setahun belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan iblis.
Di tengah-tengah ramenya orang yang sedang menikmati makanannya, Feng Ying mendengar perbincangan beberapa orang.
“Aku dengar sekte Pilar Angin sekarang di serang."
“Aku juga dengar kabar itu."
“Tenang saja, bukankah sekarang sekte aliran putih, hitam dan netral sudah bergabung."
“Menurutku percuma, menurut kabar yang kudengar, salah satu dari Pasukan iblis itu memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Katanya sih kekuatanya setingkat dengan sang legenda."
“Kalau begitu mereka harus meminta bantuan Sang legenda, kalau tidak sekte mereka bisa hancur."
Feng Ying terus mendengarkan obrolan mereka hingga malam. Tepat setelah mereka selesai mengobrol, tiba-tiba bumi bergetar sangat keras, di sertai dengan awan gelap.
“Itu pertanda pertempuran sudah terjadi." Seru salah satu pelanggan rumah makan tersebut.
Feng Ying duduk terdiam, dia merasakan sebuah energi besar dari kejauhan bukan hanya satu, namun ada beberapa orang yang memiliki energi besar tersebut.
“Tehnik Dewa - Pandangan Mata Dewa."
Kedua mata Feng Ying bersinar terang, dia menatap ke arah sumber energi tersebut. Feng Ying mengerutkan dahi setelah melihat sosok aneh yang melayang.
“Sepertinya ini dia yang aku cari selama ini." Gumam Feng Ying.
Tampa Feng Ying sadari, perbuatanya membuat semua orang kaget dan takut karena melihat mata Feng Ying yang besinar terang. Namun tidak lama seseorang mulai mengetahuinya setelah melihat jubah yang di kenakan nya.
Orang tersebut berniat menyapa Feng Ying, namun Feng Ying segera menghilang Tampa bekas.
“Han-hantu...!" Beberapa orang berteriak histeris mereka mengira Feng Ying adalah hantu, sedangkan beberapa orang hanya diam karena mengenali sosok tersebut.
***
__ADS_1
Jendral iblis hanya memandangi pertempuran mereka semua dari atas. Kemudian dia melirik Guru An Xuan yang sedang berhadapan dengan Touli, kemudian dia melihat Qiao Ho yang berhadapan dengan Wei Heng.
Jendral iblis sadar dengan kemunculan Qiao Ho, dia akan kesulitan andai Wei Heng tidak menyibukkannya. Pandangan Jendral iblis sekarang tertuju ke seluruh pasukannya yang kini bertarung dengan lawannya.
Jendral iblis tersenyum melihat jumlah lawanya yang hanya sedikit. Namun tidak lama beberapa ekor burung elang yang begitu besar datang, dan terlihat beberapa orang di atas burung elang tersebut.
Mereka adalah Xiu Huan dengan anggotanya dan Whu Zhi dengan anggotanya. Jumlah bantuan satu persatu mulai datang, dari berbagai sekte, bahkan Shilin, dan Lun Whilin juga tiba di lokasi, sekte Sisik Naga, Tiga Pulau, Pasukan kaisar, dan seluruh sekte yang sudah menjadi aliansi juga tiba setelahnya, sehingga para jagoan hampir mendominasi.
Pertempuran terjadi begitu sengit, jendral iblis berniat untuk membantu pasukannya karena dia melihat musuh yang mulai mendominasi, semua itu akibat kemunculan sekte Bunga Teratai dan jagoan dari Gunung Es.
“Hai kalian para manusia hina...! terimalah hukuman dari Rajaku, Raja iblis...!"
Seru jendral iblis dengan suara yang begitu menekan. Semua orang yang sedang bertarung berhenti ketika merasakan tekanan dari jendral iblis, namun Qiao Ho dan Wei Heng tidak terlalu terpengaruh dengan tekanan tersebut, begitu juga Guru An Xuan dan Touli.
Bumi sedikit bergetar akibat tekanan suara jendral iblis, kemudian jendral iblis mengarahkan tangannya ke arah Xiu Huan dan lainya yang baru bertarung, dari telapak tangannya terlihat api menyala seperti sebuah api unggun.
Jendral iblis berniat menyerang ke arah Xiu Huan dengan cara melempar api tersebut. Xiu Huan dan lainya menjadi panik, mereka berniat menahan serangan dari jendral iblis dengan tehnik baja miliknya, namun pasukan iblis segera menyerangnya, sehingga Xiu Huan hanya bisa bertahan.
Setelah api di lemparkan, mendadak Feng Ying muncul dan membalikan arah api tersebut ke anggota Peiyu yang yang masih tersisa dan belum bertarung.
Dalam sekejap ratusan anggota Peiyu yang masih berada di Tingkat Langit terbakar dan tewas seketika, namun tubuh mereka tidak hancur, hanya sebagian yang gosong.
Peiyu begitu sakit melihat hal itu, kemudian dia menatap Feng Ying ke atas dengan tatapan penuh kebencian. “Kamu lengah...!" Kang Jian berseru, dan segera menyerang Peiyu yang sudah lengah, dengan sakali pukul Peiyu terlempar hingga belasan meter.
Peiyu bangkit perlahan sambil memegang dadanya yang sakit akibat pukulan Kang Jian, dia mengusap darah di bibirnya, namun tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.
Kang Jian yang sedikit mengalami luka juga tersenyum melihat Peiyu yang terluka, kemudian dia menoleh ke atas dan melihat Feng Ying yang saling berpandangan dengan jendral iblis.
Semua anggota aliansi bersemangat begitu melihat kehadiran Feng Ying, dengan begini pertarungan menjadi sedikit imbang, walau pihak musuh masih memiliki pasukan yang banyak dan jagoan mereka yang sedikit lebih unggul.
“Seharusnya kamu mencari lawan yang sebanding dengan mu." Kata Feng Ying.
“Bagaimana mungkin ada manusia yang memiliki kekuatan Raja Bumi di sini?." Ucap jendral iblis dengan nada tidak percaya.
“Raja Bumi..? Maksudmu Alam Dewa?." Feng Ying balik bertanya.
__ADS_1
Jendral iblis hanya memiringkan kepala melihat Feng Ying, “Tidak ku sangka, manusia hina seperti mu bisa memiliki kekuatan Raja Bumi. Tapi kamu tetap manusia biasa, walau kamu memiliki kekuatan Raja Bumi, namun kamu tetap bukan tandinganku." Kata jendral iblis.
Feng Ying juga tau kalau jendral iblis memiliki kekuatan sedikit di atasnya, kemungkinan hanya setipis benang.
“Tidak perlu banyak bicara, sekarang cepat jawab, di mana Raja Iblis?." Tanya Feng Ying.
“Lancang..! Manusia hina seperti mu tidak pantas menyebut nama Rajaku...!" Kata jendral iblis yang mulai geram.
“Kamu menyebut kami manusia hina? Lalu kamu apa? Apa kamu iblis gila?."
Pertanyaan Feng Ying membuat jendral iblis semakin marah, tubuhnya mulai mengeluarkan api yang begitu panas. Feng Ying sedikit menjauh dan menjaga jarak, kemudia dia menunjuk ke langit.
“Tehnik Matahari - Cahaya Langit."
Dari telunjuk Feng Ying melesat bola kecil yang terang menuju ke langit, setelah bola tersebut melesat tinggi hingga tidak terlihat, bola kecil tersebut langsung menjadi sangat besar, sehingga malam yang tadinya gelap kini menjadi sangat terang seperti siang hari.
Jendral iblis tercengang melihat itu, bukan hanya jendral iblis, tepatnya seluruh orang yang bertarung tercengang melihat matahari buatan Feng Ying tersebut.
Guru An Xuan juga menghentikan serangannya dan menatap ke atas, bahkan Qiao Ho dan Wei Heng juga berhenti bertarung, para pasukan iblis pun kini juga berhenti.
“Kenapa dia bisa memiliki ilmu matahari?."
Kata jendral iblis.
Kekuatan jendral iblis dan seluruh pasukan iblis perlahan-lahan melemah, para anggota aliansi juga segera tersadar dari lamunannya dan langsung menyerang pasukan iblis yang mulai melemah tersebut.
***
perhatian..
**kalau tidak keberatan, sudikah kiranya para pembaca PDA memberikan Like dan vote.
namun jika keberatan tidak apa-apa saya tidak akan memaksa.
selamat membaca.
__ADS_1
dan terima kasih**.