
***
"Apa kita akan mencari keberadaan manusia itu?" tanya Raja iblis biru kepada Ratu Hitam.
"Kita urus nanti saja! Sekarang aku akan mencari cincin penghisap milikku terlebih dahulu," kata Ratu Sihir.
"Cincin hisap?" Lun Whilin juga bersama dengan mereka, karena masih baru banyak yang belum ia ketahui.
"Dunrui, ikutlah denganku, aku akan pergi untuk mengambil Cincin penhisapku, dan kalian semua juga ikut denganku, kecuali kamu!" kata Ratu Sihir menunjuk kepada Lun Whilin.
"Kenapa dia tidak diikut sertakan Ratu?" tanya Jendral Ori.
"Dia terlalu lemah, aku hanya akan membawa yang kuat-kuat saja," kata Ratu Sihir kemudian melangkah pergi.
Lun Whilin hanya tersenyum kecut, jika diukur dari segi kekuatan diseluruh kekaisaran Yun, jelas Lun Whilin termasuk salah satu yang terkuat jika tidak ada Feng Ying.
Semuanya pergi mengikuti Ratu Sihir termasuk Wang Dunrui, ketiga Raja iblis dan kelima Jendral iblis. Mereka semua berdiri dan saling berpegangan.
"Aku bisa merasakan keberadaan cincinku, bersiaplah kita akan pergi!" kata Ratu Sihir kemudian membuat mantra dengan mengalirkan energi berwarna hitam.
Cincin Hitam adalah cincin ciptaan Ratu Sihir, dia bisa merasakan keberadaan cincin tersebut di manapun dia berada, namun harus berada didunia yang sama.
Ratu Sihir dan kesembilan pengikutnya menghilang dari pandangan Lun Whilin yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka menghilang, dia juga bersyukur karena tidak perlu mengikuti mereka, sehingga dia bisa bebas melakukan apapun tanpa ada yang pemerintahnya.
Lun Whilin kembali menemui para pendekar sekutu yang sejak tadi menunggunya, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
***
Ratu Sihir kembali muncul, namun dia muncul di udara. Dia melihat ke bawah dan menemukan tiga orang yang sedang berdiri, salah satunya memandang ke arahnya.
"Manusia itu yang memiliki cincinku!" kata Ratu Sihir, dia merasa takjub karena orang tersebut bisa merasakan kehadirannya.
"Itu! Bukankah itu manusia penerus kekuatan Hanzi? Kenapa cincin itu bisa berada padanya?"
Raja iblis biru bisa melihat sedikit aura berwarna biru dari tubuh orang tersebut sehingga dia bisa mengingatnya kembali. Orang tersebut tidak lain adalah Ho Chen.
Sebelumnya energi api biru milik Ho Chen pernah ia hisap, namun tidak semuanya. Raja Iblis biru beranggapan jika yang terpancar dari tubuh Ho Chen hanyalah sisanya saja.
Wang Dunrui sendiri terkejut melihat Ho Chen. Sudah lama dia tidak pernah melihat Ho Chen setelah kepergian Ho Chen dari sekte Bukit Halilintar.
__ADS_1
Ho Chen juga menatap dirinya yang berarti, Ho Chen juga mengenali dirinya. "Kenapa aku tidak bisa mengukur kekuatannya?" batin Wang Dunrui.
"Manusia, serahkan cincin itu kepadaku!" kata Ratu Sihir meminta cincinnya dengan ucapan yang singkat.
Ho Chen mengerutkan dahinya, dia menatap kearah cincin tersebut kemudian kembali menoleh kearah Ratu Sihir. "Kenapa aku harus memberikannya padamu?" tanya Ho Chen pura-pura tidak tahu.
"Chen'er, berhati-hatilah dengannya, dia memiliki kekuatan sihir yang tidak bisa dilihat oleh mata, dan juga energinya tidak bisa dirasakan!" kata Ming Hao.
"Jelaskan semuanya kepadaku Guru, aku akan berusaha mengulur waktu hingga aku mengetahui semuanya," kata Ho Chen.
Ho Chen mendengarkan penjelasan Ming Hao lewat pikirannya sedangkan dirinya terus mengamati mereka semua.
"Karena aku adalah pemilik cincin itu," kata Ratu Sihir.
"Milikmu? Tapi aku yang menemukannya! Jadi cincin ini sekarang menjadi milikku bukan?" kata Ho Chen, dia sengaja berbicara seperti itu hanya untuk mengulur waktu agar Ming Hao bisa menyelesaikan penjelasannya.
"Sebagian sihir Ratu Sihir ada yang bisa dilihat dan dirasakan, namun juga ada yang tidak bisa dilihat dan tidak bisa dirasakan. Dia dapat menghancurkan organ dalam lawannya tanpa di ketahui oleh siapapun, dan dia juga bisa merubah lawannya menjadi apapun, seperti batu, hewan dan lain-lainnya," Ming Hao terus menjelaskan kepada Ho Chen tentang kekuatan Ratu Sihir sehingga Ho Chen tahu harus berbuat apa.
"Berani juga kamu manusia, bahkan Hanzi saja akan berhati-hati jika berhadapan denganku!" kata Ratu Sihir.
"Ratu, biarkan Wang Dunrui yang mengurusnya!" kata Raja iblis hitam.
"Tanah sihir kegelapan,"
Ratu Sihir membuat tanah di sekitar Ho Chen mulai bergerak, dia berencana akan menghisap tubuh Ho Chen hingga tinggal kepala saja kemudian akan mengambil cincinnya kemudian akan membunuh Ho Chen.
"Chen..!"
Yihua dan Qiao Lin sama-sama memanggil Ho Chen, bahkan mereka hampir bergerak menuju kearahnya.
"Menjauhlah dari sini!" kata Ho Chen sambil menatap mereka berdua dengan tersenyum lembut.
Qiao Lin dan Yihua bingung, mereka ingin membantu, namun mereka sadar jika mereka berdua bukanlah tandingan mahluk-mahluk aneh itu.
Mereka juga tidak mungkin tetap berada disana, karena mereka hanya akan membebani Ho Chen.
Qiao Lin dan Yihua akhirnya menurut dan bergerak menjauh sekaligus ingin masuk kedalam.
"Chen'er, kamu jangan lengah, bisa saja Ratu Sihir itu mengincar mereka berdua!" kata Ming Hao, dia bisa melihat tatapan Ratu Sihir mengarah ke Qiao Lin dan Yihua yang sudah hampir masuk kedalam istana.
__ADS_1
"Hah! Kenapa guru baru memberitahuku sekarang!" Ho Chen jelas terkejut, dia sampai tidak berpikir sampai kesana, sedangkan Ming Hao juga lupa menjelaskan jika Ratu Sihir sangatlah licik.
Setelah Ming Hao berkata seperti itu, ternyata semua sudah terlambat, Yihua yang hampir masuk kedalam tiba-tiba berhenti kemudian muntah darah.
"Yihua..!" Qiao Lin langsung memegang tubuh Yihua yang masih berdiri dan lagi-lagi dia memuntahkan darah yang begitu banyak.
"Yihua, kamu kenapa?" Qiao Lin mulai panik, sedangkan Yihua mulai terlihat lemas.
"Apa yang kamu lakukan...!" Ho Chen segera melesat ke udara dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat mata, bahkan Wang Dunrui sekalipun tidak mampu melihatnya.
Ho Chen berada tepat didepan Ratu Sihir hanya dalam waktu singkat, dia langsung mengarahkan pukulannya ke tubuh Ratu Sihir, namun Wang Dunrui berhasil menahan pukulan tersebut.
Baaam!!
Pukulan Ho Chen memang ditahan oleh Wang Dunrui, namun ternyata itu tidak cukup mampu membuat serangannya tertahan.
Wang Dunrui, Ratu Sihir dan para Raja dan jendral iblis terhempas begitu saja bagai kapas karena dorongan energi dari pukulan Ho Chen yang mampu melemparkan mereka semua.
Ho Chen segera kembali ke bawah untuk menolong Yihua, dia bisa melihat Qiao Lin yang menangis sambil mendekap tubuh Yihua yang di penuhi noda darah di bajunya.
Ho Chen juga melihat Kaisar Hong dan semua orang yang berada didalam istana datang berlari kearah Qiao Lin yang duduk dengan merangkul tubuh Yihua.
"Apa yang terjadi? Hua'er ada apa denganmu? dan siapa yang mencelakaimu?" Kaisar Hong sangat panik, dia segera mengambil tubuh Yihua dari Qiao Lin.
Ho Chen yang hampir tiba di tempat mereka tiba-tiba saja berhenti karena Raja iblis biru menghadangnya.
"Jangan halangi aku!" kata Ho Chen kemudian kembali turun, dia tidak peduli kepada Raja iblis biru di hadapannya.
"Sepertinya kamu sudah memiliki peningkatan kekuatan, namun itu tidak ada artinya kepada..!"
"Argh!"
Jdarrr!!
Raja iblis biru belum selesai mengucapkan kalimatnya, namun Ho Chen sudah memukul perutnya dengan sangat keras membuat dirinya mengerang kesakitan dan kemudian terjatuh kesalah satu bangunan kecil hingga bangunan tersebut hancur.
Mereka semua melihat dengan jelas, bahkan mereka juga melihat beberapa jendral iblis dan juga Raja iblis yang mulai kembali datang mendekat.
"Itu para Iblis, segera panggil pasukan!" penasehat Yuwen segera berseru untuk memanggil semua pasukan dan jendral yang ada di istana, sedangkan Ho Chen sudah sampai di samping Kaisar Hong.
__ADS_1