
Feng Ying juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, dia segera mengunakan tehniknya dan menyerang jendral iblis dengan sangat cepat.
“Tehnik Matahari - Tingkat Cahaya."
Feng Ying melesat dengan kekuatan yang super cepat, bahkan jendral iblis tidak mampu melihat kecepatan yang di tunjukkan oleh Feng Ying.
Dengan kepalan tangan yang di selimuti cahaya putih, Feng Ying sudah berada di depan jendral iblis dan segera mengerahkan pukulannya ke arah dadanya.
Walau jendral iblis tidak mampu menghindarinya, namun jendral iblis masih mampu menahan serangan yang datang dengan menahan pukulan tersebut menggunakan tangannya.
“KABOOOOOM.......!!!" Suara ledakan segera mengisi langit-langit sehingga menimbulkan efek kejut yang sangat dahyat, bahkan awan-awan yang berkumpul lansung tersapu oleh daya kejut tersebut.
Feng Ying menyerangnya dengan pukulan beruntun, memaksa jendral iblis dalam posisi bertahan. “Terimalah ini."
“Tehnik Matahari - Sinar Kemarahan."
Feng Ying mengarahkan kedua telapak tangannya, cahaya yang menyilaukan dari kedua telapak Feng Ying melesat lurus kedepan, seperti sebuah laser yang di tembakkan.
Jendral iblis akhirnya tidak mampu menahan serangan tersebut sehingga hanya bisa menerima serangan tersebut mengenai tubuhnya.
“JDAAAAARR...!!"
Tubuh jendral iblis terpental jauh dan hampir jatuh di tengah hutan. Sebelum tubuh jendral iblis menyentuh tanah, Feng Ying kembali muncul di bawah jendral iblis dengan menggunakan tehnik ruang waktu.
“Cepat sekali manusia ini....!!" Gumam jendral iblis ketika melihat Feng sudah muncul di bawahnya. Feng Ying kembali memukul dari arah bawah mengenai punggung jendral iblis. Jendral iblis kembali melesat ke atas akibat terkena pukulan Feng Ying.
Namun lagi-lagi Feng Ying mencul di atasnya, dan kembali memukul jendral iblis kebawah. Jendral iblis jatuh kebawah dengan mulus dan menghantam permukaan tanah.
“BOOOM....!!!" Sebuah ledakan besar terlihat dari arah hutan tersebut.
Peiyu menelan ludah ketika melihat ledakan dahsyat tersebut. “Itu bukan lagi pertempuran manusia.."kata Peiyu sambil menahan rasa sakit di dadanya.
__ADS_1
semua orang yang bertempur di buat kaget oleh ledakan tersebut, bahkan efeknya sampai di tempat mereka.
Wei Heng dan Touli juga menelan ludah melihat ledakan yang begitu besar. Mereka tidak menduga jika Feng Ying sungguh memiliki kekuatan yang mengerikan, bahkan Wei Heng tidak bisa membayangkan jika dia yang harus berhadapan dengan Feng Ying.
“Lihatlah, bahkan mahluk yang kalian puja sekalipun tidak berdaya melawan sesepuh Feng.." ucap Qiao Ho dengan sedikit tersenyum lebar.
Qiao Ho dan Wei Heng sama-sama terluka serius. Namun mereka tetap berusaha bertahan.
Kondisi Touli pun juga terlihat tidak menguntungkan, dia mengalami beberapa luka setelah bertarung dengan Guru An Xuan. Sedangkan Guru An Xuan masih terlihat biasa saja.
“Kenapa biksu tua ini tidak pernah menampakkan diri sebelumnya.." Gerutu Touli yang nafasnya mulai memburu.
Memang kemunculan Guru An Xuan adalah sebuah hal yang tak terduga, karena mereka tidak mengetahui akan adanya kekuatan besar lainnya, yang mereka tahu hanyalah Feng Ying yang memang terkenal sebagai pendekar nomor 1 di kekaisaran Yun.
Yuen juga bertarung dengan dua mahluk pasukan iblis yang berada di tingkat alam. Awalnya Yuen merasa putus asa kerena serangan pedang anginnya tidak memberikan efek apapun kepada mereka berdua.
Namun untungnya matahari buatan Feng Ying telah berhasil menolongnya, sehingga Yuen berhasil mengimbanginya.
Disisi lain Ming Mei juga mendominasi pertarungan, dia bersama empat anggotanya bertarung melawan 4 pasukan iblis dan 3 jagoan dari sekte Racun Langit.
Dalam situasi seperti itu, ada beberapa pasukan iblis yang berada di tingkat langit berlari kesana kesini tidak di ketahui apa tujuannya.
Qian Shin sebagai ketua sekte Bintang Emas menjadi heran melihat tingkah beberapa pasukan iblis tersebut. Qian Shin mencoba menyerang mereka, namun mereka menghindar dan berlari ke arah pasukan iblis lainnya.
“Sebenarnnya mereka mau bertarung apa tidak?." Pikir Qian Shin yang kebingungan melihat mereka berlarian. Mereka berlari mendekati beberapa mayat dan kemudian pindah ke mayat yang lainya.
Ketua sekte Sisik Naga Chu Thin juga melihat hal tersebut, kemudian dia ingat kalau mereka sedang mengumpulkan tetesan darah dari mayat para pendekar.
Chu Thien menghampiri Qian Shin yang masih terlihat kebingungan. “Saudara Shin, kenapa kamu terlihat bingung?." Tanya Chu Thien.
Qian Shin menoleh kepada Chu Thien. “Lihatlah mereka, apa yang sebenarnya mereka lakukan?." Qian Shin berbicara sambil menatap pasukan iblis yang masih berlarian.
__ADS_1
“Saudara Shin, apa kamu lupa akan tujuan mereka melakukan penyerangan ini?."
Qian Shin diam sesaat kemudian dia mulai mengingat. “Benar juga. Tapi itu kan mayat dari anggota mereka sendiri? Kenapa mereka juga mengambilnya?."
Chu Thien terdiam dia juga tidak mengetahui alasan mereka mengambil tetesan darah dari mayat anggotanya sendiri.
“Sepertinya, mereka tidak memperdulikan itu, baik lawan maupun kawan bagi pihak iblis sama saja, mungkin selama mereka manusia mereka akan tetap mengambil darahnya?." Chu Thien mencoba menebak.
Qian Shin dan Chu Thien jadi dilema, menurut mereka, pertarungan ini tidak ada bedanya, menang atau kalah tetap lah sama saja. Itu semua hanya menguntungkan pihak pasukan iblis.
“Kalau sudah begini, apa yang seharusnya kita perbuat? Membunuh para musuh yang sebagian adalah manusia? Atau kita berusaha tidak membunuh mereka?."
Pertanyaan Qian Shin membuat Chu Thien sulit untuk menjawab, kalau mereka tidak membunuh anggota musuh, maka pihak merekalah yang akan di kalahkan oleh anggota pasukan iblis dan akan menjadi tumbal Raja iblis.
“Tidak ada gunanya kita memikirkan hal ini. Mau membunuh atau tidak, hasilnya akan sama saja." Kata Chu Thien kemudian mulai maju menyerang. Qian Shin hanya menghela nafas kemudian ikut menyerang dan membantu Chu Thien.
Biksu Shao sheng di buat sibuk oleh pasukan iblis, bukan hanya pasukan iblis yang berada di Tingkat Alam, namun yang berada di Tingkat Langit juga ikut mengepungnya.
“Sepertinya memang akan sulit." Gumam Biksu Shao Sheng.
“Tehnik Bumi - Tapak Dewa Bumi."
Biksu Shao Sheng melepaskan Energi tapak, energi tersebut membentuk patung telapak tangan raksasa dan melesat ke atas dengan cepat, kemudian kembali kebawah tepat di atas para pasukan iblis berada.
“Baaaaank.....!!!" Tapak tersebut jatuh dan menimpa pasukan iblis yang berada di bawahnya.
Nafas Biksu Shao Sheng Mulai tidak stabil, dia mengeluarkan banyak energi untuk melepaskan Tehnik tapak bumi.
“Kalau begini terus aku akan benar-benar kehabisan energi." Gumam Biksu Shao Sheng ketika melihat pasukan iblis yang tidak ada habis-habisnya.
Bukan hanya Biksu Shao Sheng, namun hampir semua merasakan hal yang sama. Walau mereka sudah mulai melemah, namun kenyataannya jumlah mereka masih sangat banyak, belum lagi masih ada yang belum ikut menyerang. Mereka yang belum menyerang berbaris di barisan belakang menunggu perintah untuk maju menyerang.
__ADS_1