Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Menyusun rencana lain


__ADS_3

Ho Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bertanya lain gurunya menjawab lain, namun Ho Chen hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Chen, dari mana saja kamu selama beberapa bulan ini?." Tanya Naga Putih.


Ming Hao heran dengan pertanyaan Naga Putih dan balik bertanya kepada nya. "Kun, apa maksud mu? Apa Chen'er sempat tidak bersama dengan mu?." Tanya Ming Hao.


Ming Hao masih memanggil Naga Putih dengan nama aslinya, tidak seperti Ho Chen yang sudah memanggil Kun dengan nama Naga Putih.


"Kami sempat terpisah selama beberapa bulan." Kata Naga Putih.


"Guru, Naga Putih! Aku..!."


"Tunggu dulu Chen'er, siapa yang kau panggil Naga Putih?." Tanya Ming Hao.


"Siapa lagi kalau bukan aku, selain kita bertiga yang berada disini memang ada siapa lagi?." Kata Naga Putih.


Ming Hao tertawa cekikan mendengar Ho Chen memanggil Kun dengan nama Naga Putih.


"Apanya yang lucu? Kau pikir nama itu jelek untukku?." Naga Putih merasa tidak terima.


"Tidak-tidak bukan itu maksudku!." Kata Ming Hao namun kembali tertawa lebih keras.


Naga putih semakin kesal, dia ingin sekali menyumpal mulut Ming Hao dengan kaki kudanya agar Ming Hao berhenti menertawakan dirinya.


"Baiklah-baiklah! Ayo Chen'er sekarang lanjutkan apa yang ingin kamu katakan!." Kata Ming Hao namun masih ada sisa tawanya yang tersisa.


Ho Chen hanya menghela nafas panjang melihat tingkah kedua wujud energi di hadapan nya kemudian kembali melanjutkan akan apa yang ingin dia katakan tadi.


"Ketika aku bertarung dengan ketua kelompok Ular Hijau, energi api ku tiba-tiba sedikit demi sedikit menghilang, saat itu aku mencari akar permasalahan nya, dan ketika ku selidiki ternyata energi api ku di hisap oleh Raja iblis biru."


"Kamu bertemu dengan Raja iblis biru?." Tanya Ming Hao, dia dan Naga Putih sama-sama terkejut mendengarnya.

__ADS_1


"Iya! Bahkan kami sempat bertarung beberapa jurus. Dia sangat kuat, bahkan kekuatannya sangat tidak masuk akal, aku yang sudah mengunakan tehnik gabungan dengan dua energi pun belum cukup mampu untuk menyentuhnya."


"Kau beruntung Chen'er setahu ku, siapa pun yang berhadapan dengan Raja iblis biru tidak akan bisa selamat, jadi apa yang membuat mu bisa lolos dari Raja iblis itu?." Tanya Ming Hao.


"Aku di selamatkan oleh senior Hanzi!." Kata Ho Chen sehingga membuat mereka berdua langsung menatap Ho Chen secara bersamaan.


"Kau di tolong oleh Tuan Hanzi?." Tanya mereka secara serempak.


Ho Chen menganggu. "Benar Guru, senior Hanzi yang menyelamatkan ku sekaligus membawaku ke dunia Astral dan sekaligus berlatih di sana." Jawab Ho Chen.


Mereka hampir tidak mempercayai perkataan Ho Chen, namun begitu Ho Chen menyebut tentang dunia asal  mereka, barulah mereka percaya.


"Apa Tuan Hanzi menitip kan pesan kepadamu sebelum kamu kembali kesini?." Tanya Naga Putih.


"Senior Hanzi tidak berpesan apapun, beliau saat ini sedang tertidur di dalam permata gelang ini." Kata Ho Chen seraya mengulurkan gelangnya ke arah mereka.


Begitu Ho Chen mengatakan jika Hanzi berada di dalam gelangnya dan mengulurkan nya kepada mereka, baik Ming Hao maupun Naga Putih langsung berlutut di depan gelang tersebut.


Mereka berdua tentu dapat merasakan energi milik Hanzi yang samar-samar keluar dari dalam gelang tersebut. Ming Hao sendiri tidak habis pikir jika selama beberpa hari ternyata dirinya tinggal di tempat yang sama dengan Tuannya itu.


"Chen'er, apa rencana mu berikutnya? Kamu sudah tahu sendiri seperti apa kekuatan Raja iblis biru bukan, jadi apa kamu sudah memiliki rencana?." Tanya Ming Hao.


"Tentu saja Guru, saat ini selain diriku harus secepat mungkin meningkatkan tingkat energi ku, aku juga harus secepat mungkin menemukan ke Tiga pecahan energi yang tersisa." Kata Ho Chen.


"Baiklah, kalau hanya masalah mencari sisa pecahan energi, serahkan saja kepada kami, jadi sekarang bagaimana cara mu meningkatkan Tingkatan energi mu?." Tanya lagi Ming Hao.


"Sebenarnya atas bantuan dan arahan dari Naga Putih, aku sudah bisa berlatih di Alam Batin, namun hingga saat ini aku hanya berlatih sendiri, andai Sang Penjaga Alam Batin masih ada, tentu aku bisa menemukan lawan yang bisa di ajak berlatih, sehingga dengan cepat pula meningkatkan Tingkatan Energi ku ke tahap berikutnya." Kata Ho Chen.


Ming Hao mengelus dagunya. "Jadi kau sedang mencari lawan untuk berlatih tanding di Alam Batin mu? Kalau begitu baiklah, biar aku yang akan menjadi teman untuk lawan tanding mu di sana." Kata Ming Hao.


"Apa Guru bisa memasuki Alam Batin milik ku?." Tanya Ho Chen keheranan.

__ADS_1


"Kau meremehkan ku? Tentu saja aku bisa!." Kata Ming Hao.


"Yang di katakan oleh Ming benar Chen, Ming bisa memasuki Alam Batin milik orang lain, tidak seperti kami ber lima." Kata Naga Putih membenarkan perkataan Ming Hao.


Walau Naga Putih sangat kuat dan hebat bahkan kekuatannya melebihi Ming Hao, namun dalam segi kecerdasan, Ming Hao lah yang paling bisa di andalkan.


Ho Chen akhirnya merasa senang, selama ini dia hanya berlatih sendiri di Alam Batin, sehingga ia merasa bosan.


"Baiklah Guru, nanti malam aku siap berlatih dengan Guru!." Kata Ho Chen dengan senyum lebarnya.


Tanpa Ho Chen sadari di atasnya ada dua sosok yang mengamatinya dan kemudian dua sosok tersebut menghilang tanpa di ketahui oleh siapapun bahkan oleh Ming Hao dan Naga putih sekalipun.


***


Jendral Ori dan Wei Heng masih memikirkan kemunculan pendekar bertopeng yang berhasil menggagalkan rencana mereka. Terlebih lagi Wei Heng. Dia sudah berambisi ingin menaklukan kekaisaran Yun, dan semua sudah ia rencanakan dengan sangat matang.


Namun siapa sangka, semua yang sudah di rencanakan sebaik mungkin langsung berantakan, bukan hanya pendekar bertopeng yang muncul, bahkan di tempat pertempuran juga muncul Feng Ying dan Tiga pendekar lainnya yang tidak di ketahui dari mana asalnya.


Jendral Ori semakin kesal, andai saja hanya Feng Ying, jendral Ori saja sudah cukup membunuh nya. Namun dia tidak menduga akan ada pendekar wanita yang memiliki kekuatan yang sama dengannya, terlebih lagi pendekar wanita tersebut memiliki kekuatan berunsurkan Air.


"Wei Heng, apa kau benar-benar tidak mengenalnya?." Tanya lagi jendral Ori, ini sudah kesekian kalinya ia bertanya kepada Wei Heng karena dia masih penasaran.


Tetap saja Wei Heng tidak mengetahuinya. Awalnya dia menduga jika pendekar bertopeng tersebut adalah Ho Chen, namun begitu melihat beberapa Tehnik aneh yang di gunakan oleh pendekar bertopeng tersebut, dia tidak yakin jika itu adalah Ho Chen.


"Kalian berdua tidak perlu memikirkannya terlalu serius! Lagi pula masih ada kesempatan lagi di lain waktu, dari pada kalian hanya memikirkan hal yang tidak berguna, alangkah baiknya kalian membantu kedua jendral Raja iblis hitam untuk mengumpulkan pasukan nya." Suara Raja iblis merah terdengar dari atas mereka.


Mereka segera menemukan Raja iblis merah yang melayang-layang di atasnya dan masih berbentuk bola api merah.


Jendral Ori dan Wei Heng langsung berlutut memberi hormat mereka kepada Raja iblis merah. "Maaf Raja ku, kami sudah sering mengecewakan Raja!." Kata jendral Ori dengan suara penuh penyesalan.


"Kalian tidak salah, ini semua juga di luar perkiraan kita, siapa sangka jika di dunia ini ternyata masih banyak manusia yang memiliki kekuatan Di tingkat Raja Langit. Andai kita tahu, sudah pasti kita mengirim tambahan jendral lainnya untuk membantu." Kata Raja iblis merah,

__ADS_1


Raja iblis merah juga memiliki jendral yang sangat kuat, namun karena keterbatasan energinya, dia tidak mampu mengeluarkan jendral tersebut.


"Sebaiknya kita menyusun rencana lain dan membantu kedua jendral iblis dalam mengumpulkan pasukan mayatnya." Kata Raja iblis merah kemudia di sanggupi oleh mereka berdua.


__ADS_2