Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Perasaan rindu


__ADS_3

“Rajaku meminta kita bergerak secepatnya, kita sudah berdiam diri selama 4 bulan, dan kini saatnya kita mengumpulkan tetesan darah untuk Rajaku." Ucap jendral iblis.


“Aku mengerti jendral. Lalu siapa yang harus kita serang terlebih dahulu?." Tanya Wei Heng.


“Menurutmu..?" Jendral ibilis balik bertanya.


“Jendral, lebih baik kita segera menyerang sekte-sekte besar terlebih dahulu, menurutku kita harus mengurangi kekuatan mereka, sebelum kita menyerang sekte yang memiliki Tehnik Air dan Es..!" Kata Touli menyampaikan pendapatnya.


“Hemm... Kamu lebih cerdas dari pada dia." Jendral iblis menunjuk Wei Heng sambil memuji kecerdasan Touli.


Wei Heng hanya tersenyum kecut, dia memang mengakui kecerdasan Touli. Sejak dulu jika ada masalah, Wei Heng selalu meminta saran dan pendapat Touli.


“Menurutmu siapa yang akan kita serang terlebih dahulu?." Wei Heng bertanya kepada Touli.


“Kalau kita menyerang aliran putih, pastinya mereka sudah bersiaga penuh, namun jika kita menyerang aliran netral, mungkin kita akan berhasil." Ucap Touli.


Wei Heng mengelus janggut hitamnya yang sedikit. “Kenapa kamu berpendapat demikian?." Wei Heng penasaran kenapa Touli memiliki pemikiran seperti itu.


“Mudah saja! aliran netral jarang berinteraksi dengan sesama sekte aliran netral, terkadang mereka selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik. Jadi kita bisa dengan mudahnya menghancurkan mereka." Ucap Touli.


Aliran putih memang terkenal dengan kerja samanya, sehingga jika ada masalah mereka akan saling membantu. Berbeda dengan aliran netral, mereka jarang berkomunikasi dengan sesama sekte aliran netral, bahkan mereka selalu bersaing untuk menjadi yang terkuat.


Aliran netral memang memiliki dua sifat, terkadang mereka memiliki sifat baik seperti aliran putih, namun mereka juga miliki sifat buruk seperti aliran hitam, walau tidak seburuk aliran hitam yang sebenarnya.


Wei Heng hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Touli, sedangkan jendral iblis hanya diam mendengarkan.


“Jendral, kalau pasukan iblis bertemu dengan pendekar yang memiliki tehnik Air atau Es maka pasukan iblis pasti akan binasa. Kalau pasukan iblis bertemu dengan pengguna Tehnik lainya bagaimana?." Touli bertanya kepada jendral iblis.

__ADS_1


“Selama mereka bukan penguna Air dan Es, itu bukan masalah. Satu lagi jika ada pendekar yang memiliki kemampuan pengguna Angin, itu akan menguntungkan bagi pasukanku." Jawab jendral iblis.


Touli berpikir sejenak dan akhirnya tersenyum lebar. “Jendral, aku tau kemana kita akan melakukan penyerangan. Kita akan menyerang sekte Pilar Angin."


Wei Heng juga baru teringat akan hal itu, kemudian dia juga setuju dengan ide Touli.


“Bagus-bagus..!" Kemudian dia melirik Wei Heng. “Latihlah pasukanmu agar lebih kuat, kita akan menunda dulu penyerangan ini, aku akan meningkatkan kekuatan Touli terlebih dahulu, dalam beberapa bulan lagi kita pergi menyerang." Ucapnya sambil memerintahkan Wei Heng untuk melatih seluruh anggotanya agar menjadi lebih kuat.


Touli semakin tersenyum lebar mendengar Jendaral iblis berkata akan meningkatkan kekuatannya. Dia segera berterima kasih kepada jendral iblis.


Wei Heng tidak keberatan atas keputusan jendral iblis, justru dia ingin agar Touli juga di tingkatkan kekuatanya, agar kekuatan sekte Darah iblis semakin kuat.


Touli dan jendral iblis memasuki ruangan yang sebelumnya di gunakan oleh Wei Heng, sedangkan Wei Heng pergi menuju ketempat anggotanya yang masih menikmati pesta.


***


Tidak terasa sudah lebih 6 bulan, namun belum ada tanda-tanda pergerakan dari pasukan iblis bergerak, sehingga membuat semua ketua sekte kebingungan.


Kaisar Hong duduk di taman seorang diri, setelah kedatangan jendral Yin dari pertemuan jendral Yin segera menyampaikan hasil pertemuan di sekte Pilar Angin.


Kaisar Hong sendiri tidak menduga kalau situasinya cukup serumit itu, dia akhirnya mengutus dua jendral untuk pergi berjaga-jaga di sekte Pilar Angin.


Permaisuri datang menghampiri Kaisar Hong, dia bisa melihat kegelisahan di wajah suaminya tersebut, sehingga dia bisa menduga ini ada kaitannya dengan pasukan iblis yang saat ini menjadi ancaman di daerah kekaisaran Yun.


“Apa yang kamu lakukan sendirian disini?." Tanya permaisuri dengan lembut.


“Mey'er..! aku hanya memandangi taman ini, sudah lama aku tidak menikmati suasan seperti ini." Kata Kaisar Hong.

__ADS_1


Permaisuri tersenyum lembut dan duduk di samping kaisar Hong. “Menyembunyikan masalah dan mencari alasan lain dengan bebohong jelas bukan keahlian mu..! Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan?." Tanya permaisuri sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kaisar Hong.


Kaisar Hong membelai rambut permaisuri, dia menghela nafas panjang. “Situasi yang kita jalani saat ini sungguh sangat berat bagiku. Jika suatu hari nanti terjadi pertempuran antara manusia dan iblis, aku tidak bisa membayangkan hal mengerika seperti apa yang akan terjadi..! Pasti akan banyak korban berjatuhan."


Permaisuri mengerti akan perkataan suaminya. “Aku tahu, namun bagaimana pun kita harus bisa bertahan, dan aku yakin kita semua akan bisa melewatinya." Kata permaisuri yang masih bersandar di bahu suaminya.


“Terima kasih, setiap kali ada masalah, kamu selalu menemaniku dan memberiku semangat." Kaisar Hong mencium kening permaisuri dengan lembut.


Permaisuri tersenyum. “Kamu adalah suamiku, Bukankah sudah sewajarnya jika aku selalu menemani dan menyemangatimu?." Kata permaisuri.


Mereka berdua tidak sadar, dari kejauhan Yihua sedang memandangi mereka berdua. Yihua tersenyum lebar melihat kemesraan dan keharmonisan kedua orang tuanya. Yihua tahu, akhir-akhir ini ayahnya sangat tertekan akibat masalah yang di hadapi, sehingga ayahnya selalu terlihat sibuk dan jarang membagi waktu, waktu dimana dia mengurus pemerintahan, dan waktu berkumpul dengan keluarga.


Yihua tidak mau mengganggu kedua orang tuanya, dia memilih pergi dan pergi mencari Miu Yimin untuk berlatih.


“Guru, kita akan berlatih apa sekarang?." Tanya Yihua setelah bertemu denga Miu Yimin.


Miu Yimin hanya tersenyum, semenjak kepergian Ho Chen, Yihua lebih sering berlatih, dari awal Yihua tidak memiliki bakat terhadap ilmu maupun beladiri, entah kenapa setelah kepergian Ho Chen, bakat Yihua malah semakin maju, bahkan saat ini Yihua sudah mencapai Tingkat Jiwa puncak 4.


“Sebaiknya kamu mengumpulkan Energi, agar bisa naik ketingkat berikutnya." Ucap Miu Yimin.


Yihua mengangguk, dia berjalan menuju sebuah ruangan yang sudah di sediakan untuk dirinya meditasi. Sebelum dia memasuki ruangan, dia menatap kamar yang pernah di gunakan oleh Ho Chen sebelumnya.


Memang tempat di area kamar Ho Chen memiliki energi kekuatan yang lumayan banyak, bahkan Ho Chen pernah meditasi menyerap energi kekuatan tersebut, sehingga Ho Chen mampu naik ke Tingkat Bumi puncak 4.


Yihua teringat kembali kepada Ho Chen, alasan selama ini dia giat berlatih, agar suatu hari dia bisa menjadi kuat, dan bisa pergi mengikuti Ho Chen keluar untuk berpetualang.


Perlahan-lahan perasaan rindu muncul di hatinya. Yihua tidak bisa membohongi hatinya sendiri, walau dia menyukai Ho Chen, namun anehnya dia tidak mampu mengungkapkan perasaannya kepada Ho Chen.

__ADS_1


Yihua hanya bisa menarik nafas dan memejamkan mata sesaat, kemudian dia masuk kedalam ruangan untuk meditasi.


__ADS_2