
“Kalian benar-benar tidak tau kapan harus menyerah ya?." Kata Ho Chen ketika melihat sosok gabungan tersebut.
“Kau tidak usah banyak bicara, nikmati saja hari kematianmu sekarang." Kata jendral tersebut, suara nya seperti ada dua.
Sosok tersebut segera menyerang Ho Chen dangan aura yang penekanan dan dua Tehnik api yang menyala-nyala.
Sebelum serangan tersebut sampai ke tubuh Ho Chen, tiba-tiba ada ekor raksasa yang menghantam tubuh sosok tersebut. Jelas saja sosok tersebut terlempar sangat jauh, namun segera kembali terbang menghampiri Ho Chen.
“Siapa kau..? Berani-beraninya memukulku seperti itu." Sosok tersebut kaget setelah melihat seekor naga raksasa berdiri di belakang Ho Chen.
Naga tersebut sangat besar sehingga tubuhnya melebihi tingginya gunung yang ada di sekte Pilar Angin. Dia itu adalah wujud asli dari kuda naga putih.
“Ini..?." Feng Ying mengangkat alisnya, dia benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi setelah melihat wujud naga putih yang sebenarnya.
Qiao Lin Dan Jiu Rui juga tidak kalah kagetnya setelah melihat naga putih yang selama ini berjalan bersama dengan mereka ternyata bisa berubah menjadi Naga raksasa yang sangat kuat.
Naga putih tidak seperti naga yang Ho Chen buat dengan Tehnik airnya. Naga tersebut memiliki tangan kaki dan sayap yang sangat lebar. Dia bisa berdiri tegak, dan ketika berdiri tubuhnya bisa melebihi tingginya gunung tertinggi sekalipun, dan siapapun yang melihatnya akan merasa takjub dengan wujud naga putih yang sebenarnya.
Naga putih tidak ingin berbicara, dia langsung mengeluarkan Aura Rajanya dan menekan sosok gabungan iblis tersebut.
“Si-sial..! Kalau begini terus kitalah yang akan mati.." Kata sosok iblis tersebut, dia berharap bisa mengalahkan Ho Chen dengan tubuh gabungan nya, namun dengan keberadaan naga putih harapan tersebut akan segera sirna.
Akibat tekanan Aura Raja, tubuh sosok tersebut kembali terpisah. Mereka berusaha bangkit kembali namun kaki naga putih segera menginjak mereka.
Setelah kaki naga putih hampir mengenainya. Asap hitam segera menarik tubuh jendral Ori, dan juga berencana menarik tubuh jendral Jed.
Namun terlambat, tubuh jendral Jed berhasil terinjak oleh kaki naga putih, seketika itu juga jendral Jed tewas terinjak oleh naga putih.
Ho Chen menyadari jika salah satu jendral sudah berhasil lolos, dan Ho Chen bisa merasakan energinya yang jauh sekali. “Sepetinya wanita iblis itu belum mati..!." Kata Ho Chen, dia sudah tau jika yang bisa menyelamatkan jendral iblis adalah asap hitam yang di gunakan jendral Sui.
__ADS_1
Ho Chen ingin segera menyusul, namun kedua energi tersebut menghilang Tampa jejak.
Naga putih kembali ke wujud kuda dan berdiri di dekat mayat jendral Jed yang perlahan mulai menghilang, Ho Chen juga turun kebawah ketempat mayat tersebut.
Ho Chen sedikit menyesal karena tidak berhasil mengejar dua jendral yang tersisa, namun dia sedikit lega karena satu jendral sudah mati.
“Masih seberapa banyak lagi para jendral ini?." Gumam Ho Chen.
“Kalau masalah jumlah mereka aku tidak tau, yang tahu semua itu hanya Ming Hao saja jadi tunggu dia terbangun dulu dari tidurnya, dan kamu bisa bertanya banyak informasi darinya." Kata naga putih.
Naga putih menarik kembali perisainya, sehingga Qiao Lin Dan Jiu Rui segera berlari ke tempat Ho Chen. Feng Ying juga menyusul dari belakang.
“Chen...!." Qiao Lin segera memeluk Ho Chen dengan erat, dia menangis di pelukannya tidak memperdulikan keberadaan Jiu Rui dan Feng Ying.
Ho Chen perlahan-lahan mengusap rambut Qiao Lin, perasaannya masih terasa hambar, seolah-olah tidak memiliki ikatan sama sekali dengan mereka, sikap Ho Chen yang dingin tersebut di sadari oleh Feng Ying.
Setelah Qiao Lin sedikit lebih tenang, Qiao Lin ingin menanyakan sesuatu kepada Ho Chen. "Chen aku ingin bertanya sesuatu kepadamu." Kata Qiao Lin.
“Aku ingin istirahat dulu, jadi kau bisa bertanya setelah aku selesai beristarahat!." Kata Ho Chen lalu pergi mencari tempat untuk istirahat.
Ho Chen tahu apa yang ingin Qiao Lin pertanyakan, karena itu dia lebih memilih menghindar, dia di temani oleh naga putih.
“Naga putih! Seharusnya kau jangan dulu ikut membantu, aku ingin tahu seberapa kuat gabungan mereka tadi." Kata Ho Chen. Dia yakin dirinya mampu mengalahkannya.
Naga putih terdiam, dia juga tahu kalau Ho Chen akan mampu mengalahkan jendral iblis yang sudah bergabung, namun dia teringat akan mimpi yang di ceritakan oleh Qiao Lin sehingga dia langsung menampakkan sosok aslinya, karena takut mimpi Qiao Lin akan menjadi kenyataan.
Ho Chen sendiri sangat percaya diri, dengan baju sisik naga di tubuhnya, maka kekutan gabungan jendral iblis seharusnya tidak berpengaruh padanya, namun dia masih tidak mengetahui alasan naga putih yang lebih dulu membunuh salah satu dari jendral iblis tersebut.
Di tempat Feng Ying dan Qiao Lin, mereka saling memandang, mereka bertiga sangat heran melihat sikap Ho Chen yang terlalu dingin kepada mereka.
__ADS_1
“Sejak kapan dia bersikap seperti itu?." Tanya Feng Ying.
“Aku tidak tahu! Kemarin dia masih baik-baik saja!." Kata Jiu Rui.
“Dia seperti itu setelah selesai bermeditasi, dan sebelum bertarung dengan mereka itu." Kata Qiao Lin dia yang lebih dulu melihat perubahan sikap Ho Chen.
Feng Ying mengerutkan dahinya. “Apa mungkin dia sudah berhasil membuka pintu ke abadian?." Gumam Feng Ying.
Feng Ying mengetahui dari cerita Ming Hao, jika seseorang berhasil membuka pintu ke lima yaitu pintu ke abadian maka dia akan memiliki sikap dingin dan acuh kepada orang terdekatnya, karena dia sudah memutuskan semua perasaanya kepada orang-orang yang di kenalnya.
Feng Ying sendiri masih baru membuka pintu yang ke empat yaitu pintu kematian. Dia tentu kesulitan untuk membuka pintu yang ke lima, karena dia tidak ingin melupakan ikatan orang-orang yang ia kenal atau yang ia sayangi.
“Sepertinya dalam waktu 10 atau 20 tahun lagi dia akan mampu membuka pintu yang terakhir.!." Batin Feng Ying yang merasa takjub kepada Ho Chen.
Feng Ying tidak mau menginap di situ walau dia masih ingin meminta Ho Chen untuk menjelaskan asal dari baju yang ia kenakan, namun melihat sifat Ho Chen yang sedikit berubah dia membatalkannya, dia hanya menutup salam kepada Ho Chen melalui Qiao Lin Dan Jiu Rui, kemudian dia menghilang dan kembali ke gunung Tirai Kabut.
Mereka berdua kembali beristirahat, walau hari sudah mulai pagi, mereka berdua tidak mau menganggu Ho Chen, mereka sadar Ho Chen pasti sangat kelelahan setelah bertarung hampir semalaman.
***
Keesokan paginya seluruh kekaisaran Yun menjadi gempar akibat gunacangan yang telah menghancurkan banyak rumah, banyak para penduduk biasa yang menjadi korban.
Yang lebih heboh lagi tentang meledaknya beberapa gunung yang secara bersamaan menyemburkan api magma nya.
Banyak penduduk yang mengaitkan guncangan tersebut berasal dari letusan beberapa gunung.
Namun bagi para pendekar mereka tahu jika guncangan tersebut akibat pertarungan pendekar yang memiliki ilmu sangat tinggi, sepeti Feng Ying.
Dalam waktu singkat, seluruh aliansi kembali melakukan pertemuan membahas masalah itu, kali ini bukan lagi pilar angin yang menjadi tuan rumah, melainkan sekte aliran hitam yang menjadi tuan rumah, yaitu sekte lembah tengkorak.
__ADS_1