
"Baiklah, sekarang pertandingan bisa di mulai!." Seru Jendral Lin Shang disertai dengan suara pukulan Gong.
Bagitu suara Gong berbunyi, Pao Zian tidak mau diam berlama-lama lagi sehingga lebih dulu menyerang Ho Chen dengan kepalan tangan yang sudah di selimuti Energi Tanah.
"Tehnik Tanah - Pukulan Bumi."
Pao Zian mengarahkan pukulannya ke wajah Ho Chen, sedangkan Ho Chen hanya berdiri diam tampa melakukan perlawanan atau berusaha menghindari serangan tersebut.
"!!!?."
Ketika semuanya yakin jika pukulan tersebut pasti mengenai Wajah Ho Chen, sedetik kemudian mulut mereka semua menganga lebar, mata melotot. Jendral Lin Shang juga berkali-kali mengusap matanya seakan-akan tidak percaya akan apa yang di lihat nya.
Tubuh Ho Chen masih berada di tempatnya tampa berpindah sedikitpun. Namun Pao Zian justru berada di luar arena dengan posisi memukul pagar kayu pembatas hingga hancur.
"Heh..!? Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku tiba-tiba berada di luar?." Pao Zian berdiri mematung memandangi dirinya sendiri dengan keheranan. Sedangkan semua para penonton dan juga Kaisar Cao masih belum hilang rasa keterkejutannya.
Hal tersebut juga menarik perhatian gadis yang sedang duduk di sebelah kanan Kaisar Cao, yaitu Sang Tuan Putri Cao Xiu Lu. Atau biasa di panggil Putri Lu.
"Pe.. pemenangnya adalah Tuan Muda Ho Chen dari kekaisaran Yun..!." Seru Jendral Lin Shang dengan suara agak kaku setelah tersadar dari rasa keterkejutan nya.
Semua orang kembali sadar setelah mendengar suara Jendral Lin Shang yang mengumumkan bahwa Ho Chen lah yang berhasil menang.
"Tunggu, ini tidak benar! Dia pasti curang, aku yakin itu!." Kata Pangeran Xiu Hei Kong yang tidak terima bahwa Ho Chen lah pemenangnya.
"Yang di katakan oleh Pangeran itu benar Jendral, bagaimana mungkin Tuan Muda Pao Zian tiba-tiba sudah berada di luar jika dia tidak mengunakan cara curang!." Kata Pendekar Sun yang membenarkan perkataan Xiu Hei Kong.
"Pangeran Xiu, mohon tenang dan jangan dulu menuduh yang tidak-tidak kepada Saudara Ho Chen. Sekarang saya mau bertanya kepada Pangeran, apa pangeran melihat kecurangan yang di lakukan oleh Saudara Chen?." Tiao Ji berusaha membela Ho Chen, walau dia sendiri juga sama bingung nya dengan yang lain.
Xiu Hei Kong terdiam, dia juga tidak melihat gerakan Ho Chen sama sekali, dan memang dia tidak bergerak sedikitpun dari tempat nya, karena dia sudah bisa memindahkan orang lain ke tempat yang ia inginkan seperti yang pernah di lakukan oleh Yinfei kepada Qiao Lin dan Jiu Rui.
__ADS_1
"Biar aku yang mencobanya, akan aku buktikan jika dia memang menggunakan cara yang curang!." Pendekar Sun segera bangkit dan berniat masuk ke arena.
"Selain peserta, orang lain tidak boleh ikut campur, apalagi berniat mencelakai peseta kami, jika memaksa." Jendral Lin Shang berbicara kepada Pendekar Sun sambil menekan dirinya dengan aura energi kematian membuat Pendekar Sun hanya bisa terdiam.
"Peraturan tetap peraturan, selama peserta tidak mengunakan racun atau membunuh lawannya, maka itu tidak masalah!." Kata Jendral Lin Shang kembali mengingatkan mereka semua.
Tiao Ji bertepuk tangan, kemudian di susul satu persatu oleh para penonton dan akhirnya semua penonton bersorak sambil bertepuk tangan kepada Ho Chen yang telah memenangkan pertandingan dengan cara yang aneh. Sedangkan Pangeran Xiu Hei Kong dan para pendekar yang mengawalnya hanya bisa merapatkan gigi dan menahan emosi.
Kaisar Cao memandang Ho Chen dengan takjub, walau dia juga bingung namun cara yang Ho Chen lakukan sungguh di luar akal manusia.
Ho Chen kembali ke tempat duduknya dengan tenang, namun matanya melirik kearah Xiu Hei Kong dan tersenyum dingin membuat Xiu Hei Kong menelan ludah nya, dia berpikir jika Pao Zian saja bisa di kalahkan semudah membalikkan telapak tangan, apa lagi dengan dirinya.
Seperti sebelumnya, pertandingan akan berlanjut setelah istirahat sejenak. Sekarang semua mata tertuju kepada Ho Chen, banyak yang membicarakan akan aksi Ho Chen, bahkan ada yang bertanya-tanya sekuat apa sebenarnya Ho Chen itu, dan Tehnik apa yang ia gunakan.
"Seharusnya kamu mengunakan kekuatan Di Tingkat yang sama dengan lawan mu Chen'er! Jika begini bisa-bisa semua lawan mu akan menjadi ragu untuk melawan mu, dan pada akhirnya kamu menang tampa ada lawan yang berani bertanding dengan mu." Kata Ming Hao.
Jadi Ho Chen bingung harus mengeluarkan sebesar apa, menurutnya cukup mengunakan ilmu alam memindahkan tubuh lawan saja, karena itu adalah cara yang paling aman tampa membuat lawannya harus mengalami luka atau cedera sedikitpun.
"Saudara Chen, kamu mengunakan Tehnik apa tadi?." Tiao Ji bertanya kepada Ho Chen karena dia benar-benar sangat penasaran.
"Itu adalah Tehnik Rahasia dari Guruku, dan hanya murid dari Guruku saja yang bisa mempelajarinya!." Kata Ho Chen berusaha mencari alasan agar Tiao Ji berhenti menayai nya lagi.
Setelah istirahat beberapa saat, Jendral Lin Shang kembali memanggil peserta berikutnya, yaitu peserta Nomor 5 dan Nomor 6, mereka adalah Tiao Ji melawan Ying Kai dari kekaisaran Mu.
Setelah selesai memberi hormat dan emperkenalkan diri, Jendral Lin Shang segera memberi tanda untuk mulai bertanding dan suara Gong kembali terdengar dan mereka berdua bersiap untuk menyerang.
Kali ini pertarungan akan terlihat sedikit berat sebelah karena kekuatan Tiao Ji berada di Tingkat Langit Awal 1. Sedangkan Ying Kai berada di Tingkat Langit Puncak 1.
Keahlian Tiao Ji adalah mengunakan Golok besar dengan gagang sedikit memanjang dan di atas pertengahan Golok tersebut ada tiga besi bulat seperti rantai. Fungsinya untuk menambah kekuatan ayunan golok tersebut.
__ADS_1
Ying Kai menyerang lebih dulu dengan mengunakan pedang panjang tipis dan lentur. Ying Kai tampa berpikir panjang menyerang dengan sangat cepat, berniat mengalahkan Tiao Ji dengan cepat.
Tiao Ji dengan Golok besarnya berhasil menahan setiap serangan pedang tersebut. Untungnya Golok Tiao Ji yang berat itu bisa di kendalikan dengan mudah, sehingga serangan balasan Tiao Ji berhasil memojokkan Ying Kai.
"Tehnik Pedang - Tarian Ekor Pedang."
Ying Kai merubah pola serangannya, pedang lentur tersebut seperti tali setiap kali menyerang akan terasa energi pedang yang kuat menghantam golok besar tersebut.
Setelah pedang tersebut beradu dengan Golok besar, ujung pedang meliuk dan menyayat lengan Tiao Ji hingga terluka.
Tiao Ji sedikit kesulitan dengan pola serangan Ying Kai yang berubah, sehingga beberapa luka sudah mulai terlihat di tubuhnya.
"Sial..!." Tiao Ji merapatkan gigi kemudian juga merubah pola serangannya.
"Tehnik Golok - Pemisah Ombak."
Tubuh Tiao Ji berputar cepat seperti gangsing dan goloknya berada di tengah-tengah menyerang kearah Ying Kai. Ying Kai berusaha menahan nya, namun kecepatan putaran tersebut ternyata di sertai energi listrik sehingga pedang Yang di pegang oleh Ying Kai terlempar dari tangganya.
Tiao Ji berhenti berputar dan mengayunkan golok tersebut ke tubuh Ying Kai dengan sangat kuat. Tidak ada pilihan lain bagi Ying Kai karena dirinya adalah ahli pedang sehingga tampa pedang, maka dirinya tidak berguna sama.
Ying Kai melompat kebelakang namun dia tidak sadar jika putaran golok tersebut sengaja membuatnya bertahan mundur sehingga dirinya berhenti di tepi arena. Ying Kai mundur dengan cepat sehingga tubuhnya jatuh dan keluar dari arena.
"Kau..!." Ying Kai ingin memaki kepada Tiao Ji, namun dia mengurungkan niatnya karena dirinya sadar jika dirinya sudah kalah.
"Pemenangnya adalah Tuan Muda Tiao Ji dari kekaisaran Ming!." Kata Jendral Lin Shang.
Tiao Ji yang kepala nya terasa pusing akibat berputar hanya menghela nafas pelan, dia sangat beruntung bisa menang melawan musuh yang Tingkatnya sedikit lebih tinggi darinya, namun yang paling berperan besar adalah Golok nya.
Tiao Ji kembali ke kursinya, namun jalannya seperti orang yang berada di atas perahu karena kepalanya pusing seakan-akan tanah yang di pijaknya berputar-putar.
__ADS_1