
"Chen, kapan giliran ku tiba? Aku sudah tidak sabar ingin mengeluarkan Lima Pasukan Naga ku." Naga Putih berbicara melalui pikiran Ho Chen yang saat ini berada di depannya berhadapan dengan Tiga belas jagoan Tingkat Alam.
Naga putih sejak pertarungan di mulai sudah protes, dia itu kepada Niu yang lebih dulu di ijinkan ikut menyerang, namun dirinya malah hanya di suruh jadi penontonnya saja.
"Tunggulah sebentar, ini hampir mencapai puncak nya." Kata Ho Chen kemudian membuat matra tangan.
"Sihir Logam."
Ho Chen mengerahkan telapak tangannya yang kemudian terlihat debu hitam berkumpul di telapak tangannya.
Dengan sekali kibas, Debu besi tersebut beterbangan ke arah Tiga belas lawannya, tentu saja ketiga belas jagoan Tingkat Alam tersebut tidak menyadari akan debu besi yang beterbangan ke arah mereka
Beberpa jagoan tiba-tiba terlihat muntah darah karena tidak mengetahui nya, dan sebagian lagi berhasil melindungi tubuh mereka dengan energi setelah menyadari ada yang aneh.
Debu besi yang Ho Chen lepaskan sangatlah tajam dan berbahaya jika sampai terhirup, Debu besi tersebut bisa merusak paru-paru dengan sangat cepat.
Ho Chen bisa merasakan ke datangan Shou Jie, di melirik ke atas dan melihat Shou Jie yang sedang menyaksikan pertarungan nya dari atas.
Semua anggota yang lain juga sibuk bertahan dari serangan akar yang Niu lepas, ada yang berusaha memotong, menyerang dengan berbagai tehnik ke arah akar tersebut, namun usaha mereka semua se olah-olah tidak ada artinya bagi Niu.
"Pendekar tunggu jangan bertarung lagi..!." Shou Jie segera turun ke arah Ho Chen.
Dari belakang juga terlihat Zu Xuan dan Gui Lo yang baru tiba. Mereka juga sama terkejut nya seperti Shou Jie ketika melihat sebagian wilayah sekte yang sudah hancur, yang lebih mengagetkan mereka adalah munculnya banyak akar an pohon berduri.
Shou Jie mendarat di hadapan Ho Chen, sedangkan Ho Chen tersenyum tipis di balik topeng nya.
"Maaf pendekar jika para anggota ku telah menyinggung pendekar, namun seharusnya pendekar tidak perlu menyerang hingga menghancurkan sebagian dari sekte ku. Kita masih bisa berbicara baik-baik." Kata Shou Jie.
"Bukan aku yang memulai duluan, namun penjaga mu yang memaksa ku berbuat seperti ini." Kata Ho Chen.
Saat ini Shou Jie tidak tahu jika yang ada di hadapannya adalah Ho Chen yang memakai topeng. Yang ia ketahui adalah pendekar bertopeng berasal dari luar kekaisaran Yun.
"Pendekar, setahu ku kami tidak pernah mengganggu mu, tapi kenapa kamu justru datang kesini?." Tanya Shou Jie karena menurutnya dia tidak memiliki masalah dengan Ho Chen.
__ADS_1
"Aku datang kesini hanya meminta pertanggung jawaban mu atas penyerangan terhadap Desa Jinhu yang saat ini sudah hancur karena ulah kelompok dari sekte mu." Kata Ho Chen dengan menunjuk wajah Shou Jie.
Shou Jie memiliki perasaan buruk tetang perkataan Ho Chen, dia curiga keterlambatan datang nya anggota Shou Zie ada hubungannya dengan pendekar bertopeng.
"Ah, ? menurutku ini hanya salah paham, aku hanya menyuruh mereka untuk membunuh para sekumpulan sampah di desa tersebut." Kata Shou Jie yang tidak sengaja mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan.
Walau Wajah Ho Chen tertutup oleh topeng namun tidak dengan mata nya, Shou Jie yang menyadari perkataannya yang salah dapat melihat expresi tatapan Ho Chen yang tajam.
"Kamu menganggap mereka sampah..?."
Ho Chen terlihat sangat geram, dia melangkah maju mendekati Shou Jie dan mengeluarkan Aura energinya. Seketika itu juga suhu di tempat tersebut menjadi panas, kerena Ho Chen melepaskan energi api.
Shou Jie sendiri mengerutkan dahi setelah mengetahui kekuatan Ho Chen yang di lepaskan setara dengan jagoan Tingkat Alam puncak 1. Dia bingung, menurut informasi bukankah seharusnya pendekar bertopeng tersebut berada di Tingkat Alam Dewa?.
Namun Shou Jie tidak mau gegabah, dia sudah pernah mengalami kekalahan ketika bertarung dengan Ho Chen yang saat itu terlihat masih berada di Tingkat Bumi.
Ho Chen yang sudah berada setengah meter di hadapannya menunjukkan sesuatu yang mengejutkan Shou Jie dan yang lainnya.
"Bukan kah ini yang kamu cari? Dan hanya demi barang ini kamu memperlakukan mereka seperti sampah?." Kata Ho Chen yang amarahnya sudah mencapai puncaknya.
"Jika kamu menganggap para penduduk desa yang lemah itu sebagai sampah, maka aku akan menghancurkan sektemu yang di penuhi oleh pendekar-pendekar sampah!." Suara Ho Chen terlihat berat.
Ho Chen menekuk tangan kirinya kebelakang dan telapak tangannya menggenggam erat dan juga di selimuti Api biru yang sangat panas. Ho Chen segera melesatkan pukulan nya ke arah Shou Jie. Shou Jie yang melihat itu langsung menahan nya dengan menggunakan perisai pelindung untuk menahan pukulan Ho Chen
Boooomm!!!."
Ledakan besar pun terjadi ketika pukulan Ho Chen bertemu dengan perisai energi milik Shou Jie. Shou Jie sendiri terpental jauh namun tubuhnya tidak menyentuh tanah. Shou Jie menstabilkan posisinya dengan melayang, namun rusuk sebelah kanan nya terasa sakit.
Bangunan yang ada di sekitarnya juga hancur ketika kedakan terjadi, bahkan ledakan tersebut membuat para anggota sekte yang berada di Tingkat Jiwa dan Bumi ikut terpental.
Shou Jie baru bisa merasakan Tingkat kekuatan Ho Chen yang sesaat sebelumnya berada di Tingkat Alam, namun kali ini dia merasakan Ho Chen berada di Tingkat Alam Dewa.
"Naga putih, sekarang lah waktu mu memberi makan pasukan mu, pastikan semuanya makan dengan kenyang..!." Kata Ho Chen kepada Naga Putih.
__ADS_1
Semua nya menjadi bingung karena tidak tahu Ho Chen berbicara kepada siapa. Namun beberapa saat kemudian mata mereka terbuka lebar dengan mulut menganga.
Kuda Putih yang sejak tadi hanya diam kini berlari ke arah anggota jagoan Tingkat Alam. Tubuh Naga Putih mulai menunjukkan perubahan mulai dari mengeluarkan sayapnya yang hampir mirip sayap kelelawar namun bersisik semakin lama, semakin besar.
Roaar...!!!."
Auman Naga Putih sangat besar dengan Tubuh nya yang juga sangat besar dan tinggi, dari dahi naga putih juga ada cahaya kuning terpancar, sedetik kemudian muncul Lima ekor Naga yang lebih kecil darinya, dan kekuatannya berada di Tingkat Alam Puncak 3. Namun meraka bisa mengimbangi Shou Jie jika mereka bertarung.
Jiu Rui dan Qiao Lin yang berada di atas bukit juga dapat melihat ke munculan Naga Putih dan Lima Naga lainnya yang lebih kecil. Walau kelima Naga tubuhnya kecil, namun bagi manusia tetap lah sangat besar.
Masing-masing dari Naga kecil tersebut mampu menyemburkan unsur yang berbeda-beda.
Sekte Ular Hijau mulai berguncang hebat setelah kemunculan Naga Putih dan Lima Naga lainnya, di tambah lagi dengan keberadaan Niu.
Ho Chen melayang ke udara dan mengeluarkan energi gabungannya yang sangat besar.
Aaaaarg!!!."
Kali ini Ho Chen tidak lagi membuat tubuhnya tertutup oleh cahaya putih, namun dengan sengaja melepaskan Energinya karena ingin menghancurkan sekte tersebut.
Bintang-bintang yang gemerlapan kini sudah tidak terlihat lagi tertutup oleh awan hitam, angin kencang segera berhembus bagai badai, dan Bumi juga ikut bergetar.
Ini pertama kalinya Ho Chen melepaskan Energinya tanpa mengunakan energi pelindung, akibat efek dari energi milik Ho Chen, banyak bangunan yang hancur.
Shou Jie berkeringat dingin melihat Tiga sosok yang berbeda memiliki kekuatan Alam Dewa, mereka adalah Ho Chen, Niu dan Naga Putih.
Ketika Shou Jie masih belum sempat bereaksi apa-apa, Ho Chen sudah lebih dulu berada di hadapannya. "Pendekar aku mohon maafkan aku aku tidak akan membuat masalah lagi, aku janji..!." Shou Jie berusaha memelas merayu Ho Chen dengan cara nya yang biasanya sering berhasil.
"Sayang sekali Tidak ada kesempatan lagi..! Aku sudah memberi mu kesempatan sekali, namun kamu menyalah gunakan kesempatan yang ku beri. Justru sebaliknya malah membuat masalah yang lebih besar." Kata Ho Chen Dan sekaligus mengeluarkan pedang lidah apinya.
Shou Jie jelas terkejut mendengar perkataan Ho Chen, di tambah lagi dia melihat pedang nya. Shou Jie berusaha mengingat di mana dia pernah melihat pedang tersebut, namun tidak juga berhasil mengingat nya.
"Apa maksud pendekar? Apa sebelumnya kita pernah bertemu?." Tanya Shou Jie.
__ADS_1
Ho Chen tidak menjawab, dia hanya membuka topeng nya. Shou Jie terperanjat kaget ketika melihat wajah Ho Chen, dia tidak akan pernah melupakan wajah tersebut, karena Ho Chen adalah mimpi buruk baginya.
"Kau..! Kau masih hidup?." Kata Shou Jie yang kaget.