
Biar saya saja yang membunuhnya.!." Salah satu bersuara dan maju ke depan.
Shou Zie ingin memperingatkan nya namun tidak jadi, dia memilih menyaksikan Jagoan kelompoknya itu memberi pelajaran kepada Ho Chen.
Tanpa menunggu persetujuan Shou Jie, jagoan tersebut langsung menyerang Ho Chen dengan mengunakan Kipas sebagai senjatanya.
Ho Chen melompat mundur dan menjauhi jagoan tersebut, dia sengaja memilih menjauh karena tidak ingin serangannya nyasar ke rombongan Zhu Yu.
"Mau menghindar kemana kau! Ayo lawan aku anak muda! Kemana sikap arogan mu tadi?."
Jagoan tersebut terus mengejar dan menyerang Ho Chen, dia tidak ingin melepaskannya sehingga terus menerus menyerang tanpa memberi kesempatan bagi Ho Chen untuk melawan.
Ho Chen sendiri tidak memperdulikan perkataannya jagoan tersebut, dan terus menghindar dan semakin menjauh dari tempat Shou Jie berada.
"Cih..! Kau mau mempermainkan ku? Sayang sekali aku bukan...!." Kata-Kata jagoan tersebut terhenti setelah mrnyadari dirinya sudah cukup jauh dari tempat Shou Jie.
"Siapa kau sebenarnya? Dan apa sebenarnya yang kau rencanakan?." Tanya jagoan tersebut setelah menyadari situasinya bahkan dia dapat merasakan tingkat energi milik Ho Chen naik dengan sangat cepat, bahkan sampai di Tingkat Alam Awal 1.
Ho Chen tidak menjawab, memang dia sengaja menjauh bukan cuma untuk menghindari agar serangannya tidak nyasar, namun dia sengaja menjauh juga untuk memisahkan jagoan tersebut dari teman-temannya.
Ho Chen tidak mau mengunakan Tehnik penggabungan nya terlebih dahulu, karena dia menyimpannya untuk melawan Shou Jie nantinya.
"Tehnik Raja Api - membakar jiwa."
Tubuh Ho Chen mulai di selimuti energi api biru, kali ini dia tidak menghindar dan langsung maju menyambut serangan kipas dari jagoan tersebut.
"Ini..!?."Jagoan tersebut jelas kaget, dia tidak mengetahui jika api biru ditubuh Ho Chen memiliki panas yang sangat tinggi, bahkan area panas nya mampu membakar seluruh pohon dalam jarak lebih seratus meter.
Jagoan tersebut ingin mundur dan mengambil jarak dari Ho Chen namun terlambat, karena jaraknya terlalu dekat dengan Ho Chen sehingga kipas dan sebagian tubuhnya terbakar.
Argggh....!!!
__ADS_1
Jagoan tersebut berteriak kepanasan sebelum akhirnya berhenti karena tubuh nya sudah seutuhnya terbakar, dan dalam beberapa tarikan nafas, tubuh jagoan tersebut habis terbakar dan hanya menyisakan arang hitam yang bau daging gosong.
Jagoan tersebut tewas tanpa mampu melukai atau membuat goresan di tubuh Ho Chen sedikitpun.
***
Shou Jie merasa ada yang salah setelah melihat Ho Chen yang semakin menjauh, namun dia tidak melihat hal yang janggal kemudian berencana untuk membiasakan semua rombongan Zhu Yu yang masih terlihat diam tidak bergerak.
"Kalian juga harus mati sekarang ju..!." Shou Jie berhenti berbicara dan menatap ke arah Ho Chen yang sudah sangat jauh, dia dapat merasakan kekuatan energi Ho Chen yang meningkat dengan sangat pesat.
"Mustahil..!." Ucapnya dengan nada tidak percaya, bahkan 9 jagoan lainya pun juga ikut kaget.
"Cepat kita harus kesana! Aku merasakan firasat buruk akan hal ini." Kata Shou Jie kemudian melayang di udara dan terbang ke arah Ho Chen berada, dan di ikuti oleh 9 jagoan lainya dari belakang.
Belum selesai mereka dengan terkejut nya, kini mereka kembali di kaget kan dengan melihat kobaran api yang membakar sebagian hutan.
"Sial sepertinya aku terlalu menganggap remeh pemuda tersebut..!." Gumam Shou Jie kemudian mempercepat terbangnya.
Setelah tiba di tempat Ho Chen berada, Shou Jie tersentak kaget ketika melihat salah satu jagoan nya sudah tewas dengan posisi tubuh meringkuk dan sudah menjadi arang hitam.
9 jagoan lainnya juga tiba dilokasi dan mereka juga tidak kalah terkejut nya dengan Shou Jie.
Ho Chen sendiri sudah menghentikan Tehnik Raja Api nya, dan tubuhnya juga sudah tidak terlihat di selimuti oleh api birunya lagi.
"Aku tidak akan mengampuni mu...!."
Shou Jie yang sudah mencapai puncak emosinya maju sendiri menghadapi Ho Chen, dia tidak lagi memerintahkan jagoannya untuk menyerang Ho Chen.
Dengan satu kali gerakan Shou Jie sudah berada di hadapan Ho Chen. "Matilah kau...!." Seru Shou Jie dengan melancarkan tinjunya yang di aliri energinya.
Baaaaam.!!
__ADS_1
Tinju Shou Jie berhasil di tahan oleh Ho Chen mengunakan kedua telapak tangannya sehingga keluar gelombang kejut yang sangat kuat dari pukulan yang di tahan oleh Ho Chen.
Ho Chen sedikit terpental mundur beberapa meter. "Jadi seperti ini rasanya..!." Gumam Ho Chen sambil terkekeh kecil, ini baru pertama kalinya dia melawan pendekar yang sangat kuat dengan menggunakan energi normalnya.
"Lumayan juga kau anak muda.!." Kata Shou Jie namun dia sendiri terkejut Ho Chen mampu menahan pukulanya yang mengandung 70 persen dari energinya.
"Sekarang apa kau akan mampu menahan pukulan ku yang satu ini." Kata Shou Jie kemudian melayang ke udara.
"Tehnik Kera - pukulan Raja kera."
Shou Jie yang melayang dengan kecepatan tinggi mengerahkan kepalan tinjunya dari atas dan melesat dengan sangat cepat, di kepalan tangan nya terlihat energi berwarna abu-abu yang sangat kuat.
"Tehnik Mata Angin - Pukulan Dewa Angin."
Ho Chen memusatkan energinya di kepalan tanganya dan siap mengadu tinjunya dengan tinju Shou Jie yang datang dari atas bagai meteor yang sedang jatuh.
BOOOM!!
Dua tinju bertemu dan ledakan yang sangat besar terlihat, membuat kawah besar di tempat keduanya berada.
Gelombang kejut nya juga membuat 9 jagoan lainnya terpental mundur sekali belasan meter, bahkan gelombang kejut nya juga sampai ke tempat Zhu Yu dan rombongannya berada.
Shou Jie kaget bukan main saat mengetahui Ho Chen yang mampu membalas serangan nya.
"Siapa kamu sebenarnya..?." Tanya nya dia yakin Ho Chen yang awalnya berada di Tingkat Bumi saat ini sudah berada di Tingkat Alam Awal 1 dengan sangat cepat dan juga di usia yang sangat muda.
Jika Ho Chen berhasil menahan pukulan pertamanya itu menurutnya sebagai suatu kebetulan! Namun kali ini dia mampu menahan pukulan keduanya yang memakai hampir seluruh kekuatannya membuatnya berpikir jika Ho Chen mungkin masih lebih kuat lagi dari yang terlihat.
"Bukan kah sebelumnya kita sudah berkenalan! Apa kau sudah lupa?." Tanya Ho Chen dengan tertawa kecil ketika melihat ekspresi wajah Shou Jie yang yang terlihat sangat terkejut.
Shou Jie ikut tertawa kecil kemudian berkata. "Sepertinya kau masih menyembunyikan kekuatanmu bukan? Kalau begitu gunakanlah seluruh kemampuan mu dan buatlah diriku ini terhibur." Kata Shou Jie.
__ADS_1
"Tebakan mu terlalu tinggi, namun jika tidak salah, kamu juga masih menyimpan kekuatan besar mu, aku tidak yakin akan menang melawan mu jika kamu mengunakan seluruh energi yang kamu miliki." Kata Ho Chen.
"Owh kau baru sadar rupanya akan perbedaan kekuatan kita ini! Namun kau sudah terlambat karena aku tidak akan melepaskan mu, jadi ayo tunjukkan kekuatan mu dan jangan membuatku kecewa!." Kata Shou Jie kemudian melayang ke udara dan melepaskan energi besarnya, sehingga seluruh tempat tersebut mulai bergetar.