
“Ada yang datang...!" Seru Whu Ling dan langsung menjadi waspada ketika merasakan pancaran 3 Energi Tingkat Langit dan 1 Energi Tingkat Jiwa mendekat, dia hawatir rekan-rekan mahluk yang sama datang untuk menyerang.
“Tenanglah, mereka adalah rekan-rekan kami." Kata Jian Heeng menenangkan ketiganya.
Begitu Jiu Rui dan 3 lainnya tiba, Whu Ling menjadi sedikit tenang, namun perasaan tidak nyaman karena berkumpul bersama sekte aliran putih. Di tambah lagi dengan adanya Wang Chungying membuat Whu Ling sedikit canggung. Andai sekte Bukit Halilintar memilih untuk bertarung dengan mereka bertiga, sudah di pastikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
“Saudara Ling, apa anda mengetahui dari mana para pasukan iblis itu berasal?" Yuan bertanya ketika suasana kembali tenang.
“Pasukan iblis? Saya juga tidak tahu dan Saya baru mengetahui nama itu." Kata Whu Ling dengan sedikit terkejut begitu mengetahui nama mahluk seram yang menyerang mereka.
“Selama ini aliran hitam sering mendapat serangan dari mahluk itu, sudah banyak korbannya, dan sampai saat ini kami baru tahu bahwa yang menyerang kami adalah mahluk aneh." Kata Whu Ling menambahkan.
“Bukan hanya aliran kalian saja yang di serang, aliran putih dan aliran netral juga dapat penyerangan yang sama, beruntungnya Ho Chen mengetahui siapa pelaku penyerangan ini dan segera menyebarkannya ke sekte aliran putih dan juga netral." Jian Heeng ikut bersuara.
“Benar yang di katakan saudara Jian. Awalnya kami menduga mereka berasal dari aliran hitam, sebab itu kami tidak menyebar luaskan berita ini, dan juga ini titah langsung dari kaisar." Wang Chungying juga ikut berbicara namun dia duduk agak sedikit jauh.
“Yang kalian duga mungkin ada benarnya juga, karena cara yang mereka gunakan sama dengan cara aliran hitam, bahkan mungkin lebih mengerikan." Kata Whu Ling.
Whu Ling sedikit bisa merasakan pancaran Aura energi jahat yang di miliki pasukan iblis tersebut, menurutnya hanya aliran hitam lah yang memiliki aura jahat seperti itu.
“kalau memang pasukan iblis itu dari aliran hitam? Kenapa mereka menyerang sesama aliran hitam? Apa kalian juga mengetahui alasan ini?" Tanya Whu Ling.
“Begini Saudara Ling..." Jian Heeng menjelaskan siapa sebenarnya pasukan iblis itu, dan juga menceritakan keberadaan Raja iblis. Jian Heeng sengaja menceritakan agar pihak Sekte Gagak Hitam mau bekerja sama untuk mencari tau siapa sebenarnya orang yang bersekutu dengan iblis sekaligus yang menjadi dalang kekacauan ini.
__ADS_1
“Seberapa kuat sebenarnya Raja iblis ini?" Tanya Yuan.
“Entahlah, aku juga tidak tahu saudara Yuan, kemungkinan dia bisa sekuat Guru sepuh Feng Ying, atau bisa juga melebihinya." Jawab Jian Heeng dengan lesu.
Selain Jie Rui dan dua junior sekte Gagak hitam, Wang Chungying dan yang lainnya bergetar hebat. dia mengetahui seberapa besar kekuatan Feng Ying, andai Raja iblis itu sekuat Feng Ying atau melebihinya, Wang Chungying tidak bisa membayangkan seberapa mengerikannya Raja iblis tersebut.
“Saudara Yuan, sepertinya kita kesampingkan dulu urusan permusuhan kita.
Saya berharap kita bersama-sama fokus terhadap musuh yang lebih besar yang akan datang." Whu Ling merasa percuma jika saling membunuh antara pihak aliran hitam dan putih, semua itu hanya menguntungkan pihak yang bersekutu dengan Raja Iblis.
“Aku juga berharap demikian, semoga kalian juga bisa mengerti situasi ini dan juga ikut berpartisipasi memburu dan menemukan pengikut Raja iblis itu." Ucap Wang Chungying setelah bisa membuat dirinya lebih tenang.
Jiu Rui hanya diam mendengarkan, karena dia tidak terlalu mengetahui masalah tersebut. “Saudara Ling, sebaiknya kalian malam ini bergabung dengan kami malam ini, karena jika kalian pergi malam ini, pasukan iblis yang lain pasti menyerang kalian lagi." Yuan menawarkan.
Sebenarnya Whu Ling bisa saja pulang ke sektenya, namun demi ke amanan kedua juniornya Whu Ling berpikir memang seharunya dia bergabung dengan rombongan Jian Heeng dan akan melanjutkan perjalanan ketika sudah pagi nanti.
Malam itu Mereka semua beristirahat di satu tempat yang sama, namun Whu Ling dan kedua juniornya tidak duduk berkumpul, melainkan sedikit menjauh sekitar 15 meter dari tempat Jian Heeng beristirahat.
****
Ho Chen membuka matanya, dia tidak sadarkan diri selama lebih dua jam. Ketika membuka mata Ho Chen menyadari kalau tempat itu adalah kamarnya.
Ho Chen ingat ketika terakhir ia bejalan dan hampir sampai di depan gerbang istana, energinya seakan-akan habis, tubuhnya terasa berat dan kepalanya sangat pusing, kemudian kehilangan kesadarannya di depan pintu gerbang istana. Dia juga mengingat prajurit yang menanyakan akan kondisinya.
__ADS_1
Ho Chen membalikkan wajah dan melihat seorang perempuan memakai gaun yang indah berwarna Biru langit sedang duduk membelakanginya, Ho Chen mengenali perempuan itu. “Yihua...? Apa yang sedang dia lakukan di sini?" Batin Ho Chen.
Kemudian Ho Chen sedikit mengangkat kepalanya dan melihat dirinya yang tidak menggunakan baju, dan ada lilitan kain putih di bagian perut hingga pinggangnya. “Auww..!" Ho Chen ingin bangkit namun luka di pinggangnya terasa sakit.
“Chen...!" Yihua yang sedang menyiapkan obat untuk Ho Chen baru sadar kalau Ho Chen sudah siuman dan segera menghampirinya. “Sebaiknya kamu jangan dulu banyak bergerak karena lukamu masih belum sembuh." Yihua memeluk pundak Ho Chen dan membantunya duduk.
“Terima kasih." Kata Ho Chen setelah berhasil duduk.
Yihua hanya tersenyum kemudian berjalan ke meja dan mengambil obat yang sudah ia persiapkan. “Minumlah dulu obat ini agar kondisimu cepat pulih." Kata Yihua sembari membantu Ho Chen meminum obat tersebut.
Sebenarnya Ho Chen ingin menolak, dan akan meminum obat itu sendiri, namun dia tidak bisa mengatakannya, Ho Chen sadar, Yihua sudah repot-repot mempersiapkan obat itu untuk dirinya. rasanya tidak pantas baginya menolak kebaikan yang sudah Yihua berikan.
“Berapa lama aku tidak sadar?" Tanya Ho Chen setelah meminum obatnya.
“Emm... Tidak terlalu lama, sekitar beberapa waktu saja." Kata Yuan sembari meletakan kembali mangkok obatnya.
Yihua kembali dan duduk berhadapan dengan Ho Chen. “Yihua, karena diriku kamu jadi kerepotan, aku tidak akan melupakan kebaikanmu terima kasih." Ho Chen berkata sambil memegang tangan Yihua.
Jantung Yihua berdetak kencang ketika Ho Chen memegang tangannya, perasaan tidak menentu antara senang dan gugup bercampur menjadi satu. “Ti-tidak perlu dipikirkan, yang penting kamu harus segera pulih." Yihua berusaha mengendalikan perasaannya dan bersikap tenang walau bicaranya terlihat gugup.
“Kamu kenapa? Apa kamu sakit?" Ho Chen mendengar perkataan gugup Yihua, dia merasa Yihua sedang letih karena menjaganya.
“Ti-tidak..! in-ini mungkin hanya perasaanmu saja." Yihua yang merasa Ho Chen mengetahui sikapnya, dia semakin salah tingkah dan semakin gugup.
__ADS_1
Ho Chen menempelkan tangannya ke dahi Yihua. “Wajahmu merah, Mungkin kamu sedang sakit." Ketika Ho Chen menempelkan tangannya ke dahi Yihua, pipi Yihua sedikit merah merona. Hal itu membuat Ho Chen semakin yakin kalau Yihua sedang sakit.