Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Sihir Tiga Dewa Api


__ADS_3

Semua menyambut kedatangan Ho Chen, mereka begitu bersemangat ketika melihat Ho Chen sudah muncul di hadapan mereka, termasuk Hanzi.


Begitu mengetahui bahwa dirinya tidak perlu lagi bergabung dengan Tubuh Ho Chen, dia begitu bersemangat, jika Ho Chen berhasil mendapatkan Bunga Lotus Emas, kemungkinan besar Hanzi bisa kembali memiliki tubuhnya.


Karena itu dia begitu senang dan juga berterima kasih kepada Ho Chen. Satu hal yang menjadi pemikiran dalam benak mereka. Mengapa Ho Chen begitu memperdulikan mereka semua?


"Guru, senior Han, Naga Putih, Niu, Senior Yu, aku sudah kembali!." Kata Ho Chen menyapa mereka semua.


"Bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan Bunga Lotus Emas tersebut?." Tanya Niu.


Ho Chen mengangguk kemudian mengeluarkan Bunga Lotus Emas dari dalam gelangnya, seketika itu juga Aura Energi yang begitu kuat terpancar dari bunga tersebut.


Ho Chen menoleh ke arah Yinfei yang sejak tadi menatapnya dengan tersenyum lembut kemudian Ho Chen pergi ke arahnya. "Senior, ini bunga nya." Kata Ho Chen menyerahkan Bunga Lotus Emas kepada Yinfei.


Yinfei tersenyum kemudian berkata. "Aku tidak membutuhkan bunga itu, justru kamu lah yang harus mengunakan nya!." Kata Yin Fei.


"Bagaimana caranya senior?." Tanya Ho Chen.


"Bunga tersebut memiliki 14 kelopak. Berikan kepada mereka masing-masing satu kelopak agar mereka bisa menyerap energi dari kelopak bunga tersebut. Untuk tujuh sisanya kamu yang memakainya sendiri." Kata Yinfei.


Ho Chen langsung memberikan mereka semua masing-masing satu kelopak bunga, giliran Yin dan Yang, Ho Chen jadi kebingungan bagaimana caranya memberikan bunga tersebut kepada kedua pedangnya, sedangkan pedangnya sama sekali tidak bersuara.


Saat Ho Chen berpikir demikian, tiba-tiba saja kedua pedang tersebut bereaksi, mereka segera menampakkan wujud asli mereka yang sesungguhnya.


Pedang Lidah Api berubah menjadi sosok pria paruh baya, rambut, alis, beserta jenggotnya berwarna merah ke kuning-kuningan seperti nyala api. Sedangkan Pedang Dewa Air juga berubah menjadi sosok yang sama, wajah mereka berdua terlihat kembar, namun  rambut sosok dari Pedang Dewa Air berwarna Biru muda. Mereka berdua adalah Yin dan Yang.


Ho Chen tersenyum lebar melihat sosok kedua pedangnya lalu memberi Hormat. "Hormat kepada Senior Yang, dan senior Yin!." Kata Ho Chen.


Mereka berdua tersenyum lembut kepada Ho Chen lalu membalas memberi hormat nya juga kepada Ho Chen. "Maafkan kami karena tidak menjelaskan kepadamu tentang siapa kami berdua ini yang sebenarnya!." Kata sosok yang berambut merah.


"Tidak senior Yang, justru saya lah yang seharusnya meminta maaf, karena telah memperlakukan kalian seperti pedang yang lainnya!." Kata Ho Chen kemudian memberikan mereka berdua masing-masing satu kelopak bunga.


Yinfei mulai menjelaskan kepada mereka bertujuh bagaimana cara mengunakan nya. Setelah mendapat petunjuk, mereka bertujuh segera pergi untuk meditasi agar dapat menyerap Qi yang ada di kelopak bunga yang mereka pegang, menurut penjelasan Yinfei, setidaknya mereka butuh Lima sampai Enam Bulan untuk menyerap semua nya.

__ADS_1


"Ho Chen ambillah satu kelopak bunga untuk kamu serap, dan segera meditasi dan seraplah Qi yang ada di bunga tersebut, jika sudah selesai, kamu tidak bisa menyerap kelopak berikutnya, aku sarankan agar jangan dulu terburu-buru, biasakan dirimu dengan kekuatan yang baru kamu dapatkan, setidak selama sepuluh hari dan baru bisa melanjutkan nya lagi ke kelopak berikutnya.


Selama kamu menunggu dan membiasakan dirimu sampai sepuluh hari, kamu bisa berlatih meningkatkan ilmu beladiri mu sekaligus Ilmu perubahan unsur, nanti aku juga akan membantu mu berlatih." Kata Yinfei.


Ho Chen begitu antusias, dia sudah tidak sabar ingin segera meditasi menyerap energi dari Bunga Lotus Emas tersebut. Dia memasuki ruangan yang sudah di sediakan, kemudian duduk bersila. Ho Chen meletakkan satu kelopak Bunga Lotus Emas di tangganya kemudian memejamkan mata dan mulai mengisap energi tersebut.


Energi yang ada di kelopak Bunga Lotus Emas bukan energi biasa, berbagai energi terkandung di dalamnya mulai dari energi kehidupan, energi Alam, energi kematian dan energi Murni.


Ho Chen merasakan energi tersebut mengalir sangat deras, bagai bendungan air yang pecah mengalir begitu kuat. Namun energi tersebut tidak juga kunjung habis seakan-akan tidak ada batas nya.


Tubuh Ho Chen mulai bergetar, semua pori-pori kulitnya melebar, seolah-olah mau mengeluarkan Air yang terlihat melebihi kapasitasnya.


Namun Ho Chen tetap berusaha menyerap semaksimal mungkin walau terkadang tulang-tulang seakan mau hancur.


Benar kata Yinfei, menyerap Qi yang terkandung di dalam kelopak bunga tersebut memang butuh waktu yang sangat lama, ini adalah meditasi terlama bagi Ho Chen.


Satu Bulan telah berlalu namun tidak ada tanda-tanda kalau Energi dalam kelopak bunga tersebut akan habis, namun dengan tekad dan kesabaran, dia tetap berusaha walau dia tidak tahu sudah berapa lama dia duduk di sana.


Kelopak Bunga Lotus Emas tersebut perlahan-lahan menjadi butiran Cahaya emas dan kemudian menyatu dengan tubuh Ho Chen. Tubuh Ho Chen mulai bersinar sedikit keemasan dan energinya juga terasa meningkat menjadi 5000 Energi.


Ajaib nya meridian-meridian kecilnya juga ikut terbuka, sehingga kekuatan nya semakin bertambah besar. Tubuh fisik Ho Chen tidak ada yang berubah, namun pancaran energinya lah yang paling terlihat berubah.


Ho Chen membuka matanya, dia menatapi perubahan dalam dirinya, terasa seperti kolam energi yang sangat besar berada di dalamnya. Pori-pori yang sebelumnya membesar kini kembali normal, serta kulitnya semakin kencang terasa setahun lebih mudah dari sebelumnya.


"Inikah Kekuatan Puncak Alam Dewa?." Gumam Ho Chen dia merasa tubuhnya begitu ringan lebih ringan dari sebelumnya.


"Bagus sekali, kamu sudah berhasil menyerap seluruh Qi yang ada di kelopak bunga tersebut, dan juga kamu lebih cepat dari yang aku perkirakan." Kata Yinfei, sebelumnya dia menargetkan Lima sampai Enam Bulan, nyatanya dalam waktu lima bulan Ho Chen sudah selesai menyerapnya, Hanzi dan keenam lainnya saja belum selesai.


"Senior benar, aku merasa tubuhku di penuhi banyak energi jika begini aku bisa melanjutkan ke kelopak berikutnya!." Kata Ho Chen.


"Tidak bisa! Kamu harus membiasakan diri terlebih dahulu! Begini saja, bagaimana kalau kita berlatih agar Tubuh mu menjadi terbiasa dengan kekuatan barumu itu, setelah itu kamu bisa melanjutkan ke tahap berikutnya." Kata Yinfei.


Ho Chen setuju, dia bangkit dari tempat duduknya dan berniat melangkah keluar, namun siapa sangka, begitu melangkahkan satu kakinya, tanpa di sadari oleh Ho Chen, kakinya mengeluarkan energi angin sehingga dalam sekejap dia sudah berada di luar.

__ADS_1


Ho Chen hampir tidak percaya akan apa yang ia rasa, jika kekuatan Puncak Alam Dewa saja seperti itu, bagaimana dengan tingkat berikutnya?


"Ho Chen, sebenarnya ini adalah keberuntungan untuk dirimu, jika saja kamu mempelajarinya di dunia mu sendiri, akan butuh usaha yang sangat keras, bahkan menunggu sampai ratusan bahkan ribuan tahun untuk mencapai Tingkat ini." Kata Yinfei.


Ho Chen mengangguk, karena dia juga tahu, Gurunya Feng Ying saja membutuhkan waktu yang begitu lama untuk mencapai kekuatan yang seperti sekarang ini.


Cara yang dilakukan Ho Chen adalah cara yang tidak bisa di lakukan oleh orang-orang di dunianya. Namun bukan berarti mudah untuk mendapatkannya.


Jika pendekar biasa yang melakukannya, kemungkinan besar tubuh mereka tidak akan sanggup menampung semua energi yang begitu banyak, dan akhirnya berakhir dengan kematian, yaitu tubuh mereka akan meledak karena kelebihan energi.


Ho Chen memiliki energi yang sangat murni, di tambah lagi dengan daya tampung yang sangat besar, sehingga akan mampu menyerap energi tersebut, namun terkadang Ho Chen harus merasakan sakit terlebih dahulu sebelum bisa menampung lebih banyak energi.


"Baiklah mari kita coba!." Ucap Yinfei kemudian melakukan gerakan tangan seperti membuat mantra sihir.


Ho Chen bingung dengan gerakan tersebut, bukan karena tidak pernah melihat, Dia juga bisa mengunakan mantra sihir, namun gerakan yang di peragakan oleh Yinfei terlalu cepat dan juga sulit.


"Bersiaplah..!." Seru Yinfei.


"Sihir Tiga Dewa Api."


Yinfei melepaskan tiga api secara bersamaan. Satu berwarna biru ke unguan keluar dari mulutnya. Satu berwarna merah kekuningan keluar dari talapak sebelah kanan. Dan satu berwarna jingga keluar dari tangan kiri.


Ke tiga api tersebut sangat panas dan menyembur ke arah Ho Chen dengan sangat cepat.


Ho Chen segera membuat Tehnik nya untuk menangkis serangan api yang panas namun tidak terlalu besar.


"Sihir Air."


"Tehnik Kristal Es - Pembekuan Es Abadi."


Dari tangan Ho Chen keluar Air yang sangat banyak dan mengalir keatas seakan-akan membentuk dinding penghalang, kemudian di bekukan menjadi Es, sehingga tercipta Dinding Es yang sangat tinggi dan juga tebal.


Ketiga Api berbeda warna itu membakar seluruh Tembok Es buatan Ho Chen, dalam tiga tarikan nafas, dinding Es mencair karena api yang membakarnya memiliki energi yang begitu tinggi, kuat dan juga panas.

__ADS_1


__ADS_2