Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Yihua meninggal


__ADS_3

Raja dan jendral iblis segera datang untuk menyerang Ho Chen yang saat ini sudah berada bersama Kaisar dan yang lainnya.


Mereka semua bergerak sangat cepat namun tiba-tiba berhenti seketika. dihadapan mereka muncul enam sosok bercahaya dan menghentikan mereka semua. Raja iblis biru juga kembali lagi dan bergabung dengan yang lainnya


"Kalian ingin menyerang tuan kami? Kalau begitu hadapi kami dulu!" kata Yin.


"Bukankah kalian pecahan energi malik Hanzi? Apa kalian pikir akan mampu melawan kami, dasar bodoh!" kata Raja iblis merah.


Ratu Sihir juga baru tiba disana. Dia terlempar agak jauh sehingga datang paling terakhir.


"Jangan banyak bicara! Jika kalian memaksa ingin menyerang tuan kami, maka kalian harus menghadapi kami terlebih dahulu," Yu juga ikut bersuara.


"Hahaha! kalian cuma berenam, kami ada sepuluh, apa kalian pikir mampu hah?" kata Ratu Sihir.


"Bukan mereka berenam saja, melainkan masih ada aku!"


"Ada aku juga! Ratu tua, lama sekali kita tidak bertemu,"


"Heh, benar-benar iblis yang merepotkan, biar aku saja yang menghadapi tanduk merah itu!"


"Amithafa! Kalian ini adalah para iblis yang sering bikin resah kami saja,"


Feng Ying, Hanzi, Qiao Ho, Maha Guru An Xuan muncul secara bersamaan dan bergabung dengan keenam sosok pecahan energi tersebut.


"Hem, bukankah kamu yang berusaha mencelakaiku?" Feng Ying sangat mengingat wajah Wang Dunrui sehingga langsung mengenalinya.


"Jangan banyak bicara, cepat kita serang mereka kemudian kita serang manusia itu dan rebut kembali cincinku darinya!" kata Ratu Sihir, namun dia sedikit melirik Hanzi, dia akan berusaha menghindar dan tidak mau berhadapan dengan Hanzi untuk yang kedua kalinya.


pertarungan antara Sepuluh kelompok Iblis melawan kesepuluh Kelompok Feng Ying pun terjadi.


Hanzi bukanlah bertarung melawan Ratu Sihir, melainkan melawan Wang Dunrui, mereka berdua terlihat berimbang, bahkan Wang Dunrui mengunakan 90 persen kekuatannya masih dapat diimbangi oleh Hanzi.


Feng Ying melawan Ratu Sihir, karena dari manapun kekuatan kegelapan milik Ratu Sihir tidak akan berguna jika terkena kekuatan matahari milik Feng Ying.


Qiao Ho berhadapan dengan Jendral Ori. Api melawan Es membuat mereka terlihat berimbang namun sedikit berat sebelah.

__ADS_1


Ketiga Raja iblis berhadapan dengan Ming Hao, Yu, dan Kun. Ketiga Raja iblis terkejut, ternyata kekauatan ketiga pecahan energi tersebut mengimbangi mereka bertiga.


Sedangkan Maha Guru An Xuan dan pecahan energi yang tersisa melawan para jendral iblis yang tersisa dan salah satunya adalah Jendral Xu.


Sebenarnya mereka semua datang secara bersamaan karena Feng Ying. Dia yang memiliki Tehnik Mata Dewa melihat para iblis tersebut ketika dirinya masih berada di Gunung Es.


Qiao Ho pun meminta Feng Ying untuk menjemput Maha Guru An Xuan, dan kemudian mereka bertiga muncul secara bersamaan.


Hanzi sendiri datang karena merasakan energi hitam milik Ratu Sihir ketika berpindah tempat sehingga Hanzi dengan mudah menemukannya.


Pertarungan mereka memiliki dampak cukup besar, dan dampak paling besar adalah pertarungan antara Hanzi melawan Wang Dunrui.


***


"Yihua..! Yihua!" Ho Chen yang baru tiba segera memegang tubuh Yihua sambil memanggilnya, dia memeriksa luka dalam yang dialami oleh Yihua yang ternyata membuat Ho Chen terkejut.


Sebagian organ dalam Yihua sudah hancur. hanya tinggal menunggu waktu saja bagi Yihua untuk menghembuskan nafasnya.


"Chen'er, bisakah kamu menolong Hua'er?" tanya Kaisar Hong sambil merangkul Yihua namun air matanya mengalir deras.


"Hua'er..!" permaisuri berteriak histeris memanggil Yihua ketika baru tiba dan melihat Yihua sudah terbaring dengan mulut dan baju yang penuh dengan darah.


Permaisuri sampai tidak mampu berlari kearah Yihua, dia terjatuh kemudian tidak sadarkan diri akibat kaget dan juga syok.


"Chen!" suara Yihua tiba-tiba keluar memanggil Ho Chen.


Ho Chen lansung merespon dengan cepat dan memegang tangan Yihua.


"Yihua, bertahanlah! Aku akan berusaha menolongmu," kata Ho Chen, dia mengalirkan energi Es kepada Yihua, namun mata Ho Chen mulai berair.


Yihua tersenyum sesaat kemudian mengeluarkan darah kembali dari tepi bibirnya.


"Jangan dulu bergerak, dan aku mohon bertahanlah!" kata Ho Chen yang masih berusaha mengalirkan energi Es padanya.


"Chen... Kataka... padaku... apa... kamu... mencintai... ku..?" suara Yihua sangat pelan dan lemah, dia bicara satu persatu.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Yihua, jadi aku mohon bertahanlah demi diriku!" kata Ho Chen, entah berapa banyak energi es yang ia berikan namun nyatanya organ dalam tubuh Yihua yang hancur karena sihir tidak bisa kembali.


"Aku... sangat... senang... mende... ngarnya! Terima... kasih! A.. aku.. ju.. ga..me.. cintai.. mu!" tubuh Yihua langsung lemas, denyut nadinya pun sudah tidak terasa oleh Ho Chen.


"Yihua! Bangun Yihua! Yihua, aku mencintaimu, kamu dengar? Ayo bangun Yihua! Yihua...!" Ho Chen langsung memeluk tubuh Yihua yang mulai dingin. Walau sebenarnya dia tidak mencintai Yihua, namun dia tetap merasa kehilangan


Kaisar Hong menangis sambil duduk memegang tangan putrinya yang sudah meninggal. Qiao Lin dan semua yang ada disana juga ikut menangis melihat Yihua sudah tidak lagi bergerak.


"Anak muda, kau memikul takdir yang begitu besar, suatu saat nanti kamu akan kehilangan salah satu orang terdekat mu, namun semua itu tergantung bagaimana cara mu mencegah agar orang tersebut tidak meninggalkan mu!"


Ho Chen yang masih memeluk tubuh Yihua teringat kembali akan ramalan kakek yang ia temui di kekaisaran Liu, dia tidak menduga jika orang terdekat yang dimaksud adalah Yihua.


"Yihua, maafkan aku, semua ini terjadi karena salahku!" kata Ho Chen yang mulai menyalahkan dirinya sendiri.


Ho Chen mengingat kembali pertemuannya dengan Yihua, saat-saat duduk di pinggir kolam malam-malam berdua, saat Yihua merawat lukanya dan semua kenangan tentang Yihua kembali kepikirannya.


Ho Chen mencium kening Yihua sambil memejamkan matanya. dulu Yihua juga pernah memeluknya dan hampir menciumnya.


Ho Chen meletakkan kembali tubuh Yihua yang sudah kaku, di kembali menatap wajah Yihua yang terlihat seperti tersenyum padanya, dan memang Yihua meninggal dengan tersenyum.


Qiao Lin sendiri berjalan dan mendekati tubuh Yihua kemudian berkata. "Kenapa? Aku sudah memberikannya padamu, tapi kenapa kau justru meninggalkannya kenapa Yihua kenapa?" Qiao Lin berbicara namun tangisnya juga pecah.


Ho Chen terdiam kemudian mendekatkan bibirnya kebibir Yihua yang masih ada darahnya kemudian menciumnya.


"Yihua, tunggulah! Aku pastikan mereka akan menemani dan melayanimu disana!" kata Ho Chen setelah itu muncul tiga garis emas di keningnya.


Ho Chen berdiri kemudian memandang kearah para Raja iblis dan Ratu Sihir yang sedang bertarung di atas.


Perubahan yang terjadi kepada Ho Chen menarik perhatian semua yang ada disana. Qiao Lin yang masih sedih pun lansung terdiam dan memandangi perubahan Ho Chen. Qiao Lin merasa sedikit takut, karena penampilan Ho Chen benar-benar berubah.


Para Raja iblis dan Ratu Sihir juga menoleh kebawah, mereka semua menghentikan pertarungan setelah merasakan aura yang begitu kuat terpancar dari Ho Chen, dan itu masih belum mengeluarkan energi.


"Chen'er! Kanapa penampilannya berubah?" Feng Ying terkejut melihat Ho Chen yang sudah berubah.


"Itu adalah wujud sempurna sekaligus kekuatan puncak milik Chen'er," kata Ming Hao menjelaskan kepada Feng Ying.

__ADS_1


Ho Chen menjentikkan jarinya, kemudia Feng Ying, Ming Hao, dan semua pecahan energi termasuk Hanzi, mereka dipindahkan ketempat Qiao Lin.


__ADS_2