
Setelah kepergian Raja iblis hitam dengan Liu Qi Shu, saat ini markas tersebut di percayakan kepada salah satu pendekar Tingkat Alam untuk menjaganya, dan setelah sekian lama, Liu Qi Shu datang kembali, namun tidak datang bersama Raja iblis hitam, melainkan dengan jendral Xu.
Mereka datang mengumpulkan pasukan mayat yang ada di kekaisaran Liu, sebelum pergi, Liu Qi Shu menyuruh semua anggota pengikutnya untuk membunuh lebih banyak dan menyerahkan mayat-mayat tersebut kepada nya untuk di jadikan pasukan mayat hidup.
Yang Gang mendapatkan kekuatan tambahan dari Jendral Xu, bukan hanya dia saja yang ditingkatkan, melainkan seluruh anggotanya sehingga menjadi sangat kuat.
Kekuatan Yang Gang adalah energi kayu, sehingga begitu dia mengaktifkan kekuatan yang di berikan oleh jendral Xu, kekuatannya akan berkali-kali lipat kuatnya, bahkan Yang Gang yang masih berada di Tingkat Langit Puncak 1, mampu meningkatkan kekuatannya hingga ke Tingkat Alam.
Kekuatan yang besar yang didapatkan secara instan memiliki pengaruh yang besar pada jiwanya, seperti yang di alami oleh Yang Gang, dia akan kehilangan sebagian kesadarannya dan di ambil alih oleh energi jahat, sehingga dia sudah tidak bisa membedakan antara lawan atau kawan.
Setelah mendengar pengakuan Yang Gang, Ho Chen menanyakan letak markas tersebut, dan Yang Gang pun memberitahukan letaknya.
Yang Gang di bawa oleh para pengawal ke penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sedang sayembara di tunda untuk sementara dan menunggu keputusan Kaisar Cao, apakah sayembara akan di lanjutkan lagi atau tidak.
"Tuan Muda, Yang Mulia mengundang anda, beliau ingin bertemu dengan Tuan Muda!." Salah satu pejabat istana keluar dan berbicara kepada Ho Chen, dan mengajaknya memenuhi undangan Kaisar Cao.
"Baiklah saya akan kesana, tapi sebelumnya saya ingin pergi dulu sejenak untuk menemui salah satu temanku!." Kata Ho Chen.
Pejabat tersebut mengangguk dan bersedia menunggunya di situ sampai Ho Chen kembali. Para Jendral juga ingin berbicara kepada Ho Chen namun Jendral Lin Shang melarangnya, dia mengerti jika Ho Chen bukan pendekar biasa, kemungkinan Ho Chen adalah pendekar Alam dan menyembunyikan kekuatannya agar tidak terlihat.
Ho Chen melangkah pergi menuju ketempat Tiao Ji dan Xiu Hei Kong berada, setelah tiba di sana, Xiu Hei Kong langsung berlutut dihadapan Ho Chen.
"Tuan Muda Chen, maafkan saya, saya punya mata namun tidak melihat kekuatan dan kebesaran Tuan Muda Chen!." Kata Xiu Hei Kong, sebelumnya dia hampir mencari masalah dengan Ho Chen.
"Pangeran Xiu, bolehkah aku meminta satu permintaan kepadamu?." Kata Ho Chen.
"Silahkan Tuan Muda Chen, selama saya bisa saya akan melakukannya!." Kata Xiu Hei Kong.
"Pangeran, permintaan aku sederhana saja! Kamu adalah seorang Pangeran dari kekaisaran Wu, bisakah kamu menarik kembali pasukan mu yang saat ini berada di perbatasan kekaisaran Yun?." Ho Chen merasa pertempuran antara kekaisaran tidak akan merubah apapun kecuali korban yang akan semakin banyak berjatuhan.
Xiu Hei Kong terkejut akan permintaan Ho Chen kemudian menggelengkan kepala.
"Tuan Muda Chen benar, saya adalah seorang Pangeran, namun jika harus menarik kembali pasukan kami yang saat ini berada di perbatasan kekaisaran Yun, itu di luar kekuasaan saya, yang berhak adalah ayah saya,namun saya akan tetap mencoba, jika tidak berhasil, mohon Tuan Muda tidak tersinggung kepada saya!."
__ADS_1
Ho Chen mengangguk puas, setidaknya Xiu Hei Kong sudah berusaha, dia mengerti yang bisa menarik mundur pasukan kekaisaran Yun hanyalah Kaisar sendiri.
"Baiklah kau boleh pergi!." Kata Ho Chen.
"Terima Kasih Tuan Muda!." Kata Xiu Hei Kong kemudian pergi meninggalkan Ho Chen bersama Tiao Ji di tempat tersebut.
"Saudara Tiao, kembalilah ke penginapan mu sekaligus menunggu pengumuman sayembara, jika di lanjutkan saya doakan saudara Tiao bisa menang." Kata Ho Chen.
"Apa maksud saudara Chen, apa saudara Chen berencana keluar dari dan tidak akan mengikuti pertandingan lagi?." Tanya Tiao Ji.
"Benar, lagi pula saya tidak ada alasan lagi untuk ikut pertandingan itu, dan juga aku masih memiliki banyak urusan lain yang harus di selesaikan." Kata Ho Chen.
Tiao Ji menjadi tidak percaya diri, jika pertandingan jadi di teruskan sedangkan Ho Chen keluar, maka kesempatan nya untuk menang akan tipis.
Tiao Ji tahu jika Ho Chen adalah pendekar yang memiliki kekuatan Tingkat tinggi terlepas dari umurnya yang masih sangat muda, itu karena dia telah melihat kekuatan Ho Chen sebelumnya ketika bertanding, di tambah lagi ketika akar kayu yang mengerikan menyerang. Tidak satupun yang mendekati Ho Chen, sehingga Tiao Ji berasumsi kalau Ho Chen adalah pendekar Tingkat Alam.
Tiao Ji akhirnya hanya bisa pasrah dan akan berusaha dengan kemampuannya sendiri apa bila pertandingan jadi di lanjutkan.
"Baiklah Saudara Chen, saya akan kembali ke penginapan, apakah saudara Chen nanti juga kembali ke penginapan?."
Tiao Ji akhirnya berpamitan dan kembali ke penginapannya, sedangkan Ho Chen berada di sana untuk sesaat sebelum akhirnya pergi menemui pejabat istana yang menunggunya.
"Tuan Muda, apakah urusan Tuan Muda sudah selesai?." Tanya pejabat tersebut.
"Sudah, mari kita masuk menemui Kaisar Cao!." Kata Ho Chen kemudian berjalan mengikuti pejabat tersebut.
"Pai Wong memberi Hormat kepada Yang mulia, saya datang bersama Tuan Muda yang ingin Yang Mulia temui!." Kata Pejabat tersebut sambil membukukkan badan memberi hormat.
"Terima kasih Kasim Wong!." Kata Kaisar Cao kemudian menoleh ke arah Ho Chen yang berdiri di belakangnya.
"Jadi siapa nama mu anak muda?." Tanya Kaisar Cao.
Ho Chen maju dan memberi hormat kepada Kaisar Cao kemudian menjawabnya. "Nama saya Ho Chen yang mulia!."
__ADS_1
"Ho Chen..! Nama mu sangat bagus dan wajahmu sangat tampan, sangat cocok untuk menjadi pasangan Putri ku!." Kata Kaisar Cao sambil tertawa membuat Ho Chen tersedat ludahnya sendiri.
Di dalam istana banyak orang yang hadir, selain orang yang di sebut Kasim Wong masih ada puluhan pejabat lainnya yang hadir di sana, termasuk para jendral.
"Yang Mulia terlalu memuji, saya tidak pantas untuk semua itu!." Kata Ho Chen, dia merasa perkataan Kaisar Cao tidak lah terlalu penting.
"Kamu masih sangat muda dan juga berbakat, siapa orang yang tidak mau memiliki pasangan atau menantu yang begitu berbakat seperti dirimu!." Kata Kaisar Cao kemudian memanggil putri nya.
"Lu'er kemarilah!."
Putri kaisar tersebut datang dan berdiri di samping Kaisar. "Ini putri ku, namanya Cao Xiu Lu! Lu'er, ini dia adalah Ho Chen pemuda yang sangat berbakat muda dan juga tampan, dia sangat cocok untuk mu." Kata Kaisar Cao.
Xiu Lu awalnya memandang Ho Chen sejenak sebelum akhirnya menunduk dan wajahnya memerah setelah mendengar perkataan ayahnya.
Wanita mana yang tidak malu ketika di goda seperti itu di hadapan banyak orang, terlebih lagi dia tidak mengenal Ho Chen, Xiu Lu sudah melihat aksi Ho Chen sesaat, namun untuk saat ini dia tidak bisa di bilang tertarik dengan pemuda yang belum di kenalnya walau pun menurutnya pemuda di hadapannya itu lumayan tampan.
Ho Chen sendiri hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Kaisar Cao, dia melihat Xiu Lu sangat cantik kulitnya putih bagai salju, namun tingkat kecantikannya masih di bawah Qiao Lin dan Yi Hua.
Ming Hao dan semua yang ada di dalam gelang juga mendengar perkataan Kaisar Cao, mereka menunggu reaksi Ho Chen berikutnya, dan ternyata tidak ada reaksi apapun dari Ho Chen.
"Chen'er, dari semua wanita yang sudah kau temui, apa tidak ada satupun yang menarik di hatimu?." Tanya Ming Hao.
"Ehem.. Guru, kenapa guru malah bertanya hal yang tidak terlalu penting?."
"Ming, apa yang kamu tanyakan, Chen sudah memiliki gadis lain yang lebih cantik dari gadis itu!." Niu berkata kapada Ming Hao.
Mereka semua mulai berdebat di dalam gelang, sedangkan Ho Chen tidak memperdulikan perdebatan mereka semua.
"Yang Mulia, kedatangan saya kesini ingin menyampaikan sesuatu kepada Yang Mulia!." Kata Ho Chen berusaha mengarah ke topik yang lebih penting dari semua itu.
"Lu'er kau boleh pergi!." Kata Kaisar Cao kemudian mulai serius menatap Ho Chen.
"Apa yang angin kamu sampaikan, katakanlah!."
__ADS_1
"Yang Mulia pasti sudah mengetahui akan kekacauan yang terjadi di kekaisaran Yun!." Kata Ho Chen.
Kaisar Cao mengangguk, kemudian Ho Chen mulai menceritakan sumber masalah dari kekacauan tersebut, sekaligus menjelaskan jika kekacauan tersebut juga sudah sampai di kekaisaran Liu, sekaligus menceritakan akan apa yang telah di sampaikan oleh Yang Gang.