
Tanpa pikir panjang Yihua lansung menjawabnya. "Aku tidak peduli, yang ku mau kau tetap berada di sini bersamaku, jika memang dunia ini harus hancur sekalipun, aku tetap tidak mau berpisah lagi dengan mu." Jawab Yihua
"Walau harus mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah? bagaimana dengan Ayah ibu dan adik mu? Apa kamu tega melihat mereka menjadi korban kemudian mati dibunuh oleh para iblis itu?." Tanya lagi Ho Chen yang kali ini menyebutkan ayah Yihua.
Yihua terdiam kemudian menggelengkan kepalanya. Melihat Yihua yang sudah kehabisan Kata-Kata, Ho Chen tersenyum lembut kemudian mendekatinya dan berbicara kembali padanya.
"Kau harus tau akan kondisiku saat ini, jadi ku mohon mengertilah dan biarkan aku pergi melaksanakan tugas ini!." Kata Ho Chen dengan lembut.
Yihua menatap mata Ho Chen dalam-dalam, sebenarnya dia masih belum rela jika harus kembali berpisah dengannya, walau demikian Yihua berusaha untuk tetap memahami akan beban dan tugas yang akan Ho Chen laksanakan.
"Chen, Kenapa kamu harus menyembunyikan identitas mu dari dunia? Bukankah lebih baik dunia tahu jika kamu masih hidup?." Tanya Yihua namun dia semakin mendekatkan dirinya kepada Ho Chen.
Ho Chen terdiam sejenak kemudian menjelaskan alasannya, sebenarnya Ho Chen tidak memiliki rencana untuk menyembunyikan identitasnya, namun Ho Chen teringat akan Raja iblis biru.
Dengan menyembunyikan identitasnya Ho Chen bisa bergerak dengan leluasa, namun jika identitasnya tidak di sembunyikan, dia khawatir Raja iblis biru akan berusaha mencarinya.
Ho Chen tidak takut jika harus kembali berhadapan dengan Raja iblis biru itu, karena dirinya sudah menguasai ilmu Penghentian waktu.
Justru yang Ho Chen khawatirkan adalah orang-orang yang memiliki hubungan dengannya, seperti Kang Jian, Guru nya Feng Ying, Kaisar dan keluarganya, Qiao Ho dan semua yang pernah berhubungan dengannya. Bisa saja Raja iblis biru yang di bantu oleh Wei Heng berusaha mencari orang-orang yang pernah Ho Chen temui kemudian membunuh mereka sebagai pelampiasan.
Walau Feng Ying terkenal sebagai pendekar nomor satu di kekaisaran Yun, namun kekuatannya tidak cukup untuk melawan Raja Iblis biru, apalagi Kang Jian dan Qiao Ho.
Setelah mendengarkan penjelasan dan alasan dari Ho Chen, Yihua akhirnya mengerti jika yang di lakukan Ho Chen adalah untuk melindungi dirinya dan semua orang yang di kenal nya.
"Chen, aku takut jika kamu nantinya bertemu dan bertarung dengan Raja iblis itu, aku takut nanti benar-benar tidak akan bisa bertemu dengan mu lagi. Berjanji lah padaku jika kau akan baik-baik saja dan akan kembali lagi kesini." Kata Yihua dengan nada sedih dan juga penuh harap.
Ho Chen juga berpikir cara menjawabnya, dia juga tidak ingin memberikan janji yang belum tentu dia dapat memenuhinya sehingga janjinya hanya akan menjadi janji manis yang akhirnya harus menjadi pahit.
"Dunia kependekaran sulit untuk di tebak, aku tidak berani berjanji padamu Yihua, namun aku akan tetap berusaha berlatih agar bisa cepat kuat dan bisa menandingi Raja iblis itu." Kata Ho Chen.
__ADS_1
Secara pelahan-lahan kepala Yihua bersandar di bahu Ho Chen. Ho Chen yang sudah mulai terbiasa dengan sikap Yihua hanya bisa membiarkan gadis itu bersandar kepadanya.
"Chen, aku sudah mengungkapkan semua perasaanku padamu, namun aku tidak tahu bagaimana perasaan mu padaku." Kata Yihua.
"Yihua, aku juga tidak tahu bagaimana aku harus menjawabnya! Aku bukanlah orang yang pandai berkata-kata, aku mungkin akan menghilang dari pandangan matamu, tetapi engkau harus yakin bahwa aku tidak akan hilang dari dalam hatimu, begitu juga denganku!." Ucap Ho Chen.
Yihua kembali duduk normal menatap Ho Chen. "tidak pandai berkata-kata apanya! Kata-kata barusan yang kau ucapkan itu justru akan mampu membuatku bermimpi indah." Kata Yihua berbicara dalam batinnya.
"Yihua, aku ada sedikit permintaan padamu!." Kata Ho Chen.
"Katakanlah, akan ku lakukan apapun permintaan mu!." Balas Yihua dengan antusias.
"Tolong bantu aku merahasiakan akan keberadaan diriku, dan jangan menceritakan kepada siapapun bahwa aku masih hidup." Kata Ho Chen menyampaikan keinginannya.
"Tentu saja, aku akan merahasiakan ini." Jawab Yihua.
Kini Yihua kembali memiliki semangat hidup, walau masih terlihat kurus namun keceriaan dan senyum nya sudah mulai menghiasi wajahnya.
"Yihua, kamu kenapa?." Ho Chen tiba-tiba di kagetkan oleh teriakan Yihua yang berada di depan cermin kemudia menghampirinya.
"Jangan kesini, kamu di berdiri saja di sana aku mau keluar dulu sebentar, dan kamu jangan kemana-mana tunggulah di sini." Ucap Yihua sambil berlari keluar kamarnya sambil menutup wajahnya, sedangkan Ho Chen hanya berdiri mematung, dia keheranan melihat Yihua yang tiba-tiba bertingkah aneh, namun dia segera menyadarinya. "Bukankah sudah terlambat!."Gumam Ho Chen sambil tertawa kecil
Yihua sangat terkejut ketika melihat wajahnya sendiri di cermin, selama dia sakit, dia sudah tidak lagi memperdulikan perubahan pada tubuh serta wajahnya yang mulai mengurus, dia baru sadar setelah melihat cekungan matanya yang dalam di cermin. Yihua segera menutup wajahnya karena malu kepada Ho Chen.
"Tuan Putri, anda mau kemana?." Para dayang dan beberapa pelayan istana terkejut melihat Yihua yang berlari sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya kemudia memanggilnya.
Yihua tidak mempedulikannya, dia terus berlari ke kamar permaisuri kemudian mengetuk pintu tersebut.
Permaisuri membukakan pintu kamarnya dan terkejut melihat Yihua yang berdiri di depan pintunya.
__ADS_1
"Hua'er, ada apa dengan mu, apa terjadi sesuatu di kamarmu?." Tanya Permaisuri, namun dia heran ketika melihat kondisi Yihua yang kembali memiliki tenaga dan terlihat sangat bersemangat sekali, bisa di lihat jika Yihua sudah kembali sehat.
"Ibunda, tolong pinjam kan Hua'er alat rias wajah milik ibu!." Kata Yihua yang terlihat tergesa-gesa.
"Hemm.! memangnya punya mu kenapa? Apa di kamarmu sudah habis? Dan juga untuk apa kamu ingin memakai alat rias wajah?." Tanya Permaisuri heran, menurutnya yang seharusnya Yihua cari adalah Obat atau tabib mengingat putrinya yang sakit, namun yang di cari Yihua justru alat rias wajah.
"Akan Hua'er jelaskan nanti, namun saat ini Hua'er benar-benar membutuhkan alat rias itu." Paksa Yihua kepada ibunya.
Permaisuri akhirnya hanya bisa mengikuti keinginan putrinya, dia melihat putrinya yang mulai memoles wajahnya denga bedak milik ibunya.
Permaisuri juga membantu merias wajah Putrinya tersebut namun dia sendiri juga masih bingung dengan kelakuan putrinya yang begitu mendadak itu.
Atas bantuan permaisuri akhirnya tidak membutuhkan waktu lama untuk merias wajah Yihua, wajah Yihua mulai terlihat sedikit berbeda, wajahnya yang awalnya terlihat sedikit pucat kini sudah hampir tidak terlihat, cekungan di matanya juga sedikit menghilang, dan bibirnya di beri pewarna merah agar terlihat segar.
Yihua bangkit kemudian berdiri di depan cermin milik ibunya. Yihua berputar-putar di depan cermin kemudian menatap ibunya sambil bertanya. "Apa aku sudah terlihat cantik?." Tanya Yihua.
Permaisuri tersenyum mendengar pertanyaan putrinya tersebut kemudian menjawab nya. "Sejak dulu kau memang sudah cantik, walau tanpa di rias sekalipun kau akan tetap cantik." Kata Permaisuri.
jawaban permaisuri ternyata tidak membuat hati Yihua senang, dia kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama kepada ibunya. Permaisuri akhirnya mengangguk karena putrinya yang terlihat tidak puas dengan jawabannya itu.
Yihua segera berpamitan dan keluar dengan penuh semangat ke arah kamarnya untuk kembali menemui Ho Chen.
Ketika sedang berlari untuk kembali menuju ke kamarnya, tiba-tiba tubuh gadis tersebut terangkat dan melayang di udara, walau hari sudah malam semua pelayan masih sibuk beraktifitas sehingga mereka melihat dengan sangat jelas tubuh Yihua yang tiba-tiba melayang ke udara.
"Tuan Putri..!!
"Tolong!!!
"Tolong!!!
__ADS_1
Para pelayan dan pekerja istana segera berteriak meminta tolong. Yihua terkejut ketika melihat tubuhnya yang melayang tinggi menjauhi tanah di bawahnya dia segera berteriak sekeras mungkin karena takut dan memanggil Ho Chen dengan sangat keras.