Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kekuatan Pedang Dewa Air


__ADS_3

"A-aku...!." Yihua bukanlah tipe orang yang pandai berbohong, dan akhirnya hanya mengangguk. " Ibu tolong jangan cerita ke siapapun kalau Chen masih hidup, nanti aku akan menjelaskan dan menceritakan semuanya kepada ibu, namun itu saja permintaan Hua'er, tolong jaga rahasia ini." Ucapnya.


"Apa Chen'er yang meminta mu untuk menjaga rahasianya itu?." Tanya lagi Permaisuri, walau dia sendiri tidak percaya jika Ho Chen ternyata masih hidup.


Yihua hanya mengangguk kemudian menoleh ke atas namun tidak bisa melihat Ho Chen karena langit malam yang gelap sekaligus sangat tinggi. "Berhati-hati lah..!." Pesan Yihua dengan ucapan pelan.


Jendral iblis terdiam dengan mulut menganga lebar, dia tidak tahu bagaimana cara Ho Chen menyelamatkan semua orang-orang tersebut karena dia melihat Ho Chen yang tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya.


"Sudah ku bilang kau tidak akan cukup mampu untuk menghentikan ku menyelamatkan mereka semua." Kata Ho Chen dengan tersenyum mengejek dia senang setelah melihat jendral iblis tersebut seperti kebingungan.


Jendral iblis menjadi geram karena sudah gagal untuk membuat Ho Chen kesulitan kemudia segera menyerang nya dengan pukulan namun di aliri energi asap hitam.


Ho Chen menyambut serangan pukulan tersebut, pukulan yang sama dan juga di aliri energi angin. Salah satu Ke ahlian Ho Chen adalah bertarung dengan tangan kosong, jadi Ho Chen tidak kesulitan melawannya.


Setelah bertukar belasan jurus, Raja iblis mulai mengambil jarak kerana pukulannya tidak bisa mengenai Ho Chen. Sedangkan Ho Chen masih terlihat tenang walau sebenarnya dia mulai sedikit khawatir kerena batas tehnik gabungannya yang akan habis.


"Sekarang giliranku untuk menyerang!." Ucap Ho Chen dan segera membuat pola tangan.


"Sihir Angin."


Ho Chen terpaksa mengunakan sihir anginnya karena waktu yang tersisa sudah tidak banyak, di samping itu ilmu sihir lebih kuat dari pada Mengunakan Tehnik Angin.


Ho Chen menciptakan pusaran angin yang sangat besar dan segera di arahkan ke jendral iblis tersebut. Jendral iblis berusaha menghindari serangan angin tersebut dengan terbang menjauh.


Namun angin tersebut lebih cepat dari kecepatan jendral iblis sehingga berhasil menggulung sang jendral iblis.


"Aku tidak akan kalah dari manusia hina ini..!." Ucap jendral iblis kemudian berteriak dengan sangat keras dan melepaskan energi yang lebih besar lagi dari sebelumnya.

__ADS_1


Tubuh jendral iblis yang di gulung oleh angin tersebut mengeluarkan api merah, semakin lama semakin besar dan akhirnya berkobar besar menyatu dengan pusaran angin tersebut.


Melihat kobaran api yang membesar karena menyatu dengan angin, Ho Chen menghentikan sihir nya karena khawatir api yang besar akan sampai ke bawah.


"Dia masih menyimpan kekauatannya!." Batin Ho Chen kemudian menoleh ke bawah.


"Sebaiknya aku pindah dari sini dan bertarung di luar kota." Kata Ho Chen dia khawatir kota Anming dan istana akan hancur jika sampai terkena dampak pertarungannya.


"Kau yang memaksa ku untuk menggunakan kekuatan ini!." Suara jendral iblis terdengar dari dalam kobaran api besar yang berasal dari tubuhnya.


Hawa panas pun mulai terasa hampir keseluruh kota Anming. Mereka yang di bawah dapat melihat dengan jelas kobaran api yang sangat besar, bahkan manusia biasa sekalipun dapat melihatnya.


Ho Chen segera terbang menjauhinya, dia sengaja menghindar agar jendral iblis mau mengikutinya agar mereka bisa bertarung jauh dari kota.


Nyatanya tidak seperti yang Ho Chen harapkan, Jendral iblis tersebut malah ingin membumi hanguskan kota Anming sekaligus dengan istananya.


Semua yang ada di bawah kaget setelah melihat bola api yang sangat besar turun ke arah mereka, ukuran bola api tersebut hampir sama lebarnya dengan luasnya kota Anming, bahkan panasnya hampir membakar bangunan, padahal jaraknya masihkah sangat jauh.


"Lindungi Kaisar...!." Jendral Shing berseru keras kemudian membuat energinya membentuk perisai dan di ikuti oleh ke dua jendral lainnya.


Jendral Yin Lun juga membuat perisai pelindung untuk melindungi permaisuri dan Yihua, namun seberapa kuat perisai yang mereka buat nyatanya tidak mampu menahan panasnya bola api yang semakin mendekat itu. Bahkan Kang Jian dan Qian Shin di tambah oleh Miu Yimin dan pendekar lainnya juga menggunakan seluruh energi mereka untuk membuat perisai sehingga seluruh istana tertutup perisai besar.


"Tidak cukup..! Ini masih belum cukup." Ucap Qian Shin.


Seluruh penghuni istana menjadi panik dan ketakutan, saking takutnya, beberapa orang mulai jatuh pingsan dan beberapa orang juga jatuh dangan posisi duduk bersimpuh menatap ke arah bola api tersebut.


Ho Chen berbalik dan terbang kebawah ke arah bola api yang sangat besar tersebut, kini aura energi kematian yang tidak pernah Ho Chen gunakan keluar dengan sendirinya. Kebencian nya terhadap jendral iblis semakin besar karena telah berusaha untuk menghancurkan Kota sekaligus istana.

__ADS_1


"Sihir Air."


"Tehnik Kristal Es - Pembekuan Alam."


Ho Chen mengeluarkan air dan membentuknya menjadi dua telapak tangan raksasa dan kemudian menggabungkan nya dengan Tehnik Kristal Es nya sehingga kedua telapak tangan air tersebut membeku dan menahan bola api agar tidak terus turun, dan bahkan Tehnik Kristal Es nya mampu membuat seluruh kota menjadi sangat dingin.


Setelah melihat bola api yang berhasil di tahan oleh dua telapak tangan es raksasa, semua orang bernafas lega.


"Sekuat inikah kekuatanmu Chen?." Gumam Yihua, dia memang sudah mendengar cerita dari para jendral tentang kekuatan yang di miliki oleh Ho Chen, namun sekarang dia menyaksikan sendiri kekuatan Ho Chen yang sangat besar.


"Em..! Murid mu memang sangat hebat saudara Feng, sepertinya tanpa bantuan kita pun dia pasti mampu menyelesaikannya sendiri." Ucap Jhin Kwen, mereka berempat sejak tadi hanya menonton saja, Feng Ying ingin pergi dan menghadapi jendral iblis tersebut namun di tahan oleh ketiga temannya setelah melihat kemunculan Ho Chen, mereka akhirnya hanya menyaksikan saja dan akan membantu jika memang Ho Chen benar-benar tidak mampu menghadapinya.


"Dia juga memiliki ilmu unsur elemen Air dan Es!." Kata jendral iblis yang terkejut melihat Ho Chen yang bisa mengeluarkan dua elemen berbeda secara bersamaan.


Ho Chen sendiri tidak mau menunggu lama, karena waktu yang di miliknya semakin tipis, hanya tersisa kurang dari Lima menit lagi Tehnik gabungannya akan segera menghilang. Ho Chen mengeluarkan pedang pemberian Su Hui yaitu Pedang Dewa Air, dia tidak tahu bagaimana cara menggunakan pedang tersebut, namun dia mencoba mengalirkan energi air dan es secara bersamaan.


"Sihir Es."


Ho Chen terbang ke arah bola api tersebut kemudian menebas nya dengan kuat, ketika Ho Chen mengayunkan pedang tersebut, energi Air membentuk pedang yang sudah membeku terlihat keluar dan membesar membuat Ho Chen hampir kesulitan untuk mengayunkan nya karena terasa berat.


Arrrgh!!!


Dengan seluruh energi yang di miliknya, Ho Chen berhasil mengayunkan pedang tersebut berkali-kali ke arab bola api tersebut. Energi Air berbentuk pedang beku membelah bola api tersebut sampai hancur kemudian lenyap dengan sendirinya.


Nafas Ho Chen terengah-engah, seluruh energinya sudah hampir habis terkuras hanya sekali menggunakan pedang tersebut, dia tidak menduga jika Pedang Dewa Air tersebut akan membutuhkan energi yang sangat banyak untuk menggunakannya.


"Jadi seperti ini kekuatan Pedang Dewa Air." Gumam Ho Chen kemudian mengembalikan pedangnya ke dalam gelang.

__ADS_1


Setelah semua kabut asap menghilang, Ho Chen terkejut ketika melihat jendral iblis yang ternyata sudah mati, tebasan yang Ho Chen arahkan ke bola api tersebut ternyata mampu menembus dan membelah tubuh jendral iblis menjadi beberapa bagian, karena berada di belakang bola api, Jendral iblis terlambat menyadari akan tebasan tersebut sehingga tidak sempat untuk menghindari energi Air pedang beku tersebut dan berakhir tewas dengan tubuh terpotong-potong. Tubuh jendral iblis yang sudah terpotong tersebut mulai menghilang menjadi gumpalan asap hitam dan lenyap tak tersisa.


__ADS_2