Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kisah Kang Jian dan Peiyu


__ADS_3

“Pendekar ini..!." Tubuh Shan bergetar setelah melihat koin emas yang Ho Chen berikan padanya.


“Tuan Shan, aku tahu kau menjadi perampok karena alasan kebutuhan yang tidak mencukupi, jadi ambillah koin ini dan bagikan kepada teman-teman mu, semoga koin ini bisa sedikit merubah hidupmu."


Ho Chen menyerahkan se kantong koin emas kepada Shan Xi, di dalamnya ada 500 keping emas, dan itu sudah lebih dari cukup untuk mereka memulai hidup baru.


Ho Chen tidak berlama-lama di sana dia berpamitan karena ingin segera mencari penginapan. Setelah berpamitan, Ho Chen dan lainya pergi dari rumah Shan Xi.


Shan Xi sendiri menatap mereka hingga tak terlihat kemudian membungkukan badan. “Terima kasih pendekar..!."


***


Tidak jauh dari kota Longnan, di atas bukit kecil, ada sekte baru, bukan baru namun pindahan dari tempat lain.


“Ibu, kenapa kita harus pindah sampai sejauh ini?." Tanya seorang gadis muda kepada ibunya.


Wanita yang di panggil ibu oleh anak perempuan tersebut adalah Peiyu, gadis muda tersebut adalah putri tunggalnya.


“Fei'er maafkan ibu, andai bukan karena kesalahan ibu,.maka kita tidak perlu pindah seperti ini." Kata Peiyu yang terlihat menyesal.


Nama Putrinya Kang Yin Fei, putri dari Peiyu dan Kang Jian. Peiyu dan putrinya memiliki sifat yang berbeda. Selama kecil putrinya tidak pernah di ajari ilmu racun oleh ibunya, dan bahkan tidak pernah di ajari untuk membunuh.


Sebelum Kang Jian menikah dengan Zhi Fingyin, Kang Jian lebih dulu menjalin kasih dengan Peiyu, ketika itu Peiyu masih belum bergabung dengan sekte aliran hitam.


Hubungan Kang Jian dan Peiyu tidak di di setujui oleh keluarga Kang Jian yang saat itu menjadi ketua di sekte Bukit Halilintar. Alasannya karena Kang Jian sudah di jodohkan dengan gadis dari kota.

__ADS_1


Kang Jian menolak perjodohan tersebut dan memilih pergi bersama Peiyu. Setelah setahun mereka pergi, Kang Jian yang hidup di kota mendengar kabar bahwa ayahnya sedang sakit parah. Saat itu bertepatan dengan Peiyu yang baru hamil 2 Minggu.


Awalnya Peiyu ingin memberitahukan Kang Jian bahwa dia hamil, namun begitu mendengar ayahnya Kang Jian yang sakit dia mengurungkan niatnya. Kang Jian ijin pulang kepada Peiyu karena ingin menjenguk ayahnya. Peiyu tentu tidak melarangnya dan mengijinkan Kang Jian untuk pulang.


Tampa Kang Jian ketahui jika Peiyu sedang mengandung dia pulang ke sektenya, sedangkan Peiyu tinggal sendiri di kota.


Waktu terus berlalu sudah 5 bulan Peiyu menunggu kepulangan Kang Jian, namun Kang Jian tidak juga datang. Tampa terasa sudah lebih setahun Peiyu di tinggal oleh Kang Jian, Tampa kabar apapun.


Peiyu sendiri sudah melahirkan putri


kecilnya. Setelah keadaan membaik, dia berencana pergi menyusul Kang Jian di sektenya.


Namun ketika dia hendak pergi, ternyata dia bertemu dengan Kang Jian tidak jauh dari rumahnya, betapa senang hati Peiyu, dia segera pergi mengejarnya. Kang Jian tidak kaget atas kemunculan Peiyu. Justru sikap Kang Jian yang berubah dingin.


Saat itulah Peiyu baru mengetahui jika Kang Jian sudah menikah dengan perempuan pilihan ayahnya, Kang Jian juga menjelaskan bahwa dirinya menikah karena sudah berjanji kepada ayahnya sebelum meninggal.


Peiyu hanya terdiam dan air matanya keluar, hatinya hancur, cinta yang dia impikan dan dia tunggu ternyata tidak berbuah manis.


Peiyu kembali ke rumahnya, dia tidak henti-hentinya menangis, semakin lama cinta di hatinya berubah menjadi kebencian. Peiyu bersumpah akan membuat hati Kang Jian hancur.


Dia pergi meninggalkan kota dan menemui temannya yang tinggal di sekte Racun Langit. Peiyu belajar racun di sana, Peiyu bisa menguasai segala jenis racun hanya dalam waktu 2 tahun.


Peiyu di angkat menjadi salah satu ketua kelompok. Dan di beri berbagai tugas oleh ketua sekte. Peiyu tidak pernah gagal setiap kali menjalankan tugas yang di berikan kepadanya, sehingga dia menjadi terkenal hanya dalam waktu setahun.


Suatu hari Peiyu mendengar kabar jika Kang Jian telah menjadi ketua sekte Bukit Halilintar. Kebencian Peiyu semakin besar pada Kang Jian, terlebih lagi dia sudah memiliki sekarang anak laki-laki.

__ADS_1


Di saat hati Peiyu di bakar oleh api kebencian, terdengar kabar bahwa istri dan anak Kang Jian sedang dalam perjalanan dari kota menuju ke sekte Bukit Halilintar.


Saat itu juga dia langsung pergi membawa beberapa anggotanya untuk mencegah rombongan istri Kang Jian.


Peiyu berhasil menemukan rombongan tersebut dan segera menyerang mereka, saat itu Kang Yelu berada di dalam kereta bersama ibunya. Ketika Peiyu berencana menyerang Kang Jian yang berada di dalam kereta, namun Zhi Fingyin lebih dulu menghadangnya.


Zhi Fingyin dan Peiyu bertarung beberapa jurus, pada akhirnya Zhi Fingyin terkena racun yang di gunakan oleh Peiyu.


Zhi Fingyin yang terluka akhirnya mengetahui nama wanita tersebut ketika salah seorang anggota yang Peiyu bawa memanggilnya. karena bantuan dari sekte Bukit Halilintar telah tiba. Mau tidak mau Peiyu terpaksa mundur.


Zhi Fingyin menceritakan semuanya kepada Kang Jian tentang siapa yang telah menyerangnya, awalnya Kang Jian tidak mempercayainya, namun setelah mendengar ciri-ciri yang di katakan istrinya kini dia yakin jika itu memang Peiyu.


Kang Jian tidak menduga jika Peiyu bergabung dengan sekte aliran hitam. Selama 7 bulan Zhi Fingyin sakit akibat racun yang di deritanya, akhinya meninggal. Kang Jian menjadi sangat sedih dan berjanji akan membalasnya.


Sedangkan Peiyu di angkat menjadi ketua sekte, dan memimpin sekte tersebut. Sejak saat itu Peiyu dan Kang Jian memiliki dendam masing-masing.


Kang Yin Fei tidak pernah melihat wajah ayahnya, Peiyu sendiri sebenarnya ingin memberitahukan nya, namun dia hawatir putrinya akan nekat kesana, dan takutnya Kang Jian tidak percaya salah-salah dia akan membunuh putrinya. Dari itu dia menyimpan rahasia dan penderitaannya sendiri.


“Fei'er! Ada banyak rahasia yang belum ibu ceritakan padamu. Kelak jika sudah tiba waktunya aku akan menceritakannya padamu, ku harap saat itu kau tidak mengalami hal yang sama dengan yang ibu alami." Kata Peiyu dengan memandang wajah putrinya yang hampir mirip dengan ayah nya.


“Ibu aku ingin berjalan-jalan di kota Longnan apa ibu mengijinkan?." Tanya Kang Yin Fei


“Kebetulan ibu juga ingin kesana, bagaimana jika besok kita pergi bersama kesana, besok ibu tidak ada ke sibukan di sini." Kata Peiyu dia juga sudah lama tidak pernah jalan bersama dengan putrinya tersebut.


“Terima kasih ibu, aku mau tidur dulu agar besok bisa bangun lebih awal.!." Kata Kang Yin Fei dengan semangat.

__ADS_1


Peiyu tersenyum, namun begitu putrinya sudah tidak ada, airmata nya keluar dari pelopak matanya, dia sangat ingin melihat putrinya bahagia seperti yang lainya namun takdirnya yang membuat dirinya tidak pernah merasakan pelukan dan kasih sayang seorang ayah.


__ADS_2