Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Dunia yang sempit


__ADS_3

Ke esokan paginya Yin Fei bangun sangat pagi sekali, dia pergi mendatangi ibunya yang baru selesai meditasi


“Fei'er kau kelihatan bersemangat sekali hari ini..!." Kata Peiyu sambil tertawa kecil melihat putrinya yang bersemangat sekali.


“Ibu kan sudah janji hari ini mau menemaniku, apa ibu sudah lupa?." Tanya Yin Fei.


Peiyu tersenyum sambil mengelus kepala putrinya. “Mana mungkin ibu lupa! Sehabis sarapan nanti, kita berangkat." Kata Peiyu.


Yin Fei lansung memeluk ibunya, dia begitu bahagia. Sejak kecil Yin Fei hanya sekali pergi ke kota Anming, karena itu dia selalu ingin pergi ke kota, karena suasananya yang ramai.


Peiyu dan Yin Fei berangkat ke kota Longnan karena jaraknya tidak terlalu jauh mereka sampai di kota tersebut tidak sampai setengah hari.


Mereka berdua lansung memasuki kota tersebut. Peiyu memang terkenal, namun di kota Longnan tidak satupun yang mengenalinya, karena itu Peiyu bisa bergerak dengan leluasa disana.


“Ibu kita makan di sana.!."


“Ibu aku mau mencoba baju itu.!."


“Ibu aku mau kesana duduk di taman itu."


Yin Fei tidak henti-hentinya menikmati suasana kota, Peiyu menuruti semua keinginannya. Walau terkenal jahat dan kejam, namun jika menyangkut masalah keinginan putrinya, naluri keibuannya juga keluar. Dia tidak bisa membiarkan putrinya sedih atau sakit. Peiyu akan berusaha menjadi sosok seorang ibu yang baik di hadapan putrinya.


“Fen'er kau tunggu disini sebentar ibu mau pergi membeli beberapa bahan-bahan untuk keperluan sekte! Jangan kemana-mana!." Kata Peiyu.


Yin Fei mengangguk kemudian kembali memandangi taman yang berada di pusat kota. Peiyu memastikan ke sekelilingnya, sebelum akhirnya pergi meningalkan Yin Fei sendiri di taman.


Peiyu mencari toko penjual bahan dan rempah-rempah untuk membuat beberapa racun yang ia butuhkan. Karena kota ini masih asing baginya jadi Peiyu sedikit kesulitan mencari toko tersebut.


***


Ho Chen dan Jiu Rui bersama Qiao Lin berjalan-jalan di taman, mereka baru selesai membeli beberapa kebutuhan yang di perlukan untuk perjalanan.


Qiao Lin melihat seorang gadis yang seumuran dengannya sedang duduk sendirian. Qiao Lin menghampiri gadis tersebut dan menyapanya.


“Maaf apa aku mengganggumu? Apa aku bisa duduk disini?." Tanya Qiao Lin, dia memastikan gadis tersebut mengijinkan atau tidak.

__ADS_1


“Tentu saja tidak! silahkan duduk, kebetulan juga aku butuh teman mengobrol."


Qiao Lin tersenyum lebar, kemudian duduk di samping gadis tersebut. “Apa kamu sendirian?." Tanya Qiao Lin setalah memperbaiki posisi duduknya.


“Tidak! Aku datang bersama ibuku, tapi sekarang ibuku sedang berbelanja!." Jawabnya kemudian menatap Qiao Lin. “Apa kamu juga sendirian?." Tanyanya.


“Aku datang bersama dua temanku, itu mereka yang sedang berdiri disana!." Qiao Lin menunjuk ke arah Ho Chen dan Jiu Rui yang sedang berdiri di pagar taman.


“Kalau boleh tau, namamu siapa?." Tanya Qiao Lin sambil menatap gadis tersebut.


“Namaku Kang Yin Fei! kalau kamu?." Yin Fei balik bertanya.


“Namaku Qiao Lin." Kata Qiao Lin memperkenalkan dirinya.


“Saudari Lin, sepertinya memiliki banyak teman menyenangkan ya?." Tanya Yin Fei.


Selama ini dia tidak pernah memiliki banyak teman, di tambah lagi dia sering mengurung diri dan tidak terlalu banyak bergaul, itu di karenakan di sektenya anak-anak seusianya banyak yang menjadi pendekar dan lebih banyak yang berlatih. Sedangkan Yin Fei tidak pernah ingin menjadi pendekar.


“Apa saudari Fei tidak memiliki banyak teman?." Qiao Lin balik bertanya.


Qiao Lin sedikit heran mendengar jawaban Yin Fei. Menurutnya Yin Fei seharusnya memiliki teman walau cuma satu orang, namun nyatanya Yin Fei tidak memiliki teman sama sekali.


Ho Chen dan Jiu Rui juga datang menghampiri mereka. “Apa yang sedang kalian bicarakan?." Jiu Rui berkata setelah tiba di tempat mereka.


Qiao Lin menoleh ke arah mereka lalu memperkenalkan mereka berdua kepada Yin Fei. “perkenalkan ini saudari Fen!." Kata Qiao Lin.


“Namakun Jiu Rui dan ini adikku!." Kata Jiu Rui dia tidak menyebutkan nama Ho Chen karena dia sudah di ingatkan agar tidak menyebutkan namanya.


“Senang bisa kenal dengan kalian! Namaku Kang Yin Fei. Panggil saja Yin Fei." Kata Yin Fei.


Jiu Rui dan Ho Chen mengerutka dahi. “Kang Yin Fei?." Kata mereka serempak.


Ho Chen melirik Jiu Rui. “Kak Rui?." Kata Ho Chen yang mulai kebingungan.


Jiu Rui juga sama. Dia sangat mengetahui semua keluarga Kang Jian, tidak ada dari anggota keluarga cabang sekalipun yang tinggal sampai sejauh ini.

__ADS_1


Namun mereka berdua tidak ada yang mau mempertanyakan kepada Yin Fei, dan akhirnya menyimpan rasa penasaran mereka dalam-dalam.


“Saudari Lin! apa kamu bisa mengajariku, bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan banyak teman sepertimu?." Tanya Yin Fei.


“Kalau masalah itu...!." Qiao Lin bingung bagaimana cara menjelaskannya.


Ho Chen yang mendengar itu segera menjawabnya. “Mudah saja! Kamu tinggal bersikap baik kepada teman-teman mu, sering membantu jika temanmu dalam kesulitan, dan juga selalu berada di sisinya ketika mereka sedang sendirian.!." Jawab Ho Chen.


Yin Fei diam sejenak, lalu kembali bertanya. “Bagaimana kalau mereka hanya memanfaatkan kebaikan ku?." Tanyanya.


“Selama kamu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, suatu saat mereka pasti akan menyadari akan ke tulusan dan kebaikan yang kamu berikan kepada mereka." Jawab Ho Chen dengan tersenyum lembut.


Qiao Lin menatap Ho Chen Tampa berkedip, menurutnya Ho Chen sangat mengetahui perasaan orang lain, namun kenapa dia tidak mengerti akan perasaanya?


Mereka berempat terus mengobrol. Sedangkan dari kejauhan Peiyu sudah selesai membeli bahan-bahan yang ia butuhkan.


“Emm..? Fen'er sedang berbicara dengan siapa?." Kata Peiyu dia mempercepat langkahnya.


Peiyu tersenyum lebar melihat Yin Fei tertawa riang ketika mengobrol dengan teman yang baru di temui nya.


Dia tidak pernah melihat Yin Fei seceria dan sesenang itu. Peiyu yakin semua itu di akibatkan karena dia menemukan teman yang cocok dengannya sehingga Yin Fei seceria itu.


Peiyu berniat menghampiri mereka dan ingin menyapa mereka secara langsung, dia melangkahkan kakinya menuju ke arah Yin Fei, namun langkahnya terhenti seketika.


“Pemuda itu..? Kenapa dia berada di sini?." Peiyu langsung mengenali sosok yang tidak asing baginya, walau hanya sekali bertemu namun dia yakin pemuda tersebut adalah pemuda yang telah menghentikan pertempuran di sekte Pilar Angin.


Peiyu memperhatikan dua orang lainnya, dia tidak mengenal Jiu Rui dan Qiao Lin, namun dari pakain yang di gunakan oleh Qiao Lin dia yakin gadis tersebut berasal dari sekte Gunung Es.


“Kenapa mereka berada di kota ini?." Peiyu semakin sulit berpikir, yang ia pikir saat ini, bertemu dengan Ho Chen di tempat ini menandakan dunia ini memanglah sangat sempit.


***


****terima kasih bagi yang masih setia membaca.


jangan lupa baca juga PDA Movie.

__ADS_1


semoga juga bisa menghibur**.


__ADS_2