
Ho Chen lupa untuk menekan kembali energinya agar tidak di ketahui setinggi apa tingkat energi yang ia miliki.
Ho Chen hanya mengangguk disertai dengan senyum tipis kemudian menatap kembali ke atas menyaksikan dua orang yang sedang berlatih tanding di udara.
Awan hitam gelap menutupi sebagian langit biru, di sertai dengan suara gemuruh guntur dan kilatan petir yang menyambar ke berbagai arah, membuat pertarungan mereka berdua menjadi menakjubkan.
Namun yang mampu melihat mereka berdua hanyalah mereka yang berada di Tingkat Langit ke atas. Sedangkan yang lainnya tidak akan bisa, dan hanya mengira itu sebagai perubahan cuaca yang mungkin akan turun hujan.
Setelah berlatih tanding selama satu jam, mereka berdua berhenti berlatih kemudian menghilang dan muncul kembali di hadapan Ho Chen dan Su Hui.
"Bagaimana keadaan mu Chen'er?." Feng Ying menghampiri Ho Chen kemudian menanyakan keadaan nya.
"Murid baik-baik saja guru!." Jawab Ho Chen.
"Guru, setelah ini murid akan pergi melanjutkan perjalanan sekalian mau menyusul Kak Rui dan Qiao Lin yang saat ini berada di desa Hutan Bambu." Kata Ho Chen.
"Kenapa begitu terburu-buru, istirahatlah dulu di sini malam ini, dan kau bisa melanjutkan lagi perjalanan mu besok pagi." Kata Jhin Kwen.
"Terima kasih atas kepedulian para senior semua, namun saat ini junior harus segera pergi karena sudah lama junior meninggalkan mereka." Jawab Ho Chen dengan mengepalkan kedua tangannya dan membungkuk.
Gwo Jian baru tiba dan terkejut ketika Ho Chen ingin sudah ingin pergi. "Saudara muda, terimalah pil ini, ini adalah pil terbaik milik ku, namanya adalah Pil Bunga Surga, ketika energi mu benar-benar sudah habis, pil ini bisa mengembalikan 70 persen energi mu dalam waktu singkat. Gunakanlah pil ini sebaik mungkin karena saat hanya ada 9 butir di seluruh kekaisaran mana pun, dalam waktu 7 tahun saja, pil ini baru jadi satu butir saja." Kata Gwo Jian kemudian menyerahkan dua butir Pil Bunga Surga kepada Ho Chen.
"Senior, jika senior memberi junior pil ini, bagaimana dengan senior sendiri?." Tanya Ho Chen dia ragu untuk menerima Pil tersebut, mengingat pil tersebut sangat langka, Ho Chen yakin pil tersebut pastilah sangat mahal.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, kamu pikir aku hanya memiliki dua pil ini saja, aku masih memiliki tiga butir lagi, jadi terimalah!." Kata Gwo Jian memaksa Ho Chen untuk menerima hadiahnya.
"Baiklah jika senior memaksa, junior tidak akan sungkan lagi." Jawab Ho Chen sekaligus menerima dua butir Pil Bunga Surga tersebut.
"Aku tidak menduga jika kamu memiliki Pil Bunga Surga sebanyak itu saudara Gwo, aku saja hanya memiliki satu butir." Kata Jhin Kwen.
"Saudara Gwo, jika kamu memiliki tiga butir lagi, berikan kepadaku sebutir, Pil Bunga Surga itu adalah pil yang sangat langka, jadi biarkan aku membeli sebutir dari mu!." Su Hui juga menginginkan Pil tersebut.
"Jika kamu mau, pergilah ke danau Dua Warna, seingat saat ini seharusnya sudah ada sebutir lagi yang baru jadi, belilah pil tersebut kepada Dewa Obat di sana, jika kau beruntung kau akan mendapatkan nya." Kata Gwo Jian dengan sedikit kesal, dia teringat akan perkataan Su Hui yang sebelumnya memberinya julukan Si Pendekar Kikir.
Su Hui hanya bisa tersenyum kecut mendengar itu, dia tahu Dewa Obat tidak akan semudah itu untuk bisa dia temui, jadi harapannya untuk bisa mendapatkan sebutir Pil tersebut hanya sekitar 10 persen saja. Walau pun Su Hui adalah salah satu dari Lima pendekar terhebat di kekaisaran Ming, bagi Dewa obat itu masih belum jadi jaminan untuk bisa mendapatkan Pil Bunga Surga tersebut.
"Senior Su Hui, bagaimana jika kita bagi saja pil ini, saya satu senior satu." Kata Ho Chen yang ingin menyerahkan sebutir Pil Bunga Surga tersebut kepada Su Hui.
Karena pil tersebut pemberian dari Gwo Jian, jadi Ho Chen menuruti nya kemudian menyimpan dua butir Pil tersebut kedalam gelangnya. Su Hui terlihat kesal kepada Gwo Jian, andai tidak ada orang lain di sekitarnya pasti Su Hui sudah memaki Gwo Jian habis-habisan.
Setelah beberapa saat mereka berbincang-bincang. Ho Chen akhirnya berpamitan kepada mereka semua, dia sudah tidak lagi mau mampir ke Istana Kaisar, karena khawatir Yihua akan berusaha lagi untuk menghambat perjalanan nya. Ho Chen segera menaiki pedang lidah apinya kemudian terbang dengan kecepatan tinggi ke utara menuju desa Hutan Bambu.
***
"Kurang ajar! Aku tidak terima akan ini, aku bersumpah manusia hina yang telah membunuh kedua jendral ku itu akan dibunuh dengan tangan ku sendiri." Raja Iblis hitam sangat murka ketika merasakan kedua jendral bersaudara yang sudah mati di bunuh oleh Ho Chen.
Awalnya dia merasakan akan kematian jendral iblis Sui. Raja iblis hitam berusaha menahan emosinya, namun siapa sangka saudara jendral Sui tiba-tiba saja datang dengan sendirinya ketika juga merasakan akan kematian adiknya tersebut, tanpa menunggu perintah Raja iblis hitam, Saudara jendral iblis Sui segera mencari pembunuh tersebut, namun siapa sangka dia juga ikut mati di tangan Ho Chen sehingga membuat Raja iblis hitam tidak bisa lagi menahan amarahnya setelah kedua jendral iblis bersuadara itu mati.
__ADS_1
"Liu Qi Shu, apa kau masih mengingat ciri-ciri manusia itu?." Raja Iblis hitam segera menanyakan akan ciri-ciri Ho Chen yang saat itu mengenakan topeng.
Liu Qi Shu sendiri sebenarnya sangat terpukul karena kalah dari Pendekar bertopeng itu, yang lebih membuatnya terkejut adalah akan kekalahan dua monster terkuat andalannya yang ia panggil.
Saat itu ketika dirinya dan Wei Heng melanjutkan lagi perjalanannya untuk pergi menuju Kota Anming, dia terkejut ketika melihat awan hitam pekat tiba-tiba mulai memudar, dia juga kehilangan koneksi nya dengan Raja Penguasa malam, sehingga dia bisa menebak jika Raja penguasa malam telah berhasil di kalahkan.
Liu Qi Shu dan Wei Heng beserta seluruh anggotanya segera berbalik arah, mereka mengubah arah perjalanan kembali ke sekte dengan melewati jalur lain agar tidak bisa di temukan oleh pendekar bertopeng itu nantinya.
Liu Qi Shu mulai menceritakan akan ciri-ciri pendekar bertopeng tersebut. Kemudian di benarkan oleh Wei Heng, setelah mendengar semua informasi tersebut, Raja iblis hitam memanggil dua jendral iblis baru lainnya, Tehnik andalan kedua jendral iblis itu adalah dapat membangkitkan mahluk yang sudah mati menjadi pasukan nya. Tidak peduli siapapun baik itu Siluman, manusia, bahkan hewan sekalipun dapat ia kendalikan.
"Hormat kepada Raja !." Kedua jendral iblis baru tersebut segera bersujud di hadapan kedua Raja iblis yang ada di hadapannya itu. "Cepat berdiri! aku ingin kalian mencari manusia yang ciri-ciri nya akan di ceritakan Oleh Liu Qi Shu nantinya, sekalian kumpulkan pasukan mayat sebanyak-banyaknya di sini, agar kekuatan kita bisa bertambah." Kata Raja Iblis hitam.
"Perintah Raja akan kami laksanakan." Jawab kedua jendral tersebut secara bersamaan.
"Behatilah-hatilah nanti jika kalian bertemu dengan manusia itu, manusia itu sangat kuat, dia baru saja membunuh jendral dua bersaudara, jadi jangan anggap remeh manusia ini, apa kalian paham?."
"Baik kami akan berhati-hati." Jawab mereka berdua.
"Pergilah, dan buat kekacauan di dunia manusia ini." Perintah Raja iblis hitam.
Kedua jendral keluar dan di temani oleh Liu Qi Shu karena dia yang mengetahui ciri-ciri Ho Chen, kemudian segera menghilang.
Mereka berencana mengumpulkan pasukan mayat terlebih dahulu, mereka yakin pendekar bertopeng yang di maksud itu akan muncul jika ada kekacauan terjadi, jadi mereka berencana menjadikan pasukan mayat sebagai umpannya untuk memancing pendekar bertopeng keluar.
__ADS_1