Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Jendral Penjaga Markas


__ADS_3

Yang paling terkejut di antara semuanya adalah Kaisar Cao, dia berpikir jika Ho Chen adalah pendekar Tingkat Langit, setidak nya Tingkat Langit Puncak 3 atau 4. Namun ternyata semuanya meleset.


"Andai aku tahu dia sekuat ini, pasti tadi aku menjodohkan langsung dengan Lu'er!." Batin Kaisar Cao sambil tersenyum kecut karena merasa terlambat menyadari kekuatan yang dimiliki oleh Ho Chen.


"Kamu tidak henti-hentinya mengejutkan ku anak muda, baiklah mari kita berangkat!." Kata Mao Xuan kemudian terbang lebih dulu di ikuti oleh Bao Lee.


Ho Chen tidak mau menunjukkan kemampuannya yang sebenarnya sehingga hanya menggunakan kekuatan setara dengan mereka saja.


"Bagaimana kabar Guru mu sekarang? Kami sudah lama tidak pernah bertemu dengannya!." Dalam perjalanan, Mao Xuan mengajak Ho Chen untuk mengobrol sambil terbang, begitu juga dengan Bao Lee.


"Junior sudah lama meninggalkan kekaisaran Yun, sekitar lebih dari 4 tahun, terakhir kali saya bertemu dengan Guru ketika terjadi penyerangan di istana Kekaisaran Yun, saat itu ada tiga senior sepuh dari kekaisaran Ming Yang datang membantu guru." Ho Chen menceritakan pertemuan terakhirnya dengan gurunya kepada mereka berdua.


"Apa maksudmu senior sepuh yang di maksud adalah Tiga dari Lima Pendekar Tua kekaisaran Ming?." Tanya Bao Lee dan di jawab dengan anggukan oleh Ho Chen.


"Sebenarnya kami juga di panggil oleh si tua Feng, namun saat itu kami sedang ada masalah lain sehingga tidak bisa datang." Kata Mao Xuan.


Ho Chen sekarang sudah bisa menilai karakter kedua pendekar sepuh tersebut. Mao Xuan memiliki karakter yang baik, sabar, dan juga ramah. Sedangkan Bao Lee Baik, cepat emosi dan bicara nya kadang terdengar kasar!.


Dalam perjalanan terbang mereka Mao Xuan menjelaskan jika waktu perkiraan mereka tiba di Lembah Terlarang sekitar Tiga hari lagi, dan jika malam tiba mereka akan beristirahat sejenak kemudian kembali melanjutkan perjalanan tampa menunggu pagi tiba.


Tiga hari kemudian mereka sudah bisa melihat lembah tersebut dari langit, lembah yang luas tertutup oleh kabut tebal, sehingga akan sulit bagi para pendekar yang masih berada di Tingkat Jiwa dan tingkat Bumi untuk dapat melihat.


Sedangkan Kaisar Cao juga mengutus 25 pendekar Tingkat Langit Puncak 4 bersama 2 Jendral perang untuk menyusul mereka. Dengan kemampuan mereka setidaknya mereka akan tiba di Lembah Terlarang dalan waktu seminggu.


***


Di dalam Lembah Terlarang ada bangunan tidak terlalu besar, namun memiliki halaman yang sangat luas.


Di dalam bangunan tersebut banyak sekali ruangan bawah tanah dan lorong-lorong gelap yang di sinari dengan api obor di sepanjang jalan.

__ADS_1


"Dasar bocah *****, berani menyerang istana sendirian dan berakhir dengan kekalahan!." Seorang Pria berwajah seram dengan rambut acak-acakan memukul meja batu dihadapannya hingga hancur berkeping-keping.


"Ketua Song, bagaimana selanjutnya?." Tanya salah seorang wanita paruh baya yang berdiri di belakangnya.


"Dengan tertangkapnya Bocah itu, aku yakin dalam waktu dekat pintu markas kita akan ada yang mengutuk." Kata Pria tersebut sambil duduk lemas.


"Sudah ku duga, bekerja sama dengan orang-orang pemerintahan tidak akan menghasilkan apa-apa dan hanya mengundang masalah saja!." Kata Pria tersebut mengehela nafas panjang.


Pria tersebut adalah pengganti Liu Qi Shu untuk menjaga markas tersebut. Nama nya Song Ye. Salah satu jagoan Tingkat Alam Puncak 3 yang di percaya oleh Liu Qi Shu untuk menjaga dan mengatur markas.


Sedangkan wanita paruh baya di sampingnya juga jagoan wanita yang kekuatannya juga sama dengan Song Ye, dia adalah Meng Yin. Umur Meng Yin sebenarnya sangatlah tua, namun dia menggunakan Tehnik khusus untuk membuatnya awet muda dengan cara menghisap darah para perjaka.


Bibir Meng Yin berwarna Hitam, dan rambutnya acak-acakan tidak terurus, dia memiliki senjata aneh sebuah pipa besi, jika di tancapkan ke tubuh musuhnya, maka darah segar keluar dari lubang pipa besi tersebut seperti air yang keluar dari selang.


"Saudari Meng, kumpulkan semua anggota kita di ruangan pertemuan, saat ini markas kita kemungkinan akan kedatangan tamu." Kata Song Ye.


Mereka yang berada di luar sedang menjalankan tugas, yaitu membunuh orang-orang kemudian mayat mereka akan di kirim ke Liu Qi Shu dengan mengunakan gulungan segel dan kemudian secara otomatis akan berpindah ke gulungan segel milik Liu Qi Shu yang sedang berada di wilayah kekaisaran Yun.


Mereka yang masih berada di markas dikumpulkan di ruangan yang sangat luas dan juga lebar, tempat tersebut mampu menampung hingga ratusan orang, walau pun ruangan tersebut berada di bawah tanah.


Semua saling bertanya-tanya kenapa mereka semua di kumpulkan di sana, sebelumnya hal seperti ini tidak pernah di lakukan oleh Liu Qi Shu.


"Saudara-saudara sekalian, mohon tenang! Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua." Kata Song Ye melihat semua orang yang hadir di ruangan tersebut.


"Song, ada masalah apa? Kenapa kamu mengumpulkan kami semua di sini?." Tanya seorang pria yang terlihat lebih tua dari Song Ye.


"Dalam waktu dekat, kemungkinan markas kita akan di serang oleh seseorang. Karena itu aku minta kepada kalian untuk bersiap menghadapi apapun yang akan datang!."


Semua nya mulai heboh setelah mendengar perkataan Song Ye. "Siapa yang berani datang menyerang ke markas kita, dan siapa yang telah memberitahukan letak markas kita?." Tanya salah satu jagoan.

__ADS_1


"Salah satu anggota kita telah tertangkap, dan sepertinya dia sudah membocorkan tempat ini." Kata Meng Yin.


"Kami bukannya tidak mau menghadapi mereka yang akan datang, namun kita lihat dulu siapa lawan kita, jika mereka dari sekte-sekte lain, kami akan melawan. Namun jika yang datang adalah dua pendekar sepuh, maka kami tidak yakin akan mampu bertahan." Kata salah satu dari mereka.


"Kalian tenang saja! Lihat ini, ini adalah kertas mantra yang di tinggalkan oleh Raja iblis hitam  sebelum dia pergi!." Song Ye mengeluarkan dua kertas bertuliskan seperti mantra yang tidak bisa di baca oleh mereka.


"Ketua, kertas ini..!?." Meng Yin tidak mengetahui jika ada keras seperti itu sehingga dia penasaran.


"Ini adalah kertas segel, di dalamnya ada dua jendral milik Raja iblis hitam. Ketua Liu pernah bercerita padaku jika Raja iblis hitam memiliki banyak jendral yang sangat kuat, aku tidak tahu sebanyak apa, namun yang jelas, dua kertas ini adalah jendral penjaga markas kita." Kata Song Ye.


"Jadi bagai mana cara mengeluarkan mereka?." Tanya salah satu Pendekar Langit.


"Mudah saja, kita hanya perlu mencoret mantra nya dengan sedikit darah kita, maka mereka akan muncul dengan sendirinya!."


Mereka semua terlihat lega setelah mendapatkan penjelasan dari Song Ye, tampa mereka sadari jika di atas markas mereka ada tiga sosok yang sedang melayang mengawasi markas mereka dari langit.


Tiga sosok tersebut secara perlahan-lahan mulai turun dan mendarat di depan markas mereka yang terlihat sepi.


"Keluarlah kalian semua..!!." Kata salah satu sosok tersebut yang terdengar sepuh, namun suaranya mampu menggetarkan seluruh Lembah Terlarang.


"Ketua suara itu..!." Meng Yin mengetahui suara sepuh yang mampu menggetarkan ruangan tersebut, bahkan langit-langit ruangan tersebut seolah-olah mau runtuh.


"Ayo kita keluar menemui mereka, dan yang lainnya segera persiapkan diri untuk bertempur!." Kata Song Ye kemudian pergi menuju keluar dan di ikuti oleh seluruh jagoan beserta para Pendekar Tingkat Langit.


Sesampainya di luar mereka melihat tiga sosok berdiri menatap mereka semua yang baru keluar, mereka mengenali dua pria sepuh tersebut, namun satu sosok yang terlihat sangat muda, mereka tidak mengenalinya sama sekali.


"Pendekar sepuh sekalian, ada keperluan apa kalian datang ke tempat Kami?." Tanya Song Ye dengan sedikit gugup.


"Emm..! Masih bertanya, tentu saja untuk membersihkan kalian dari dunia ini.!." Kata salah seorang pria sepuh dengan tatapan dingin.

__ADS_1


__ADS_2