Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kakek Zhi


__ADS_3

***


Feng Ying sedang duduk di atas sebuah batu besar seorang diri. Setiap harinya Feng Ying selalu melakukan latihan untuk menambah kekuatan energinya, walau kekuatan Feng Ying sudah begitu tinggi, Feng Ying menyadari kalau masih ada yang lebih kuat di bandingkan dirinya.


Ketika selesai latihan, Feng Ying beristirahat di sebuah batu besar, Ketika sedang duduk beristirahat, sesosok cahaya muncul di hadapannya, dia tidak lain adalah Ming Hao.


“Ada urusan apa kamu menemui ku? Apa sedang terjadi sesuatu pada Chen'er?" Tanya Feng Ying.


“Sudah 7 tahun kita tidak bertemu..! Beginikah caramu menyambut kedatanganku?" Tanya Ming Hao dengan alis terangkat.


“Sudah tidak perlu basa-basi lagi.! Ada urusan apa kamu datang menemui ku?" Tanya lagi Feng Ying yang merasakan ada hal penting yang ingin Ming Hao sampaikan.


Ming Hao menghela nafas sebelum menjelaskan maksud kedatangannya.


“Apa kamu tidak merasakan ada kekuatan Energi yang besar semalam?" Tanya Ming Hao.


“Ya aku merasakannya. Aku pikir itu Energi milik Yu." Kata Feng Ying.


“Bukan..! Karena itulah maksud kedatanganku kesini ingin membahas tentang Energi besar yang semalam sempat aku rasakan."


Ming Hao mulai menceritakan tentang kejadian yang selama ini terjadi, dia juga menceritakan tentang Raja Iblis beserta seluruh pengikutnya.


“Tidak ku duga mereka menunjukkan diri di saat seperti ini..! Ini tidak bisa di biarkan terlalu lama, bisa-bisa bencana yang lebih mengerikan akan terjadi" Kata Feng Ying setelah Ming Hao selesai menceritakan semuanya.


“Jadi apa rencanamu selanjutnya?." Feng Ying kembali bertanya kepada Ming Hao.


“Sambil menunggu Chan'er mencapai Tingkat Energi Langit, Aku ingin kamu ikut mencari Jendral iblis, karena hanya kamu saat ini yang bisa menandinginya." Kata Ming Hao.


Memang yang mampu menandingi Jendral ibilis saat ini hanyalah Feng Ying. Jika Ho Chen sudah mencapai Tingkat Energi Langit maka Ho Chen juga bisa menandingi kekuatan Jendral iblis dengan kekuatan gabungan dari Ming Hao dan Yu.


“Aku akan pergi mencarinya sebentar malam." Kata Feng Ying,


“Tidak kamu tidak boleh menyerangnya pada malam hari, serang lah dia di saat siang hari. Karena kekuatan Jendral iblis sama dengan kekuatan Pasukan iblis yaitu lemah ketika siang dan menjadi sangat kuat ketika malam.” Kata Ming Hao menjelaskan.

__ADS_1


“Jadi mereka lemah ketika siang hari? Kalau begitu akan mudah bagiku..!" Kata Feng Ying dengan sangat bangga.


“Jangan terlalu yakin dulu... Semua itu bisa saja berubah tanpa kita ketahui." Kata Ming Hao mengingatkan.


Feng Ying hanya tersenyum kecut mendengarnya. Kemudian Feng Ying mulai bertanya kabar muridnya.


“Bagaimana perkembangan Chen'er? Apa sudah ada peningkatan?." Tanya Feng Ying Dangan rasa keingintahuannya.


“Anak itu sekarang sudah berada di Tingkat Bumi puncak 4. Sedangkan Energinya setara dengan pendekar Tingkat Langit Awal 4." Cerita Ming Hao.


Feng Ying sungguh tidak menduga kalau muridnya benar-benar sangat berbakat. Padahal Feng Ying dulunya membutuhkan hampir 50 tahun untuk bisa berada di Tingkat Bumi puncak 4.


Feng Ying memperkirakan kemungkinan besar Ho Chen akan mencapai Tingkat Langit puncak 4 dalam waktu 20 tahun lagi, melihat betapa mengerikannya potensi yang di miliki oleh muridnya itu.


“Ada sesuatu lagi yang ingin aku sampaikan kepadamu..!" Ming Hao kembali berbicara.


“Ada apa lagi..?" Tanya Feng dengan sambil menoleh ke arah Ming Hao.


“Apa Chen'er akan bisa? Bukankah waktu itu Chan'er sampai tidak bisa mengendalikan kekuatannya ketika bergabung dengan Yu?." Feng Ying tidak akan melupakan kejadian sewaktu Ho Chen tidak bisa mengendalikan kekuatan Yu.


“Kali ini tentu berbeda, Chen'er akan berlatih untuk bisa mengendalikan kekuatan kami berdua." Kata Ming Hao meyakinkan.


“Aku akan kembali, jadi berhati-hatilah jika kamu bertemu dengan jendral iblis." Pesan Ming Hao kemudian segera menghilang dari pandangan Feng Ying.


Feng Ying hanya bisa menghela nafas dan menatapi langit cerah. Dia tidak menduga masalah kali ini akan sangat sulit di bandingkan dengan kejadian di masa lalu.


Feng Ying bangun dari tempat duduk dan kembali ke dalam Goa, dia berencana akan pergi setelah malam tiba.


***


Di kota Anming Ho Chen tiba di depan rumah Kang Yelu. Rumahnya sedikit lebih besar jika di bandingkan dengan rumah miliknya di Desa Air Bukit.


“Yelu darimana saja kamu? Kamu bikin aku hawatir saja.." seorang Kakek tua berbicara dengan Ho Chen, Kakek tersebut juga seorang pendekar yang berada di Tingkat Langit. Namanya adalah kakek Zhi Luixan kakek Kang Yelu Ayah dari ibu Kang Yelu.

__ADS_1


“Maafkan aku Kakek karena tidak memberitahukan Kakek." Kata Kang Yelu.


Ho Chen hanya diam di samping Kang Yelu mendengarkan perbincangan mereka berdua.


“Sudahlah cepatlah masuk, ada orang-orang dari Bukit Halilintar datang dan menunggumu di dalam.." kata Kakek Zhi sambil melirik Ho Chen yang berdiri di samping Kang Yelu.


“Kakek perkenalkan, ini Saudara Ho Chen, dia yang menyelamatkanku hari ini dari para pembunuh bayaran." Ho Chen membungkukkan badan ketika Kang Yelu memperkenalkannya.


“Pembunuh bayaran..? Siapa yang ingin membunuhmu..?" Tanya Kakek Zhi dengan tidak memperdulikan Ho Chen.


Ho Chen bisa menerima atas sikap Kakek tersebut, bagaimanapun dia tetap menghawatirkan keselamatan cucunya yang hampir terbunuh.


“Ceritnya panjang Kek, lebih baik kita masuk dulu kedalam. Mari Saudara Chen ikut dengan kami kedalam." Ajak Kang Yelu.


Terima kasih Saudara Lu. Ini sudah sangat sore, lebih baik saya kembali ke istana." Jawab Ho Chen.


“Saudara Chen tinggal di istana? Kenapa tidak menceritakan ke kepadaku?" Tanya Kang Yelu yang keget ketika mengetahui bahwa Ho Chen tinggal di istana.


Kakek Zhi juga tidak kalah kaget mendengarnya. “Aiyo.. masuk lah dulu kedalam Tuan muda, biar kami membalas sedikit atas pertolongan Tuan muda." Kata Kakek Zhi yang tiba-tiba berubah sikapnya.


Ho Chen hanya tersenyum kecut, dia tidak sengaja menyebut nama istana sehingga membuat Kakek Zhi berubah sikap.“Kakek ini pasti berpikir bahwa aku adalah keluarga dari anggota dalam istana." Batin Ho Chen.


“Terima kasih atas tawaran kalian. Tapi aku tetap harus kembali." Kata Ho Chen menolak tawaran dengan lembut.


“Suadara Chen terima kasih sudah menyelamatkan saya. Saya berharap bisa bertemu lagi dengan Saudara Chen." Kata Kang Yelu.


Ho Chen hanya mengangguk dengan tersenyum. Sebenarnya Ho Chen juga ingin mengetahui siapa orang-orang dari Bukit Halilintar yang datang, namun dia mengurungkan niatnya.


“Kalau begitu saya pamit dulu.." Kata Ho Chen yang sudah berniat pergi.


“Adik..! Kamu ada di sini...?"


Ketika Ho Chen sudah ingin pergi, suara yang tidak terlalu asing menyapanya.

__ADS_1


__ADS_2