
Zhu Wang manaikan alisnya ketika melihat pedang Ho Chen mengeluarkan energi biru yang sedikit Samar-samar. Zhu Wang melirik Ho Chen yang sedang memandangi pedangnya yang sedang menahan lima bayang pedangnya.
“Dasar ceroboh, kau masih melakukan kesalahan yang sama." Gumam Zhu Wang kemudian menghilang dan muncul kembali di belakang Ho Chen.
“Kau masih bodoh..!" Ucapnya dan berniat menusuk pinggang Ho Chen.
Ho Chen yang masih menatap pedangnya hanya tersenyum tipis. “Cara yang sama tidak akan lagi mempan padaku..!" Kata Ho Chen dan masih menatap pedangnya.
Zhu Wang sedikit terkejut mendengarnya, namun dia terlanjur melesatkan pedangnya ke arah pinggang Ho Chen. Setelah pedang tersebut hampir menyentuh pinggang Ho Chen tiba-tiba grafitasi menjadi sangat berat, Zhu Wang juga sedikit sesak dan seluruh badannya terasa sangat berat.
Zhu Wang jatuh duduk dengan satu kaki, pedang yang di arahkan kepinggang Ho Chen sekarang menjadi penyangga tubuhnya agar tidak berlutut sepenuhnya di hadapan Ho Chen. “A-aura apa.. ini..!" Zhu Wang sedikt sulit untuk bicara karena tertekan Aura aneh tersebut.
Ho Chen tentu mengunakan Aura Raja untuk menekan Zhu Wang. Zhu Wang berusaha membalas tekanan tersebut dengan mengunakan Aura Energi Kematiannya. Namun Aura Raja milik Ho Chen begitu besar membuat Zhu Wang kesulitan untuk berkonsentrasi.
Ho Chen menoleh ke arah Zhu Wang yang masih duduk. “Kalau aku membiarkanmu hidup, maka dunia ini tidak akan pernah damai, selama masih ada orang yang memiliki hati iblis seperti dirimu." Kata Ho Chen dengan dingin.
Zhu Wang menelan ludah, dan kemudian melirik ke arah Gou Shen dan Gou Yang. Mereka berdua mengangguk. Kepada Zhu Wang.
“Kalian semua serang pemuda itu, dan jangan biarkan dia hidup..!" Kata Gou Shen memberi perintah. Dan semua anggotanya segera menuruti perintah tersebut
Ho Chen menatap Gou Shen dengan dingin. “Aku sudah menduga, jika kau akan mengingkari perjanjian ini."
Selesai berkata demikian Ho Chen memanggil pedangnya yang masih menahan kelima pedang bayangan tersebut, setelah pedang tersebut sudah berada di tangannya, dia langsung menebas leher Zhu Wang tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Kepala Zhu Wang terpisah dari tubuhnya dan jatuh ketanah dengan mata masih terbuka. Sedangkan semua anggota Rantai Besi termasuk Gou Shen dan Gou Yang kaget saat melihat kepala Zhu Wang sudah terpisah dari tubuhnya.
“Kau akan menyesalinya..!" Ucap Gou Yang dan langsung melepas Aura Energi Kematiannya.
__ADS_1
Ho Chen melempar Pedangnya kelangit .“Musnahkan mereka semua..!" Kata Ho Chen dengan suara lantang.
“Tehnik Raja Api - Pedang Raja Api."
Pedang lidah api mengeluarkan api birunya dan sesuai perintah Ho Chen. Pedang tersebut langsung melesat dengan kecepatan tinggi. Tidak seperti sebelumnya, kali ini sekali melesat, hampir 20 orang terbakar habis bahkan mereka yang berada di tingkat langit sekalipun juga tewas dengan cara yang sama.
Gou Shen sangat geram melihat anggotanya banyak yang mati, sedangkan Gou Yang tidak mau menunggu lama. Dia segera melesat ke arah Ho Chen.
“Akan ku bunuh kau..!" Ucapnya dengan mengayunkan pedangnya.
Ho Chen melompat mundur menghindari tebasan tersebut. Ho Chen yakin dengan kekuatanya saat ini dia tidak akan mampu mengalahkan Gou Yang. Untungnya Ho Chen memiliki banyak Tehnik sehingga dia tidak perlu mengunakan Energi milik Yu dan Ming Hao. Jika dia menggunakannya sekarang maka dia harus menunggu dua hari lagi untuk menggunakannya kembali.
Anggota Rantai Besi yang awalnya 300 kini hanya tersisa 10 orang saja termasuk Gou Shen dan Gou Yang. Pedang tersebut tidak mau menunggu lama lagi dan segera melesat ke arah Gou Shen.
Gou Shen mengerutkan alisnya ketika melihat pedang tersebut menuju ke arahnya. “Kau meremehkan ku! Menyuruh pedangmu untuk menyerangku, sungguh bodoh. Akan ku ambil pedang mu itu dan akan ku gunakan untuk membunuhmu." Kata Gou Shen.
Gou Shen dan pedang lidah api hampir bersentuhan namun Gou Shen menghilang dan muncul membelakangi pedang tersebut, dan dengan cepat dia menangkap gagang pedang lidah api.
Ketika Gou Shen berhasil memegangi gagangnya, tangan Gou Shen langsung terbakar. Gou Shen melompat mundur dan berusaha memadamkan api yang ada di lenganya, namun api tersebut semakin membesar dan menjalar sampai ke ketiak nya.
Gou Shen yang kesakitan dan kepanasan sangat panik, dia langsung memotong tangannya sendiri.
“Arrrgh...!!" Lengan Gou Shen terjatuh dan kemudian hangus. Gou Shen memegang bekas potongan lengannya yang sakit, kemudian mengalirkan energi untuk menahan pendarahannya. Sambil menatap pedang tersebut yang sedang membunuh 8 anggotanya yang tersisa.
Di sisi lain Gou Yang dan Ho Chen masih bertarung. Pertarungan keduanya membuat tempat di sekitarnya menjadi rusak.
“Tehnik Pedang Hitam - Tebasan Malam."
__ADS_1
Gou Yang mengayunkan pedangnya dan memainkannya dengan pola yang sangat sulit. Ho Chen berusaha menangkis serangan tersebut, dia sudah mengetahui Tehnik pedang tersebut ketika melawan Zhu Wang di Kota Anming.
“Sudah cukup. Sekarang giliran ku." Kata Ho Chen yang sedari tadi hanya bertahan.
“Tehnik Angin - Pusaran Angin."
Ho Chen mengarahkan telapak tanganya ke arah Gou Yang. Energi angin yang sangat besar keluar dari telapak tangan Ho Chen membentuk pusaran angin.
Ujung pusaran tersebut menggulung apapun yang ada di depanya. Gou Yang berusaha menahan ujung pusaran angin tersebut mengunakan pedangnya. “Si-sial! Kenapa dia bisa memiliki energi sekuat ini..!"
Gou Yang yakin, jika Ho Chen masih berada di Tingkat Bumi awal 1. Namun energinya seolah-olah sudah mencapai Tingkat Alam Puncak 3, bahkan lebih dari itu.
Ho Chen sengaja menyembunyikan Tingkat energinya agar bisa menarik pasukan iblis untuk mendatanginya. Bukannya pasukan iblis yang datang justru malah anggota Rantai Besi yang terpancing.
Gou Yang terus berusaha menahan pusaran tersebut kemudian melirik kakaknya untuk meminta bantuan, namun yang ia lihat justru membuatnya kaget, dia melihat Gou Shen dalam kondisi yang lebih parah, satu lenganya hilang, dan seluruh anggotanya sudah tewas.
Gou Shen juga melirik adiknya yang mulai kewalahan itu, dia ingin membantu, namun pedang lidah Api tidak memberinya kesempatan.
Walau lengan Gou Shen sudah tinggal satu, namun ilmu meringankan tubuhnya tidak berkurang sama sekali, selama kedua kaki Gou Shen tidak terluka atau terputus.
Gou Shen bisa menghindari pedang lidah api dengan mudah, namun Gou Shen tidak lagi berani menangkap atau menyentuh pedang tersebut.
Gou Yang dan Gou Shen sama-sama di buat tidak berdaya, mereka sama-sama mengumpat dalam hati. Mereka tidak menduga kekuatan yang selama ini mereka banggakan, nyatanya tidak ada apa-apanya di hadapan seorang anak muda di hadapannya itu.
“A-aku tidak ku..at lagi...!" Gou Yang sudah tidak bisa lagi menahan pusaran angin tersebut, dia terpental mundur kemudian di gulung keluar dari desa Lujhu oleh pusaran tersebut.
Gou Shen melihat adiknya yang di gulung angin segera mengunakan ilmu meringankan Tubuhnya untuk lari dan pergi menyusul adiknya yang berada di luar.
__ADS_1