Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Ratusan Siluman elang


__ADS_3

Di aula pertemuan istana, Kaisar sedang memasang senyum lebarnya menyambut kedatangan Yuwen dan juga Chu Thien.


Di samping itu Kaisar saat ini sangat bahagia bukan hanya karena menang dalam pertempuran, namun di karenakan kondisi Yihua yang tiba-tiba sudah membaik.


Yuen dan Chu Thien memberi hormat mereka kepada Sang Kaisar. "Hormat kami yang mulia, maaf kami datang terlambat, itu dikarenakan jarak istana dengan sekte kami yang sangat jauh, jadi sekali lagi maaf kan atas keterlambatan kami." Kata Chu Thien.


"Ketua Yuen, ketua Chu! Aku mengerti, jadi kalian tidak perlu merasa bersalah." Kata Sang Kaisar dengan tersenyum.


Yuen merasa sedikit canggung, dia merasa berhutang budi kepada Kaisar, karena ketika Pilar Angin di serang, para jendral dan prajurit istana juga ikut membantu mempertahankan Pilar Angin.


Walau pun pilar angin berhasil memenangkan pertempuran, namun dari pihak aliansi juga banyak yang menjadi korban dan gugur, termasuk juga para prajurit istana.


Sekte Pilar Angin sendiri hingga saat ini masih belum seratus persen kembali normal. Yuen masih berusaha membangun dan mengembalikan kekuatan Sekte Pilar Angin agar kembali kuat, karena itu dia terus sibuk, sehingga terlambat datang.


"Maaf Kaisar. Ketika saya dan rombongan tiba di depan kota, saya melihat seperti sudah terjadi pertempuran besar sebelumnya, apa para iblis itu sudah menyerang?." Tanya Chu Thien.


"Benar Ketua Chu, mereka sudah menyerang, namun untungnya kami berhasil membuat mundur mereka!." Jawab Kaisar.


Chu Thien dan Yuen saling berpandangan lalu kembali bertanya. "Apa ada sekte lain yang membantu paduka?." Tanya Yuen.


"Ada, Sekte Bukit Halilintar dan Sekte Bintang Emas! Namun bukan hanya mereka saja yang membantu, ada juga Sang legenda Feng Ying dan Tiga pendekar Dewa dari Kekaisaran Ming dan Satu pendekar Dewa bertopeng yang entah dari mana asalnya."


Penjelasan Kaisar Hong membuat mereka berdua cukup kaget. "Ja-jadi ada lima pendekar Dewa sekaligus yang membantu paduka?." Tanya Chu Thien dengan suara sedikit berat karena menahan nafas.


Menurut mereka, cukup kekuatan Feng Ying saja sudah mampu meratakan seluruh wilayah kekaisaran Yun, namun jika sampai lima orang, bisa-bisa seluruh dunia juga mampu mereka kuasai.


Namun yang jadi pikiran mereka selanjutnya adalah pendekar Dewa bertopeng. Baru kali ini mereka mendengarnya. "Apa Yang Mulia tidak mengetahui siapa nama pendekar Dewa bertopeng itu?." Tanya Yuen.


Kaisar Hong menggelengkan kepala di sertai dengan jawaban. "Aku tidak tahu, mungkin saja dia berasal dari kekaisaran lain sekaligus teman Sang legenda!." Kaisar Hong mengira-ngira.


Dari ke tiga kekaisaran yang ada, hanya ada satu kekaisaran yang menjadi musuh kekaisaran Yun, yaitu kekaisaran Mu. Mereka berdua tidak pernah berdamai semenjak kekaisaran mulai di bentuk, alasannya sederhana saja, mereka ingin menjadi yang terkuat dan menguasai wilayah kekaisaran lainnya sekaligus memperluas wilayah.

__ADS_1


Karena itu Kaisar tidak akan berpikir kalau pendekar bertopeng berasal dari kekaisaran Mu. Yang jelas Kaisar hanya akan mengira kalau pendekar bertopeng berasal dari kekaisaran Liu atau mungkin sama dengan ketiga pendekar lainnya, yaitu dari kekaisaran Ming.


"Lapor Yang mulia, rombongan dari sekte Tiga Pulau dan Gunung Es juga sudah tiba, mereka juga berada di luar Kota."


"Yang Mulia para biksu Dari Kuil Lonceng Suci dan Sekte Bunga Teratai juga terlihat hampir tiba."


Para prajurit mulai berdatangan memberi laporan tentang ke dagangan para bala bantuan. Kaisar tersenyum lebar mendengar nya, walau mereka datang terlambat karena pertempuran sudah usai, namun kaisar tetap merasa senang karena menurutnya suaranya sebagai kaisar kini sudah di terima dan dengar oleh sekte-sekte besar sehingga Kaisar tetap akan menyambut kedatangan mereka dan juga akan memberikan kompensasi yang pantas.


Di luar kota Anming, terlihat ribuan murid dari berbagai sekte sudah berkumpul. Sama seperti Yuen dan Chu Thien, mereka juga terkejut melihat bekas pertempuran di depan kota.


"Amithafa! Saudari Miu, sepertinya kita datang terlambat!." Kata Biksu Shao Sheng dan mengamati seluruh area bekas pertempuran.


Miu Yimin hanya mengangguk, dia juga ikut mengamati seluruh bekas pertempuran tanpa memberikan suara atau jawaban kepada Biksu Shao Sheng.


Sebagian perkebunan berantakan dan tanah nya di penuhi banyak lubang, tidak satu pun tumbuhan yang hidup akibat pertempuran tersebut, pemandangan yang hampir serupa dengan Sekte Pilar Angin. Bedanya sekte Pilar Angin hampir keseluruhan rusak mulai dari hutan hingga bangunan. Sedangkan di istana Kaisar, hanya depan kota nya saja.


Mereka tentu tidak ada yang mengetahui jika di dalam istana juga sempat terjadi pertempuran, hanya saja pertempuran terjadi di udara, sehingga tidak merusak bangunan yang ada di bawahnya.


Qiao Ho dan ketua sekte lainnya juga di jemput oleh para jendral untuk menemui Kaisar dan sekaligus untuk mendengar penjelasan dari Kaisar akan hal yang sudah terjadi.


Setibanya di dalam istana, sama seperti Yuen dan Chu Thien, semua ketua Sekte tersebut terkejut serasa tidak percaya akan apa yang mereka dengar dari Kaisar, namun mereka juga berpikir, untuk apa Kaisar membohongi mereka, apa lagi ketika kejadian pertempuran tersebut berlangsung Kang Jian dan Qian Shin juga ikut bertempur di dalamnya.


Mereka hanya tinggal semalam di istana, kemudian kembali ke sekte masing-masing setelah pagi harinya.


Kabar tentang kemunculan pendekar Dewa dari Kekaisaran Ming mulai tersebar luas, ada yang beranggapan itu bantuan yang di kirim langsung oleh Kaisar Ming, namun ada juga yang beranggapan mereka datang karena mereka di panggil langsung oleh Sang Legenda Feng Ying.


***


Dalam perjalan kembali ke sekte Gunung Es, Qiao Ho bersama Wen Hua sedang membicarakan Qiao Lin.


"Ketua, apa sebaiknya kita mencari keberadaan Nona Lin?."

__ADS_1


Qiao Ho menggelengkan kepalanya pelan sekaligus menjawabnya. "Kita tidak perlu mencarinya, lagi pula aku yakin jika Chen'er masih hidup."


"Kenapa ketua bisa seyakin itu, bagaimana jika kabar tersebut benar?." Tanya lagi Wen Hua.


"Kenapa aku harus ragu? Lagi pula tidak semudah itu para iblis bisa membunuh nya. Di tambah lagi yang memberi kabar adalah Wei Heng dan anggotanya, jadi aku tidak percaya akan perkataan orang yang sudah bersekutu dengan para iblis itu."


Wen Hua terdiam, dia juga sudah pernah mendengar jika para iblis itu sangat licik dan penuh dengan tipu muslihat. Namun dia tetap ragu dan juga khawatir jika kabar kematian Ho Chen itu adalah benar.


"Saudari Wen, aku minta sesampai nya nanti di sekte, tolong umumkan kepada seluruh para jagoan yang berada di luar sekte untuk kembali ke sekte, ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada seluruh anggota sekte!." Kata Qiao Ho yang terlihat serius.


Wen Hua sedikit bingung dan penasaran, namun dia tidak menanyakan nya dan hanya mengangguk.


Setelah berjalan hampir seharian, mereka beristirahat di tanah lapang, seluruh anggota juga segera membuat api unggun.


Masing membuat api unggun dan duduk di dekatnya, jika dilihat dari atas akan terlihat kumpulan ribuan api yang berjejer memenuhi tanah yang luas serta lebar.


Qiao Ho sendiri berada di paling tengah dan duduk sambil bermeditasi. Sedang kan Wen Hua berkeliling memeriksa seluruh anggota nya, memastikan jika mereka semua aman-aman saja.


"Kenapa firasat ku tidak enak!." Batin Qiao Ho yang sedang meditasi, dia membuka mata dan bangkit memandangi kesekelilingnya. "Mungkin hanya perasaan ku saja."


Qiao Ho menggelengkan kepala pelan berniat kembali duduk, namun belum sempat ia menurunkan badan! Qiao Ho mencium bau bangkai yang sangat busuk.


Bukan hanya Qiao Ho, semua anggota juga mencium bau busuk tersebut. Banyak yang mulai muntah karena tidak tahan dengan bau busuk tersebut.


"Ketua, bau bangkai apa ini?." Wen Hua segera menghampiri Qiao Ho setelah mencium aroma busuk tersebut.


"Aku juga tidak tahu saudari Wen!." Jawab Qiao Ho, firasat nya semakin buruk setelah mendengar suara teriakan dari langit yang gelap.


Kyaaaaak!!!


Qiao Ho segera menemukan sumber suara tersebut dan melihat ratusan siluman Elang sedang terbang di atas mereka.

__ADS_1


__ADS_2