Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kemunculan Empat pendekar.


__ADS_3

Qiao Ho pun juga tidak mau kalah dan maju mengarahkan pukulannya.


Jdeaarr!!!


Kedua pukulan saling bertemu dan menimbulkan ledakan keras, semua awan yang ada juga lenyap akibat dentuman dari ledakan tersebut dan hanya terlihat bintang tanpa tertutupi awan.


Qiao Ho terlempar hingga belasan meter, sedangkan jendral iblis Muo masih berada di tempatnya.


Jendral iblis Muo menatap tajam ke arah Qiao Ho dan kembali menyerang, dia tidak ingin memberikan waktu bagi Qiao Ho untuk bernafas. Qiao Ho yang baru berhasil menstabilkan tubuhnya lansung terkejut ketika jendral iblis Muo sudah berada di hadapan nya.


Satu pukulan telak mengenai wajahnya dan tubuhnya jatuh ke tanah dengan sangat keras. Darah segar keluar dari hidung serta mulutnya, namun Qiao Ho masih tetap berusaha bertahan dan kembali bangkit, kali ini energinya sudah sedikit berkurang.


"Aku tidak punya pilihan lain." Gumam Qiao Ho dengan nafas yang sedikit memburu, dia mengelap darah nya kemudian berbicara kepada jendral iblis.


"Apa cuma segini saja kekuatan jendral iblis yang di bangga-banga kan? Jika hanya segini kekuatan mu tidak akan mampu membunuh seekor semut sekalipun." Kata Qiao Ho dengan memanas-manasi jendral Muo.


Alasan Qiao Ho berkata demikian agar jendral Muo tidak pergi dari tempatnya dan menyusul anggota Gunung Es yang belum terlalu jauh itu, jadi dengan membuat marah sang jendral iblis tersebut, sudah pasti jendral Muo akan marah dan tetap berada di sana.


Benar saja, jendral Muo semakin murka mendengar perkataan Qiao Ho kemudian melesat turun dengan mengarahkan sebelah telapak tangannya ke Qiao Ho.


"Kau ingin mati seperti semut? Akan ku kabul kan!." Kata jendral Muo dengan wajah murka.


"Inilah saatnya bagiku untuk menggunakan nya!." Kata Qiao Ho kemudian merentangkan kedua tangannya.


"Tehnik Es - Kurungan Bola Es."


Energi di sekitar Qiao Ho berputar bagai pusaran angin, walau kecil namun pancaran energinya sangat besar.


Semakin lama pusaran tersebut berkumpul dan mengelilingi Qiao Ho. Jendral Muo yang melesat ke arah Qiao Ho dengan kecepatan tinggi terlambat menyadarinya, dia baru sadar ketika Qiao Ho tersenyum lebar kepadanya sekaligus merasakan energi yang sangat besar terkumpul di sekitar Qiao Ho.


"Sial, ini jebakan...!." Kata jendral Muo namun dia tetap melesat dan tidak bisa berhenti.


"Kau akan mati bersamaku..!." Kata Qiao Ho di sertai senyuman lebar menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Qiao Ho berencana mengurung Jendral Muo dengan dirinya di dalam bola Es. Jika keduanya terkurung, maka kedua-dua nya akan membeku selamanya, bola Es tidak akan pernah mencair walau harus di bakar sekalipun.


Qiao Ho terbayang wajah Qiao Lin, dia semakin tersenyum bahagia setelah membayangkan Qiao Lin menikah dengan Ho Chen, dan mereka berdua terlihat sangat bahagia.


Air mata jatuh dari mata Qiao Ho, bukan air mata kesedihan, namun air mata kebahagiaan membayangkan mereka berdua.


"Selamat tinggal Lin'er, hidup lah dengan bahagia dengan Chen'er, kakek akan melihat mu dari tempat yang yang sangat jauh."


"Jika kau ingin melihat murid ku menikah dengan cucu mu, kenapa harus melihat dari jauh?."


Ketika Qiao Ho sudah bersiap membekukan dirinya sekaligus jendral Muo yang tinggal empat meter lagi sampai pada dirinya, suara pria sepuh terdengar dari belakangnya sekaligus mengagetkan Qiao Ho.


Jendral Muo juga terkejut ketika merasakan tubuhnya tidak bisa di gerakkan, dia juga berhenti terbang ke arah Qiao Ho, bukan berhenti karena keinginan nya melainkan ada yang menahan nya.


Dia menoleh ke atas dan melihat satu orang pria sepuh sedang menempelkan sebatang tongkat di punggung nya. Jendral Muo melihat ke samping kanan ada satu orang lagi berdiri dan menahan pergerakan nya dengan energinya, di samping kanan juga ada wanita tua yang melilit kan selendang ke tubuh nya, setelah itu dia bisa melihat di hadapan nya tepatnya di belakang Qiao Ho berdiri satu lagi pria sepuh yang juga menekan nya dengan Aura Raja.


Mereka berempat adalah Feng Ying, Su Hui, Jhin Kwen, dan Gwo Jian. Mereka samua datang mengunakan Tehnik ruang dan waktu milik Feng Ying.


***


Mereka berdua sudah pergi lebih dulu ketika jendral Muo bilang ingin bermain-main dengan manusia yang sedang berkumpul di tanah lapang yang luas.


Jendral Muo juga meminta sedikit pasukan mayat hidup kepada Jendral Xu. Mendengar permintaan jendral Muo, jendral Xu tidak keberatan dan memberikan ratusan mayat hidup sebagai teman penghibur nya.


"Kamu tenang saja, aku merasa tidak ada yang kuat di antara kumpulan manusia-manusia tersebut." Kata jendral Di dangan santai.


Liu Qi Shu sedikit keberatan, dia merasa ini bukan hal baik, mengingat pengalaman nya yang sudah kalah dari Pendekar bertopeng. Liu Qi Shu sendiri hingga saat ini masih belum mengetahui wajah asli dari pendekar bertopeng, bahkan wajah Ho Chen yang sangat di khawatirkan oleh para Raja iblis pun tidak pernah ia ketahui.


"Jendral, apa tidak sebaiknya kita kembali, firasat saya sedikit tidak enak!." Kata Liu Qi Shu.


"Firasat manusia itu tidak akurat, kebanyakan hanya ketakutan dan ke khawatiran saja. Kau harus tau, Muo sangatlah kuat, jika dia berhadapan dengan salah satu manusia yang kalian ceritakan, Muo pasti akan menjadi pemenangnya." Kata jendral Xu.


Selain Ho Chen yang menjadi lawan jendral Muo, dia yakin jika jendral Muo berhadapan dengan salah satu pendekar Tingkat Alam Dewa lainnya, maka jendral Xu tidak akan kalah.

__ADS_1


Liu Qi Shu hanya bisa diam, dia sudah tidak ingin lagi memaksa jendral Xu kembali ke tempat jendral Muo, tanpa mereka ketahui jika saat ini jendral Muo sedang menghadapi masalah yang jauh dari pemikiran mereka.


***


Saat ini baik Qiao Ho maupun jendral iblis Muo sama-sama terkejut dengan kemunculan empat pendekar yang secara tiba-tiba sudah berada di tempat tersebut.


"Se..sesepuh Feng..!." Qiao Ho yang masih terkejut sulit untuk berbicara, dia membatalkan Tehnik nya, hatinya mulai lega karena kemunculan empat pendekar secara bersamaan.


"Kenapa anda bisa berada di sini?." Tanya Qiao Ho namun dia melirik jendral Muo yang tidak bergerak.


"Aku datang kesini karena merasakan energi kalian berdua, aku tidak tahu jika yang bertarung ternyata adalah calon mertua Chen'er, kini aku sudah memiliki alasan untuk membantu calon besan ku ini." Kata Feng Ying dengan terkekeh.


Qiao Ho juga tertawa pelan mendengarnya, dia memandangi satu per satu ketiga pendekar yang sudah menahan pergerakan jendral Muo, dia sudah mendengar akan adanya tiga pendekar hebat dari kekaisaran Ming, dan sekarang Qiao Ho bisa melihat mereka secara langsung.


"Sesepuh, kemana satu pendekar lagi, kenapa dia tidak ada di sini?." Tanya Qiao Ho pendangan nya menelusuri semua tempat.


"Satu pendekar lagi?." Feng Ying justru bingung.


"Bukan kah kalian berlima salah satunya pendekar bertopeng, jadi kemana pendekar bertopeng itu?."


Feng Ying menepuk jidat nya sendiri karena baru teringat akan Ho Chen yang memakai topeng dan kemudian menjawab nya. "Dia sudah kembali ke tempatnya. Sebaiknya kita urus dulu mahluk jelek ini!." Kata Feng Ying seraya menunjuk jendral iblis Muo.


"Kurang ajar kalian semua, dasar manusia hina, jika kalian berani ayo bertarung satu lawan satu dengan ku." Kata jendral Muo yang merasa jengkel karena tubuhnya tidak mampu di gerakkan.


"Hai mahluk jelek, siapa yang kau panggil manusia hina?." Tanya Su Hui.


"Kau pikir siapa yang manusia di sini, jika kalian bukan manusia apa kalian batu?." Kata Jendral Muo.


Ctooook!!!


Gwo Jian memukul kepala jendral Muo dengan tongkat peraknya dan terdengar suara seperti memukul batok kelapa. "Berani sekali kau menyebut kami manusia hina." Ucapnya dengan geram.


"Iblis jelek seperti kalian menyebut kami manusia hina, apa kalian tidak ngaca dulu sebelum bicara?." Ucap Jhin Kwen.

__ADS_1


Su Hui tertawa kecil mendengar ucapan Jhin Kwen kemudian kembali menatap jendral iblis tersebut. "Sebaiknya kita apakan mahluk ini?." Tanya nya.


"Pertanyaan mu aneh saudari Hui, mau di apakan lagi memangnya, ya bunuh saja. Apa kau mau menikahinya agar dia tetap hidup?." Kata Gwo Jian sedikit menggoda Su Hui.


__ADS_2