Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Pohon Kecil Niu


__ADS_3

"Kalian merasakan apa?." Ho Chen bingung dia mencoba memeriksa seluruh area di sekitarnya dengan mengunakan indra nya, namun tidak menemukan apapun.


"Chen'er jalan lah kebarat sejauh dua ratus meter lagi, suruh kedua teman mu itu untuk menunggu di sini!." Perintah Ming Hao.


Ho Chen yang masih kebingungan menuruti perkataan Ming Hao dan meminta Jiu Rui bersama Qiao Lin untuk menunggu nya sebentar.


Setelah berjalan sejauh dua ratus meter Ho Chen tetap tidak merasakan keberadaan siapa pun. "Di sini Guru?." Tanya Ho Chen, dia memperhatikan pohon dan batu besar di sekeliling nya.


Ming Hao keluar dari dalam gelang dan berdiri di samping Naga Putih. "Kenapa dia tidak mengambil wujud manusia atau hewan?." Ucap Naga Putih.


"Aku juga tidak tahu! Ayo kita keluarkan dia!." Kata Ming Hao.


Jiu Rui dan Qiao Lin duduk di bawah pohon dan tidak memperhatikan Ho Chen yang berada agak jauh dari mereka berdua.


Ho Chen sendiri hanya menyaksikan kedua energi tersebut sedang melakukan sesuatu di batang pohon yang sangat besar itu.


"Sebenarnya mereka mau melakukan apa?." Batin Ho Chen.


Kedua energi Naga Putih dan Ming Hao mengarah ke pohon besar setelah beberapa saat pohon tersebut mulai mengeluarkan cahaya terang.


Secara perlahan-lahan pohon yang begitu besar tersebut mengecil dan terus mengecil hingga berukuran satu jengkal.


Jiu Rui dan Qiao Lin menyadari setelah mendengar suara dedaunan yang bergerak, setelah melihat pohon yang begitu besar tersebut mulai mengecil, mulut Jiu Rui menganga dan Qiao Lin tidak mengedipkan mata melihat fenomena aneh di depan mereka.


Pohon tersebut berubah bentuk seperti kumpulan akar kecil yang melilit dan membentuk tubuh seperti manusia namun kecil.


Jari-jari tangannya seperti ranting pohon kecil, begitu juga dengan jari-jari kaki nya, sedangkan kepala sedikit panjang dan di atas kepalanya ada beberapa helai daun kecil yang tersisa.


Pohon kecil tersebut membuka mata, di lihat dari warna matanya yang berwarna hijau lumut dan seperti ukiran kayu yang di pahat membentuk mata yang indah, Ho Chen bisa menebak jika energi tersebut kemungkinan adalah perempuan.


Pohon tersebut menguap dengan menggerak-gerak kan seluruh tubuhnya, seolah-olah baru bangun tidur dan melemaskan kembali otot-ototnya.


"Siapa yang berani membangunkan aku?." Kata pohon kecil tersebut dengan suara kecil namun bersuara wanita.


"Apa kamu Niu?." Tanya Ming Hao.


Pohon tersebut memandangi Ming Hao dan Naga Putih cukup lama sebelum akhirnya dia menyadari jika kedua sosok di hadapannya adalah pecahan yang sama dengan dirinya.


"Kau..! Apa kau Ming? Dan kau.! Kau siapa?." Tanya Niu  kepada Naga Putih sambil memiring kan kepala nya.


Dia bisa mengenal Ming Hao hanya dengan mengenal suara nya, namun Naga Putih yang sejak tadi diam membuat Niu tidak mengenalinya dan sekaligus wujudnya adalah seekor kuda.

__ADS_1


"Begitukah sikap mu kepada ku setelah lama kita tidak berkumpul?." Kata Naga Putih.


Niu terdiam dia menatap Naga Putih dengan sangat serius sebelum akhirnya kedua matanya mulai melebar.


"Kun..! Kenapa kamu malah memasuki tubuh kuda?." Tanya Niu yang terlihat heran.


Sedangkan Ming Hao tertawa lepas mendengar pertanyaan Niu kepada Kun.


"Aku memasuki tubuh seekor Naga dan bukan Kuda." Kata Kun dengan suara sedikit kesal.


"Naga? Tapi wujud mu kuda dan bukan Naga, Apa kamu tidak salah menyebut nama?." Pertanyaan Niu semakin membuat Ming Hao tertawa lebih keras.


"Aku merubah wujud seperti ini karena permintaan calon tuan kita yang baru!." Kata Kun.


Niu langsung terdiam begitu juga dengan Ming Hao, Niu memiringkan tubuhnya dan menatap Ho Chen yang masih berdiri mematung di tidak jauh darinya.


"Apa manusia itu yang kau anggap sebagai Calon Tuan kita?." Tanya Niu yang masih memiringkan badannya menatap Ho Chen.


Ho Chen sendiri menyadari tatapan Niu kepada dirinya dan segera membungkuk kan sedikit badannya untuk memberikan salam serta tersenyum ramah.


"Benar, dialah Calon Tuan Kita. Ayo aku akan memperkenalkan mu padanya!." Kata Naga Putih.


Niu langsung melompat di atas punggung Naga Putih dan mereka berjalan mendekati Ho Chen.


"Senior Niu, senang bisa bertemu dengan anda, Nama ku Ho Chen." Kata Ho Chen memperkenalkan dirinya.


Melihat Tubuh Niu, dia teringat kepada Hauben yang berada di dunia Astral, bedanya Hauben bertubuh besar dan tinggi, sedangkan Niu sangat kecil dan hanya se ukuran satu jengkal.


"Aku merasakan Energi murni yang besar dari tubuh mu, seperti Tuan Hanzi juga berada bersama mu. Jika Tuan Hanzi sendiri sudah memilih mu sebagai penerusnya, maka tidak ada alasan lagi bagiku, aku akan bersedia menyatu dengan dirimu!." Kata Niu.


"Senior, saat ini saya belum bisa melakukan penyatuan energi, karena saat saya masih belum mencapai Tingkat Alam Dewa." Kata Ho Chen.


"Alam Dewa? Apa maksud mu?." Tanya Niu keheranan.


"Niu, Alam Dewa itu maksudnya adalah Dewa Langit, di dunia ini mereka menyebutnya demikian!." Kata Ming Hao menjelaskan.


"Tapi aku merasa dia sudah berada di Tingkat Dewa Langit, apa aku salah mengira?."


"Tentu saja kau akan merasakan demikian, karena saat ini Energi Yu berada di dalam tubuhnya, dia hanya bisa melakukan penggabungan dua energi saja saat ini, dan jika lebih dari itu, tubuhnya tidak akan sanggup menerimanya." Kata Ming Hao.


"Yu sudah berada bersamanya?." Tanya Niu kemudian menghela nafas dan kembali berbicara tanpa menunggu jawaban dari pertanyaan nya. "Baiklah aku akan ikut dengan Kalian, aku sudah lama tidur jadi tidak ada salahnya menikmati dunia ini, dan satu lagi. Jangan memanggil ku dengan nama senior Niu, panggil saja aku Niu, lagi pula kamu adalah calon tuan kami yang kelak kami sendiri akan segera menyatu dengan tubuh mu." Kata Niu.

__ADS_1


"Baik Senior, maksud saya Niu!." Kata Ho Chen.


Tidak perlu formal, bicaralah seperti biasa saja supaya kita bisa lebih akrab." Pinta Niu.


"Baiklah aku akan berbicara seperti biasa saja." Kata Ho Chen memenuhi permintaan Niu.


Ming Hao segera kembali kedalam gelangnya membuat Niu terkejut karena tidak menyadari jika Ho Chen memakai gelang yang di buat oleh Hanzi.


Niu tidak bertanya apa-apa lagi dan kemudian mereka berjalan ke arah Jiu Rui dan Qiao Lin yang masih menunggu mereka.


"Kakak Rui, Lin maaf karena lama menunggu." Kata Ho Chen.


"Chen, yang tadi itu apa? Kenapa tadi pohon yang begitu besar bisa lenyap tanpa ada bekas?." Tanya Qiao Lin, Jiu Rui juga memiliki pertanyaan yang sama.


Ho Chen menggaruk kepalanya, dia tidak punya pilihan lain selain memperkenalkan. Niu kepada mereka.


"Ini Niu, dia adalah jelmaan pohon besar yang tadi menghilang." Kata Ho Chen.


Niu segera menaiki pundak Ho Chen dan memandang mereka berdua.


Qiao Lin dan Jiu Rui sama-sama terpaku melihat pohon kecil yang hidup sepeti mahluk lainnya. Ini baru pertama kali bagi mereka melihat pohon berbentuk manusia.


"Namaku Niu, semoga kita bisa menjadi teman seperjalanan." Kata Niu dengan suara kecil nya.


"Dia perempuan?." Qiao Lin bertanya setelah mendengar suara Niu.


Ho Chen sendiri mengangguk mengiyakan nya. Jiu Rui sendiri mulai tersenyum lebar, melihat Niu yang aneh sekaligus tubuh mungil dari pohon membuatnya sangat gemas dan ingin menyentuhnya.


"Adik Chen, apa boleh aku memegang nya sebentar?." Tanya Jiu Rui.


"Kakak tanya sendiri saja pada Niu." Kata Ho Chen.


Jiu Rui segera mendekat dan bertanya. "Pohon kecil kemarilah!." Kata Jiu Rui.


"Pohon kecil kepalamu, nama ku Niu dan jika kau menganggap ku pohon kecil baik, aku mau lihat apa kau masih mau bilang aku pohon kecil lagi setelah ini." Kata Niu dan segera melompat ke tanah.


Setelah kaki Niu menyentuh tanah tubuh Niu perlahan-lahan mulai berubah, semakin lama semakin membesar sehingga ukurannya mencapai Lima meter.


Melihat Niu yang sudah menjadi besar, Jiu Rui menelan ludah nya sendiri, kini tidak lagi terlihat pohon kecil yang lucu dan menggemaskan, melainkan pohon besar yang kuat dan menyeramkan.


----

__ADS_1


maaf terlambat update, tadi Hp saya sempat drop jadi sedikit terlambat.


__ADS_2