Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Minta Penjelasan


__ADS_3

Qiao Lin segera membuang jarum tersebut, dia  mencari keberadaan ke empat orang tersebut dengan melacak energinya.


Qiao Lin dapat merasakan salah satu di antaranya yang bersembunyi di balik pohon tidak jauh darinya.


"Tehnik Pedang Es - Angin Salju."


Qiao Lin mengayunkan pedang nya dengan lurus, terlihat energi biru dan dingin mengarah ke kayu yang jaraknya sekitar tujuh meter, begitu energi biru tersebut mengenai pohon tersebut seketika seluruh pohon menjadi putih kemudia terbelah dengan sendirinya.


Orang yang bersembunyi di balik pohon segera melompat mundur menghindari hawa dingin yang menyebar, dia berniat kembali menghindar dan bersembunyi.


Qiao Lin jelas tidak akan membiarkan orang tersebut kembali lolos, dengan kecepatan ilmu meringankan tubuhnya dia dapat menyusul orang tersebut dan berdiri di hadapannya.


"Siapa kau, kenapa menyerang ku?." Qiao Lin mengarahkan pedang nya ke arah leher orang bertopeng tersebut.


Orang bertopeng tidak menjawab, dia mundur lalu mengeluarkan padang nya dan menepis pedang Qiao Lin.


Qiao Lin juga terus menyerang kedua pedang beradu menimbulkan suara besi yang berbenturan, bahkan samar-sama suaranya terdengar hingga ke dalam kota.


Kelincahan dan permainan pedang Qiao Lin lebih kuat dan tajam dengan pola-pola gerakan yang rumit, sehingga orang bertopeng tersebut terdesak mundur.


Qiao Lin berniat mengakhiri pertarungannya secepat mungkin, namun serangan dari arah lain juga segera menahan serangannya.


Qiao Lin mulai mundur setelah ke empat pria bertopeng sudah berkumpul dan berdiri tepat di hadapannya.


"Apa masalahnya kalian dengan ku?." Tanya Qiao Lin namun tidak mengurangi ke kewaspadaan nya.


"Masalah! tentu kamu memiliki masalah dengan kami! Masalahnya kau terlalu cantik, jadi sayang kan jika kecantikan mu di biarkan begitu saja." Kata salah satu pria bertopeng, karena mulutnya tertutup kain jadi suaranya juga tidak bisa Qiao Lin kenali.


Raut wajah Qiao Lin menjadi serius, tatapan nya menjadi dingin, semenjak dia keluar dan mengikuti Ho Chen, dia sadar hal seperti ini akan terjadi.

__ADS_1


"Ayolah gadis cantik, lebih baik kamu menurut saja, kami janji tidak akan menyakiti mu." Kata salah seorang dan melangkah maju berniat menggapai lengan Qiao Lin.


Secara reflek Qiao Lin menarik lengannya kebelakang di sertai dengan tebasan pedang ke tangan orang yang bertopeng tersebut.


"Lebih baik aku mati dari pada menuruti keinginan kalian." Ucap Qiao Lin kemudian mulai menyerang orang tersebut.


Qiao Lin sadar dengan kekuatannya saat ini dia mungkin hanya mampu melawan 2 orang saja karena kekuatan mereka sama tingkatan nya.


Melihat pertempuran keduanya ke tiga rekannya tidak mau menonton saja lebih cepat mengalahkan Qiao Lin itu akan lebih baik.


Qiao Lin hanya bisa menggigit bibirnya setelah ke tiga orang lainnya ikut menyerang, dia mundur beberapa meter menghindari serangan dari ke empat orang bertopeng tersebut kemudian menyarungkan kembali perangnya.


"Hem..? Apa kamu sudah menyerah? Aku harap demikian, aku tidak mau melukai kulit mu yang mulus itu, apa lagi merusak wajah mu yang cantik." Kata salah seorang dengan tertawa.


Qiao Lin tidak menjawab, diam-diam dia mengumpulkan energinya dan bersiap memberi serangan kejutan.


Melihat Qiao Lin yang melangkah mundur sedikit demi sedikit, seolah-olah dia mulai ketakutan ke empat orang tersebut semakin tertawa keras kemudian maju mendekati Qiao Lin.


Setelah Qiao Lin yakin dia sudah ada di jarak yang sudah di tentukan! Qiao Lin segera membalikkan badan seolah-olah ingin lari, hal itu juga yang di pikirkan oleh mereka berempat, sehingga mereka menjadi lengah  dan hanya berusaha menangkap  Qiao Lin jadi tidak ada pertahanan sama sekali.


"Kau pikir kami akan membiarkan mu lari..!." Mereka ingin menangkap Qiao Lin yang terlihat seperti ingin lari namun sebelum sempat mereka mendekat Qiao Lin lebih dulu menyerang nya.


"Tehnik Pedang Es - Guguran Bunga Salju."


Qiao Lin menarik pedang nya kemudian berbalik ke arah mereka di sertai ayunan pedang yang sudah di aliri energi.


Ayunan pedang Qiao Lin mengeluarkan gelombang energi dingin, dia memutar ujung pedang nya sehingga terlihat energi pedang yang memutar.


Tentu saja ke empat orang bertopeng tersebut tidak siap dengan serangan dadakan dari Qiao Lin, energi dingin yang di hasilkan pedang tersebut membekukan area yang berada di jarak jangkauannya.

__ADS_1


"Sialan kita terti...!." Salah satu belum sempat menyelesaikan kalimatnya setelah merasakan energi dingin mengenai tubuhnya, dia merasakan seperti ribuan jarum kecil menusuk  kulitnya sebelum membekukan seluruh tubuhnya.


Hal yang sama juga di rasakan oleh yang lainnya, namun salah satu di antaranya menghindar secepat mungkin tapi tetap saja sebelah kakinya terkena energi pedang dan mulai membeku.


Qiao Lin jatuh namun segera menancapkan pedang nya sebagai penahan tubuhnya, beruntungnya dia memiliki Tehnik tersebut sehingga mampu mengalahkan setidaknya tiga orang.


Tehnik yang di gunakan nya menguras hampir seluruh  energinya, karena tehnik yersebut memang memerlukan jumlah energi yang sangat besar, sedangkan energi Qiao Lin baru sebanyak 300 energi.


Melihat Qiao Lin yang mulai kehabisan energi orang yang memakai topeng hanya bisa mengumpat, pasalnya dirinya sendiri juga tidak bisa bergerak, karena kaki sebelahnya yang sudah beku, belum lagi rasa sakit yang menusuk kakinya tersebut, andai dia berusaha mengerakkan bisa di pastikan kakinya akan hancur menjadi potongan-potongan es kecil.


Qiao Lin kembali mengumpulkan energinya, belum semua energinya bisa terkumpul yang penting dia bisa bergerak.


"Kau tidak ingin aku kedinginan malam ini Bukan?." Qiao Lin sudah berada di depan orang  bertopeng tersebut namun dengan nafas yang masih belum teratur.


"A-aku...!." Orang tersebut sulit untuk bicara, dia memegang kakinya yang membeku sambil  meringis kesakitan.


Qiao Lin tersenyum dingin kemudia segera menarik kain penutup wajah yang di kenakan oleh orang tersebut.


"Kau....!." Pedang Qiao Lin yang bercahaya karena sisa energinya membuat Qiao Lin bisa melihat wajah orang tersebut dengan sangat jelas, dia tentu ingat karena orang itu satu perjalanan dengannya, dia adalah Liung Bhao.


Qiao Lin tidak menduga jika Liung Bhao akan melakukan hal yang begitu keji, karena sepanjang perjalanan dia hanya terlihat diam.


"Aku minta penjelasan, jika tidak! Aku akan menghancurkan seluruh tubuh mu menjadi bongkahan es." Kata Qiao Lin dengan tatapan dingin.


Liung Bhao hanya bisa menelan ludah, andai kakinya tidak membeku dia bisa dengan mudah mengalahkan Qiao Lin yang saat ini sudah banyak energinya yang terkuras.


"Ma-maaf kan aku! Baik aku akan menjelaskannya." Kata Liung Bhao dengan nada sedikit panik, kemudian Liung Bhao mulai  menjelaskan semua alasan penyerangan ini.


"Kau binatang...!." Qiao Lin semakin geram setelah mendengar penjelasan Liung Bhao.

__ADS_1


__ADS_2