Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Wanita yang kuat


__ADS_3

***


"Wei'er, aku tidak menyangka kamu menerima lamaran itu!" Jiu Rui terkejut ketika Liu Wei menerima lamaran Kang Jian.


Liu Wei hanya tersenyum pahit menanggapi perkataan Jiu Rui. Sebenarnya dia ingin menolak lamaran tersebut, karena hatinya masih ada Ho Chen.


Namun itu dulu, ketika Ho Chen masih berada di Sekte, saat ini dia sudah tidak yakin apakah Ho Chen memiliki perasaan yang sama dengannya atau tidak, mengingat dirinya sudah lama tidak pernah bertemu lagi dengan Ho Chen, semenjak dia pergi meninggalkan Sekte Bukit Halilintar.


Hampir 10 tahun Liu Wei tidak pernah bertemu lagi dengan Ho Chen. Saat ini Liu Wei sudah berumur 20 tahun, kecantikannya bertambah matang serta Liu Wei sudah bisa berpikir dewasa.


Kekuatan Liu Wei saat ini sudah berada di Tingkat Langit Puncak 3 dan hampir berada di awal 4, jika terus berlatih maka dia akan mencapai Tingkat Alam sebelum berumur 30 tahun.


Liu Wei yang sudah hampir lupa dengan wajah Ho Chen semakin goyah disebabkan Kang Yelu yang terus menerus mengejarnya dan juga selalu menemaninya.


Ketika sedang duduk sendiri Jiu Rui datang dan berbicara kepada Liu Wei sebelum dirinya akan dilamar oleh Kang Jian untuk Kang Yelu.


Jiu Rui berkata agar Liu Wei jangan terlalu mengharapkan Ho Chen, karena Jiu Rui tahu jika Ho Chen memiliki gadis lain dihatinya.


Jiu Rui tidak mau jika nantinya Liu Wei harus patah hati jika sampai ditolak oleh Ho Chen, karena sepengetahuan dirinya, Ho Chen hanya menganggap Liu Wei sebagai saudarinya.


Liu Wei semakin sadar jika dirinya memang tidak mungkin bisa mendapatkan Hati Ho Chen, dan akhirnya berusaha untuk mengubur perasaannya dalam-dalam dan akan berusaha mencari hati yang lain, saat ini yang sangat mencintai dirinya adalah Kang Yelu, jadi dia mencoba untuk menerima Kang Yelu.


Ketika Kang Jian datang dan melamarnya, Liu Wei akhirnya menerimanya dan sisanya akan menyerahkan semua urusan pertunangannya kepada Liu Yin dan gurunya Jian Heeng.


"Aku hanya berharap pilihanku tidak salah!" gumam Liu Wei yang didengar oleh Jiu Rui.


"Senior Rui, Wei'er!" Kang Yelu tiba-tiba datang dan menyapa mereka berdua.


"Saudara Yelu, apa kamu datang untuk menemui Wei'er?" tanya Jiu Rui.


"Benar senior, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padanya!" kata Kang Yelu.


"Kalau begitu baiklah, aku akan pergi dulu, silahkan jika kalian mau bicara!" Jiu Rui kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Kang Yelu saat ini berada di Tingkat Langit Puncak 2, dia sudah berumur 23 tahun dan beberapa bulan lagi sudah 24 tahun.


"Wei'er, maaf jika aku mengganggumu!" kata Kang Yelu dengan sedikit gugup.


Liu Wei menggelengkan kepala pelan sekaligus berkata. "Tidak apa-apa! Kamu bilang ada yang ingin kamu bicarakan dengan diriku? Bicaralah!" kata Liu Wei dengan suara lembut.


"Wei'er, aku tahu sebenarnya dihatimu saat ini masih ada saudara Chen, aku tidak akan memaksa hatimu untuk menerimaku.


Jika dirimu menerimaku hanya karena terpaksa atau hanya untuk pelarian perasaanmu saja, lupakan saja perjodohan ini, hal ini tidak akan baik untuk masa depan kita berdua," Kang Yelu sudah lama mengetahui perasaan Liu Wei, sehingga dia juga terkejut ketika Liu Wei menerima lamaran tersebut.


Liu Wei terdiam sejenak kemudian berbicara kepada Kang Jian. "Aku sendiri juga tidak tau akan perasaanku saat ini! Aku akan menyerahkan semuanya kepada takdir, lagi pula saat ini dunia masih jauh dari kata damai," kata Liu Wei.


Liu Wei terkenal sebagai pendekar Dewi Halilintar karena dia mengunakan Tehnik Petir yang dikombinasikan dengan pedang.


Sedangkan Kang Yelu juga mendapatkan gelar sebagai pendekar Naga Halilintar, dia mengunakan Teknik yang sama dengan ayahnya, yaitu mengunakan Teknik Halilintar yang dikombinasikan dengan pukulan serta tendangan.


"Hai calon adik ipar..!" tiba-tiba Yin Fei datang mengejutkan Liu Wei.


"Aih, kenapa kamu terlihat tidak bersemangat seperti itu, apa yang Yelu perbuat padamu? jika dia menyakiti kamu, bilang saja padaku, biar aku yang memberinya pelajaran!" kata Yin Fei sambil memandang Kang Yelu dengan kedua tangannya mengepal keras membuat Kang Yelu menelan ludahnya.


"Yin Jiejie, kenapa kamu malah terlihat menakutkan sekali," batin Kang Yelu setelah melihat expresi wajah Yin Fei yang menurutnya terlihat seram.


Yin Fei tertawa kecil melihat expresi Kang Yelu, kemudian kembali berbicara kepada Liu Wei.


"Saudari Wei, sebagai sahabat sekaligus calon kakak ipar, aku tidak akan membiarkanmu bersedih, ceritakan saja padaku jika ada masalah yang mengganggu pikiranmu!" kata Yin Fei membelakangi Kang Yelu.


"Yin Jiejie, aku masih belum selesai bicara dengan Wei'er, bisakah kamu...!" Kang Yelu langsung berhenti bicara ketika mata Yin Fei melotot padanya.


Kang Yelu langsung diam dan hanya bisa ternyum kecut, sedangkan Yin Fei kembali menatap kepada Liu Wei.


"Saudari Yin, aku tidak apa-apa, jadi saudari Yin tidak perlu cemas!" kata Liu Wei.


"Yakin tidak apa-apa? Aku rasa kamu menyembunyikan sesuatu dariku!" kata Yin Fei mendekatkan wajahnya ke wajah Liu Wei sambil memiringkan kepalanya.

__ADS_1


Liu Wei hanya mengangguk pelan. Yin Fei menarik nafas panjang kemudian berkata. "Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita padaku, tapi ingat, aku akan selalu ada jika kamu membutuhkan bantuanku," Yin Fei berbalik dan menatap Kang Yelu.


"Aku kesini untuk mencarinya!" kata Yin Fei menatap Kang Yelu.


"Aku? ada urusan apa kamu denganku?" Kang Yelu bertanya sambil menaikkan alisnya.


"Ayah yang memintaku untuk mencarimu, dia baru pulang mencari peramal mencari hari baik untuk pertunangan kalian berdua," kata Yin Fei.


"Baiklah, aku akan pulang dulu! Wei'er aku kembali dulu, kamu bersama Yin Jiejie saja disini!" kata Kang Yelu kemudian dijawab dengan anggukan pelan oleh Liu Wei.


Setelah Kang Yelu sudah tidak terlihat, tatapan Yin Fei menjadi lebih serius memandang Liu Wei.


"Kamu masih belum bisa melupakannya ya?" tanya Yin Fei. Liu Wei terdiam sesaat kemudian mengangguk pelan.


Yin Fei menghela nafas panjang, dia tahu seperti apa perasaan Liu Wei saat ini.Tidak mudah bagi siapapun untuk melupakan Cinta pertamanya, walau Liu Wei saat itu masih sangat mudah, namun pertemuannya dengan Ho Chen memiliki kesan tersendiri, walau saat itu mereka masih sangat muda. Namun bagi Liu Wei, Ho Chen adalah orang pertama yang mengisi hatinya.


Sama seperti Yin Fei, hingga saat ini dia belum bisa melupakan Wang Dunrui. Wang Dunrui adalah orang pertama yang juga mengisi hatinya.


Hingga saat ini, Yin Fei masih terus berlatih dengan giat di bawah bimbingan Jian Heeng demi menjadi kuat dan bisa mencari Wang Dunrui untuk dibawa pulang.


Yin Fei saat ini sudah berada di Tingkat Bumi puncak 4, walau dia memulai latihan diusia belasan tahun, namun nyatanya sekarang dia berhasil meningkatkan kekuatannya dalam waktu sangat cepat.


Umur Yin Fei saat ini sudah menginjak 24 tahun, namun dia tidak pernah mengikuti pertempuran karena kekuatannya belum mencukupi untuk berhadapan dengan lawan, karena lawan kebanyakan adalah pendekar Tingkat Langit.


"Saudari Wei, bersabarlah, suatu saat kita pasti bisa melewati semua ini, kita adalah wanita yang kuat!," Yin Fei mencoba menyemangati Liu Wei dan menghiburnya, namun dia tidak yakin jika itu akan mampu menghiburnya. Sedangkan Liu Wei hanya mengangguk pelan.


***


Terima kasih banyak untuk dukungan kalian semua, berkat dukungan dan doa kalian, Karya saya bisa sukses hingga sekarang.


Saya akan berusaha terus meningkatkan kualitas cerita ini, semoga kalian tidak bosan hingga PDA mencapai puncak cerita yang rencananya akan selesai kurang lebih dari 300 Bab.


Saya sudah mempersiapkan karya saya yang kedua yang judulnya masih rahasia dan akan di umumkan ketika PDA akan tamat.

__ADS_1


__ADS_2