
Ho Chen merasa tidak ingin berlama-lama bertarung dengan Shou Jie sehingga dia menggunakan sihir Penghentian waktunya.
Melihat Shou Jie yang sudah jatuh ke tanah tanpa kepala, semua anggota menjadi panik mereka tidak percaya akan apa yang sudah mereka lihat.
Kini jagoan sekte Ular Hijau hanya tersisa tiga orang saja, Niu sengaja mempermainkan mereka bertiga untuk bersenang-senang.
Sedangkan anggota lainnya hanya tersisa tidak lebih dari Lima ratus orang saja, selain dari tiga orang jagoan Tingkat Alam, sisanya hanya mereka yang berada di Tingkat Jiwa dan Bumi. Sedangkan pendekar Tingkat Langit hanya tersisa seratus orang saja.
Mereka semua merasa putus asa melihat ketua mereka sudah gugur, sebagian ada yang mengangkat tangan, pertanda mereka sudah menyerah sedang sisanya masih berusaha melawan dan mencari celah untuk bisa kabur.
"Niu, menyingkir lah dari sana!." Kata Ho Chen yang masih melayang di udara dan juga di dengar oleh mereka semua.
Niu segera menarik diri dan naik ke atas punggung salah satu Naga kemudian terbang menjauh dari pertempuran.
Mereka semua menoleh ke atas dan melihat Tubuh Ho Chen yang sudah berubah, tubuh Ho Chen sepenuhnya di selimuti Api biru yang sangat besar dan juga panas, seluruh wilayah di bawahnya menjadi sangat panas.
Mereka semua langsung bersujud memohon ampun kepada Ho Chen, tidak satupun dari mereka yang berani menatap Ho Chen.
"Dengarkan lah semua!." Suara Ho Chen yang mengandung energi membuat sebagian orang hampir tidak bisa menahanan telinga mereka.
"Mulai saat ini tidak ada lagi sekte Ular Hijau, sebelumnya aku sudah berjanji tidak akan membiarkan satu orang pun yang boleh hidup, sekarang tergantung pilihan kalian bagai mana cara kalian agar bisa selamat dari sini."
Ho Chen mengarahkan sebelah telapak tangannya ke arah sekte Ular Hijau, di mana di sana juga semua anggota sekte Ular Hijau tersisa berada.
"Berusahalah semampu kalian untuk selamat dari serangan ku, jika ada yang bisa selamat, aku akan melepaskan kalian yang masih hidup. Jadi larilah semampu kalian jika kalian sanggup..! Dan ini di mulai dari sekarang..!."
Hampir tidak ada yang mengerti akan maksud perkataan Ho Chen sebelum akhirnya salah seorang berhasil mengartikannya.
"Lari...! Cepat lari semampu kalian, dia akan membakar tempat ini..!." Teriak orang tersebut dan kemudian berlari sekuat tenaga keluar dari sekte.
Semua akhirnya tersadar dan segera panik kemudian segera lari semampu yang mereka bisa.
__ADS_1
Begitu hampir Lima ratus orang lari berhamburan menyelamatkan diri, saat itu juga Ho Chen melepaskan semburan api biru yang sangat besar ke arah sekte Ular Hijau.
Hanya orang bodoh yang menganggap Ho Chen memberi mereka kesempatan, di lihat dari manapun ini sama saja dengan mempermainkan mereka saja.
Ho Chen memang sudah berniat tidak akan membiarkan satu bibit pun untuk tumbuh, jadi Ho Chen mencabut semua sumber masalah sampai ke akar-akar nya, berharap tidak ada lagi bibit yang akan tumbuh di masa depan.
Dalam hitungan Lima kali tarikan nafas, semburan api biru Ho Chen sudah membakar semua wilayah sekte Ular Hijau, bahkan para pendekar dan jagoan yang tersisa tidak ada satu pun yang berhasil selamat, semua terbakar habis menjadi debu.
Semburan api biru yang begitu terang terlihat dari kejauhan, bahkan sampai ke markas Jendral Ori. Mereka semua keluar untuk melihat cahaya yang sangat terang namun begitu sangat jauh, mereka penasaran akan cahaya tersebut, namun tidak ada satupun yang pergi kesana, karena mereka sadar jika tempat tersebut sangatlah jauh.
Dalam waktu singkat, semua bangunan yang sebelumnya berdiri tegak dan besar sudah tidak terlihat lagi, bahkan besi sekalipun juga tidak ada yang tersisa, semua nya hancur menjadi debu.
Ho Chen mengehela nafas, dia tidak tahu, apa yang di lakakukan nya ini benar atau tidak? Yang jelas dia melakukan semua itu untuk menghindari masalah yang lebih besar di hari berikutnya.
Ho Chen terus memperhatikan seluruh wilayah tersebut, dia ingin memastikan jika tidak ada satupun yang hidup.
Qiao Lin yang melihat dari jauh hanya bisa menutup mulut nya menahan rasa keterkejutan nya, dia membayangkan orang-orang yang terbakar di dalam api yang di keluarkan oleh Ho Chen.
Bahkan Sekte Aliran Putih saja masih berpikir ulang jika ingin membunuh lawannya yang sudah tidak berdaya. Sedangkan Ho Chen tidak, jika orang itu merasa pantas untuk di bunuh, walau orang itu menyerah sekalipun maka orang itu akan tetap di bunuh. "Adik, apa yang sebenarnya terjadi dengan dirimu? Kenapa kamu bisa berubah seperti ini?." Batin Jiu Rui yang merasa tidak percaya jika adiknya sudah berubah seperti monster.
Qiao Lin memiliki pemikiran yang sama dengan Jiu Rui, bahkan dia sempat berpikir apakah hatinya tidak salah memilih orang? Walau begitu hati nya juga merasa lega melihat Ho Chen telah berhasil dan juga selamat.
Dahi Naga Putih kembali bersinar berwarna kuning, kelima Naga kecil kembali masuk kedalam cahaya tersebut, sedangkan Naga Putih secara perlahan-lahan mengecil dan berubah menjadi kuda.
Niu juga kembali ke Ho Chen, dia terlihat tidak puas sama sekali namun memilih diam dan duduk di pundak Ho Chen.
Ho Chen turun dan mencari sesuatu barang yang seharusnya tidak ikut hancur oleh apinya. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Ho Chen berhasil menemukan apa yang ia cari.
Ho Chen mengangkat benda tersebut secara perlahan, semakin lama semakin terlihat jelas, benda tersebut tidak lain adalah Gadah emas milik Shou Jie.
Ho Chen yakin jika Gadah emas tidak akan hancur begitu saja. Mengingat Gadah emas adalah pusaka yang sangat tinggi.
__ADS_1
Jika barang itu terbuat dari emas biasa, pastinya Gadah emas akan meleleh dan hancur, namun Gadah emas di buat menggunakan emas khusus sehingga tidak semudah itu untuk bisa menghancurkan nya.
Ho Chen mengangkat Gadah emas tersebut yang ternyata sangat lah berat. Ho Chen memperkirakan jika berat Gadah tersebut hampir 300 kilo.
Ho Chen sangat takjub kepada Shou Jie yang mampu mengangkat bahkan menggunakannya sepeti tidak merasakan beban apa-apa.
Memang Ho Chen tidak sulit untuk mengangkat nya, namun untuk menggunakannya jelas itu akan berbeda ceritanya.
Ho Chen menyimpan Gadah tersebut kedalam gelangnya dan berniat pergi ke tempat Jiu Rui dan Qiao Lin berada.
Namun kaki Ho Chen tersandung sesuatu yang terlihat seperti besi yang sangat lebar di bawah kakinya.
Besi itu besi biasa saja, namun memiliki ketebalan hingga 2 meter sehingga tidak langsung habis meleleh ketika terkana semburan dari Ho Chen.
Ho Chen mengangkat besi tersebut yang ternyata di bawahnya ada tangga menuju kebawah tanah.
"Ruang Bawah tanah?." Ho Chen segera memasukinya dan berusaha melihat lebih jauh kedalam.
Sesampainya di dalam Ho Chen melebarkan matanya, dia melihat begitu banyak koin emas di sana, walau tidak sebanyak Koin emas pemberian gurunya, namun yang Ho Chen tidak habis pikir, butuh berapa puluh atau ratus tahun bagi Shou Jie untuk mengumpulkannya.
Di sampingnya juga banyak bermacam-macam perhiasan, mulai dari gelang kalung cincin dan masih banyak lagi yang lainnya.
Ho Chen bisa mengira jika semua barang-barang tersebut pasti hasil merampok dan juga upeti dari warga-warga yang mereka paksa untuk membayar.
Ho Chen segera mengibaskan lengannya dan memindahkan barang-barang tersebut ke dalam gelangnya. Ho Chen yakin jika suatu hari barang-barang tersebut akan banyak orang yang membutuhkan kan nya.
Ho Chen segera kembali ke tempat Jiu Rui dan Qiao Lin. Setelah melihat Ho Chen tiba Jiu Rui dan Qiao Lin sama-sama merasa canggung, mereka khawatir jika suatu saat Ho Chen akan benar-benar berubah karakternya.
"Chen, apa kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan mereka?."
Ho Chen tersenyum lembut mendengar pertanyaan Qiao Lin. "Aku baik-baik saja! Kalau masalah meraka tidak perlu kalian risau kan, aku pastikan jika sekte Ular Hijau sudah musnah." Kata Ho Chen dengan santai, seolah-olah itu bukanlah perbuatannya.
__ADS_1