
Dalam perjalanan menuju kota Longnan, Ho Chen menceritakan kepada Qiao Jin tentang Peiyu yang pernah menyelamatkan Qiao Lin dari gangguan para pembunuh beyaran.
Qiao Jin terkejut mendengar cerita Ho Chen. “Ternyata wanita yang selama ini kita anggap wanita jahat masih memiliki hati yang yang baik!." Kata Qiao Jin dia sedikit menyayangkan kejadian yang harus di alami oleh Peiyu.
Selama perjalanan Yin Fei tidak berbicara sepatah kata pun, dia hanya diam dan berjalan mengikuti Kang Jian.
Kang Jian sendiri sedikit canggung, walau dia sudah mengetahui bahwa Yin Fei adalah putrinya. Namun karena tidak pernah bertemu membuat Kang Jian agak sungkan.
Mereka tiba di kota saat hari sudah siang. Mereka langsung menuju ke penginapan. Qiao Lin Dan Jiu Rui langsung menyambut kedatangan mereka.
“Chen! Apa kamu baik-baik saja?." Qiao Lin langsung menyambut Ho Chen.
Ho Chen tersenyum canggung dia tidak enak melihat sikap Qiao Lin seperti itu. “Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu hawatir seperti itu!." Kata Ho Chen.
“Tapi aku dari..!."
“Ehem! Eheem!." Qiao Jin berdaham melihat putrinya begitu peduli pada Ho Chen. Dia saja sebagai ayahnya sendiri pun tidak di pedulikan oleh putrinya.
“Eh.. Ayah! Maaf aku lupa jika ayah juga ada disini." Kata Qiao Lin.
Qiao Jin melotot tidak percaya akan perkataan putrinya. “Lin'er! Apa kamu anggap ayahmu ini tiang yang berdiri dari tadi?."
“Maaf ayah! Bukan maksudku seperti itu." Kata Qiao Lin. Dia sulit mencari alasan kepada ayahnya.
Yin Fei melihat itu sedikit tersenyum, dia ingin menjadi seperti Qiao Lin yang begitu bahagia becanda dengan ayah dan teman-temannya.
“Saudari Fei..! Kamu juga ada disini?." Tanya Qiao Lin yang baru melihat Yin Fei.
Yin Fei menggangguk pelan membuat Qiao Lin sedikit heran, dia menghampiri Yin Fei yang seolah berubah saat terakhir dia bertemu dengannya.
“Saudari Fei! Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi denganmu?." Tanya Qiao Lin kemudian melihat kesekalilingnya. “Kemana ibumu, apa dia tidak ikut kesini?." Tanya lagi Qiao Lin.
Yin Fei menundukkan kepalanya tidak menjawab pertanyaan Qiao Lin. Air matanya mulai menetes ketika Qiao Lin menyala ibunya. Dia kembali teringat kepada Peiyu.
__ADS_1
Qiao Lin bisa melihat kesedihan Yin Fei, walau Yin Fei menundukkan kepalanya, namun dia bisa mendengar sedikit isakan tangis bisa di dengar olehnya.
Qiao Lin jadi ikut terbawa suasana hati Yin Fei. Dia mendekati lalu memeluknya. Yin Fei langsung menangis dan memeluk Qiao Lin dengan erat membuat Qiao Lin juga ikut mengeluarkan air matanya.
“Saudari Fei! Jika kamu ingin menceritakan sesuatu ceritakanlah padaku! Aku akan menjadi teman untuk mendengarkan semua kesedihan hatimu." Ucap Qiao Lin.
Yin Fei melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya kemudian menceritakan akan apa yang terjadi dengan ibunya. Qiao Lin kaget begitu mengetahui jika ibunya ternyata adalah Peiyu. Namun Qiao Lin juga sedih saat mendengar kisah lanjutan dari seluruh yang di kisahkan oleh Yin Fei, membuat Qiao Lin terharu dan sekaligus sedih.
Di ruangan tersebut hanya ada Ho Chen. Jiu Rui. Qiao Jin. Qiao Lin. Dan Yin Fei. Sedangkan yang lainnya sedang berada di kamar masing-masing.
“Saudari Fei! Kau harus kuat, aku yakin ibumu mengharapkan kau bisa menjadi orang yang lebih baik darinya, dan mungkin juga dia tidak mengharapkan agar dirimu tidak mengalami hal yang sama. Karena itu ibumu memintamu untuk tinggal dengan ayahmu." Kata Qiao Lin mencoba memberi nasehat sekaligus menyemangati-nya.
“Aku senang memiliki teman sepertimu saudari Lin. Kuharap mulai hari ini kita bisa menjadi lebih dari sekedar teman." Kata Yin Fei yang sudah tidak lagi bersedih.
Qiao Lin tersenyum dan memgang tangannya. “Tentu. Kita akan menjadi sahabat, atau juga bisa menjadi saudara." Ucapnya.
Yin Fei sedikit kaget mendengarnya kemudian sedikit tersenyum. “Apa kamu masih mau menganggap ku sebagai suadara setelah mengetahui tentang siapa diriku?." Ucap Yin Fei.
“Siapapun dirimu dan dari mana asalmu, apa aku terlihat peduli?." Kata Qiao Lin.
Yin Fei langsung memeluk Qiao Lin. Dia merasa sedikit lega karena masih ada yang mau berteman bahkan menjadi saudaranya setelah Qiao Lin mengetahui akan identitas dirinya. “Terima kasih Saudari Lin.!." Kata Yin Fei dengan mengeluarkan air matanya.
Qiao Lin merasa lega karena berhasil sedikit menghibur hati Yin Fei. “Mulai hari ini kita akan menjadi saudara angkat. Jadi kau tidak perlu bersedih lagi." Kata Qiao Lin.
Yin Fei mengangguk, Qiao Jin juga terharu melihat ke akraban mereka berdua, dia juga setuju atas keputusan Qiao Lin yang sudah mengangkat Yin Fei sebagai saudaranya. Menurutnya itu keputusan yang sangat tepat.
“Ayolah mau sampai kapan kalian ini mau mengobrol, aku sudah sangat lapar menunggu kalian. Ayo cepat kita akan makan siang." Kata Jiu Rui mengubah suasana menjadi riang, semua tertawa mendengar itu.
“Kau ini.. Selain makanan apa lagi yang ada di pikiranmu?." Tanya Ho Chen.
“Makan, minum, tidur, dan jalan-jalan!."
Jawaban Jiu Rui membuat semua tertawa. Mereka semua keluar untuk menemui yang lainnya untuk pergi makan siang bersama. Mereka semua berencana menginap semalam lagi di kota Longnan.
__ADS_1
Selesai makan siang seperti biasa Ho Chen akan lebih dulu pergi ke kamarnya dengan alasan ingin istirahat, namun sebenarnya Ho Chen ingin kembali berlatih di Alam Batin. Yang mengetahui itu hanya Jiu Rui dan Qiao Lin.
Saat makan malam pun Ho Chen tidak ikut hadir, Qiao Lin dan Jiu Rui menjelaskan jika Ho Chen masih tertidur, hanya dengan alasan itu maka mereka yakin tidak akan ada lagi yang akan bertanya Ho Chen.
Ketika pagi tiba mereka semua berkumpul karena sudah waktunya berpisah. Jian Heeng dan Jiu Rui saling berpamitan setalah saling berbicara. Qiao Jin dan Qiao Lin juga sama. Begitu juga dengan Ho Chen, dia juga berbicara dengan Kang Jian dan Yin Fei.
Setelah selesai berpamitan Qiao Jin pun meninggalkan kota Longnan, Qiao Lin menghampiri Yin Fei. “Aku harap kita akan cepat bertemu kembali, jaga diri baik-baik." Kata Qiao Lin kepada Yin Fei.
“Kau tenang saja, aku akan selalu menjaga dan melindunginya dengan baik, sampai kalian bertemu kembali." Kata Kang Jian.
Yin Fei ternyum kepada Qiao Lin, lalu memeluknya. “Kamu juga hati-hati aku akan selalu menunggu kabar darimu." Ucapnya.
Qiao Lin juga berkata“Kau tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja, apa lagi." Dia melirik Ho Chen lalu berbisik kepada Yin Fei. “Selama dia berada di sisiku aku akan baik-baik saja!." Kata Qiao Lin.
Yin Fei mengerti maksud perkataan Qiao Lin, dia tersenyum lebar kepada Qiao Lin kemudian memandangi Ho Chen yang sedang berbicara dengan Jian Heeng.
“Saudari Lin dia pemuda yang hebat dan juga gagah, jadi jangan sampai lepas, nanti bisa di ambil orang lain, termasuk aku." Kata Yin Fei menggoda.
Qiao Lin langsung panik lalu bertanya dengan serius. “Apa kau berencana ingin menjadi sainganku, dan merebutnya dariku?." Tanya Qiao Lin dengan panik.
Yin Fei tertawa kecil melihat sikap Qiao Lin yang panik lalu semakin menggodanya. “Kalau iya bagaimana?." Tanyanya.
“Jangan ku mohon urungkan niatmu..!." Ucapnya yang semakin panik. Membuat Yin Fei semakin tertawa.
“Aku bercanda kok, lagi pula aku juga masih kalah cantik denganmu, mana mungkin dia tertarik kepadaku." Ucapnya sambil menepuk pundak Qiao Lin.
Qiao Lin benafas lega, untungnya perbincangan mereka berdua tidak ada yang mendengar.
Setelah cukup lama berbincang, mereka akhirnya berpisah. Kang Jian bersama Yin Fei dan lainya pergi menuju ke sekte nya. Sedangkan Ho Chen bersama Qiao Lin Dan Jiu Rui pergi melanjutkan perjalanannya mengunakan kuda masing-masing.
***
Semoga urusanku cepat selesai dan bisa update seperti biasanya.
__ADS_1