Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Tamu tak di undang


__ADS_3

Di perjalanan, Ho Chen terus memperhatikan cincin yang ia gunakan, rasanya sangat sulit untuk mempercayai jika cincin tersebut mampu menghisap apapun yang ada di hadapannya.


Ho Chen mengigit jarinya hingga berdarah, dia ingin membuktikan kebenaran dari perkataan Shuo Zie. Ho Chen meneteskan darahnya di atas permata kuning tersebut, dan kemudian permata tersebut berubah warna menjadi sedikit menghitam.


"Em.. sepertinya Shuo Zie tidak membual.!." Gumam Ho Chen.


"Aku akan mencoba nya dulu..!." Kata Ho Chen kemudian mengarahkan cincin itu ke sebatang pohon di sampingnya.


"Kenapa tidak ada reaksi sama sekali?." Gumam Ho Chen dan mencobanya lagi.


"Hisap..!."


"Terhisap..!."


"Cincin penghisap..!."


Berkali-kali Ho Chen mencoba bahkan menyuruh cincin tersebut untuk menghisap kayu di sampingnya, bahkan dengan mengubah bentuk tangannya berkali-kali pun cincin tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.


"Bagaimana caranya? Atau Shuo Zie yang salah memberikan informasi?." Kata Ho Chen yang mulai kesal seolah-olah dia di kerjain oleh cincin tersebut.


"Coba aku isi dengan energi..!."


Ho Chen mencoba menyalurkan energinya berharap kali ini dia berhasil. Setelah merasa cukup, dia mencoba lagi.


"Hisap..!


"Cincin hisap..!."


"Hisap.. ayo hisap..! Argh.. cincin sialan..!." Gerutu Ho Chen yang sudah mulai frustasi dan hampir melempar cincin tersebut.


Sedangkan Naga Putih yang di tunggangi nya hanya menatapnya dengan heran, begitu Juga dengan Niu. Mereka berdua sama-sama bingung melihat tingkah Ho Chen yang seperti orang gila.


"Adik Chen, kenapa kamu berhenti? Apa yang sedang kamu lakukan dari tadi?." Tanya Jiu Rui  yang datang dengan Qiao Lin.


Jiu Rui dan Qiao Lin sudah berjalan lebih dulu. Setelah jauh, Mereka berdua baru sadar jika Ho Chen tertinggal di belakang, lalu mereka berdua kembali menyusul Ho Chen.

__ADS_1


Mereka berdua heran ketika melihat Ho Chen yang bertingkah aneh, karena penasaran, mereka berdua pun menghampiri Ho Chen.


"Aku hanya sedang melakukan pemanasan jari  dan lengan saja!." Kata Ho Chen yang mencoba mencari alasan, karena di lihat dari manapun yang di lakukan oleh Ho Chen mirip orang yang kehilangan akal atau gila.


Ho Chen kesal kepada Ming Hao, di mana ketika ia membutuhkannya Ming Hao malah tidak ada. "Apa boleh buat, sebaiknya aku menunggunya saja!." Batin Ho Chen yang memilih menunggu kedatangan Ming Hao. Mereka kembali melanjutkan perjalanan nya ke Sekte Ular Hijau yang masih jauh.


***


"Tehnik Api Neraka - Tapak Raja Api."


Yin Fei memukul batu besar di depannya, dengan telapak tangan yang mengandung energi api, batu tersebut sedikit menghitam namun ada retakan halus pada batu tersebut.


Yin Fei berhasil mencapai Tingkat Bumi Awal 1. Walau sedikit terlambat belajar, kenyataan nya Yin Fei berhasil mencapai Tingkat Bumi dalam waktu 1 tahun saja, namun itupun melalui latihan yang begitu keras.


"Anak ini memang berbakat! Ternyata memang benar kata petua, Buah jatuh tidak jauh dari pohon nya!." Gumam Wang Chungying, dia merasa bangga karena berhasil menemukan penerus Tehnik Api nya.


Wang Dunrui juga ikut berlatih bersama Yin Fei. "Adik Fei, dalam waktu setahun lagi, aku yakin kau akan mendahului ku!." Kata Wang Dunrui,


Saat ini Wang Dunrui sudah mencapai Tingkat Bumi puncak 3, dan Tehnik andalan nya adalah petir. Dia tidak mewarisi Tehnik ayahnya, karena Wang Dunrui memiliki Dantian yang aneh.


Menurut perkiraan Kang Jian, Dantian milik Wang Dunrui bersifat Api, namun dia tidak bisa menguasai api biasa, kemungkinan besar api yang lebih tinggi seperti Api milik Ho Chen. Namun itu hanya perkiraan nya saja.


"Kakak Wang terlalu memuji ku." Kata Yin Fei dengan wajah malu.


"Memuji! Tidak, aku tidak sedang memuji mu, aku berbicara sesuai dengan fakta yang nyata!" Kata Wang Dunrui.


Wang Chungying mengamati mereka dari depan rumahnya, dia tidak sendirian melainkan di temani oleh Liu Yin dan Jiang Heeng.


"Saudara Heeng, aku dengar Xiu Huan ingin mengadakan pertemuan lagi, apa saudara Heeng tahu apa lagi yang ingin mereka sampaikan?." Tanya Wang Chungying.


"Aku sedikit mendengar informasi bahwa wilayah nya sempat di datangi oleh 2 jendral iblis dan satu manusia. Itu saja, selain dari itu aku tidak tahu!." Jawab Jian Heeng.


Liu Yin menghela nafas panjang. "Semenjak kemunculan para Iblis ini, tidak pernah ada kedamaian sama sekali. Kapan semua ini akan berakhir?." Kata Liu Yin.


"Aku juga tidak tahu. Satu-satunya harapan kita juga sudah tidak pernah lagi terdengar kabar nya, apa dia benar-benar sudah di bunuh oleh iblis itu, atau masih hidup. Sedangkan Rui'er pun tidak di ketahui lagi di mana keberadaan nya sekarang." Ucap Jian Heeng.

__ADS_1


"Aku justru penasaran kepada pendekar bertopeng yang katanya mampu mengalahkan jendral iblis seorang diri di istana!." Wang Chungying jarang sekali keluar dari sekte, sehingga dia hanya bisa mendengar kabar saja dari Kang Jian.


"Bukankah dia berasal dari luar kekaisaran? Yang ku harapkan bukan pendekar dari luar kekaisaran, melainkan dari wilayah kita sendiri, setidaknya di wilayah ini masih ada pelindungnya." Kata Liu Yin.


"Aku setuju kepada mu, namun bukan itu yang ku maksud, melainkan tentang pendekar bertopeng yang kabarnya masih muda. Aku curiga dia itu adalah Chen'er!." Kata Wang Chungying.


Mereka berdua baru menyadari akan hal itu, dan akhirnya sependapat dengan Wang Chungying. "Kalian tunggu di sini, aku akan pergi sebentar mencari beberapa tanaman di hutan, hanya sebentar saja." Kata Wang Chungying kemudian bangkit.


"Baiklah senior, kebetulan kami juga mau pulang karena ada hal yang harus di kerjakan." Kata Jian Heeng dan di ikuti oleh Liu Yin.


"Saudara Heeng, jangan lupa besok kalian harus ikut berkumpul di aula pertemuan." Kata Wang Chungying.


"Tentu saja, kami akan hadir di sana!." Kata Liu Yin.


"Baiklah kita bertemu besok di pertemuan." Kata Wang Chungying kemudian melangkah pergi begitu juga dengan Jian Heeng dan Liu Yin.


Wang Chungying berjalan keluar dari sekte menuju ke hutan. Dia ingin mencari beberapa tanaman obat untuk Yin Fei. Karena latihan keras dan juga di bantu beberapa tanaman obat yang ia berikan, kemajuan latihan Yin Fei pun bisa berkembang dengan sangat cepat.


Letak Hutan dengan sekte nya tidak terlalu jauh, sehingga dia bisa mencapai hutan tersebut dengan cepat. "Em.. hanya sisa segini saja jahe merahnya..!." Kata Wang Chungying yang memetik tanaman jahe merah.


Sebenarnya masih banyak tanaman jahe merah di sana, namun yang sudah tua tinggal beberapa biji saja. Akan butuh waktu beberapa tahun lagi agar yang lain dapat di panen.


Wang Chungying terus mencari tanaman obat yang lain, tanpa ia sadari ada beberapa sosok yang mengamatinya dan atas.


"Apa kau yakin dia yang akan kita gunakan?."


"Aku yakin, lagi pula dia memiliki hubungan langsung dengan manusia pilihan Raja iblis Biru."


"Kalau begitu, Biar aku saja yang melumpuhkan nya, sisanya aku serahkan kepada Raja Hitam."


Wang Chungying merasakan sesuatu dan menoleh kesekelilingnya namun ia tidak menemukan siapa pun. "Mungkin hanya perasaan ku saja." Ucapnya kemudian ingin melanjutkan pencariannya.


Wang Chungying ingin melangkah namun dia merasakan aura energi dari atasnya dan langsung menoleh dan melihat tiga sosok sedang melayang dan menatap dirinya.


Wang Chungying melihat dua sosok seperti manusia dan satu sosok memiliki tanduk di dahinya. Yang membuat Wang Chungying berkeringat dingin adalah satu sosok seperti manusia, namun kedua bola matanya sepenuhnya hitam dan juga tidak bisa di ukur energinya.

__ADS_1


"Wei Heng, mau apa kamu datang kesini?." Tanya Wang Chungying, dia mengenali Wei Heng karena dia tidak menutupi wajahnya. Mereka bertiga adalah Wei Heng Jendral Ori dan Raja iblis hitam.


kedatangan tamu tak di undang tersebut membuat Wang Chungying khawatir jika mereka berniat menyerang sekte Bukit Halilintar.


__ADS_2