
***
"Semuanya cepat pergi dan cari tempat yang aman, mereka sebentar lagi akan datang...!."
Seru salah salah seorang kepada warga desa, Desa tersebut bernama desa Jinhu desa yang tidak terlalu besar namun juga tidak kecil.
Semua warga desa Jinhu mulai berhamburan keluar setelah mendengar teriakan salah satu warga nya. Ada yang membawa beberapa hewan ternak dan juga barang berharga lainnya, mereka terlihat sangat ketakutan.
Kepala Desa keluar dan menemui warga yang berteriak tersebut, nama kepala desa adalah Lho Zian.
"Seberapa jauh mereka?." Tanya kepala desa.
"Mereka sudah terlihat di tidak jauh dari pintu masuk Tuan Lho." Kata warga tersebut dengan panik.
"Berapa banyak anggota yang di bawa nya?." Tanya lagi Kepala Desa.
"Sekitar 700 orang Tuan!." Ucapnya.
Lho Zian menarik nafas panjang kemudian memanggil penjaga desa yang berdiri di belakang nya. "Kau cepat kumpulkan semua pendekar, kita akan mengulur waktu agar penduduk desa bisa pergi sebelum mereka tiba di sini." Kata kepala desa dan segera di laksanakan oleh penjaga tersebut.
Di desa Jinhu memang ada pendekar yang tinggal di desa tersebut termasuk kepala desa, dia juga seorang pendekar yang berada di Tingkat Langit Awal 4.
Tidak butuh waktu lama bagi penjaga Desa untuk mengumpulkan semua pendekar yang ada di desa tersebut.
Kini sekitar 80 pendekar sudah berkumpul di hadapan kepala desa, kekuatan mereka semua berbeda-beda, ada yang berada di Tingkat Langit Puncak 3 ada juga yang berada di Tingkat Langit Awal 1. Yang jelas mereka semua berada di Tingkat Langit.
"Para saudara-saudara sekalian, Desa kita kedatangan sekte baru itu lagi, saya tahu jika ini mustahil bagi kita untuk berhadapan langsung dengan mereka, namun setidaknya kita bisa mengulur waktu agar warga desa lebih dulu keluar sebelum mereka tiba di sini.
__ADS_1
Aku tidak akan memaksa kalian untuk ikut dengan ku menghadapi mereka, aku hanya akan bernegoisasi terlebih dahulu dengan mereka, jika hal itu tidak berhasil, maka saya tidak menjamin semua ini akan berakhir dengan Baik." Kata Kepala Desa berbicara keoada 80 pendekar yang berada di hadapannya.
"Tuan Lho, saya akan ikut dengan anda, walau saya harus mati sekalipun saya tidak takut, ini semua untuk membalaskan dendam kematian keluargaku." Kata salah satu pendekar.
"Saudara Yun, saya tahu perasaan mu saat ini, namun saya berharap tidak ada pertempuran yang terjadi hari ini, kalau bisa menghindari pertempuran dan bernegosiasi dengan mereka mungkin tidak akan ada lagi korban yang jatuh." Kata kepala desa.
"Saya tidak yakin Tuan Lho, mereka terlalu kejam dan sadis, mereka tidak segan-segan untuk membunuh entah itu anak kecil atau orang yang sudah tua sekalipun yang tidak bisa berbuat apa-apa juga ikut di bunuhnya." Kata seorang pendekar lagi yang tidak setuju akan rencana Lho Zian untuk bernego Siansi dengan musuh yang akan datang.
Lho Zian terdiam, dia juga tahu akan kekejaman musuh yang akan mereka hadapi, namun dia juga berharap semoga hal buruk tidak terulang lagi.
"Apa kalian semua bersedia ikut dengan ku untuk menghadang mereka walau kalian sudah mengetahui resiko yang akan di hadapi nantinya?." Tanya lagi Lho Zian memastikan.
"Kami akan ikut, dan kami semua tidak takut mati." Jawab mereka serempak.
Mendengar jawaban penuh semangat mereka, Lho Zian mengangguk puas dan merasa bangga memiliki pendekar yang tidak takut seperti mereka.
Mereka semua langsung bergerak secara bersamaan menuju pintu gerbang depan untuk menyambut kedatangan mereka.
Tidak terlalu lama mereka berada di depan pintu, akhirnya yang mereka tunggu-tunggu pun mulai terlihat dari kejauhan.
"Saudara-saudara ku semua, terima kasih atas kesediaan kalian ikut membela dan melindungi desa, aku senang nemiliki saudara seperti kalian semua, jika kita gugur di sini, semoga kelak anak cucu kita bisa mengenang kita sebagai pahlawan." Kata Lho Zian setelah melihat musuh yang begitu banyak dan juga melihat ada Lima jagoan di antara mereka semua.
Walau hati merasa sedih, namun mereka semua membulatkan tekad untuk tetap menghadang para musuh meraka yang begitu banyak tersebut, alasan mereka adalah untuk melindungi orang yang mereka sayangi.
Kini rombongan musuh mulai terlihat dengan jelas, baju yang mereka gunakan berwarna Hijau dengan motif sisik ular. Di barisan depan terlihat Lima orang menaiki kuda yang sangat besar dan juga gagah.
Para pendekar Desa Jinhu bisa mengetahui jika kelima pendekar yang berada di barisan paling depan adalah jagoan yang di kirim untuk mendatangi Desa Jinhu.
__ADS_1
Dengan pasukan sebanyak itu sudah cukup untuk meratakan Desa Jinhu dalam waktu semalam saja, namun melihat musuh yang begitu banyak tidak membuat para pendekar Desa Jinhu merasa takut.
Setelah mereka saling berhadapan, seorang pemuda memakai baju hitam maju kedepan dengan menaiki kudanya sambil tersenyum sinis. "Nyali kalian cukup besar berani mencegat kami di pintu gerbang." Ucapnya.
"Shou Zie, kau dan paman mu sama-sama keji nya! Jangan kau pikir karena sudah mendirikan sekte dan menjadi sekte besar, kami harus takut dan tunduk kepada Shou Jie, sampai mati pun kami tidak akan mau." Kata Salah satu pendekar.
Shou Zie tertawa keras kemudian berkata. "Karena itulah paman ku memberi perintah agar melenyapkan desa kalian ini. Buat apa membiarkan desa yang tidak mau membayar upeti dan juga tidak mau menuruti perintah paman di biarkan, lebih baik di binasakan saja." Kata Shou Zie.
Shou Zie adalah keponakan Shou Jie, dan mereka baru mendirikan sekte, walau baru mendirikan sekte, namun mereka menjadi sekte besar aliran hitam, karena pada dasarnya mereka memang kelompok besar.
Tidak heran jika mereka menjadi sekte besar hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Mereka adalah Sekte Ular Hijau yang di dirikan oleh Shou Jie.
Semenjak kekalahannya bertarung dengan Ho Chen, Shou Jie yang berjanji kepada Ho Chen bahwa dia akan berbuat baik dan berhenti membuat kekacauan yang bisa meresahkan banyak orang ternyata semakin menggila, itu karena dia sudah mengetahui jati diri Ho Chen ketika mendengar ciri-ciri pedang yang selalu di naikinya.
Awalnya dia tidak tahu kalau yang ia hadapi adalah Ho Chen, karena waktu itu Ho Chen memperkenalkan diri dengan nama Hao Chen dan bukan Ho Chen.
Setelah mendengar bahwa Ho Chen sudah di bunuh oleh Raja iblis, niat Shou Jie untuk mendirikan sekte besar segera di mewujudkannya, kali ini dia merekrut beberapa jagoan yang sudah kehilangan sekte mereka, yaitu mantan anggota Sekte Racun Langit. Dari anggota mantan sekte Racun Langit lah ia juga mendapat informasi tentang ciri-ciri Ho Chen.
Karena Ho Chen sudah di kabarkan telah tewas di tangan Raja iblis, Shio Jie kembali berbuat onar, karena dia yakin tidak ada lagi yang akan mampu menghentikannya kecuali Ho Chen, dan itu pun jika menurutnya Ho Chen masih hidup.
Sekte Racun Langit berencana ingin bergabung dengan Wei Heng dan juga Raja iblis, beberapa anggotanya sempat di kirim untuk membantu para pasukan iblis yang saat itu ingin menyerang istana Kaisar Hong walau akhirnya mereka hanya mendapatkan kekalahan.
Shuo Zie menatap ke 80 pendekar di hadapannya. "Apakah kamu pemimpin mereka?." Tanya Shou Zie kepada Luo Zian.
Lou Zian maju dan mulai memperkenalkan dirinya kepada Shuo Zie. "Nama ku Luo Zian, aku adalah kepala Desa Jinhu." Ucapnya.
"Ah, kepala desa ya, bagus-bagus." Kata Shuo Zie kemudian membalikkan badan.
__ADS_1
Tangkap kepala desa itu beserta gadis-gadis di desa ini, dan pastikan semua penduduk desa mati, bunuh siapa pun yang ada di dalam, baik itu anak-anak, bayi, ibu hamil, dan orang tua yang tidak berguna." Kata Shou Zie kemudian melangkah kebelakang barisan.