Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Harga yang pantas


__ADS_3

"Ketua Ho, sebenarnya apa yang terjadi?" Kang Jian bertanya setelah Ho Chen tidak terlihat.


"Tidak ada apa-apa!" kata Qiao Ho kemudian tidak lagi mau membahas masalah tersebut dengan mereka, kecuali dia hanya berdua dengan Feng Ying.


"Aku dengar kamu ingin mengajak semua Sekte untuk menyerang markas mereka, apa kamu mengetahui letak markas mereka?" Feng Ying bertanya.


"Saya mengetahui markas mereka dari beberapa orang pencari informasi. Mereka berhasil menemukan markas mereka ketika menyamar menjadi salah satu anggota yang bersekutu dengan mereka," Kata Qiao Ho.


"Apalagi yang kamu ketahui?" tanya Feng Ying.


Qiao Ho hanya menggelengkan kepala. "Hanya itu yang saya ketahui, jika masalah kekuatan sepertinya informasinya memang benar, kemungkinan lebih dari separuh kekuatan musnah disini," kata Qiao Ho.


Feng Ying hanya menghela nafas, dia masih penasaran dengan orang yang mengaku sebagai Dewa Iblis itu. Sedangkan Kang Jian hanya bisa mendengarkan obrolan mereka.


***


"Lin'er, kenapa kamu pergi begitu saja?" Ho Chen tiba di kamar Qiao Lin yang duduk namun memunggungi dirinya.


Qiao Lin buru-buru mengelap air matanya ketika Ho Chen sudah di belakangnya, dia berbalik dan memandangi Ho Chen.


Ho Chen bisa melihat mata Qiao Lin yang memerah karena habis menangis, ditambah kelopak kantong matanya yang sedikit bengkak dan masih ada sedikit sisa air mata di bulu matanya.


"Kenapa kamu menangis? Apa aku sudah berbuat sesuatu yang membuatmu seperti ini?" tanya Ho Chen namun tangannya mengelap sisa air mata Qiao Lin dengan lembut.


Qiao Lin menggelengkan kepala pelan lalu berkata, "Chen, maafkan aku!" kata Qiao Lin.


"Maaf? Kenapa kamu meminta maaf padaku?" Ho Chen bingung karena tiba-tiba Qiao Lin meminta maaf tanpa sebab.


"Chen, aku tidak tahu harus memulai bicara dari mana, aku bingung dan juga takut! Bingung untuk mengambil keputusan, dan aku takut kehilangan dirimu," kata Qiao Lin.


"Kamu tidak akan kehilangan diriku, dan aku tidak akan meninggalkan mu!" kata Ho Chen.


"Chen, kamu harus tahu, yang memiliki perasaan padamu bukan cuma diriku. Masih ada gadis lain yang juga memiliki perasaan yang sama seperti diriku padamu," kata Qiao Lin namun suaranya semakin berat ketika mengatakan demikian.


"Gadis lain? Siapa yang kamu maksud?" Ho Chen bertanya sambil mengerutkan dahi.


"Kau mengenalnya, dia adalah Putri Kaisar Hong Yihua," kata Qiao Lin.

__ADS_1


Mata Ho Chen melebar, kini dia baru ingat jika Yihua juga menyukainya, bahkan Yihua secara terang-terangan pernah mengungkapkan perasaannya kepada Ho Chen.


Ho Chen kembali mengingat dimana dia pernah dibuat kerepotan dan tidak berdaya oleh Yihua.


"Lin'er, darimana kamu mengetahuinya?" tanya Ho Chen, dia bisa saja membaca pikiran Qiao Lin, namun dia tidak melakukannya, karena dia memang benar-benar menyukai dan menghargai Qiao Lin.


"Aku sudah bertemu dengannya, bahkan kami sempat berbicara masalah ini!" kata Qiao Lin kemudian menatap wajah Ho Chen kemudian kembali berbicara.


"Chen, aku tidak mau ada hati yang terluka, bagaimanapun dia juga seorang wanita yang sama dengan ku! Kita bertiga harus melakukan pertemuan dan menyelesaikan masalah ini," kata Qiao Lin.


"Apa kamu ingin aku memilih salah satu di antara kalian berdua?" tanya Ho Chen.


Qiao Lin mengangguk, tidak ada pilihan lain selain harus bertemu dan Ho Chen harus menentukan pilihannya di hadapan mereka berdua.


"Lin'er, aku tidak bisa! Aku tidak ingin melukai perasaanya!" kata Ho Chen.


"Aku tahu itu, aku juga tidak ingin melukai perasaan siapapun, jika bisa kamu memilihnya saja agar perasaanya tidak terluka,"


"Bagaimana dengan mu?" tanya Ho Chen dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Aku akan mencoba merelakanmu menjadi miliknya!" kata Qiao Lin dan dia mulai mengalirkan air matanya kembali.


Ho Chen jadi serba salah, dia bingung apa yang harus dia lakukan, Dia tidak ingin melukai perasaan Yihua, namun dia juga tidak mau perasaan Qiao Lin yang ia cintai juga terluka.


Jika dia memilih Qiao Lin, sudah pasti perasaan Yihua yang terluka, namun jika dia memilih Yihua, maka perasaan Qiao Lin yang akan terluka.


Qiao Lin kembali memaksa Ho Chen, namun lagi-lagi Ho Chen tetap tidak menyetujuinya, butuh waktu lama bagi Qiao Lin untuk membujuk Ho Chen, dan akhirnya Ho Chen luluh juga dan mau menuruti keinginan Qiao Lin.


***


Serangan Yang dilakukan oleh pasukan iblis secara besar-besaran nyatanya tidak berlangsung lama, karena ratusan ribu pasukan lenyap di Sekte Gunung Es dalam waktu singkat.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang telah melenyapkan ketujuh jendral beserta pasukan sekutu kita?" Jendral Ori dan jendral Xu sudah tiba di markas mereka, mereka langsung menemui Wang Dunrui untuk melaporkan semua yang telah terjadi.


"Aku tidak mengenalinya Raja, namun aku mengenal salah satu sosok yang bertarung dengan jendral iblis, dia adalah energi Ming," kata Jendral Ori.


"Energi Ming apa? Aku tidak pernah mendengarnya." tanya Wang Dunrui.

__ADS_1


"Ori, jika diingat-ingat bukanlah Ming bersama dengan orang yang akan mewarisi Qi milik Hanzi! Manusia itu pasti adalah penerus Hanzi," kata Jendral Xu.


"Saudara Chen? Dia sudah kembali?" batin Wang Dunrui.


"Benar juga, kenapa aku jadi lupa!" Jendral Ori baru mengingat Ho Chen, pemuda yang membuat dirinya kalah di Sekte Pilar Angin.


"Kalau begitu hanya Raja yang bisa menandinginya!" kata Ori, dia tidak berani jika harus kembali bertarung dengan Ho Chen.


Menurutnya, saat ini Ho Chen memiliki kekuatan yang sangat besar, dan mungkin akan mampu meleyapkan semua Jendral iblis tanpa perlu bertarung.


"Jadi tinggal berapa banyak pasukan yang kita miliki?" tanya lagi Wang Dunrui.


"Selain Jendral iblis, hanya tersisa sekitar 2000 pasukan mayat, dan 1000 dari para sekutu yang saat ini dipimpin oleh Lun Whilin," kata Jendral Ori.


"Sepertinya kita sudah tidak memiliki waktu untuk mengumpulkan pasukan lagi, cepat atau lambat markas kitalah yang akan segera diserang oleh mereka," ucap Wang Dunrui.


"Raja, bagaimana dengan rencana Raja untuk membangkitkan Ratu Sihir?" Jendral Xu bertanya.


Wang Dunrui menghela nafas panjang, kemudian berkata, "Tidak ada cara lain, aku akan mengunakan cara itu!" kata Wang Dunrui namun dengan suara yang berat.


"Maksud Raja, akan mengorbankan para sekutu kita untuk dijadikan tumbal?" tanya Jendral Ori.


"Mengorbankan sekumpulan kecil orang demi merapatkan kekuatan yang lebih besar, itu harga yang pantas. Jika kamu punya cara lain katakanlah?" Wang Dunrui balik bertanya.


"Tidak ada Raja!" jawab Jendral Ori.


"Baiklah, kalian kumpulkan semua anggota sekutu, aku akan membunuh mereka dengan cepat dan akan aku jadikan tumbal jasad mereka untuk membangkitkan Ratu Sihir!" kata Wang Dunrui memberi perintah.


"Baik Raja, kami akan mengumpulkan mereka dalam satu tempat kemudian Raja bisa membunuh mereka semua!" kata Xu, kemudian pergi mengumpulkan semua sekutu-sekutunya.


Saat ini Lun Whilin sedang tidak ada di markas, dia sedang berada di sektenya sendiri.


Jendral Ori bersama Jendral yang lain mengumpulkan semua pendekar yang bersekutu dengan mereka, baik itu pendekar Tingkat Langit dan juga para jagoan Tibgkat Alam.


Setelah ribuan pendekar sudah terkumpul, Wang Dunrui berseru kepada mereka semua.


"Wahai para sekutu-sekutuku, dengarkanlah. aku akan menyampaikan kabar gembira untuk kalian, sekarang kalian semua telah terpilih oleh Ratu Sihir, ini adalah satu kehormatan besar untuk kalian!"

__ADS_1


Mereka semua langsung bersemangat mendengar perkataan Wang Dunrui, mereka semua tidak ada yang tahu jika sebenarnya Wang Dunrui hanya membual.


__ADS_2