
***
"Kenapa tidak ada orang? Apa semuanya sedang menjalankan tugas?" Lun Whilin baru kembali ke markas, dia heran karena tidak melihat satu orang pun dimarkas.
Lun Whilin datang membawa sekutu baru sebanyak 300 pendekar, mereka berasal dari sekte kecil aliran hitam.
Lun Whilin berjalan ke bangunan tempat Wang Dunrui, dia terkejut ketika melihat seorang wanita berbaju merah berdiri di depan pintu.
"Lun Whilin, kenapa kamu baru datang?" Jendral Ori bertanya kepada Lun Whilin yang baru datang.
"Jendral, saat ini sangat sulit untuk mencari anggota sekutu baru, jadi hanya ini yang saya dapatkan!" kata Lun Whilin menujuk kearah 300 pendekar yang berada di belakangnya.
"Baiklah, suruh mereka untuk beristirahat dulu!" kata Jendral Ori, dia berencana ingin masuk ke dalam.
"Tunggu jendral, maaf saya mau bertanya,"
Jendral Ori berbalik dan menatap Lun Whilin. "Apa yang ingin kamu pertanyakan?"
"Jendral, siapa wanita tadi yang berdiri di pintu? Apa dia sekutu baru?" tanya Lun Whilin.
"Jaga bicaramu Whilin, dia itu Ratu Sihir, Ratu kita semua," kata Jendral Ori.
"Ratu Sihir?" Lun Whilin terlihat bingung.
Lun Whilin tidak pernah mengetahui tentang Ratu Sihir, dia baru bergabung beberapa tahun saja, jadi tidak pernah mendengar tentang Ratu Sihir.
Jendral Ori pun menceritakan dan menjelaskan secara singkat siapa itu Ratu Sihir kepada Lun Whilin, kali ini hanya tersisa Lun Whilin yang bisa ia percaya sebagai pengganti Wei Heng yang sudah tiada.
Jendral Ori juga menceritakan tentang Wei Heng yang sudah mati di Sekte Gunung Es sekaligus 7 Jendral iblis yang ikut binasa disana.
"Wei Heng dibunuh Pendekar Dewa Muda? bukankah dia sudah..!" Lun Whilin terdiam, dia pernah mendengar kabar jika Pendekar Dewa Muda sudah mati.
"Sekarang kamulah yang mengambil alih tugas Wei Heng. Aku harap kamu bisa melakukannya!" kata Jendral Ori kemudian meningkatkan Lun Whilin kedalam.
Lun Whilin hanya diam, hatinya bingung apakah harus senang atau tidak, jika para sekutu masih ada, mungkin dia akan senang, namun sekarang semua sekutu sudah tidak ada, dan hanya ada 300 pendekar saja, itupun pendekar Tingkat Bumi.
Lun Whilin akhirnya membawa 300 anggota sekutu baru ke tempat yang sebelumnya di tempatin oleh anggota sekutu yang pertama. Lun Whilin berencana akan memberitahu mereka akan aturan-aturan yang ada di markas pasukan iblis.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, tiba-tiba suhu berubah menjadi panas seperti ada api besar yang membakar dari jarak yang begitu dekat.
***
Segala keperluan ritual sudah dipersiapkan. Para Jendral Iblis meletakkan beberapa barang yaitu, tiga kepala manusia yang sudah jadi tengkorak dan tiga janin merah berumur 5 sampai 6 bulan.
Ketiga janin tersebut didapatkan dari wanita hamil yang sudah dibunuh kemudian dikeluarkan janin yang ada didalam perut mereka.
Ketiga janin dan tiga kepala manusia yang sudah menjadi tengkorak diletakkan di sebuah gambar bersimbol lingkaran dengan pola gambar matahari di tengah lingkarannya. Di pinggir lingkaran sudah disediakan api obor mengelilingi simbol tersebut.
"Ratu, semuanya sudah selesai, silahkan jika Ratu ingin memulainya!" kata Jendral Xu.
Ratu Sihir berjalan kearah tempat ritual yang sudah disiapkan, dia mengeluarkan sebuah tongkat dari ruang hampa. Tongkat tersebut berbentuk seperti tubuh ular, namun kepalanya berbentuk wajah yang menyeramkan, dan kedua mata wajah tongkat tersebut adalah permata hitam.
Ratu Sihir menghentakkan tongkat tersebut tiga kali ke tanah kemudian sosok jendral iblis muncul di hadapannya. Dia adalah Jendral iblis Lao.
"Hormat Kepada Ratu Sihir," Jendral Lao berlutut setelah mengetahui sosok di hadapannya.
Ratu Sihir hanya mengangguk kemudian menunjuk kerana gambar simbol yang sudah ada jasad janin dan tengkorak kepala.
Jendral Lao mengerti akan maksud Ratu Sihir kemudian berjalan memasuki simbol tersebut kemudian berdiri di tengah-tengah.
"Weu ta lemo! Weu nta ntato! Weu nta shibo!" "(Aku panggil merah! Aku panggil biru! Aku panggil hitam)"
"Zhao, Mu, Daji, joa kainde shibo lota! Pampa Gaoga..!" "(Zhao, Mu, Daji, demi kekuatan hitam dilangit! Bangkitlah Kalian..!)"
Ratu Sihir mengarahkan tongkatnya kelangit, dia menarik kabut hitam dari langit masuk ke tongkatnya, kemudian mengarahkan tongkatnya lagi kearah jenasah janin dan juga tengkorak kepala manusia sehingga semuanya tertutup oleh kabut hitam.
Secara bersamaan, obor yang ada di sekeliling lingkaran menyala sendiri. Kabut-kabut hitam tersebut menyatu dengan tubuh jendral Lao sebelum akhirnya terlihat tiga api yang memisahkan diri dari jendral Lao.
Ketiga api tersebut berputar diatas tengkorak kepala manusia, kemudian masuk kedalam tengkorak tersebut. Kedua mata tengkorak menyala sesuai dengan warna api yang memasukinya.
Kabut hitam tersebut kembali menutupi jenazah janin merah kemudian menyatukan janin tersebut dengan tengkorak yang sudah menyatu dengan api tersebut.
Suhu di seluruh markas menjadi panas sekali, tidak lama angin juga mulai bertiup sangat kencang, namun tidak bisa mematikan api obor yang menyala di sekeliling lingkaran.
Kabut hitam tebal yang menutupi penyatuan janin dan juga tengkorak semakin lama semakin membesar kemudian berubah menjadi tiga api yang menyala besar.
__ADS_1
"Gaoga..!" "(Bangkitlah..!)"
"Gaoga..!" "(Bangkitlah..!)"
Awan hitam terkumpul dilangit, suara petir dilangit juga mulai terdengar seiring perkataan Ratu Sihir, dan angin bertiup makin kencang.
Ketiga api berwarna merah, biru, dan hitam semakin lama semakin mengecil dan akhirnya padam, hanya menyisakan aura merah, biru, dan hitam. Mereka bertiga adalah ketiga Raja iblis dengan wujud yang baru.
Wujud ketiga Raja iblis sedikit berbeda dari sebelumnya, seluruh tubuhnya saat ini hampir 90 persen menyerupai manusia, bahkan tanduk dikepala mereka juga sudah tidak ada, dan mereka sepenuhnya memiliki kekuatannya kembali.
"Selamat datang kembali anak-anakku!" kata Ratu Sihir menyambut mereka bertiga yang baru bangkit.
"Ibu Ratu..!" ketiga Raja iblis langsung berlutut di hadapan Ratu Sihir.
"Ibu Ratu, kenapa wujud kami seperti ini?" tanya Wu, atau Raja iblis hitam sambil mengamati tubuhnya yang terlihat berbeda.
"Aku sengaja membangkitkan kalian kembali dengan menggunakan tulang dan daging manusia agar kalian memiliki tubub yang sedikit lebih baik, dan juga aku sudah meningkatkan sedikit kekuatan kalian," kata Ratu Sihir.
"Sepertinya manusia pilihan kami sudah melaksanakan tugasnya dengan baik!" kata Daji, atau Raja iblis biru.
"Kalian itu yang terlalu gegabah dan juga ceroboh, kalian tahu kenapa aku meningkatkan kekuatan Kalian?" tanya Ratu Sihir dan di jawab dengan gelengan kepala oleh mereka.
"Aku sengaja menambahkan kekuatan kalian, agar kalian bisa menghadapi manusia pilihan kalian nantinya," kata Ratu Sihir.
Ketiga Raja iblis saling berpandangan, mereka merasa heran kemudian mulai bertanya.
"Apakah dia berkhianat?" tanya Zhao atau Raja iblis merah.
"Aku rasa suatau hari nanti dia pasti akan berkhianat!" kata Ratu Sihir.
"Baiklah, sekarang ayo kita menemuinya terlebih dahulu!" kata Daji.
Mereka ingin pergi namun begitu melihat kearah lingkaran, mereka melihat Jendral Lao yanh masih lemas karena sebagian energinya sudah habis.
Tanpa menunggu perintah, Jendral Ori langsung membantu jendral Lao yang masih terlihat lemas.
"Dengan bangkitnya kembali Raja iblis, sekarang kekuatan kita sudah mampu untuk bertahan," Guman Jendral Ori.
__ADS_1
Mereka semua masuk kedalam dimana Wang Dunrui berada, sedangkan dari tempat yang tidak jauh dari mereka, Lun Whilin juga menyaksikan bangkitnya Raja iblis.